Yogyakarta, 5 April 2019 – Sebut saja “Good Bye”, “Lost in Love”, “All Out of Love”, “Every Women in the World”, “The One That You Love”, “Sweet Dreams”, “Young Love”, “Without You” dan masih banyak lagi, merupakan beberapa karya fenomenal dari Air Supply yang telah didengarkan oleh khalayak luas. Tak hanya itu, band yang kini digawangi oleh Russell Hitchcock (vokal) dan Graham Russell (gitar & vokal) ini pun sempat menyapa para penggemarnya yang tersebar di berbagai negara di dunia, untuk mempresentasikan mahakarya musik yang mereka miliki secara langsung.

Dari banyaknya negara yang pernah mereka sambangi, Indonesia adalah salah satu negara di Asia yang sudah beberapa kali Air Supply datangi. Yang sangat luar biasa, dalam berbagai catatan, band yang telah aktif bermusik di era tahun 1970-an ini bisa terbilang cukup sering mendatangi beberapa kota besar di Indonesia untuk menggelar konsernya. Kota-kota di tanah air yang sempat mereka kunjungi di antaranya seperti Surabaya, Jakarta, Pekanbaru, Semarang, Bali, Makassar, Bandung dan juga Yogyakarta.

Dan melalui gelaran bertajuk “Air Supply Live in Yogyakarta”, merupakan momen kembalinya lagi band asal Australia ini bertemu lagi dengan para penggemar setianya di Indonesia. Konser yang dipromotori oleh Rajawali Indonesia tersebut siap digelar pada 20 April 2019 mendatang di Grand Pasific Hall Yogyakarta. Konser bertabur kenangan tersebut sudah dipastikan bakal disaksikan oleh ribuan penonton yang berdatangan dari berbagai daerah di tanah air maupun negara tetangga.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi memaparkan, “Air Supply Live in Yogyakarta” besok merupakan kali kedua bagi Air Supply menggelar konsernya di Yogyakarta setelah terakhir kali berkunjung ke kota ini pada tahun 2015 lalu. Dalam kesempatan kali ini Graham dan Hitchcock tidak hanya akan membawa berbagai kejutan di atas panggung mereka, namun juga lagu-lagu hits yang pernah mereka ciptakan sudah pasti siap disuguhkan kepada ribuan penonton yang hadir dalam konser tersebut.

“Bagi kami Air Supply bisa dibilang musisi legendaris yang karyanya bisa dengan sangat mudah diterima oleh banyak khalayak di dunia, termasuk di Indonesia sendiri. Setelah terakhir kali kami berhasil memboyong mereka ke Yogyakarta pada tahun 2015 lalu, kini kami ingin memberikan sesuatu yang lebih spektakuler lagi kepada para penggemarnya di Yogyakarta melalui konser “Air Supply Live in Yogyakarta” besok,” ungkap Anas.

Lanjut pria yang kini dikenal oleh khalayak Indonesia sebagai “Arsitek Konser” tersebut, berbagai hal yang siap pihaknya sajikan melalui konser “Air Supply Live in Yogyakarta” ini merupakan salah satu bagian kejutan yang juga bakal ditampilkan dalam Prambanan Jazz Festival 2019 yang akan digelar pada Juli 2019 mendatang di Komplek Candi Prambanan. Melalui beberapa konser yang dihelat oleh Rajawali Indonesia, Anas selaku promotor ingin terus memberikan “hadiah terbaik” melalui pertunjukan musik kepada masyarakat Indonesia.

“Jadi konser “Air Supply Live in Yogyakarta” besok merupakan salah satu rangkaian dari Prambanan Jazz Festivall 2019 yang akan kami gelar pada Juli 2019 besok. Alhamdulillah berbagai persiapan untuk konser Air Supply besok telah kami persiapkan sejak lama. Dan banyak para penggemar dari Air Supply sudah tidak sabar untuk bisa menyaksikan secara langsung momen ini,” jelas Anas.

Untuk tiket konser “Air Supply Live in Yogyakarta” pada 20 April 2019 besok, Rajawali Indonesia kembali menggaet Melon Indonesia by Telkom Indonesia sebagai Exclusive Ticket Box Online. Tiket pertunjukannya sendiri dibagi menjadi 4 kelas, yakni Diamond dengan harga Rp 2.000.000, Platinum Rp 1.000.000, Gold Rp 750.000 dan Festival yang dibanderol dengan harga Rp 350.000. Tiketnya sendiri sudah bisa dipesan mulai hari Jumat, (5/4/2019).

“Kali ini kami tidak membuka penjualan tiket presale. Selain dijual secara online melalui tiketapasaja.com, tiket konser “Air Supply Live in Yogyakarta” besok pun bisa didapatkan di Ticket Box Offline yang hanya ada di Parsley Bakery & Resto,” tutup Anas. (*)

KONSER MONOKROM TULUS – Jakarta

Istora Senayan Jakarta, 06 Februari 2019

“Konser Tunggal Kedelapan dari TULUS”

Jakarta, 21 Desember 2018 – Sebut saja “Pamit”, “Manusia Kuat”, “Tukar Jiwa”, “Cahaya”, “Mahakarya”, “Lekas” dan “Ruang Sendiri”, beberapa tembang terbaik yang terangkum dalam album bertajuk “Monokrom”, milik penyanyi bersuara khas bernama TULUS. Setelah meraih banyak keberhasilan bersama kedua album sebelumnya, pria kelahiran Bukittinggi ini seperti tak cepat puas akan segala pencapaian gemilangnya di dunia musik. Maka dari itu lahirlah album Monokrom yang dirilis pada 3 Agustus 2016 lalu, yang dalam perjalanannya mendapat apresiasi yang begitu besar dari khalayak pendengar musik di Tanah Air.

Dalam berbagai catatan, album yang berisikan sebanyak 10 buah lagu tersebut telah didengar sejumlah 177.375.345 kali melalui media digital streaming. Tak berhenti sampai di situ, album berdurasi 35:37 menit tersebut mampu mengantarkan TULUS menyabet sebanyak 26 penghargaan, baik di bidang musik sendiri maupun sinematografi. Maka dari itu, berdasar dari raihan dan apresiasi yang begitu besar dari berbagai pihak membuat TulusCompany sebagai label yang menaungi TULUS, menginisiasi terlaksananya Konser Monokrom TULUS di Bandung yang telah dihelat pada 20 November 2018 lalu.

Bandung dipilih menjadi lokasi dari konser tersebut karena Kota Kembang merupakan tempat di mana perjalanan bermusik TULUS dimulai. Dan dalam konser yang dimanfaatkan TULUS sebagai momen pulang ke rumah itu, ribuan pendengarnya turut hadir untuk menyemarakkan saat di mana hal yang sangat luar biasa di album Monokrom dipresentasikan secara khusus kepada mereka yang terus memberikan dukungan yang sangat besar. Atas respon baik dan apresiasi yang begitu besar terhadap Konser Monokrom TULUS di Bandung, TulusCompany bekerjasama dengan Rajawali Indonesia Communication sebagai salah satu promotor musik terbesar di Indonesia kembali mewujudkan momen yang sungguh menakjubkan tersebut. Melalui gelaran dengan tajuk yang sama, konser dari penyanyi bernama lengkap Muhammad TULUS tersebut siap dilaksanakan pada 6 Februari 2019 mendatang di Istora Senayan Jakarta.

CEO Rajawali Indonesia Communication, Anas Syahrul Alimi menuturkan, bagi pihaknya TULUS bukan hanya sebagai seorang penyanyi yang memiliki ciri khas dalam suara maupun dari setiap untaian kata yang coba TULUS torehkan dalam lagu-lagunya. Namun, TULUS pun menurutnya seperti memiliki magnet tersendiri yang membuat banyak sekali khalayak di Indonesia tersihir oleh karya-karyanya. “Makanya tak heran saat Konser Monokrom TULUS di Kota Bandung mendapatkan apresiasi yang sangat besar dari publik di Indonesia. Maka dari itu, kami bersama Tulus Company sebagai label rekaman yang menaungi TULUS berinisiatif untuk kembali mengadakan salah satu momen bersejarah bagi TULUS dan pendengarnya ini. Dan jujur kami sangat bangga bisa menjalin kerjasama ini bersama TULUS,” jelas Anas.

Hal serupa pun rupanya dirasakan oleh TULUS. Bahkan ia mengakui bahwa dirinya sudah tidak sabar untuk kembali mengulang momen luar biasa itu bersama ribuan pendengarnya. Dalam konsernya nanti, pelantun lagu “Sewindu” tersebut akan kembali melibatkan Ari Renaldi yang merupakan produser musik dari ketiga albumnya. Nantinya, Ari akan bertindak sebagai music director dalam konser yang siap kembali mengundang ribuan khalayak pendengar musik di Indonesia.

“Bersyukur Konser Monokrom Bandung yang diadakan bulan lalu bisa berjalan dengan lancar. Dan atas apresiasinya yang baik tepat di 30 hari paska Konser tersebut, saya senang bisa mengumumkan kalau Konser Monokrom akan kembali diadakan di Jakarta. Semoga di Konser Monokrom Jakarta ini saya bisa bertemu lebih banyak lagi Teman TULUS,” papar TULUS. Selain melibatkan Ari Renaldi dalam gelaran tersebut, Konser Monokrom TULUS di Jakarta pun siap melibatkan sebanyak 50 musikus pengiring yang akan menemani TULUS bernyanyi selama 2 jam 15 menit. Tak hanya itu saja, mega konser ini pun melibatkan Wiyoga Nurdiansyah untuk mewujudkan tata panggung dengan desain esensial dan artistik yang akan dipadukan dengan karya-karya yang ada dalam album Monokrom. Dalam konser TULUS di Jakarta pada Februari mendatang, Rajawali Indonesia Communication bersama Tulus Company menggandeng PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia sebagai exclusive official ticketing partner dalam Konser Monokrom TULUS di Jakarta.

General Manager Event PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia, Dradjat Keesan menambahkan, dalam konser dari TULUS ini pihaknya akan mulai melakukan penjualan presale tiket secara online mulai 27 Desember 2018 besok di Tiketapasaja.com. “Untuk Konser Monokrom TULUS di Jakarta nanti, kami menyediakan sebanyak 4.500 tiket dan akan didistribusikan ke beberapa platform penjualan tiket online maupun offline mulai 28 Desember 2018. Diantaranya Tiketapasaja.com, Tiket.com, Traveloka, Kiostix, Rajakarcis, Bibli.com, Loket.com dan Blanja.com. Kami berharap konser ini akan kembali mengulang momen keberhasilan yang telah TULUS raih saat menggelar konsernya di Bandung kemarin,” tambah Dradjat. Harga Tiket Konser Monokrom TULUS Jakarta mulai dari 350.000 untuk kelas Gold sampai dengan 1.500.000 untuk kelas VVIP sekaligus berkesempatan bertemu dan bersapa secara langsung dengan TULUS sebelum Konser.

Informasi terbaru seputar Konser Monokrom TULUS di Jakarta dapat diikuti melalui official account Instagram, @rajawaliindonesiacomm dan @konsermonokromtulus, juga di laman resmi TULUS di www.situstulus.com. (*)

Narasumber:

- CEO Rajawali Indonesia Communication: Anas Syahrul Alimi

- General Manager Event PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia: Dradjat Keesan

- TULUS

Kontak Media:

TulusCompany

Pananingtyas Prabantari (Ririe)

+6287821127502

Rajawali Indonesia Communication

Tovic Raharja

+6281802799911

Jakarta, 18 Juli 2019 – Konser Jikustik Reunian tak hanya menjadi momen yang mengundang haru bagi Icha, Dadikz, Pongki, Carlo dan Adhit, namun juga menjadi saat di mana Jikustikan sebagai pendengar setia karya-karya dari Jikustik akhirnya bisa melepas kerinduannya untuk menyaksikan mereka berlima kembali bermusik di atas panggung yang sama. Buktinya, dalam Konser Jikustik Reunian pada 29 Maret 2019 lalu di Yogyakarta, ribuan Jikustikan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia ikut terlibat dalam konser yang dipromotori oleh Rajawali Indonesia tersebut.

Pongki menuturkan, konser reuni yang berhasil diselenggarakan di Yogyakarta beberapa waktu lalu itu menurutnya merupakan salah satu konser terbaik yang pernah ia lakukan selama karir bermusiknya. Banyak hal luar biasa yang berhasil ia dapatkan saat itu, dan tak bisa digambarkan melalui kata-kata. Maka dari itu, ia bersama Dadikz, Adhit, Carlo dan Icha sangat menyambut baik dan ingin kembali mengulang momen tersebut yang akan direalisasikan besok, Jumat (19/7/2019) dalam Konser Jikustik Reunian Jakarta di Balai Sarbini.

“Konser reuni di Jogja kemarin adalah salah satu konser terbaik yang pernah saya lakukan. Saya mendapatkan perasaan yang luar biasa kala itu. Saya ingin mengulang kembali perasaaan itu di Jakarta esok hari bersama kalian yang akan menonton,” tutur Pongki.

Lanjut Icha, Konser Jikustik Reunian merupakan sebuah konser yang sangat berbeda dibandingkan dengan konser-konser reunian yang dilakukan oleh band-band lain bersama para mantan personilnya. Jika band lainnya melakukan reuni di banyak tempat di Indonesia, mungkin Jikustik tidak akan melakukan hal yang serupa.

“Saya mau ajak seluruh Jikustikan untuk bisa hadir besok. Ini adalah kesempatan yang sangat langka untuk bisa menyaksikan formasi ini bermain musik di atas panggung yang sama. Saya berharap semoga setelah konser ini, kami semua akan saling memberikan dukungan untuk karir kami masing-masing,” ujar Icha.

Sementara itu Adhit mengatakan, jika pada konser sebelumnya ia bersama Dadikz dan Carlo masih merasakan canggung karena sudah lama tidak bermain musik bersama Pongki dan Icha. Dari berbagai persiapan yang mereka lakukan untuk Konser Jikustik Reunian Jakarta besok, kecanggungan itu tak lagi terasa. Adhit kembali merasakan bagaimana kekompakan yang pernah terasa saat mereka masih bermain musik bersama di bawah nama Jikustik.

“Setelah show di Jogja kemarin, dari berbagai proses yang kami lakukan rasanya chemistry makin dapet. Sudah lebih ngeblend dan lebih mudah untuk memainkan aransemen bersama,” kata Adhit.

Vokalis Jikustik, Brian Prasetyo Adi pun angkat bicara, perasaan bahagia kembali ia rasakan lewat Konser Jikustik Reunian Jakarta besok. Momen bersejarah yang sempat terjadi di Yogyakarta beberapa waktu lalu ia rasa masih belum cukup dirasakan oleh para personil Jikustik Reunian dan para Jikustikan. Maka dari itu, ketika konser ini diboyong ke Ibukota Brian berharap momen luar biasa akan kembali terjadi dan disaksikan oleh lebih banyak lagi masyarakat Indonesia.

Dinamika emosi yang akan terasa

Art Director Konser Jikustik Reunian, Agus Noor menjelaskan, pada Konser Jikustik Reunian Jakarta, pihaknya akan kembali memberi sentuhan artistik dan suasana pada setiap lagu yang dibawakan oleh para personil Jikustik Reunian di atas panggung. Hal ini diharapkan agar penonton yang hadir di Balai Sarbini besok bisa merasakan progres yang berbeda-beda pada setiap lagu yang dimainkan, hingga akan ada dinamika emosi yang terasa.

“Ibarat melepas kangen atau pertemuan sahabat lama, ada kenangan dan perasaan-perasaan lainnya, yang bercampur aduk. Dari pengalaman konser Jikustik Reunian di Jogja, para personil begitu lepas meluapkan energi kerinduan mereka, hingga konser bergitu penuh emosi, tidak saja bagi Jikustik, tapi juga bagi penonton. Konser yang tak hanya indah, api juga sarat kenangan,” jelas Agus Noor.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi percaya hal yang lebih luar biasa akan terjadi esok hari, baik bagi para pesonil Jikustik Reunian, Jikustikan maupun bagi pihaknya sendiri. Sudah banyak sekali pihak yang menunggu konser ini bisa kembali digelar hanya untuk melepas rindu maupun kembali mengulang kenangan bersama karya-karya terbaik dari Jikustik.

“Sebenarnya permintaan dari masyarakat untuk membawa teman-teman Jikustik Reunian ke beberapa kota sangat banyak sekali. Dan Konser Jikustik Reunian Jakarta ini merupakan salah satu perwujudan dari permintaan masyarakat kepada kami. Seluruh pesiapan untuk konser ini telah kami persiapkan seluruhnya dengan sebaik mungkin. Para penonton sudah siap merasakan bagaimana dinamika emosi akan sangat terasa dalam konser ini,” papar Anas.

Direktur Utama PT Melon Indonesia by Telkom Indonesia, Dedi Suherman menambahkan, selain telah melakukan penjualan tiket Konser Jikustik Reunian Jakarta secara online, pihaknya pun masih akan melayani penjualan tiket on the spot di lokasi pertunjukan mulai pukul 13.00 WIB. Dan jika melihat fenomena yang terjadi saat penjualan tiket secara online beberapa waktu lalu, Dedi melihat animo masyarakat Indonesia terhadap konser ini menunjukan peningkatan yang sangat signifikan.

Informasi terbaru seputar Konser Jikustik Reunian dapat diikuti melalui akun instagram resmi promotor @rajawaliindonesia atau hotline di nomor 0822 2666 4343. (*)

Narasumber:

  • CEO Rajawali Indonesia – Anas Syahrul Alimi
  • Art Director Konser Jikustik Reunian – Agus Noor
  • Direktur Utama PT Melon Indonesia by Telkom Indonesia – Dedi Suherman Vokalis Jikustik Reunian – Pongki Barata
  • Bassis Jikustik Reunian – Icha Mirzahakim
  • Keyboardist Jikustik Reunian – Adhitya Bhagaskara
  • Vokalis Jikustik – Brian Prasetyo Adi

Prambanan Jazz #5 | 2019

5, 6 & 7 Juli 2019

Candi Prambanan, Indonesia

Komposer YANNI dan Artis Dunia Akan Tampil di Prambanan Jazz Festival 2019

Yogyakarta, 15 Maret 2019 – Prambanan Jazz Festival merupakan gelaran festival musik tahunan berskala internasional yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2015. Festival musik yang digagas oleh Promotor Rajawali Indonesia ini sejak awal selalu menyuguhkan sebuah kolaborasi antara dua mahakarya, yakni mahakarya musik dan mahakarya Candi Prambanan.

Pada penyelenggaraannya yang pertama beberapa tahun lalu, Prambanan Jazz Festival langsung memboyong pemain saksofon legendaris asal Amerika Serikat, Kenny G, yang berhasil memukau ribuan penonton dengan karya-karyanya yang spektakuler. Sejak saat itu pula, mimpi besar serta kerja keras dari anak-anak bangsa Indonesia ini pun terus terwujud dan mimpi itu secara konsisten terus dibawa pada setiap tahun penyelenggaraan. Selain Kenny G, beberapa musisi international yang pernah tampil diantaranya Shakatak, Boyz II Men, Rick Price, Sarah Brightman, Boyzone, Diana Krall dan masih banyak lagi sederet nama lainnya.

Di tahun ini Prambanan Jazz akan memasuki edisi yang kelima, dan kali ini Prambanan Jazz Festival akan dipromotori oleh Rajawali Indonesia dan TWC (PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko). CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi memaparkan, pada tahun ini Prambanan Jazz Festival akan digelar pada tanggal 5, 6 dan 7 Juli 2019, gelaran ini akan memberikan banyak kejutan istimewa kepada para pecinta musik di Indonesia maupun dari mancanegara.

Salah satunya adalah dengan adanya “Panggung Millenial” yang secara khusus akan menampilkan musisi-musisi millennial terkini. Anas mengatakan, hal tersebut coba kita wujudkan pada tahun ini dengan tujuan memberikan sesuatu yang spesial kepada generasi millenial. Para generasi muda ini diharapkan bisa mendapatkan kesan berbeda kala menikmati kemegahan Candi Prambanan, yang dipresentasikan secara bersamaan dengan alunan musik yang dimainkan oleh para musisi yang mewakili generasinya.

“Ini adalah momen yang sangat istimewa bagi para generasi millenial. Selain bisa menikmati keindahan Candi Prambanan, mereka bisa hangout di area festival sambil menikmati musik dari para musisi yang mewakili generasinya. Panggung Millenial sendiri akan digelar pada hari pertama penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival 2019,” tutur Anas.

Para musisi yang siap menyuguhkan penampilan terbaiknya di Panggung Millenial ini adalah artis internasional Calum Scott dengan lagu hitsnya “You Are the Reason” yang merajai Billboard Chart di seluruh dunia. Dan artis Indonesia di antaranya ada Tashoora, GAC, Sisitipsi, Galabby, Danilla Riyadi, Calvin Jeremy, Yura Yunita, Ardhito Pramono dan beberapa nama besar lainnya. Kata Anas, Panggung Millenial sendiri akan digelar di panggung Hanoman dan bisa disaksikan sejak sore hari hingga tengah malam. Seperti perhelatan tahun-tahun sebelumnya, Prambanan Jazz kali ini tetap menggunakan dua panggung, yaitu Rorojonggrang Stage untuk special show, dan Hanoman Stage untuk festival show.

Direktur Utama PT. Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko, Edy Setijono melanjutkan, selain dengan banyaknya musisi hebat di Panggung Millenial, ada sederet nama besar yang akan menyihir para pecinta musik di Indonesia maupun mancanegara yang pada tahun ini akan hadir dalam gelaran ini. Beberapa nama besar tersebut adalah Yanni, Brian McKnight, Anggun dan masih banyak lagi.

“Khusus Yanni, ini sangat spesial karena Yanni adalah musisi yang identik sering menggelar konsernya di situs-situs bersejarah dunia. Diantaranya pernah menggelar konser di Forbidden City China, Piramida Mesir, Toji Temple Japan,  Coloseum dll. Tahun ini untuk pertama kalinya di Indonesia Yanni akan menggelar konser di Candi Prambanan, bangunan situs peninggalan sejarah dari abad ke 9. Yanni akan membawakan kembali karya-karyanya yang ada dalam album “Live at The Acropolis” sebagai bagian dari 25 tahun konser Yanni di Acropolis. Ini adalah suatu hal yang sangat istimewa sekali, Anda belum tentu akan menjumpai peristiwa kebudayaan ini 10 atau 20 tahun lagi” jelas Edy.

Beberapa artis Indonesia yang akan tampil diantaranya, Tashoora, GAC, Ardhito Pramono, Galabby, Danilla Riyadi, Sisitipsi, PJF Project, Calvin Jeremy, Yura Yunita, Jogja Hip Hop Foundation Jazz Version, Maliq D’Essentials, Rida Sita Dewi, Saxx In The City, Pusakata, Hanin Dhiya, Yovie & His Friends (Mario Ginanjar, Dudy Oris, Arsy Widianto, Brisia Jodie, 5 Romeo), Andien, Glenn Fredly, Tulus, Bali Lounge (Tompi, Lewis Pragasam, Rick Smith, Hari Toledo & Yongki), Ari Lasso.

Tidak kalah menarik, pada gelaran Prambanan Jazz 2019 kali ini, ada sebuah project khusus yaitu PJF Project yang akan mengkolaborasikan 3 penyanyi wanita yang bergenre jazz, seriosa dan pesinden Jawa, tentunya ini akan menjadi sesuatu yang sangat keren.

Edy Setijono juga menuturkan sebagai bagian dari diplomasi budaya melalui media musik akan tampil Alex Mercado pada hari pertama, dia merupakan seorang pianis kelahiran Mexico, yang akan tampil di panggung festival sebagai bentuk dukungan dari kedutaan Mexico dalam perhelatan Prambanan Jazz tahun ini.

 

Keterlibatan Banyak Pihak

Edy Setijono mengatakan, Prambanan Jazz tahun ini akan menggandeng beberapa pihak untuk ikut serta bersinergi menciptakan berbagai kerjasama inovasi yang nantinya akan memberikan efek meningkatnya kunjungan wisata didaerah Yogyakarta, Jawa Tengah & sekitarnya. Hal ini merupakan komitmen TWC dalam upaya menghadirkan BUMN untuk negeri melalui pengembangan bisnis pariwisatanya.

Bakkar Wibowo, Creative Director Prambanan Jazz 2019 menyampaikan gelaran tahun ini akan mengusung tema Music, Heritage, Extraordinary. Prambanan Jazz kali ini akan dijadikan sebuah momentum untuk memperkenalkan lebih luas kepada dunia internasional tentang karya anak bangsa yaitu candi Prambanan melalui media musik terbaik dan berkelas internasional.

Tahun ini Prambanan Jazz juga akan menampilkan commission artist Agan Harahap, seorang seniman foto yang sempat mengguncang publik Indonesia dan dunia melalui karya-karyanya yang unik. “Jadi nanti Agan Harahap akan membuat beberapa karyanya dengan merespon line up artis yang akan tampil melalui media seni, yang nantinya akan kita tampilkan di dalam area venue penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival. Akan banyak konsep menarik yang ditawarkan oleh Agan di sana. Dan kami berharap hal ini tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri.” Selain Commision Artist Prambanan Jazz tahun ini juga akan menggandeng Heri Pemad Art Management  dan Ong Hari Wahyu dalam pembuatan visual artistik untuk gate, stage, dll, lanjut Bakkar Wibowo.

Sementara itu Project Director Prambanan Jazz Festival 2019, Palwoto menambahkan pada tahun ini pihak penyelenggara akan tetap menampilkan Pasar Kangen sebagai upaya memberikan ruang bagi ekonomi lokal untuk ikut terlibat dalam penyelenggaraan Prambanan Jazz ini melalui sajian kuliner lawasan dan masa kini yang siap menggoyang lidah bagi siapapun yang kelaparan.

Palwoto juga menambahkan penjualan tiket Presale dimulai pada tanggal 1 April 2019 melalui kanal tiket online www.tiketapasaja.com dan penjualan tiket regular akan dibuka mulai tanggal 8 April 2019.

Dedi Suherman Direktur Utama PT Melon Indonesia by Telkom menyampaikan, seluruh tiket akan dikelola oleh PT. Melon melalui kanal-kanal penjualan tiket online, diantaranya Tiket Apa Saja, Tiket.com, Traveloka, Kiostix, Raja Karcis, Go-Tix dan Blanja.com. Harga tiket tersebut adalah sebagai berikut: Daily Pass Rp.250.000/hari & Three Days Pass atau Tiket Terusan selama tiga hari Rp.600.000,- (exclude special show). Hari Pertama: Daily Pass Rp.250.000,- (all festival show). Hari Kedua: Diamond Rp.6.000.000,-; Platinum Rp.3.000.000,-; Gold Rp.2.000.000,-; Silver Rp.1.000.000,-. Hari Ketiga: Diamond Rp.3.500.000,-; Platinum Rp.2.500.000,-; Gold Rp.1.500.000,-; Silver Rp.750.000,- Tiket special show sudah termasuk tiket masuk Candi Prambanan dan Festival show.

Informasi terbaru seputar Prambanan Jazz 2018 dapat diikuti melalui official account Instagram, Twitter dan Facebook @PrambananJazz dengan tagar #PrambananJazz2019 atau juga melalui hotline 082226664343 atau 085252164343.  

 

 

Salam,

Prambanan Jazz #5 | 2019

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

 

 

 

Narasumber:

  • Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko – Edy Setijono
  • CEO Rajawali Indonesia – Anas Syahrul Alimi
  • Project Director Prambanan Jazz Festival 2019 – Palwoto
  • Creative Director Prambanan Jazz Festival 2019 – Bakkar Wibowo
  • Direktur Utama PT Melon Indonesia by Telkom Indonesia – Dedy Suherman

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LINE UP ARTIS PRAMBANAN JAZZ #5 | 2019

 

DAY 1

Jumat, 5 Juli 2019

 

FESTIVAL SHOW:

- Calum Scott

- Tashoora

- GAC

- Ardhito Pramono

- Galabby

- Danilla Riyadi

- Sisitipsi

- Hanin Dhiya

- Calvin Jeremy

- Alex Mercado

- Jogja Hip Hop Foundation Jazz Version

 

Note :Day 1 Festival Show Only

 

DAY 2

Sabtu, 6 Juli 2019

 

SPECIAL SHOW:

- YANNI

 

FESTIVAL SHOW:

- Maliq & D'Essentials

- Rida Sita Dewi

- Yura Yunita

- Saxx In the City

- Pusakata

- Yovie & His Friends (Mario Ginanjar, Dudy Oris, Arsy Widianto, Brisia Jodie, 5 Romeo)

DAY 3

Minggu, 7 Juli 2019

 

SPECIAL SHOW:

- The Brian McKnight 4

- Anggun

 

FESTIVAL SHOW:

- Andien

- Glenn Fredly

- Tulus

- Bali Longue (Tompi, Lewis Pragasam, Rick Smith, Hari Toledo, Yongki)

- Ari Lasso

- PJF Project

 

 

 

PRAMBANAN JAZZ #4 | 2018

Music, Experience, and Masterpiece

17, 18, 19 Agustus 2018

Candi Prambanan Yogyakarta

"Diana Krall dan Boyzone Reunion Akan Menjadi Headliner Prambanan Jazz Festival 2018"

Prambanan Jazz akan hadir lagi meramaikan gelaran event konser musik festival di tanah air pada 2018 ini. Prambanan Jazz Festival kali ini telah memasuki episode keempat, dan akan digelar selama 3 hari yaitu pada tanggal 17, 18, dan 19 Agustus 2018 di komplek wisata Candi Prambanan, Yogyakarta. Festival ini akan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB.

Tahun ini Prambanan Jazz Festival akan mengusung tagline "Music, Experience & Masterpice", sebuah tekad untuk menjadikan Prambanan Jazz Festival sebagai sebuah peristiwa tak terlupakan untuk semua kalangan pencinta musik tanah air dengan menyajikan pengalaman menikmati karya-karya masterpiece mahakarya musik dari maestro musik internasional dan tanah air. Momen ini akan dipersembahkan di sebuah venue yang sangat mengagumkan hasil karya anak bangsa peninggalan nenek moyang leluhur kita, yaitu Mahakarya Candi Prambanan. 

Untuk itu Prambanan Jazz Festival akan selalu menghadirkan musisi-musisi terbaik dunia dengan sajian karya-karya masterpiecenya, festival ini tentu saja juga akan menampilkan musisi-musisi terbaik dari negeri kita sendiri dengan karya-karya musik terbaiknya. Harapan kami suguhan konser musik Prambanan Jazz ini di samping menjadi pengalaman tak terlupakan bagi penikmat musik tanah air, juga mampu menjadi ajang diplomasi budaya negara kita kepada masyarakat dunia, untuk mencapai dan mewujudkan industri budaya sebagai salah satu kekuatan baru dalam memperkuat "nation branding".

Gelaran Prambanan Jazz ke-4 tahun ini akan banyak hal berbeda dan tentunya lebih istimewa. Berbeda dari edisi-edisi sebelumnya, tahun ini Prambanan Jazz Festival akan lebih banyak lagi menampilkan musisi-musisi dunia dan tanah air yang beraliran Jazz, seperti Diana Krall, Monita Tahalea, Fariz RM, Tompi, Abdul and The Coffee Theory, dan masih banyak lagi artis yang akan segera kami announce. Di samping itu, penonton Prambanan Jazz Festival tahun ini akan disuguhi banyak kolaborasi antar musisi yang tentunya akan menyajikan sebuah konsep musik yang baru dan segar. Dari konsep pertunjukan sendiri, Prambanan Jazz Festival tahun ini akan lebih istimewa dari tahun kemarin, khususnya di panggung special show yang akan menggunakan tempat duduk tribun bertingkat dengan standing floor di depan stage, sehingga penonton akan lebih nyaman dalam menikmati jalannya konser pertunjukan.  

Diana Krall akan menjadi penampil utama Prambanan Jazz Festival 2018 kali ini. Diana Krall adalah peraih dua penghargaan Grammy Awards kategori Best Jazz Vocal Performance pada tahun 1997 dan Best Jazz Vocal Album pada tahun 2002. Ia juga pernah delapan kali dinominasikan untuk penghargaan di ajang yang sama. Pelantun lagu "Just The Way You Are" dan “The Look of Love” ini akan tampil pada hari kedua, Sabtu, 18 Agustus 2018 di panggung Rorojonggrang, Lapangan Brahma, Komplek Candi Prambanan.

Selain itu, Prambanan Jazz keempat kali ini juga akan menampilkan band fenomenal Boyzone yang menjadi idola kaum muda dunia pada medio akhir tahun 2000-an. Tahun ini Boyzone akan merayakan 25 tahun anniversary dan segera akan mengeluarkan album baru dalam waktu dekat. Di gelaran Prambanan Jazz Festival kali ini, mereka akan tampil dengan format reuni, dengan membawakan lagu-lagu fenomenal mereka seperti, No Matter What, Love Me For a Reason, dan Every Day I Love You. Boyzone akan tampil di panggung Special Show, pada hari ketiga, tanggal 19 Agustus 2018

Sedangkan di Spesial Show hari pertama akan disuguhi penampilan istimewa dari KahitRan, yaitu kolaborasi dengan 1 konsep antara Band Kahitna dan RAN. Mereka semua akan performance dalam satu konsep dengan membawakan lagu-lagu hits Kahitna dan RAN. Tentu saja Yovie Widianto sebagai punggawa Kahitna akan memberikan kejutan khusus di Prambanan Jazz 2018 ini.

Di samping artis-artis di atas, masih banyak lagi deretan artis-artis negeri ini yang sudah konfirmasi akan menjadi penampil seperti HIVI!, Letto, Java Jive, Barasuara, Father and Son (Yovie Widianto dan Arsy), Rendy Pandugo, Jikustik, GIGI, Yura Yunita, Sierra Sutedja, The Rain, IWA K, Stars and Rabbit dan masih banyak lagi yang akan kita announce.   

Prambanan Jazz kali ini akan tetap menggunakan dua panggung utama, yaitu panggung Rorojonggrang sebagai panggung Special Show yang berada di area Lapangan Brahma dan panggung Hanoman sebagai panggung Festival Show yang berada di area Lapangan Wisnu.

Menurut Anas Syahrul Alimi, Founder Prambanan Jazz sekaligus CEO Rajawali Indonesia Communication selaku promotor Prambanan Jazz Festival, mengatakan bahwa Prambanan Jazz Festival telah menjadi sebuah event pertunjukan musik yang wajib diapresiasi oleh sebagian besar penikmat musik tanah air, yang tidak hanya semata-mata menyajikan konser musik yang bagus bagi penggemar musik Indonesia dan luar negeri, tetapi juga memiliki kekuatan lokalitas yang bisa diapresiasi juga oleh penonton global.

Sementara itu, menurut Bakkar Wibowo, Direktur Prambanan Jazz Festival, menyampaikan bahwa tahun ini untuk penggarapan artwork media promo terutama untuk artis internasional, Prambanan Jazz Festival masih akan menggandeng perupa-perupa terbaik dari Yogyakarta. Bakkar Wibowo berharap media luar ruang tidak hanya sebagai media promosi, tapi juga sebagai media ruang pameran sebuah karya seni perupa.

Sebagai bagian dari komitmen Prambanan Jazz Festival untuk turut serta membangun kultur sinergi antara budaya tradisional yang masih hidup di tengah masyarakat kita dengan kultur budaya modern yang semakin profan, Prambanan Jazz akan tetap menghadirkan wisata kuliner "Pasar Kangen" di area panggung Festival Show. Pasar Kangen adalah sebuah perpaduan wisata kuliner khususnya Yogyakarta yang akan mempertemukan generasi lama dan generasi baru. Bagi generasi lama, Pasar Kangen akan menghadirkan romantisme masa lalu mereka. Dan bagi generasi muda sekarang, Pasar Kangen akan menghadirkan sensasi kuliner tradisi Yogyakarta tempo dulu. Pasar Kangen adalah bentuk komitmen kami untuk selalu support tradisi lokal. Jadi nanti pengunjung Prambanan Jazz bisa dengan santai menikmati musik berkualitas sambil menyaksikan sunset matahari dalam keindahan candi Prambanan sambil menyantap kuliner-kuliner pilihan & balutan bulan purnama.

Sementara itu Edy Setijono Direktur Utama PT TWC (Taman Wisata Candi, Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko) menyampaikan bahwa dengan adanya Prambanan Jazz Festival, beliau berharap akan semakin mendongkrak kunjungan wisatawan lokal dan manca negara, sehingga akan berdampak baik untuk semakin menggerakkan laju perekonomian lokal khususnya di wilayah Prambanan dan Yogyakarta.

Terakhir dan hal yang tidak pernah terlewat, Prambanan Jazz Festival akan terus ikut serta dalam usaha bersama untuk mempromosikan warisan budaya negeri kita kepada masyarakat dunia. Harapan kami, Prambanan Jazz Festival akan selalu menjadi sebuah alternatif yang bagus untuk semakin mengenalkan warisan budaya negeri kita kepada masyarakat dunia.

Penjualan tiket Prambanan Jazz Festival akan dimulai pada 14 Maret 2018. Tiket reguler Daily Pass Festival Show Prambanan Jazz 2018 dijual dengan harga 300.000,- dan tiket 3 Days Pass seharga Rp. 750.000,- Tiket Special Show hari pertama akan dijual mulai dari 400.000 hingga 1.250.000, hari kedua tiket Special Show mulai dari harga 750.000 hingga 5.000.000, dan tiket Special Show hari ketiga dijual mulai harga 600.000 hingga 2.500.000. Tahun ini khusus tiket Special Show sudah termasuk Daily Pass Prambanan Jazz. Tiket dapat dipesan secara online melalui Tiket.com, KiosTix, Goers, Traveloka dan Tiketapasaja.com. Tiket box offline bisa di dapatkan di Jasmine Cakery Yogyakarta.

Informasi terbaru seputar Prambanan Jazz 2018 dapat diikuti melalui official account Instagram, Twitter dan Facebook Page @PrambananJazz dengan tagar #PrambananJazz2018 dan hotline 08 222 666 4343 atau 08 5252 16 4343. 

Salam,

Prambanan Jazz #4 | 2018

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Narasumber :

  • Anas Syahrul Alimi (CEO Rajawali Indonesia & Founder Prambanan Jazz)
  • Bakkar Wibowo (Direktur Prambanan Jazz)
  • Edy Setijono (Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko)
  • Dedi Suherman (Direktur Utama PT Melon Indonesia)

LINE UP

PRAMBANAN JAZZ #4 | 2018

17, 18, 19 AUGUST 2018

Prambanan Temple Yogyakarta

DAY 1

FRI,  AUGUST 17, 2018

SPECIAL SHOW

KAHITRAN (KOLABORASI KAHITNA DAN RAN)

FESTIVAL SHOW

  • HIVI
  • LETTO
  • THE RAIN
  • JAVA JIVE
  • RENDY PANDUGO
  • IWA K
  • more to be announced

DAY 2

SAT, AUGUST 18, 2018

SPECIAL SHOW

DIANA KRALL

FESTIVAL SHOW

  • TOMPI
  • FATHER AND SON (YOVIE WIDIANTO & ARSY)
  • FARIZ RM
  • ABDUL & THE COFFEE THEORY
  • MONITA TAHALE
  • more to be announced

DAY 3

SUN, AUGUST 19, 2018

SPECIAL SHOW

  • BOYZONE
  • Indonesia legend Band *TBA

FESTIVAL SHOW

  • JIKUSTIK
  • BARASUARA
  • GIGI
  • YURA YUNITA
  • SIERRA SUTEDJA
  • STARS AND RABBIT

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

Prambanan Jazz Festival 2018, Kolaborasi Mahakarya

Yogyakarta, 17 Agustus 2018 – Prambanan Jazz Festival telah memasuki episodenya yang ke-4, dengan mengusung tagline "Art, Experience, and Masterpiece”. Prambanan Jazz Festival 2018 dimulai hari ini, Jumat (17/8) di Komplek Taman Wisata Candi Prambanan dan berlangsung selama tiga hari, yaitu pada 17 hingga 19 Agustus 2018. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu festival musik terbesar di Indonesia ini menyuguhkan dua panggung pertunjukan musik; yaitu di Panggung Hanoman (Festival Show) yang berada di area Lapangan Wisnu, dan Panggung Rorojonggrang (Spesial Show) yang berada di area Lapangan Brahma.

Masih tetap membawa mimpi besarnya, festival yang dipromotori oleh Rajawali Indonesia Communication ini masih mensinergikan dua tema besar, yaitu antara budaya warisan leluhur berupa mahakarya Candi Prambanan sebagai World Heritage, dan budaya populer dalam masyarakat Indonesia berupa mahakarya musik. Hal ini diharapkan akan menjadi sebuah alternatif pertunjukan musik dan peristiwa budaya yang dapat diapresiasi dengan baik oleh semua kalangan masyarakat baik lokal maupun internasional.

CEO Rajawali Indonesia Communication, Anas Syahrul Alimi menuturkan, ada beberapa perbedaan yang coba disuguhkan oleh pihaknya pada perayaan musik yang pertama kali dihelat pada tahun 2015 lalu itu. Salah satu perbedaan yang nampak adalah lewat komposisi para musisi yang tampil dalam festival ini. Kata Anas, pada tahun ini lebih banyak musisi dunia dan tanah air yang mengusung genre musik jazz yang ikut terlibat di dalamnya.

“Pada tahun ini keterlibatan musisi jazz (di Prambanan Jazz Festival 2018) lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Dan selama tiga hari ini, para pengunjung akan terus dihibur oleh sebanyak 27 musisi besar nasional maupun internasional,” ungkap Anas yang juga merupakan founder dari Prambanan Jazz Festival.

Keterlibatan musisi jazz yang dimaksud Anas satu di antaranya ada Diana Krall, musisi dunia peraih dua penghargaan Grammy Award kategori “Best Jazz Vocal Performance” pada tahun 1997, dan juga sempat meraih penghargaan best jazz vocal album pada tahun 2002 silam. Selain itu, untuk musisi jazz tanah air yang terlibat pada Prambanan Jazz Festival 2018 sendiri ada Idang Rasjidi, Indra Lesmana, Syaharani, Monita Tahalea, Fariz RM, Tohpati dan masih banyak nama lainnya.

“Seperti yang pernah kami sebutkan sebelumnya, selain Diana Krall, ada satu musisi dunia lain yang terlibat dalam Prambanan Jazz Festival 2018, yaitu Boyzone, grup vokal asal Irlandia yang begitu digandrungi di era tahun 2000-an. Menariknya, panggung Prambanan Jazz Festival 2018

dipergunakan Boyzone sebagai reuni tur dunia terakhir mereka,” jelas Anas yang juga pernah mengundang Kenny G, Rick Price, Boyz II Men dan Sarah Brightman pada helatan Prambanan Jazz Festival beberapa tahun sebelumnya.

Tak kalah istimewanya, dalam Prambanan Jazz Festival tahun ini, banyak nama musisi tanah air melakukan kolaborasi, dan menuangkan hasil kolaborasinya tersebut di Prambanan Jazz Festival 2018. Contohnya saja ada Indra Lesmana feat Eva Celia, Tompi feat Nadya Fatira, Idang Rasjidi feat Syaharani, Tohpati feat Sheila Majid, Marcell dan Rio Febrian, KAHITRAN (Kahitna feat RAN), juga kolaborasi antara ayah dan anak yaitu Father and Son (Yovie x Arsy) yang berkolaborasi dengan penyanyi muda pendatang baru, Brisia Jodie dan masih banyak lagi.

“Dengan berdatangannya para musisi internasional untuk menghelat penampilannya di Indonesia, itu artinya Indonesia aman untuk mereka dan untuk seluruh orang yang ingin bertandang ke Indonesia,” tuturnya.

Prambanan Jazz Berbagi

Bertepatan dengan dihelatnya Prambanan Jazz Festival 2018, Anas Syahrul Alimi dan Muhidin M Dahlan merilis sebuah karya buku berjudul “100 Konser Musik di Indonesia” yang mereka tulis bersama. Buku tersebut dijual dengan harga khusus kepada pengunjung Prambanan Jazz Festival #4. Cukup merogoh kocek Rp 100 ribu, para pengunjung bisa mendapatkan buku tersebut yang bisa didapatkan di Book Corner Prambanan Jazz Festival selama event ini dihelat.

“Untuk pengunjung Prambanan Jazz Festival kami berikan special price Rp. 100 ribu, di mana harga normal dari buku ini adalah Rp 200 ribu. Seluruh hasil penjualan buku tersebut akan kami donasikan kepada saudara kita yang terkena gempa di Lombok,” papar Anas.

Pasar Kangen & Kids Area

Direktur Prambanan Jazz Festival, Bakkar Wibowo melanjutkan, tak hanya dihibur dengan berbagai pertunjukan musik yang memukau, para pengunjung pun dapat menikmati Pasar Kangen yang menghadirkan ragam kuliner khas Yogyakarta tempo dulu dan masa kini. Pasar kangen menurut Bakkar telah menjadi bukti penting bahwa budaya tradisional yang masih hidup di tengah masyarakat Indonesia dengan kultur budaya modern tetap bisa harmonis.

“Pada tahun ini, setidaknya ada sebanyak 70 stand kuliner dan kerajinan yang terlibat di dalamnya. Para pengunjung Prambanan Jazz Festival 2018 dapat menikmati musik berkualitas dunia sembari menyaksikan keindahan Candi Prambanan sambil menyantap kuliner khas dalam balutan bulan purnama,” papar Bakkar.

Ujarnya lagi, ada hal berbeda lainnya yang siap disuguhkan dalam festival yang selalu memberikan efek candu kepada para pengunjungnya, yaitu dengan adanya Kids Area Prambanan Jazz Festival 2018 yang disuguhkan secara khusus kepada penonton anak-anak. Hal ini diwujudkan oleh pihak promotor sebagai sarana belajar dan bermain selama penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival 2018 di Komplek Candi Prambanan.

“Bertepatan dengan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, Kids Area Prambanan Jazz Festival 2018 pun mengadakan lomba 17-an dan berbagai kegiatan lain dengan banyak doorprize. Beberapa kegiatan yang akan terselenggara dalam Kids Area Prambanan Jazz Festival 2018 antara lain ada lomba Origami dan Klereng, Dance Baby Shark dan Makan Kerupuk, dan masih banyak lagi,” jelas Bakkar.

Tambah Bakkar, ticket box online maupun offline untuk Prambanan Jazz Festival 2018 sendiri sudah resmi ditutup oleh pihak promotor sejak Rabu, (15/8) kemarin. Bagi para calon pengunjung yang belum mendapatkan tiket, pembelian kembali dilayani di venue penyelenggaraan Prambanan Jazz. Tiket On The Spot (OTS) akan dilayani setiap harinya mulai pukul 10.00 WIB.

“Kami berharap Prambanan Jazz Festival tahun ini akan lebih bisa meningkatkan produktifitas ekonomi khususnya sektor wisata di Yogyakarta dan sekitarnya,” tutupnya.

Informasi terbaru seputar Prambanan Jazz 2018 dapat diikuti melalui official account Instagram, Twitter dan Facebook @PrambananJazz dengan tagar #PrambananJazz2018 dan hotline 082226664343 atau 0274.521328 (*)

Narasumber:

Founder Prambanan Jazz & CEO Rajawali Indonesia Communication: Anas Syahrul Alimi

Co Founder & Direktur Prambanan Jazz Festival: Bakkar Wibowo

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

WAMI Berikan Penghargaan pada Rajawali Indonesia Communication

Yogyakarta, 19 Agustus 2018 - Bertepatan dengan momen Prambanan Jazz Festival 2018 yang digelar di Komplek Taman Wisata Candi Prambanan, Rajawali Indonesia Communication sebagai salah satu promotor konser musik terbesar di Indonesia mendapatkan apresiasi dari Perkumpulan Wahana Musik Indonesia (WAMI).

WAMI sendiri merupakan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK), yang memperoleh mandat besar dari para pencipta lagu di Indonesia. Hal ini dilakukan WAMI untuk menarik, menghimpun serta mendistribusikan royalti hak pengumuman atas karya cipta lagu dan musik yang dilakukan oleh berbagai pihak yang melakukan kegiatan. Mulai dari pengumuman, penyiaran, dan pentransmisian karya cipta lagu musik di wilayah Indonesia. Budi Yuniawan, Operational Manager WAMI menuturkan, selain menarik, menghimpun dan mendistribusikan royalti atas pengumuman karya cipta lagu atau musik yang diciptakan oleh para pencipta lagu, WAMI pun menarik, menghimpun royalti atas pengumuman karya lagu dan musik mancanegara. Jelas Budi, hal ini didasarkan pada perjanjian timbal balik (reciprocal agreement) antara WAMI dengan LMK sejenis di berbagai negara yang sama-sama bernaung di bawah International Confederation of Societies of Authors and Composers (CISAC). “Di tahun 2018 WAMI memberikan apresiasi yang sangat besar kepada pihak Rajawali Indonesia Communication atas partisipasi dan dukungannya dalam penegakan Hak Cipta sebagai pengguna kategori konser musik (live event).

Pihak Rajawali Indonesia Communication secara rutin telah mengurus lisensi pengumuman musik untuk beberapa kegiatan konser music diantaranya, Prambanan Jazz 2016, 2017 dan 2018, HITMAN (David Foster & Friends) dan lainnya, serta acaraacara yang telah dan akan dijadwalkan kemudian,” jelas Budi. CEO Rajawali Indonesia Communication, Anas Syahrul Alimi melanjutkan, jauh sebelum ia membangun Rajawali Indonesia Communication dan menjadi seorang promotor musik, ia melabeli dirinya sebagai “Pemburu Konser”. Sejak usia muda Anas banyak menghabiskan waktunya untuk memburu berbagai pertunjukan musik, baik yang terselenggara di Indonesia maupun berbagai negara di dunia. Hal itu Anas lakukan tiada lain karena kecintaannya yang begitu besar pada dunia musik.

Hingga pada akhirnya di tahun 2003 silam menjadi babak awal baginya dalam mengarungi perjalanan sebagai promotor musik bersama Rajawali Indonesia Communication. Glenn Fredly merupakan musisi pertama yang berhasil Anas boyong ke Yogyakarta untuk menghelat konsernya di hadapan ribuan penonton di Kota Gudeg. Tak disangka, walau belum menerapkan sistem penyelenggaraan konser secara profesional, Anas mampu meraih kesuksesan dari konser musik pertamanya.

Tiga tahun berselang setelah menggelar konser tersebut, Anas kembali menorehkan ide cerdasnya dengan menyatukan Glenn Fredly dan Tompi dalam satu panggung. Kala itu ia membawa dua penyanyi berkarakter itu untuk melakukan tour konser di tiga kota di Indonesia. Dan di tahun yang sama, Rajawali Indonesia Communication pun menggelar konser dari seorang diva muda asal Indonesia, Agnes Mo, yang ketika itu masih menggunakan nama panggung Agnes Monica. Sempat vakum sejenak, pada tahun 2008 Anas memantapkan diri untuk melegalkan perusahaan yang ia bagung sejak beberapa tahun sebelumnya. Ketika itu Rajawali Indonesia Communication ia bangun sebagai perusahaan event organizer dan advertising yang tidak hanya terfokus pada satu bidang garapan saja. Di situlah dikatakan Anas menjadi titik baliknya untuk kembali bangkit. Anas lebih banyak waktu memikirkan kembali ide-ide yang dapat mengakomodir kreatifitasnya, khususnya di dunia musik.

“Pada akhirnya di tahun 2011 saya berbincang dengan Tompi untuk membuat sebuah konser. Dan ketika itu tercetuslah nama Trio Lestari, yang mana dalam konser tersebut mempersatukan tiga nama penyanyi yang sedang dielu-elukan di Indonesia, yakni Glenn Fredly, Tompi dan Sandy Sandoro. Dan saat itu konser dari Trio Lestari meledak, bahkan sampai dibuatkan tour konser di 12 kota oleh kami,” papar Anas.

Berbuah dari keberhasilan itu, di tahun yang sama Rajawali Indonesia Communication mendapat kepercayaan untuk menggelar konser dari musisi fenomenal asal Australia, Rick Price di Indonesia. Tutur Anas, konser dari Rick Price sendiri merupakan musisi internasional pertama bagi Rajawali Indonesia Communication. Tak berhenti sampai di situ, di tahun 2012 menjadi giliran boyband cilik asal Indonesia, Coboy Junior yang diboyong untuk menghelat konsernya di Yogyakarta. Konser Coboy Junior langsung mendulang kesuksesan, sampai-sampai boyband cilik itu pun dibuatkan konser 30 kota di Indonesia.

“Alhamdulillah di tahun 2015 Rajawali Indonesia Communication pun mendapat kepercayaan untuk menggelar konser musik besar. Ketika itu Michael Learns to Rock, Pentatonix dan masih banyak musisi dunia lainnya berhasil digelar oleh Rajawali Indonesia Communication. Hingga pada akhirnya Prambanan Jazz Festival terwujud di tahun yang sama, membuat saya menerapkan apa yang telah saya pelajari agar tidak kembali mengalami kegagalan,” tutup Anas. (*)

Narasumber:

Budi Yuniawan – Operational Manager WAMI

Anas Syahrul Alimi – CEO Rajawali Indonesia Communication

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Diana Krall dan Sejumlah Musisi Lainnya Bangga Bermain di Prambanan Jazz Festival

Yogyakarta, 21 Agustus 2018 – Prambanan Jazz Festival 2018 yang terselenggara pada 17, 18 dan 19 Agustus 2018 kemarin, berakhir dengan penuh kemeriahan dan decak kagum dari berbagai pihak. Sudah pasti hal itu juga dirasakan langsung oleh para musisi dan puluhan ribu penonton, yang telah menjadi bagian terpenting dalam festival musik yang digelar di Komplek Taman Wisata Candi Prambanan.

Banyak dari penonton Prambanan Jazz Festival 2018 mengungkapkan rasa bangganya bisa menjadi bagian dari festival ini. Rasa bangga mereka ada yang langsung sampaikan kepada penyelenggara, dan ada pula yang mengungkapkannya melalui media sosial.

Tak hanya penonton, para penampil dalam festival yang telah memasuki episodenya yang keempat ini pun mengungkapkan komentar positifnya. Salah satu contohnya adalah seperti yang diungkapkan oleh Diana Krall, musisi jazz dunia yang telah menghelat penampilannya pada Sabtu, (18/8) di panggung Special Show Prambanan Jazz Festival 2018.

Ujar musisi yang sempat meraih Grammy Award ini, dirinya sangat terkesima ketika menyaksikan antusiasme dari para penonton yang hadir. Apalagi ketika ia membawakan lagu berjudul L-O-V-E. Saat lagu itu ia bawakan, Diana lebih banyak memainkan pianonya ketimbang bernyanyi, lantaran seluruh penonton yang hadir mewakilinya untuk menyenandungkan tembang tersebut.

Selain itu, bagi Diana bisa bermain musik dengan latar belakang Candi Prambanan memiliki kesan lebih bagi penyanyi yang sekaligus pianis asal Kanada ini. Menurutnya, festival musik yang dipromotori oleh Rajawali Indonesia Communication tersebut benar-benar sebuah helatan musik berkelas dunia.

“Terima kasih telah mengundang kami ke Yogyakarta dan Prambanan Jazz Festival. Semua ini sungguh sangat memuaskan. Your team is a world class team," ungkap Diana.

"We had fantastic time. Saya datang dari belahan dunia lain, tepatnya Kanada. Perjalanan ke sini (Yogyakarta) cukup jauh. Tapi semua itu tergantikan berkat antusiasme dari penonton dan penyelenggara, juga indahnya latar belakang panggung ini (Candi Prambanan),” jelas Diana kepada penyelenggara sesaat setelah ia menyelesaikan penampilannya di hari kedua penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival 2018.

Tak kalah, sanjungan serta apresiasi yang sangat besar pun disampaikan oleh musisi-musisi tanah air yang juga menjadi pengisi di Prambanan Jazz 2018. Iwa K misalnya, rapper kelahiran Bandung itu begitu terkesima saat bisa tampil menghibur ribuan penonton dengan latar belakang Candi Prambanan. Dan menurutnya, keterlibatan penonton bersama pengisi acara di atas panggung begitu besar, sehingga membuat semuanya menjadi lebih meriah dan menyenangkan.

Pun dengan yang dirasakan oleh Tompi, penyanyi yang sudah beberapa kali merasakan kemeriahan panggung Prambanan Jazz Festival. Bagi Tompi, festival musik yang digagas oleh Anas Syahrul Alimi ini semakin tahun semakin progresif, serta terus menunjukan perkembangannya ke arah yang lebih positif.

“Prambanan Jazz terus progresif. Luar biasa, tahun ini lebih amazing pokoknya. Produksinya keren, salut untuk kerja keras panitia. Mudah-mudahan semakin tahun semakin baik dan positif,” papar pelantun lagu “Menghujam Jantungku” tersebut.

Idang Rasjidi dan Syaharani yang tampil berduet dalam Prambanan Jazz Festival 2018 pun juga membagikan pengalaman serunya. Saat ditemui di backstage usai menghibur para penonton, Idang memaparkan Prambanan Jazz Festival merupakan sebuah festival seni pertunjukan yang sangat luar biasa.

"Happy to share the beautiful late afternoon with all at Prambanan Jazz Festival 2018. Thank you for having me! Thank you my senior Idang Rasjidi dan Mas Anas Alimi for the great fun," papar Syaharani tentang Prambanan Jazz Festival.

Tanggapan positif lainnya pun ternyata datang dari beberapa nama besar lainnya, seperti Indra Lesmana, Glenn Fredly, Tulus, Sierra Soetedjo, Java Jive, Jikustik dan Fariz RM, yang menyatakan bahwa penyelenggaran Prambanan Jazz Festival di tahun 2018 lebih tertata dan on time.

Prambanan Jazz Festival Lebih Baik

Di tahun sebelumnya, pada Prambanan Jazz Festival 2017 sempat merebak kabar negatif menyelimuti festival ini. Kabar itu sempat viral dikarenakan salah satu penampil dalam Prambanan Jazz Festival tahun lalu tidak bisa menyelesaikan penampilannya sampai akhir karena beberapa pertimbangan dari pihak penyelenggara.

Djaduk Ferianto, seorang seniman senior Yogyakarta yang menjadi bagian penonton Prambanan Jazz Festival 2018 menyebutkan, bahwa dirinya sangat menikmati perhelatan musik berskala internasional tersebut. Ungkap Djaduk kepada salah satu media massa asal Yogyakarta, Prambanan Jazz Festival tahun ini lebih bagus dan menerapkan hasil pembelajaran dari tahun sebelum untuk penyelenggaraan di tahun 2018.

“Tahun ini lebih bagus, semua belajar sepertinya untuk membuat acara yang menarik, waktunya lebih tepat. Menarik sekali jadi pembelajaran bukan hanya bagi penyelenggara, tapi penonton dan pengisi acaranya juga. Apik lah, apik banget,” jelas Djaduk.

Tambahnya, Prambanan Jazz Festival mampu menjadi daya Tarik tersendiri yang dinantikan oleh para penonton dari seluruh Indonesia dalam setiap tahunnya, untuk datang ke Yogyakarta menikmati pertunjukan musik. Di sisi lain, Prambanan Jazz Festival pun dapat mempertegas posisi Indonesia sebagai Negara penyelenggara konser musik jazz terbanyak di dunia saat ini.

“Event ini pasti ditunggu di tahun-tahun berikutnya, karena masing-masing event punya karakternya sendiri-sendiri. Prambanan Jazz merupakan salah satu event besar yang dipunyai Indonesia di Yogyakarta. Jadi orang bisa lihat agenda bulan Agustus dan ke sini,” tutupnya. (*)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Diana Krall Puas dan Bangga Main di Prambanan Jazz Festival

Penyanyi jazz kelas Grammy, Diana Krall, sukses menghipnotis penonton Prambanan Jazz 2018 hari kedua. Tak hanya penonton yang terkesan, Diana Krall pun mengaku terkesan dengan antusiasme penonton, suasana panggung berlatar belakang Candi Prambanan dan perlakuan yang diterimanya selama di Jogjakarta.

Hal itu diungkapkan Diana dalam obrolan setelah konser dengan promotor Anas Alimi. “Terima kasih telah mengundang kami ke Jogja dan Prambanan Jazz Festival. Memuaskan. Your team is a world class team!  ,” begitu kata Diana seperti disitir Anas Alimi.

Diana yang ditemani manajer tour, Peter Buckland, melanjutkan, Prambanan Jazz Festival adalah event kelas dunia. “We had fantastic time,” tukasnya.

Antusiasme penonton, lanjut Diana, mengejutkan dirinya. Bahkan pada lagu kedua, L-O-V-E, Diana Krall lebih banyak memainkan piano untuk mengiringi penonton bernyanyi.

“Saya datang dari belahan dunia lain, tepatnya Kanada. Perjalanan ke sini cukup jauh, tapi itu semua tergantikan berkat antusiasme kalian dan indahnya latar belakang panggung ini,” papar Diana yang manggung ditemani tiga personil lainnya. Anthony Wilson (gitar), Kareem (drum), dan Robert (bass). Sedikutnya 13 lagu mereka bawakan. Di beberapa lagu, Diana dan musisi pendukungnya kerap betimprovisasi menunjukkan kualitas bermusik mereka. (*)

Westlife The Twenty Tour Borobudur Symphony

Kemegahan Candi Borobudur dan Konser Reuni Westlife

Yogyakarta, 20 April 2019 – Di akhir era tahun 90-an, publik musik dunia digemparkan dengan hadirnya sebuah Boy Band asal Irlandia bernama Westlife. Pada tahun 1999, Shane Filan, Brian McFadden, Kian Egan, Nicky Byrne dan Mark Feehily berhasil melambungkan nama Westlife melalui deretan judul lagu yang terangkum dalam album bertajuk “Westlife”. Sebut saja seperti “Swear it Again”, “If I Let You Go”, “Flying Without Wings”, “Fool Again”, “No No” dan lainnya adalah beberapa lagu yang termuat dalam album perdana dari boy band yang berdiri sejak 3 Juli 1998 silam tersebut.

Dan dalam perjalanannya bermusik, Westlife berhasil merilis belasan album studio yang diperdegarkan kepada masyarakat dunia. Dari belasan album yang mereka rilis itu pula, setidaknya ada belasan single yang dinobatkan menjadi nomor satu di Irlandia maupun di Britania Raya selama kurun waktu dari tahun 1999 sampai dengan 2005. Dan penghargaan seperti “Record of The Year” pun sempat Westlife raih berkat karya-karya terbainya itu.

Terus konsisten mengeluarkan karya dan menggelar konsernya di berbagai negara di dunia, nampaknya tak membuat Westlife tetap bertahan di tengah persaingan yang begitu sengit di industri musik. Pada tahun 2012, Shane, Brian, Kian, Nicky dan Mark memutuskan untuk membubarkan boy band yang telah membesarkan nama mereka bersama. Dan hal itu tentunya membuat banyak penggemar Westlife merasa kecewa.

Hampir tujuh tahun tak pernah ada kabar setelah keputusan untuk membubarkan diri, secara mengejutkan pada Oktober 2018 empat personel Westlife yaitu Shane, Kian, Nicky dan Mark mengumumkan bahwa mereka akan menggelar konser tur reuni di beberapa negara. Dan salah satunya adalah di Indonesia, di mana boy band pelantun lagu “Uptown Girl” tersebut siap menggelar konsernya bertajuk “Westlife The Twenty Tour Live in Borobudur” pada 31 Agustus 2019 mendatang di Pelataran Candi Borobudur, Jawa Tengah, Indonesia.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi selaku promotor konser Westlife di Candi Borobudur menuturkan, bahwa kedatangan Shane, Kian, Nicky dan Mark merupakan sesuatu yang sangat luar biasa bagi masyarakat Indonesia. Sebab dalam perjalanannya selama ini, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara yang memiliki jumlah pendengar terbanyak yang menyimak karya-karya terbaik dari Westlife.

“Westlife adalah hits maker, dan puluhan lagu yang telah mereka ciptakan selama ini sangat populer di Indonesia. Ini yang membuat fansnya sangat besar di sini. Dan Candi Borobudur merupakan destinasi kedua dari tur konser Westlife di Indonesia,” papar Anas.

Kata Anas, Candi Borobudur sebagai salah satu mahakarya bersejarah dunia yang berada di Indonesia tersebut baginya dirasa perlu dikolaborasikan dengan mahakarya musik yang dimiliki oleh Westlife. “Westlife The Twenty Tour Live in Borobudur” mendatang akan memberikan pengalaman yang baru dalam menonton pertunjukan musik dari musisi dunia.

“Sampai saat ini kami selaku promotor masih tetap membawa semangat besar untuk melambungkan nama Indonesia di kancah dunia melalui konser-konser musik yang disajikan bersama mahakarya bersejarah yang dimiliki negeri ini. Saya sangat ingin melakukan branding Candi Borobudur ke tingkat internasional. Westlife adalah salah satu band dunia yang sangat tepat untuk melakukan branding ini. Dan saya berharap tur konser Westlife di Candi Borobudur besok adalah konser yang berbeda bagi Westlife maupun para penggemarnya di Indonesia. Dan saya yakin konser dengan latar kemegahan Candi Borobudur akan menjadi konser Westlife terbaik dan berbeda bagi mereka,” Tambah Anas.

Tiket Westlife The Twenty Tour Live in Borobudur akan mulai dijual pada Senin, 22 April 2019 melalui www.tiketapasaja.com dengan pembagian kelas sebagai berikut; Super VVIP (limited, hot seat, best view, with number seat, lounge dan free merchandise) dengan harga Rp. 3.500.000, Diamond (best view, number seat, lounge) dengan harga Rp. 2.500.000, Platinum (free seating di belakang Diamond) dengan harga Rp. 2.000.000, Gold (free seating, di sayap kanan-kiri) dengan harga Rp. 1.000.000 dan Festival (berdiri di depan stage) dengan harga Rp. 1.250.000.

Informasi terbaru seputar The Twenty Tour Live in Borobudur dapat diikuti melalui akun instagram resmi promotor @rajawaliindonesia atau melalui hotline di nomor 0822.2666.4343 (*)

Narasumber:
CEO Rajawali Indonesia - Anas Syahrul Alimi

Jikustik Reunian | 2019

Grand Pacific Hall Yogyakarta, 29 Maret 2019

“Jikustik Reunian, Sebuah Perjalanan Menuju Masa Lalu”

Yogyakarta, 18 Maret 2019 – Jikustik Reunian merupakan sebuah gelaran konser reuni dari band Jikustik, yang akan terselenggara di Grand Pasific Hall Yogyakarta. Konser musik yang dipromotori oleh Rajawali Indonesia ini akan menjadi momen besar, di mana Jikustik formasi pertama yang digawangi oleh Pongki (vokal & gitar), Icha (bass & vokal), Dadi (gitar), Adit (keyboard) dan Carlo (drum) akan ditampilkan di hadapan ribuan pecinta musik tanah air. Seperti yang sudah banyak diketahui oleh khalayak di Indonesia, setelah Pongki dan Icha memutuskan untuk hengkang dari band yang telah berdiri sejak tahun 1996 silam tersebut, mereka berdua belum pernah bermain musik bersama lagi dalam satu panggung. Maka dari itu, konser Jikustik Reunian tidak hanya menjadi momen perdana bagi Pongki dan Icha untuk bermain musik bersama Jikustik setelah mereka mengundurkan diri, namun juga kejadian bersejarah bagi para penggemar setia dari band yang sempat menelurkan lagu berjudul “Maaf” tersebut.

Pongki menuturkan, konser Jikustik Reunian yang siap digelar pada 29 Maret 2019 mendatang itu baginya menjadi sebuah kendaraan mesin waktu yang dapat mengembalikannya berjumpa dengan kenangan indah di masa lalu. Kata Pongki, banyak sekali kejadian di masa silam yang membuat ia rindu walau hanya untuk bersenda gurau bersama seperti sediakala. “Konser Jikustik Reunian besok konsepnya adalah rekonsiliasi, yang mana kami bersama-sama menutup apa yang berbeda dari diri kami, dan mencari hal yang sama dalam diri kami masingmasing. Bagi saya pribadi, konser ini seperti sebuah mesin waktu yang dapat membawa saya khususnya kembali ke masa lalu indah, yang pernah kita (Jikustik) alami ketika masih bermain musik bersama. Satu-satunya hal yang bisa mengumpulkan kami (Jikustik) di sini adalah rasa kangen yang kami miliki,” jelas Pongki.

Hal serupa diutarakan Icha, di mana banyak hal yang sangat ia rindukan setelah tidak lagi bermusik dengan Jikustik. Ia jadi teringat ketika masa di mana mereka semua merasa stress saat harus menyelesaikan banyak karya musik untuk Jikustik. Terkadang, saat-saat yang membuat mereka pusing itu selalu bermunculan hal-hal konyol yang dilakukan olehnya dan para personel Jikustik kala itu. “Ya banyak banget hal lucu yang terjadi dulu ketika kita masih main musik bareng. Dan itu pun kembali terjadi ketika kita sekarang berproses lagi untuk mempersiapkan konser Jikustik Reunian besok. Candaan-candaan yang dulu pernah ada kembali lagi terjadi sekarang,” ungkap Icha sambil tertawa.

Pongki dan Icha berharap, konser Jikustik Reunian besok tidak hanya menjadi ruang pelepas rindu bagi mereka berdua bersama kawan-kawan lamanya, namum juga menjadi bukti di mana sebuah persahabatan masih tetap terjalin dengan erat walau mereka sudah tidak bisa lagi bermain musik bersama. “Sebagai penyanyi, saya sudah lama sekali tidak diiringi oleh Icha, Dadi, Adit dan Carlo. Konser Jikustik Reunian besok akan menjadi momen yang luar biasa bagi kami dan bagi teman-teman yang akan menonton penampilan kami besok,” tambahnya. (*)

Narasumber:

- Ex Vokalis Jikustik - Pongki Barata

- Ex Bassis Jikustik - Aji Mirza Hakim (Icha)

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

JIKUSTIK REUNIAN 2019

Grand Pacific Hall Yogyakarta, 29 Maret 2019

“Jikustik Akan Gelar Konser Reuni”

Yogyakarta, 16 Februari 2019 – Konser “Jikustik Reunian”, merupakan sebuah gelaran konser reuni dari band Jikustik yang akan dipromotori secara langsung oleh Rajawali Indonesia pada 29 Maret 2019 mendatang di Grand Pacific Hall Yogyakarta. Dalam konser yang akan melibatkan banyak rasa cinta tersebut, pihak promotor siap menyuguhkan penampilan dari Jikustik formasi awal, yang mana Pongki (Vokal & Gitar) dan Icha (Bass & Vokal) sebagai mantan personil akan bermain penuh dalam gelaran ini. Jikustik sendiri merupakan band pop romantis asal Yogyakarta yang telah berdiri sejak

Februari tahun 1996. Pada awalnya, nama mereka adalah “G-Coustic”, yang mana seiring berjalannya waktu dan saat mereka semakin dikenal oleh khalayak musik, G-Coustic akhirnya mengubah namanya menjadi Jikustik. Kala itu formasi awal dari band pelantun “Setia” ini dihuni oleh Pongki (Vokal & Gitar), Icha (Bass & Vokal), Dadi (Gitar & Vokal), Adhit (Keyboard) dan Carlo (Drum).

Pada formasi awal tersebut, Jikustik berhasil menelurkan sebanyak 8 buah album dengan sederet single hits yang tak pernah lekang hingga saat ini. Kedelapan album di antaranya seperti “Seribu Tahun” yang dirilis pada tahun 2000, “Perjalanan Panjang” (2002), “Sepanjang Musim” (2003), “Pagi” (2004) dan beberapa album lainnya yang sampai saat ini masih terkenang di benak pendengar musik di Indonesia.

Namun, setelah belasan tahun berkarya bersama dengan berbagai polemik yang terjadi di tubuh Jikustik, Pongki Barata yang sejak pertama mengisi posisi vokal dan gitar akhirnya hengkang. “Malam” menjadi album terakhir bagi Pongki selama karir musiknya bersama Icha, Adhit, Dadi dan Carlo. Dan beberapa tahun kemudian, pada akhirnya Icha pun memutuskan untuk mengikuti jejak Pongki untuk tidak lagi bermusik bersama kawankawannya di Jikustik.

Walau begitu, hingga saat ini Jikustik masih tetap eksis bermusik dan terus menelurkan karya-karya terbaiknya, yang mana pada saat ini band pelantun “Setia” tersebut kini dihuni oleh Brian (Vokal & Gitar), Dadi (Gitar & Vokal), Adhit (Keyboard) dan Carlo (Drum). CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi menuturkan, Jikustik merupakan salah satu band fenomenal asal Yogyakarta yang mampu mengguncang publik Tanah Air dengan karya-karya yang selalu menyayat hati setiap pendengarnya. Keterlibatan Jikustik di blantika musik Indonesia, bisa dibilang menjadi sebuah bukti adanya sebuah grup musik yang begitu produktif dalam membuat karya. Tak heran berkat konsistensi mereka dalam bermusik, banyak sekali orang yang mencintai karya-karya yang telah mereka hasilkan. “Jikustik formasi awal tak pernah terlupakan, walau sampai saat ini mereka masih tetap eksis dengan formasi baru. Berangkat dari hal tersebut, kami berencana untuk membuat sebuah konser bertajuk “Jikustik Reunian”, yang mana konser ini akan kembali menyatukan Pongki dan Icha sebagai mantan personil untuk “bersama lagi” dalam satu panggung,” ungkap Anas.

Dalam konser Jikustik Reunian nanti kata Anas, Pongki, Icha, Dadi, Adhit dan Carlo akan memainkan kembali karya-karya hits yang pernah mereka mainkan bersama dalam gelaran tersebut. Hal ini diharapkan akan menjadi penawar bagi para pendegar setia Jikustik yang sudah sejak lama merindukan adanya sebuah gelaran yang bisa kembali mempersatukan mereka dalam satu panggung yang megah seperti dulu. “Jadi setelah Pongki dan Icha keluar, mereka belum pernah lagi bermain musik bersama dalam satu panggung. Konser Jikustik Reunian ini adalah pertama kali bagi mereka bermain musik bersama yang ingin kami haturkan kepada khalayak musik di Indonesia,” tutur Anas lagi. Tambahnya, berbagai persiapan untuk konser Jikustik Reunian nanti sudah pihaknya persiapkan sejak jauh-jauh hari. Dan kali ini Agus Noor akan didaulat sebagai Show Director dalam konser “Jikustik Reunian” yang mana nantinya ia akan menerjemahkan semuanya dalam sebuah balutan konser yang tak pernah terlupakan.

Dalam konser Jikustik Reunian di Yogyakarta pada Maret mendatang, Rajawali Indonesia menggandeng PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia sebagai exclusive official ticketing partner. Direktur Utama PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia, Dedi Suherman menjelaskan, untuk penjualan tiket presale konser Jikustik Reuni nanti pihaknya akan menjualnya melalui platform Tiketapasaja.com. "Penjualan presale kami akan buka pada 18 Februari hanya di Tiketapasaja.com. Keesokan harinya pada 19 Februari 2019 kami baru membuka penjualan tiket reguler di afiliasi Melon seperti tiketcom, traveloka, kiostix, rajakarcis, blibli, dan blanja.com, " papar Dedi Dedi menambahkan, ketegori tiket Jikustik Reunian presale dan reguler ini terdiri dari 4 kelas, yaitu Festival, Gold, Platinum, dan Diamond. Tiket Festival dibanderol Rp 150.000, Gold Rp 250.000, Platinum Rp 350.000 dan Diamond Rp 600.000. Untuk penjualan secara offline, pihaknya akan melakukan penjualan di Parsley Bakery & Resto. Informasi terbaru seputar Konser Jikustik Reunian dapat diikuti melalui akun instagram resmi promotor @rajawaliindonesia. (*)

Narasumber :

Anas Syahrul Alimi – CEO Rajawali Indonesia (Promotor)

Dedi Suherman – Direktur Utama PT Melon Indonesia by Telkom Indonesia (Official

Ticketing Partner)

Agus Noor – Show Director

Jikustik, Pongki Barata dan Icha – Musisi

Kontak Media:

Rajawali Indonesia

Jl. Pandega Marta II No 6 Caturtunggal Depok

Sleman – Yogyakarta 55281

Tovic Raharja

+628182799911

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

 

JOGJAROCKARTA FESTIVAL #2 | 2018

Std. Kridosono Yogyakarta, 27 Oktober 2018

YOGYAKARTA, 30 JUNI 2018 – JogjaROCKarta: International Rock Music Festival adalah festival musik rock berskala internasional yang diselenggarakan setiap tahun di Yogyakarta. Festival ini pertama digelar pada 2017 lalu selama dua hari pada tanggal 29 dan 30 September yang bertempat di Stadion Kridosono.

Pada penyelenggaraan JogjaROCKarta Festival edisi pertama, Rajawali Indonesia Communication sebagai promotor penyelenggara, memboyong super band progressive metal asal negeri Paman Sam, Dream Theater, sebagai line up utama. Selain Dream Theater, JogjaROCKarta Festival edisi pertama diisi band-band papan atas dalam negeri di antaranya God Bless, Roxx, Power Metal, PAS Band, Burgerkill, Kelompok Penerbang Roket, Death Vomit, dan Something Wrong.

JogjaROCKarta Festival 2018 ini adalah penyelenggaraan yang kedua. Pada tahun ini, JogjaROCKarta Festival akan menghadirkan Megadeth legenda Thrash Metal asal Los Angeles, California, Amerika Serikat, sebagai line up utama. Megadeth didirikan pada tahun 1983 oleh  Dave Mustaine (lahir pada 13 September 1961).

Band legenda yang telah berusia 35 tahun ini telah berulang kali bongkar pasang personil, dan personil Megadeth yang sekarang adalah Dave Mustaine (vokal/gitar), David Ellefson (bass), Kiko Loureiro (gitar), Dirk Verbeuren (drum). Selama karir bermusiknya yang sangat panjang, Megadeth telah menghasilkan 15 album rekaman dan telah menjual jutaan copy.

Di antaranya seperti, “Killing is My Bussiness... and Bussiness is Good!” yang dirilis pada 12 Juni 1985, Cryptic Writings yang dirilis pada 17 Juni 1997, “Super Collider” yang dirilis pada 4 Juni 2013, “Dystopia” yang dirilis pada 21 Januari 2016 dan masih banyak judul album lainnya. Selain dengan karya-karyanya yang sangat fantastis, band pelantun lagu “Dystopia” ini pun didaulat sebagai The Legend of Trash Metal Band, atau lebih dikenal dengan sebutan The Big Four yang disandingkan tiga nama band Thrash Metal besar lainnya yang sangat berpengaruh seperti Slayer, Metallica dan Anthrax.

Pada tahun 2017, Megadeth memenangkan penghargaan musik paling bergengsi, Grammy Award, untuk kategori best metal performance untuk lagu ‘Dystopia’. Di samping itu, mereka pernah dinominasikan pada ajang yang sama sebanyak 11 kali. “Megadeth siap beraksi di panggung JogjaROCKarta pada 27 Oktober 2018 mendatang di Stadion Kridosono Yogyakarta. Tampilnya Megadeth di Indonesia ini merupakan salah satu rangkaian tour dunia setelah mereka berkarya selama 35 tahun lamanya,” ungkap Anas Syahrul Alimi, founder JogjaROCKarta Festival.

Anas juga menyampaikan kehadiran salah satu legenda musik Thrash Metal di panggung JogjaROCKarta ini sangat disayangkan jika dilewatkan. Sebab Indonesia dan para pecinta musik cadasnya akan turut serta tercatat dalam sejarah musik dunia karena sama-sama merayakan perayaan 35 tahun dari sebuah super band legenda yang dimiliki dunia. Meskipun kali ini hanya akan diselenggarakan satu hari saja, JogjaROCKarta tahun ini tetap akan menjadi festival rock yang sangat semarak, karena juga didukung banyak band-band papan atas nasional.

Project Director JogjaROCKarta, Bakkar Wibowo, menyampaikan bahwa pihak promotor akan membuka dua sesi penjualan tiket, yaitu presale dan regular sale. Untuk presale sendiri akan dilakukan pada 30 Juni 2018 di Legend Coffee Yogyakarta secara offline. Sementara untuk regular sale sendiri akan dimulai pada 9 Juli 2018 mendatang. “Selain menyuguhkan penampilan dari Megadeth seperti tahun sebelumnya JogjaROCKarta akan selalu menampilkan perpaduan musik rock oldschool & newschool. Tahun ini akan tampil beberapa band rock tanah air seperti God Bless, Edane, Elpamas, Seringai, Koil, dan Blackout.

JogjaROCKarta juga akan selalu memberikan ruang untuk tuan rumah Yogyakarta sebagai salah satu penampil, dan kali ini Sangkakala akan tampil di JogjaROCKarta 2018 ini,” tambah Bakkar. Tiket presale dibandrol dengan harga Rp. 500.000 dan tiket regular Rp. 700.000. Rajawali Indonesia Communication sebagai promotor kembali menggandeng PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia untuk kedua kalinya sebagai exclusive official ticketing partner di JogjaROCKarta Festival.

Kali ini PT. Melon Indonesia akan membawa beberapa ticket box ternama diantaranya adalah: Tiket.com, TiketApaSaja.com, Loket.com, Kiostix.com, Blanja.com, BookMyShow, RajaKarcis.com, Traveloka, GoTix. Special tahun ini, PT. Melon Indonesia mengikutsertakan Alfamart di seluruh Indonesia sebagai ticket box offline untuk penjualan tiket JogjaROCKarta Festival. Tiket bisa diperoleh di ticket box – ticket box tersebut. Informasi terbaru seputar JogjaROCKarta Festival #2 | 2018 dapat diikuti melalui official account Instagram, Twitter dan Facebook @JogjaROCKartaFestival dengan tagar #JogjaROCKartaFestival2018 dan atau melalui hotline di nomor 08222 666 4343 atau 0274 521328.

NARASUMBER:

  • Anas Syahrul Alimi: CEO & Founder JogjaROCKarta Festival
  • Bakkar Wibowo: Co-Founder & Project Director JogjaROCKarta Festival
  • Samuel May Ratifil – VP Digital Business Development PT. Melon Indonesia