Hello PJF Lovers! 

Akhirnya yang ditunggu datang juga, kabar gembira dari Borneo Goes to Prambanan Jazz Virtual Festival 2021. Hari selasa tanggal 7 September 2021, pukul 19.00 wib, merupakan waktu yang ditunggu-tunggu oleh seluruh peserta Borneo Goes to Prambanan Jazz Virtual Festival 2021. 

Acara ini merupakan wujud Indihome dan Prambanna Jazz untuk tetap melakukan #KaryaTanpaBatas di tengah masa pandemic Covid 19. Program ini hadir sebagai wadah bagi musisi Kalimantan untuk menunjukkan potensi terbaiknya. Setelah melalui proses seleksi yang ketat dari tim juri, akhirnya terpilih 2 musisi pemenang dari Borneo Goes to Prambanan Jazz Virtual 2021. Sejak pendaftaran ditutup pada 15 Agustus 2021 lalu, terhitung 130 band yang telah melakukan submissions dan terdapat lebih dari 100.000 views pada Channel YouTube iKonser. 

Dari 130 musisi yang telah berpartisipasi dalam Borneo Goes to Prambanan Jazz Virtual Festival 2021, bukan hal yang mudah untuk menentukan 20 besar dari seluruh peserta yang telah mengumpulkan materi terbaik mereka. Namun dari hasil keputusan juri, 20 besar yang terpilih adalah sesuai dengan kriteria penilaian tim juri. Setelah 20 besar sudah ditetapkan oleh tim juri, akhirnya pemirsa iKonser juga dilibatkan dalam proses penyaringan 10 besar dengan cara menonton di tayangan iKonser Channel di UseeTV. 

Dari 20 besar peserta tersebut, akhirnya tersaring 10 kandidat yang merupakan peserta dengan 10 peringkat dengan penonton terbanyak di program Tagar Musik iKonser Channel di UseeTV.

Penentuan 2 musisi terbaik oleh tim juri akhirnya disampaikan langsung oleh tim juri yang terdiri dari Anas Alimi, Heruwa, Elda Suryani dan Momo Zima, eksklusif di useetv.com dan iKonser channel 459 SD | 949 HD pada Selasa 7 September 2021 pukul 19:00 wib. 

Akhirnya berikut 2 musisi terbaik yang akan mewakili pulau Kalimantan dalam ajang Borneo Goes to Prambanan Jazz Virtual Festival 2021 dan akan tampil di Prambanan Jazz Virtual Festival 2021 mendatang..

 

Floo

Florisia Revanya Josephine yang akrab dipanggil Floo, merupakan musisi wanita yang berasal dari Kalimantan Tengah dan sudah bermain musik sejak usia 6 tahun. Floo menekuni dunia permusikan di Institut Seni Indonesia Yogyakarta angkatan 2020 dan sering mengikuti serta memenangkan kompetisi musik di Palangkaraya. Tidak hanya itu, Floo juga pernah mewakili Kalimantan Tengah dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2SN).

Saat ini Floo memiliki 3 karya yang dapat didengar di YouTube maupun Spotify, ketiga karya tersebut berjudul Katakan, Melodi Cinta, dan Menari. Karya Floo dengan judul “Melodi Cinta” sudah memiliki 11.368 pendengar, dan karya yang berjudul “Katakan” sudah memiliki 9.104 pendengar. Untuk acara Borneo Goes to Prambanan Jazz Virtual Festival 2021, Floo membawakan karya seninya yang berjudul “Menari” yang sudah mencapai 22.126 views pada akun YouTube iKonser. Bagi PJF Lovers yang ingin mengetahui lebih jauh tentang Floo, kalian bisa mengunjungi instagram Floo yaitu @floo.rj dan akun YouTube Floo.

Bellacoustic

Bellacoustic merupakan singkatan dari “Borneo Lantunan Aqoustic” yang sudah terdiri dari 4 Maret 2014. Bellacoustic memiliki tujuan untuk mengedepankan adat dan budaya, serta memperkenalkan alat musik tradisi khas Kalimantan Tengah kepada dunia luar yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. 

Gong, kangkanong, suling balawung dan kecapi merupakan alat musik tradisional Kalimantan Tengah yang digunakan oleh Bellacoustic yang juga disertai alunan alat musik modern seperti Gitar, Bass dan Cajon. 

Band yang digawangi oleh Kalvery Igor pada 6th strings dan vocal 1, Hadhi Bironk pada 4th strings dan vocal 2, Pandji yang memegang gong dan perkusi, Ary Nzot pada kangkanong, kecapi dan suling 1, dan Susilo Beye yang memainkan cajon dan gendang tatau berhasil menggabungkan unsur musik tradisional dengan alat musik modern yang bertemakan Folk-Modern dan membuktikan bahwa mereka telah memiliki identitas tersendiri. 

Dengan memiliki mini album yang berjudul “Panenga Hatalla” yang telah rilis pada tahun 2020 melalui YouTube dengan total 7,225 viewers dan 1190 subscribers, Bellacoustic juga telah mengenalkan karya musiknya dari tahun 2014 dengan melakukan pertunjukan di berbagai daerah di Indonesia dari Palangkaraya, Bali, Jakarta, Jogja, hingga ke negara Slovakia.

Jika PJF Lovers ingin mengetahui lebih banyak mengenai Bellacoustic, dapat melihat media sosial band melalui instagram @bellacoustic.indonesia, Facebook @Borneo.Lantunan.Acoustic , dan Youtube Bellacoustic .  

Informasi lebih lanjut mengenai Borneo Goes To Prambanan Jazz bisa menghubungi hotline di nomor 081227976617 atau website www.prambananjazz.com, social media (IG / FB / Twitter) @PrambananJazz (*) 

Terkait perkembangan atas pandemi global Covid-19 di beberapa negara termasuk Indonesia. Rajawali Indonesia selaku Promotor telah melakukan diskusi dengan berbagai pihak terkait.

Dengan ini menyampaikan bahwa DREAM THEATER The ‘Distance Over Time’ Tour 2020 yang rencananya akan diselenggarakan pada 16 April 2020 akan dijadwalkan ulang di 8 November 2020 dengan lokasi tetap di Allianz Ecopark Ancol, Jakarta.

Keselamatan penonton, artis / performer, crew dan juga semua yang terlibat di dalam konser merupakan prioritas dalam setiap penyelenggaraan konser kami.

Kami memohon maaf atas ketidaknyaman ini. Penjadwalan ulang diputuskan oleh pihak Dream Theater bersama Rajawali Indonesia supaya penyelenggaraan bisa berjalan dengan baik sesuai yang kita harapkan bersama.

Saat ini kami terus memantau situasi perkembangan pandemi ini serta mematuhi semua protokol dan arahan pemerintah.

Bagi para pemegang tiket, kami informasikan bahwa tiket berlaku untuk konser mendatang. Atas perhatiannya, kami mengucapkan banyak terima kasih.

JogjaROCKarta International Rock Music Festival #4 | 2020
Kridosono Stadium Yogyakarta - 1 Maret 2020
“Scorpions dan Whitesnake Siap Gelar Tur Konsernya di JogjaROCKarta Festival 2020”


Yogyakarta, Oktober 2019 – JogjaROCKarta International Rock Music Festival telah menjadi sebuah ajang tahunan yang sangat ditunggu-tunggu oleh banyak penggemar musik rock di Indonesia. Secara konsisten terus digelar dalam setiap tahunnya, ada beberapa nama grup musik rock dunia yang pernah diboyong oleh Rajawali Indonesia selaku promotor dari festival ini. Sebut saja Dream Theater, Megadeth, yang telah menjadi headliners festival rock yang mulai pertama kali digelar mulai tahun 2017 silam. Serta tahun ini tidak kalah menarik, Extreme dan Power Trip didaulat untuk menjadi headliners dalam gelaran JogjaROCKarta #3 | 2019

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi memaparkan, JogjaROCKarta #4 | 2020 akan digelar pada 1 Maret 2020 mendatang di Stadion Kridosono, yang mana nantinya giliran Scorpions dan Whitesnake yang pihaknya bawa untuk menggelar pertunjukannya di Yogyakarta. Dan hal ini bagi Anas akan menjadi suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat “rock” Indonesia yang sudah lama tidak menyaksikan konser dari Scorpions dan Whitesnake secara langsung.

Scorpions merupakan sebuah grup musik asal Hanover Jerman yang terbentuk lebih dari 50 tahun yang lalu, yang mana dalam perjalanan bermusiknya selama puluhan tahun silam, band ini sudah menghasilkan puluhan judul album studio. Beberapa di antaranya seperti Blackout (1982), Love At First Sting (1984), Lovedrive (1979), Crazy World (1990) dan masih banyak lagi.

Sama seperti Scorpions, Whitesnake sebagai salah satu band yang akan tampil di JogjaROCKarta #4 | 2020 pun telah menghasilkan banyak sekali album sejak pertama kali mereka terbentuk pada tahun 1977 di Inggris. Album-album seperti 1987 (1987), Slip Of The Tongue (1989), Restless Heart (1997) dan lainnya telah menjadi pengiring mereka untuk mendapatkan banyak sekali penggemar di seluruh dunia.

“Ini adalah kali kedua bagi Scorpions menggelar konsernya di Indonesia. Namun, buat Whitesnake ini merupakan kali pertama. Meskipun baru pertama, namun David Coverdale, vokalis Whitesnake yang juga merupakan mantan vokalis Deep Purple pernah datang ke Indonesia bersama Deep Purple pada tahun 1975. Sangat lama sekali, ini akan menjadi momen pelepas rindu bagi penggemar musik rock di Indonesia” tutur Anas.

“Whitesnake sendiri pernah mengeluarkan album “Purple” yang berisi lagu-lagu Deep Purple yang dibawakan oleh David Coverdale. Di konser nanti Whitesnake juga akan membawakan lagu-lagu hits Deep Purple yang pernah dinyanyikan oleh Coverdale, seperti kita tahu Coverdale pernah bergabung bersama Deep Purple dalam 3 album Burn (1974), Stormbringer (1974), Come Taste The Band (1976) ” tambah Anas. Selain kedua band legend tersebut, Anas juga membocorkan bahwa akan ada line up tambahan, band rock besar dari Mongol, Tiongkok yang sangat keren dan juga band-band rock Indonesia.

Sementara itu Bakkar Wibowo Co-Founder sekaligus Project Director JogjaROCKarta Festival menyampaikan, melalui kehadiran band-band rock mancanegara seperti Dream Theater, Megadeth, Extreme, Power Trip serta Scorpions dan Whitesnake pada 2020 mendatang, hal ini akan menunjukkan kepada publik bahwa Indonesia, khususnya Yogyakarta merupakan sebuah destinasi yang aman dan nyaman untuk disinggahi. Hal itu bisa dilihat dari para musisi dunia yang datang dan menggelar konsernya di sini.

Bakkar juga menyampaikan “Untuk tiket reguler JogjaROCKarta #4 | 2020 akan mulai kami jual mulai tanggal 5 November 2019 mendatang melalui id.bookmyshow.com. Sedangkan presale akan kami berikan khusus bagi para penonton yang datang dan menyaksikan JogjaROCKarta #3 | 2019 di Stadion Kridosono pada 3 November 2019 besok dengan pembagian kelas tiket sebagai berikut; VIP Class Rp. 1.000.000 dari harga Rp. 1.500.000, Festival A Rp. 700.000 dari harga Rp. 900.000 dan Festival B Rp. 400.000 dari harga Rp. 600.000.”

“Bagi kami sebuah loyalitas adalah bentuk sikap dan dedikasi yang layak diapresiasi. Untuk itu, kami akan memberikan apresiasi kepada para penonton JogjaROCKarta #3 | 2019 dengan memberikan harga spesial untuk pembelian Scorpions x Whitesnake di JogjaROCKarta #4 | 2020.” pungkas Bakkar. Informasi mengenai JogjaROCKarta #4 | 2020 dapat diikuti melalui official account Instagram, Twitter dan Facebook @JogjaROCKartaFestival dengan tagar #JogjaROCKarta2020 dan atau melalui hotline di nomor 08 222 666 4343.

Narasumber:
- Founder JogjaROCKarta Festival & CEO Rajawali Indonesia – Anas Syahrul Alimi.
- Co-Founder & Project Director JogjaROCKarta Festival – Bakkar Wibowo.

Jakarta, 18 Juli 2019 – Konser Jikustik Reunian tak hanya menjadi momen yang mengundang haru bagi Icha, Dadikz, Pongki, Carlo dan Adhit, namun juga menjadi saat di mana Jikustikan sebagai pendengar setia karya-karya dari Jikustik akhirnya bisa melepas kerinduannya untuk menyaksikan mereka berlima kembali bermusik di atas panggung yang sama. Buktinya, dalam Konser Jikustik Reunian pada 29 Maret 2019 lalu di Yogyakarta, ribuan Jikustikan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia ikut terlibat dalam konser yang dipromotori oleh Rajawali Indonesia tersebut.

Pongki menuturkan, konser reuni yang berhasil diselenggarakan di Yogyakarta beberapa waktu lalu itu menurutnya merupakan salah satu konser terbaik yang pernah ia lakukan selama karir bermusiknya. Banyak hal luar biasa yang berhasil ia dapatkan saat itu, dan tak bisa digambarkan melalui kata-kata. Maka dari itu, ia bersama Dadikz, Adhit, Carlo dan Icha sangat menyambut baik dan ingin kembali mengulang momen tersebut yang akan direalisasikan besok, Jumat (19/7/2019) dalam Konser Jikustik Reunian Jakarta di Balai Sarbini.

“Konser reuni di Jogja kemarin adalah salah satu konser terbaik yang pernah saya lakukan. Saya mendapatkan perasaan yang luar biasa kala itu. Saya ingin mengulang kembali perasaaan itu di Jakarta esok hari bersama kalian yang akan menonton,” tutur Pongki.

Lanjut Icha, Konser Jikustik Reunian merupakan sebuah konser yang sangat berbeda dibandingkan dengan konser-konser reunian yang dilakukan oleh band-band lain bersama para mantan personilnya. Jika band lainnya melakukan reuni di banyak tempat di Indonesia, mungkin Jikustik tidak akan melakukan hal yang serupa.

“Saya mau ajak seluruh Jikustikan untuk bisa hadir besok. Ini adalah kesempatan yang sangat langka untuk bisa menyaksikan formasi ini bermain musik di atas panggung yang sama. Saya berharap semoga setelah konser ini, kami semua akan saling memberikan dukungan untuk karir kami masing-masing,” ujar Icha.

Sementara itu Adhit mengatakan, jika pada konser sebelumnya ia bersama Dadikz dan Carlo masih merasakan canggung karena sudah lama tidak bermain musik bersama Pongki dan Icha. Dari berbagai persiapan yang mereka lakukan untuk Konser Jikustik Reunian Jakarta besok, kecanggungan itu tak lagi terasa. Adhit kembali merasakan bagaimana kekompakan yang pernah terasa saat mereka masih bermain musik bersama di bawah nama Jikustik.

“Setelah show di Jogja kemarin, dari berbagai proses yang kami lakukan rasanya chemistry makin dapet. Sudah lebih ngeblend dan lebih mudah untuk memainkan aransemen bersama,” kata Adhit.

Vokalis Jikustik, Brian Prasetyo Adi pun angkat bicara, perasaan bahagia kembali ia rasakan lewat Konser Jikustik Reunian Jakarta besok. Momen bersejarah yang sempat terjadi di Yogyakarta beberapa waktu lalu ia rasa masih belum cukup dirasakan oleh para personil Jikustik Reunian dan para Jikustikan. Maka dari itu, ketika konser ini diboyong ke Ibukota Brian berharap momen luar biasa akan kembali terjadi dan disaksikan oleh lebih banyak lagi masyarakat Indonesia.

Dinamika emosi yang akan terasa

Art Director Konser Jikustik Reunian, Agus Noor menjelaskan, pada Konser Jikustik Reunian Jakarta, pihaknya akan kembali memberi sentuhan artistik dan suasana pada setiap lagu yang dibawakan oleh para personil Jikustik Reunian di atas panggung. Hal ini diharapkan agar penonton yang hadir di Balai Sarbini besok bisa merasakan progres yang berbeda-beda pada setiap lagu yang dimainkan, hingga akan ada dinamika emosi yang terasa.

“Ibarat melepas kangen atau pertemuan sahabat lama, ada kenangan dan perasaan-perasaan lainnya, yang bercampur aduk. Dari pengalaman konser Jikustik Reunian di Jogja, para personil begitu lepas meluapkan energi kerinduan mereka, hingga konser bergitu penuh emosi, tidak saja bagi Jikustik, tapi juga bagi penonton. Konser yang tak hanya indah, api juga sarat kenangan,” jelas Agus Noor.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi percaya hal yang lebih luar biasa akan terjadi esok hari, baik bagi para pesonil Jikustik Reunian, Jikustikan maupun bagi pihaknya sendiri. Sudah banyak sekali pihak yang menunggu konser ini bisa kembali digelar hanya untuk melepas rindu maupun kembali mengulang kenangan bersama karya-karya terbaik dari Jikustik.

“Sebenarnya permintaan dari masyarakat untuk membawa teman-teman Jikustik Reunian ke beberapa kota sangat banyak sekali. Dan Konser Jikustik Reunian Jakarta ini merupakan salah satu perwujudan dari permintaan masyarakat kepada kami. Seluruh pesiapan untuk konser ini telah kami persiapkan seluruhnya dengan sebaik mungkin. Para penonton sudah siap merasakan bagaimana dinamika emosi akan sangat terasa dalam konser ini,” papar Anas.

Direktur Utama PT Melon Indonesia by Telkom Indonesia, Dedi Suherman menambahkan, selain telah melakukan penjualan tiket Konser Jikustik Reunian Jakarta secara online, pihaknya pun masih akan melayani penjualan tiket on the spot di lokasi pertunjukan mulai pukul 13.00 WIB. Dan jika melihat fenomena yang terjadi saat penjualan tiket secara online beberapa waktu lalu, Dedi melihat animo masyarakat Indonesia terhadap konser ini menunjukan peningkatan yang sangat signifikan.

Informasi terbaru seputar Konser Jikustik Reunian dapat diikuti melalui akun instagram resmi promotor @rajawaliindonesia atau hotline di nomor 0822 2666 4343. (*)

Narasumber:

  • CEO Rajawali Indonesia – Anas Syahrul Alimi
  • Art Director Konser Jikustik Reunian – Agus Noor
  • Direktur Utama PT Melon Indonesia by Telkom Indonesia – Dedi Suherman Vokalis Jikustik Reunian – Pongki Barata
  • Bassis Jikustik Reunian – Icha Mirzahakim
  • Keyboardist Jikustik Reunian – Adhitya Bhagaskara
  • Vokalis Jikustik – Brian Prasetyo Adi

Jikustik Reunian | 2019

Grand Pacific Hall Yogyakarta, 29 Maret 2019

“Jikustik Reunian, Sebuah Perjalanan Menuju Masa Lalu”

Yogyakarta, 18 Maret 2019 – Jikustik Reunian merupakan sebuah gelaran konser reuni dari band Jikustik, yang akan terselenggara di Grand Pasific Hall Yogyakarta. Konser musik yang dipromotori oleh Rajawali Indonesia ini akan menjadi momen besar, di mana Jikustik formasi pertama yang digawangi oleh Pongki (vokal & gitar), Icha (bass & vokal), Dadi (gitar), Adit (keyboard) dan Carlo (drum) akan ditampilkan di hadapan ribuan pecinta musik tanah air. Seperti yang sudah banyak diketahui oleh khalayak di Indonesia, setelah Pongki dan Icha memutuskan untuk hengkang dari band yang telah berdiri sejak tahun 1996 silam tersebut, mereka berdua belum pernah bermain musik bersama lagi dalam satu panggung. Maka dari itu, konser Jikustik Reunian tidak hanya menjadi momen perdana bagi Pongki dan Icha untuk bermain musik bersama Jikustik setelah mereka mengundurkan diri, namun juga kejadian bersejarah bagi para penggemar setia dari band yang sempat menelurkan lagu berjudul “Maaf” tersebut.

Pongki menuturkan, konser Jikustik Reunian yang siap digelar pada 29 Maret 2019 mendatang itu baginya menjadi sebuah kendaraan mesin waktu yang dapat mengembalikannya berjumpa dengan kenangan indah di masa lalu. Kata Pongki, banyak sekali kejadian di masa silam yang membuat ia rindu walau hanya untuk bersenda gurau bersama seperti sediakala. “Konser Jikustik Reunian besok konsepnya adalah rekonsiliasi, yang mana kami bersama-sama menutup apa yang berbeda dari diri kami, dan mencari hal yang sama dalam diri kami masingmasing. Bagi saya pribadi, konser ini seperti sebuah mesin waktu yang dapat membawa saya khususnya kembali ke masa lalu indah, yang pernah kita (Jikustik) alami ketika masih bermain musik bersama. Satu-satunya hal yang bisa mengumpulkan kami (Jikustik) di sini adalah rasa kangen yang kami miliki,” jelas Pongki.

Hal serupa diutarakan Icha, di mana banyak hal yang sangat ia rindukan setelah tidak lagi bermusik dengan Jikustik. Ia jadi teringat ketika masa di mana mereka semua merasa stress saat harus menyelesaikan banyak karya musik untuk Jikustik. Terkadang, saat-saat yang membuat mereka pusing itu selalu bermunculan hal-hal konyol yang dilakukan olehnya dan para personel Jikustik kala itu. “Ya banyak banget hal lucu yang terjadi dulu ketika kita masih main musik bareng. Dan itu pun kembali terjadi ketika kita sekarang berproses lagi untuk mempersiapkan konser Jikustik Reunian besok. Candaan-candaan yang dulu pernah ada kembali lagi terjadi sekarang,” ungkap Icha sambil tertawa.

Pongki dan Icha berharap, konser Jikustik Reunian besok tidak hanya menjadi ruang pelepas rindu bagi mereka berdua bersama kawan-kawan lamanya, namum juga menjadi bukti di mana sebuah persahabatan masih tetap terjalin dengan erat walau mereka sudah tidak bisa lagi bermain musik bersama. “Sebagai penyanyi, saya sudah lama sekali tidak diiringi oleh Icha, Dadi, Adit dan Carlo. Konser Jikustik Reunian besok akan menjadi momen yang luar biasa bagi kami dan bagi teman-teman yang akan menonton penampilan kami besok,” tambahnya. (*)

Narasumber:

- Ex Vokalis Jikustik - Pongki Barata

- Ex Bassis Jikustik - Aji Mirza Hakim (Icha)

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

JIKUSTIK REUNIAN 2019

Grand Pacific Hall Yogyakarta, 29 Maret 2019

“Jikustik Akan Gelar Konser Reuni”

Yogyakarta, 16 Februari 2019 – Konser “Jikustik Reunian”, merupakan sebuah gelaran konser reuni dari band Jikustik yang akan dipromotori secara langsung oleh Rajawali Indonesia pada 29 Maret 2019 mendatang di Grand Pacific Hall Yogyakarta. Dalam konser yang akan melibatkan banyak rasa cinta tersebut, pihak promotor siap menyuguhkan penampilan dari Jikustik formasi awal, yang mana Pongki (Vokal & Gitar) dan Icha (Bass & Vokal) sebagai mantan personil akan bermain penuh dalam gelaran ini. Jikustik sendiri merupakan band pop romantis asal Yogyakarta yang telah berdiri sejak

Februari tahun 1996. Pada awalnya, nama mereka adalah “G-Coustic”, yang mana seiring berjalannya waktu dan saat mereka semakin dikenal oleh khalayak musik, G-Coustic akhirnya mengubah namanya menjadi Jikustik. Kala itu formasi awal dari band pelantun “Setia” ini dihuni oleh Pongki (Vokal & Gitar), Icha (Bass & Vokal), Dadi (Gitar & Vokal), Adhit (Keyboard) dan Carlo (Drum).

Pada formasi awal tersebut, Jikustik berhasil menelurkan sebanyak 8 buah album dengan sederet single hits yang tak pernah lekang hingga saat ini. Kedelapan album di antaranya seperti “Seribu Tahun” yang dirilis pada tahun 2000, “Perjalanan Panjang” (2002), “Sepanjang Musim” (2003), “Pagi” (2004) dan beberapa album lainnya yang sampai saat ini masih terkenang di benak pendengar musik di Indonesia.

Namun, setelah belasan tahun berkarya bersama dengan berbagai polemik yang terjadi di tubuh Jikustik, Pongki Barata yang sejak pertama mengisi posisi vokal dan gitar akhirnya hengkang. “Malam” menjadi album terakhir bagi Pongki selama karir musiknya bersama Icha, Adhit, Dadi dan Carlo. Dan beberapa tahun kemudian, pada akhirnya Icha pun memutuskan untuk mengikuti jejak Pongki untuk tidak lagi bermusik bersama kawankawannya di Jikustik.

Walau begitu, hingga saat ini Jikustik masih tetap eksis bermusik dan terus menelurkan karya-karya terbaiknya, yang mana pada saat ini band pelantun “Setia” tersebut kini dihuni oleh Brian (Vokal & Gitar), Dadi (Gitar & Vokal), Adhit (Keyboard) dan Carlo (Drum). CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi menuturkan, Jikustik merupakan salah satu band fenomenal asal Yogyakarta yang mampu mengguncang publik Tanah Air dengan karya-karya yang selalu menyayat hati setiap pendengarnya. Keterlibatan Jikustik di blantika musik Indonesia, bisa dibilang menjadi sebuah bukti adanya sebuah grup musik yang begitu produktif dalam membuat karya. Tak heran berkat konsistensi mereka dalam bermusik, banyak sekali orang yang mencintai karya-karya yang telah mereka hasilkan. “Jikustik formasi awal tak pernah terlupakan, walau sampai saat ini mereka masih tetap eksis dengan formasi baru. Berangkat dari hal tersebut, kami berencana untuk membuat sebuah konser bertajuk “Jikustik Reunian”, yang mana konser ini akan kembali menyatukan Pongki dan Icha sebagai mantan personil untuk “bersama lagi” dalam satu panggung,” ungkap Anas.

Dalam konser Jikustik Reunian nanti kata Anas, Pongki, Icha, Dadi, Adhit dan Carlo akan memainkan kembali karya-karya hits yang pernah mereka mainkan bersama dalam gelaran tersebut. Hal ini diharapkan akan menjadi penawar bagi para pendegar setia Jikustik yang sudah sejak lama merindukan adanya sebuah gelaran yang bisa kembali mempersatukan mereka dalam satu panggung yang megah seperti dulu. “Jadi setelah Pongki dan Icha keluar, mereka belum pernah lagi bermain musik bersama dalam satu panggung. Konser Jikustik Reunian ini adalah pertama kali bagi mereka bermain musik bersama yang ingin kami haturkan kepada khalayak musik di Indonesia,” tutur Anas lagi. Tambahnya, berbagai persiapan untuk konser Jikustik Reunian nanti sudah pihaknya persiapkan sejak jauh-jauh hari. Dan kali ini Agus Noor akan didaulat sebagai Show Director dalam konser “Jikustik Reunian” yang mana nantinya ia akan menerjemahkan semuanya dalam sebuah balutan konser yang tak pernah terlupakan.

Dalam konser Jikustik Reunian di Yogyakarta pada Maret mendatang, Rajawali Indonesia menggandeng PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia sebagai exclusive official ticketing partner. Direktur Utama PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia, Dedi Suherman menjelaskan, untuk penjualan tiket presale konser Jikustik Reuni nanti pihaknya akan menjualnya melalui platform Tiketapasaja.com. "Penjualan presale kami akan buka pada 18 Februari hanya di Tiketapasaja.com. Keesokan harinya pada 19 Februari 2019 kami baru membuka penjualan tiket reguler di afiliasi Melon seperti tiketcom, traveloka, kiostix, rajakarcis, blibli, dan blanja.com, " papar Dedi Dedi menambahkan, ketegori tiket Jikustik Reunian presale dan reguler ini terdiri dari 4 kelas, yaitu Festival, Gold, Platinum, dan Diamond. Tiket Festival dibanderol Rp 150.000, Gold Rp 250.000, Platinum Rp 350.000 dan Diamond Rp 600.000. Untuk penjualan secara offline, pihaknya akan melakukan penjualan di Parsley Bakery & Resto. Informasi terbaru seputar Konser Jikustik Reunian dapat diikuti melalui akun instagram resmi promotor @rajawaliindonesia. (*)

Narasumber :

Anas Syahrul Alimi – CEO Rajawali Indonesia (Promotor)

Dedi Suherman – Direktur Utama PT Melon Indonesia by Telkom Indonesia (Official

Ticketing Partner)

Agus Noor – Show Director

Jikustik, Pongki Barata dan Icha – Musisi

Kontak Media:

Rajawali Indonesia

Jl. Pandega Marta II No 6 Caturtunggal Depok

Sleman – Yogyakarta 55281

Tovic Raharja

+628182799911

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

 

KONSER MONOKROM TULUS – Jakarta

Istora Senayan Jakarta, 06 Februari 2019

“Konser Tunggal Kedelapan dari TULUS”

Jakarta, 21 Desember 2018 – Sebut saja “Pamit”, “Manusia Kuat”, “Tukar Jiwa”, “Cahaya”, “Mahakarya”, “Lekas” dan “Ruang Sendiri”, beberapa tembang terbaik yang terangkum dalam album bertajuk “Monokrom”, milik penyanyi bersuara khas bernama TULUS. Setelah meraih banyak keberhasilan bersama kedua album sebelumnya, pria kelahiran Bukittinggi ini seperti tak cepat puas akan segala pencapaian gemilangnya di dunia musik. Maka dari itu lahirlah album Monokrom yang dirilis pada 3 Agustus 2016 lalu, yang dalam perjalanannya mendapat apresiasi yang begitu besar dari khalayak pendengar musik di Tanah Air.

Dalam berbagai catatan, album yang berisikan sebanyak 10 buah lagu tersebut telah didengar sejumlah 177.375.345 kali melalui media digital streaming. Tak berhenti sampai di situ, album berdurasi 35:37 menit tersebut mampu mengantarkan TULUS menyabet sebanyak 26 penghargaan, baik di bidang musik sendiri maupun sinematografi. Maka dari itu, berdasar dari raihan dan apresiasi yang begitu besar dari berbagai pihak membuat TulusCompany sebagai label yang menaungi TULUS, menginisiasi terlaksananya Konser Monokrom TULUS di Bandung yang telah dihelat pada 20 November 2018 lalu.

Bandung dipilih menjadi lokasi dari konser tersebut karena Kota Kembang merupakan tempat di mana perjalanan bermusik TULUS dimulai. Dan dalam konser yang dimanfaatkan TULUS sebagai momen pulang ke rumah itu, ribuan pendengarnya turut hadir untuk menyemarakkan saat di mana hal yang sangat luar biasa di album Monokrom dipresentasikan secara khusus kepada mereka yang terus memberikan dukungan yang sangat besar. Atas respon baik dan apresiasi yang begitu besar terhadap Konser Monokrom TULUS di Bandung, TulusCompany bekerjasama dengan Rajawali Indonesia Communication sebagai salah satu promotor musik terbesar di Indonesia kembali mewujudkan momen yang sungguh menakjubkan tersebut. Melalui gelaran dengan tajuk yang sama, konser dari penyanyi bernama lengkap Muhammad TULUS tersebut siap dilaksanakan pada 6 Februari 2019 mendatang di Istora Senayan Jakarta.

CEO Rajawali Indonesia Communication, Anas Syahrul Alimi menuturkan, bagi pihaknya TULUS bukan hanya sebagai seorang penyanyi yang memiliki ciri khas dalam suara maupun dari setiap untaian kata yang coba TULUS torehkan dalam lagu-lagunya. Namun, TULUS pun menurutnya seperti memiliki magnet tersendiri yang membuat banyak sekali khalayak di Indonesia tersihir oleh karya-karyanya. “Makanya tak heran saat Konser Monokrom TULUS di Kota Bandung mendapatkan apresiasi yang sangat besar dari publik di Indonesia. Maka dari itu, kami bersama Tulus Company sebagai label rekaman yang menaungi TULUS berinisiatif untuk kembali mengadakan salah satu momen bersejarah bagi TULUS dan pendengarnya ini. Dan jujur kami sangat bangga bisa menjalin kerjasama ini bersama TULUS,” jelas Anas.

Hal serupa pun rupanya dirasakan oleh TULUS. Bahkan ia mengakui bahwa dirinya sudah tidak sabar untuk kembali mengulang momen luar biasa itu bersama ribuan pendengarnya. Dalam konsernya nanti, pelantun lagu “Sewindu” tersebut akan kembali melibatkan Ari Renaldi yang merupakan produser musik dari ketiga albumnya. Nantinya, Ari akan bertindak sebagai music director dalam konser yang siap kembali mengundang ribuan khalayak pendengar musik di Indonesia.

“Bersyukur Konser Monokrom Bandung yang diadakan bulan lalu bisa berjalan dengan lancar. Dan atas apresiasinya yang baik tepat di 30 hari paska Konser tersebut, saya senang bisa mengumumkan kalau Konser Monokrom akan kembali diadakan di Jakarta. Semoga di Konser Monokrom Jakarta ini saya bisa bertemu lebih banyak lagi Teman TULUS,” papar TULUS. Selain melibatkan Ari Renaldi dalam gelaran tersebut, Konser Monokrom TULUS di Jakarta pun siap melibatkan sebanyak 50 musikus pengiring yang akan menemani TULUS bernyanyi selama 2 jam 15 menit. Tak hanya itu saja, mega konser ini pun melibatkan Wiyoga Nurdiansyah untuk mewujudkan tata panggung dengan desain esensial dan artistik yang akan dipadukan dengan karya-karya yang ada dalam album Monokrom. Dalam konser TULUS di Jakarta pada Februari mendatang, Rajawali Indonesia Communication bersama Tulus Company menggandeng PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia sebagai exclusive official ticketing partner dalam Konser Monokrom TULUS di Jakarta.

General Manager Event PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia, Dradjat Keesan menambahkan, dalam konser dari TULUS ini pihaknya akan mulai melakukan penjualan presale tiket secara online mulai 27 Desember 2018 besok di Tiketapasaja.com. “Untuk Konser Monokrom TULUS di Jakarta nanti, kami menyediakan sebanyak 4.500 tiket dan akan didistribusikan ke beberapa platform penjualan tiket online maupun offline mulai 28 Desember 2018. Diantaranya Tiketapasaja.com, Tiket.com, Traveloka, Kiostix, Rajakarcis, Bibli.com, Loket.com dan Blanja.com. Kami berharap konser ini akan kembali mengulang momen keberhasilan yang telah TULUS raih saat menggelar konsernya di Bandung kemarin,” tambah Dradjat. Harga Tiket Konser Monokrom TULUS Jakarta mulai dari 350.000 untuk kelas Gold sampai dengan 1.500.000 untuk kelas VVIP sekaligus berkesempatan bertemu dan bersapa secara langsung dengan TULUS sebelum Konser.

Informasi terbaru seputar Konser Monokrom TULUS di Jakarta dapat diikuti melalui official account Instagram, @rajawaliindonesiacomm dan @konsermonokromtulus, juga di laman resmi TULUS di www.situstulus.com. (*)

Narasumber:

- CEO Rajawali Indonesia Communication: Anas Syahrul Alimi

- General Manager Event PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia: Dradjat Keesan

- TULUS

Kontak Media:

TulusCompany

Pananingtyas Prabantari (Ririe)

+6287821127502

Rajawali Indonesia Communication

Tovic Raharja

+6281802799911

“Mariah Carey Siap Mengguncang Borobudur Symphony”
Borobudur Symphony 2018 - MARIAH CAREY Live In Concert
Taman Lumbini, Borobudur Temple
Central Java, Indonesia

 
MAGELANG – Borobudur Symphony adalah sebuah pagelaran musik bertaraf internasional yang digelar untuk pertama kalinya dipelataran Candi Borobudur. Pagelaran musik ini merupakan sebuah bentuk upaya sinergi jangka panjang BUMN Hadir Untuk Negeri dalam memperkenalkan dunia pariwisata Indonesia ke tingkat dunia internasional, khususnya destinasi pariwisata milik BUMN sebagai bentuk diplomasi budaya dalam kekuatan baru untuk memperkuat branding nasional.


Borobudur Symphony akan memadukan dua mahakarya yaitu Candi Borobudur yang merupakan warisan budaya anak bangsa yang telah diakui dunia internasional dengan mahakarya seni musik bertaraf internasional, dengan harapan pagelaran ini akan menjadi sebuah alternatif seni pertunjukan musik & tujuan wisata baru yang lebih menyegarkan dengan tetap selalu menampilkan keindahan & kearifan budaya lokal yaitu Candi Borobudur.


Untuk kesempatan kali pertama ini Borobudur Symphony akan menampilkan Mariah Carey, diva internasional yang pernah memenangkan 5 Grammy Awards, 19 World Music Awards, 11 American Music Awards, dan 14 Billboard Music Awards. Mariah Carey nanti akan tampil dihadapan penonton dengan latar belakang keindahan Candi Borobudur yang merupakan puncak pencapaian keselarasan teknik arsitektur dan estetika seni anak bangsa.


Edy Setijono, Direktur Utama PT. TWC menyampaikan “Pagelaran musik Borobudur Symphony ini merupakan sebuah pagelaran seni yang dipromotori oleh PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko yang memadukan antara kemegahan mahakarya Candi Borobudur dengan mahakarya musisi internasional yang dikemas dalam sebuah sajian musik secara live”. “Kami berharap Borobudur Symphony nantinya akan menjadi destinasi alternatif baru dalam upaya memajukan dunia pariwisata Indonesia, khususnya memperkenalkan kepada dunia internasional” lanjut Direktur Utama PT. TWC.


Harga tiket Borobudur Symphony 2018 MARIAH CAREY Live In Concert dibagi menjadi 5 kelas; SUPER VVIP (seat) ON CALL, DIAMOND (seat) Rp 7.000.000,- , PLATINUM (seat) Rp 3.500.000,- , GOLD Rp 2.000.000,- dan FESTIVAL (standing) Rp 1.000.000,- . Tiket Presale lebih hemat 20% hanya tanggal 18 April 2018 dijual secara online di www.tiketapasaja.com dan penjualan tiket reguler online mulai tanggal 20 April 2018 di www.tiketapasaja.com .
Informasi terbaru seputar Borobudur Symphony 2018 dapat diikuti melalui official account Instagram, Twitter dan Facebook Page @BorobudurSymphony dengan tagar #BorobudurSymphony #MariahCareyIndonesia dan hotline 08 222 666 4343 / 0274 521 328.


NARASUMBER:
 Edy Setijono – Direktur Utama PT. Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur & Ratu Boko
 Palwoto – Project Director Borobudur Symphony (Direktur Keuangan, SDM & Investasi PT. Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur & Ratu Boko)
 Anas Syahrul Alimi – Event Consultant (CEO Rajawali Indonesia Communication)

JogjaROCKarta

POWER METAL DIPASTIKAN TAMPIL DI JOGJAROCKARTA ROCK MUSIC FESTIVAL

Power Metal, dedengkot musik rock Indonesia, dipastikan akan menyemarakkan panggung Hanoman lapangan Wisnu di area Candi Prambanan pada event Jogjarockarta Rock Music Festival pada 29 September 2017. Kabar ini merupakan kabar gembira karena selain Power Metal, juga akan tampil God Bless di panggung yang sama. Ini seperti mengulang memori 27 tahun lalu, ketika pada 1990 Power Metal untuk pertama kalinya menjadi band pengiring konser Raksasa God Bless.

Power Metal yang kini beranggotakan Arul Efansyah (Vokal), Ipunk (Gitar), Lucky S.W (Gitar), Babah (Bass), dan Eko Dinaya (Drum) kembali mengeluarkan album dengan title POWER GOLD pada tahun 2016 lalu. Di album ini pula aura Power Metal kian menyembur dengan aransemen musik yang cepat dan gahar di 8 lagu dan 1 nomor instrumental, spesial untuk album ini adalah di remake kembali tembang manis "BELENGGU" yang diambil dari album Peace, Love & War (1999).

Berikut wawancara singkat dengan Power Metal:

Opini tentang musik rock sekarang?

Perkembangan musik rock 3 tahun terakhir menunjukkan indikasi yang makin bagus seiring denganbanyaknya grup terbaik dunia yang perform di Indonesia ....

Sedikit komentar tentang God Bless?

God Bless adalah grup legendaris Indonesia yang telah memiliki segudang  pengalaman dan jam terbang .... mereka punya manajemen dan maintenance yang bagus di setiap penampilan mereka sehubungan dengan usia yang tidak lagi muda.

Bagaimana tentang venue Jogjarockarta?

Area Prambanan dijadikan venue pertunjukan musik sangat bagus sebab sekaligus bisa menjadi ajang untuk sosialisasi kelestarian heritage bangsa kepada khalayak muda (segmen pertunjukan musik yang paling banyak). Di samping itu, mempertemukan mahakarya Candi Prambanan dengan seni pertunjukan musik modern dapat membentuk ikatan emosional yang bagus buat generasi muda dengan warisan budaya leluhur kita.

BURGERKILL TAMPIL DI JOGJAROCKARTA MUSIC FESTIVAL HARI KEDUA

Burgerkill

Burgerkill akan tampil di Jogjarockarta Rock Music Festival hari kedua, 30 September 2017. Burgerkill berdiri pada Mei 1995 dari sebuah daerah bernama Ujungberung di wilayah Bandung Timur. Berawal dari Eben, anak Jakarta yang pindah  ke Bandung untuk melanjutkan sekolah, dan dari sekolah itu Eben bertemu dengan Ivan, Kimung, dan Dadan sebagai line-up pertama Burgerkill. Burgerkill berhasil merilis single pertamanya  "Revolt!" pada awal 1997 dan menjadi lagu pembuka dalam album kompilasi bertitel Masaindahbangetsekalipisan. Pada akhir tahun 1997 mereka kembali ikut serta dalam kompilasi Breathless dengan menyertakan lagu Offered Sucks di dalamnya. Awal tahun 1998 perjalanan mereka berlanjut dengan rilisan single Blank Proudness, pada kompilasi band-band Grindcore Ujungberung berjudul Independent Rebel.

Seiring waktu berjalan, Burgerkill semakin dikenal di kalangan penikmat musik metal. Bermodal lagu yang bagus dan aksi panggung yang memukau, Burgerkill semakin menjadi idola dan mempunyai basis fans yang fanatik. Tidak hanya dikenal di kalangan indie, Burgerkill ternyata mampu meraih kesuksesan di ranah mayor. Pada pertengahan tahun 2004, lewat album Berkarat, Burgerkill masuk menjadi salah satu nominasi event Achievement musik terbesar di Indonesia, Ami Awards. Dan secara mengejutkan mereka berhasil menyabet award tahunan tersebut untuk kategori Best Metal Production. Burgerkill kini memiliki formasi Ebenz – Lead guitars, Rhythm guitars, Ramdan – Bass, Vicky – Vocal, Agung – Lead guitars, Rhythm guitars, dan Putra Pra Ramadhan – Additional Drum.

Sebagai pemanasan sebelum menyaksikan penampilan mereka di Jogjarockarta Rock Music Festival, berikut info dari mereka buat kalian:

Fans Burgerkill sangat fanatik. Opini Anda?

Senang tentunya punya fans yang fanatik, dan bangga rasanya ketika banyak orang bisa mengapresiasi dan menyukai karya2 Burgerkill dengan baik. Hingga hari ini jumlah mereka semakin banyak dan terus menyebar seiring berkembangnya teknologi. Bagi kami bertemu dan berkumpul dengan mereka itu seru, mereka itu seperti energi tersendiri buat Burgerkill untuk terus bereksplorasi dan melakukan banyak hal...All hail Begundal!

Opini tentang Roxx?

Roxx itu legenda hidup musik rock Indonesia yang masih produktif, bahkan sebagian dari kami sangat akrab dengan karya2 mereka. Senang bisa bermain bersama mereka di event 'Jogjarockarta' ini, salah satu festival rock yang berani menampilkan musisi lintas generasi.

Opini tentang venue di area Candi Prambanan?

Dengan di selenggarakan event 'Jogjarockarta' di area candi Prambanan tentunya akan menjadi nilai tambah bagi penonton yang akan hadir. Siapapun pasti akan merasakan aura yang berbeda dan memiliki cerita yang menarik setelahnya. Namun kita tidak boleh lupa untuk tetap menjaga kebersihan dan ketertiban disana, karena bagaimanapun juga candi Prambanan adalah salah satu artefak sejarah yang harus kita jaga dan pelihara. Semoga 'Jogjarockarta' bisa berjalan baik dan bisa memberikan alternatif hiburan baru untuk penggemar musik rock di Indonesia.

Sebagai perhelatan tahunan, Prambanan Jazz Festival tetap berupaya konsisten menggelar pertunjukan di lokasi cagar budaya Candi Prambanan di tengah pandemi Covid-19. Penikmat Prambanan Jazz, tetap dapat menyaksikan pertunjukan di tengah-tengah keterbatasan.

Tidak mudah menyelenggarakan perhelatan ini. Proses panjang terkait perizinan penyelenggaraan harus dilalui demi terwujudnya Prambanan Jazz Festival 2020 di masa pandemi Covid-19.

“Usaha keras kami akhirnya bisa membuat Prambanan Jazz Festival 2020 tetap dapat terselenggara,” ujar Anas Syahrul Alimi, Founder Prambanan Jazz Festival.

Ia mengungkapkan situasi yang dihadapi saat ini sangat berbeda. Pandemi Covid-19 telah mengubah hampir seluruh lini kehidupan, tak terkecuali pelaku dan pekerja seni pertunjukan, seperti Prambanan Jazz Festival.

Rajawali Indonesia selaku promotor telah berupaya keras agar Prambanan Jazz Festival tetap dapat terselenggara secara offline dengan protokol kesehatan yang ketat. Namun, pandemi Covid-19 yang belum reda, terlebih melonjaknya angka kasus Covid-19 di Indonesia, membuat penyelenggara hanya mendapatkan izin pertunjukan secara online. Prambanan Jazz Festival harus mengutamakan aspek kesehatan dan keamanan seluruh pihak yang terlibat.

“Kami turut prihatin dengan terus melonjaknya angka kasus Covid-19, namun kami ingin tetap menghadirkan PJF 2020 di tengah keterbatasan. Dengan berat kami sampaikan kepada #PJFLovers jika PJF 2020 tidak akan hadir secara offline,” ucap Anas.

Tahun 2020 menjadi tahun yang spesial. Harapan baru dan pengalaman baru menjadi tagline yang disematkan pada Prambanan Jazz Festival tahun ini. Harapan yang baik untuk semua yang terlibat di dalam industri ini. Mereka yang berada di balik layar (kru), di depan layar (artis), penikmat musik (penonton) dan stake-holder yang terlibat yang selalu bekerja sepenuh hati, tahun ini memiliki tantangan untuk terus maju bertransformasi terhadap keadaan. Dengan saling bekerjasama mewujudkan cita-cita dan komitmen untuk membuat serta menampilkan karya-karya anak bangsa.

Prambanan Jazz Festival 2020 akan ditayangkan secara virtual ditayangkan langsung dari Candi Prambanan pada 31 Oktober dan 1 November 2020 mendatang. Hal ini menjadi bentuk konsistensi Prambanan Jazz Festival yang tetap terselenggara di masa pandemi.

Menurut Anas, keputusan ini adalah langkah terbaik yang bisa ditempuh saat ini. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada #PJFLovers karena belum bisa menggelar perhelatan secara offline.

Anas tidak lupa berterima kasih kepada semua pecinta musik festival yang tetap memberikan dukungan kepada Prambanan Jazz Festival di tengah keterbatasan.

Co-Founder Prambanan Jazz Festival, Bakkar Wibowo menyampaikan “Prambanan Jazz Virtual Festival 2020 akan digarap oleh Tompi untuk visual broadcastingnya. Seorang musisi yang akhir-akhir ini kerap menggarap film layar lebar sebagai film director atau sering didapuk menjadi video music director.”

Sederet musisi ternama tanah air akan tampil dalam Prambanan Jazz Virtual Festival 2020. Pada hari pertama, Prambanan Jazz Virtual Festival 2020 akan menghadirkan Tulus, Fourtwnty, Isyana Sarasvati, Joko In Berlin, Pusakata, dan Tompi

Sementara, pada hari kedua, Andmesh, Ardhito Pramono, TheEverydayBand, Nadin Amizah, Pamungkas, Sinten Remen, dan Yura Yunita menjadi penampil perhelatan musik bergengsi ini. Para musisi akan membawakan lagu-lagu mereka dalam jazz version.

Direktur Utama Rajawali Indonesia Tovic Raharja menuturkan dalam Prambanan Jazz Virtual Festival 2020 ini, untuk pertama kalinya PJF menggandeng musisi asal Yogyakarta yang tergabung dalam TheEverydayBand untuk mengaransemen dan membuat lirik lagu "Ke Prambanan Jazz Lagi" sebagai lagu tema.

“Ini jadi upaya untuk terus mempromosikan Yogyakarta dan sebuah harapan untuk bisa menyaksikan Prambanan Jazz kembali secara langsung nantinya,” tuturnya.

Dalam Prambanan Jazz Virtual Festival 2020 banyak yang akan berbeda, tidak ada musisi atau artis dari luar negeri. Di Candi Prambanan hanya akan ada kru yang bertugas dan musisi atau artis yang akan dihadirkan di venue secara bergantian sesuai rundown. Tujuannya supaya tidak menimbulkan kerumunan.

Pelaksanaan acara akan dilakukan dengan menerapkan standar protokol kesehatan. Penampil dan kru akan melakukan rapid test terlebih dulu sebelum acara dan selama pelaksanaan acara dipastikan protokol kesehatan berjalan ketat, seperti menyiapkan tempat cuci tangan dan hand sanitizer, memakai masker dan face shield, serta tidak berkerumun atau tetap menjaga jarak.

Prambanan Jazz Virtual Festival 2020 dapat disaksikan melalui platform digital iKonser; Channel iKonser UseeTV (channel 459 SD | 949 HD), iKonser Apps dan UseeTV Go

Tiket Prambanan Jazz Virtual Festival 2020 bisa dibeli secara online di www.tiketapasaja.com dan offline di Silol Kopi & Eatery, Jl. Suroto 7, Kotabaru, Yogyakarta dengan rincian harga Saturday Pass Rp 50.000 atau Saturday Pass + Official merchandise PJF (T-Shirt) Rp 100.000 serta Sunday Pass Rp 50.000 atau Sunday Pass + Official merchandise PJF (T-Shirt) Rp 100.000.

Menindaklanjuti perubahan tersebut, penyelenggara juga memberikan kemudahan bagi pemiliktiket Prambanan Jazz Festival 2020 yang sudah membeli tiket dengan memberikan pilihan refund dan non-refund.

Bagi pemilik tiket yang memilih untuk non-refund, maka tiket berlaku untuk menyaksikan Prambanan Jazz Festival 2021 yang rencananya akan digelar pada 2 sampai 4 Juli 2021 serta berkesempatan mendapatkan official t-shirt merchandise Prambanan Jazz Festival secara gratis.

Sementara, bagi pemilik tiket yang akan melakukan refund, pendaftaran diproses sampai 15 Oktober 2020 dengan menghubungi nomor layanan berikut:

  • Tiketapasaja.com & Traveloka.com, CS di nomor: 0811-2658-322 (WA only)
  • Tiket.com, CS di nomor: 0855-1500-878 (WA only)
  • Go-Tix.id, CS di nomor: 021-8060-0822
  • Silol Coffee & Eatery, CS di nomor: 0821-3647-0414 (WA only)

pada jam kerja (Senin – Jumat, 10.00 – 18.00 WIB dan Sabtu, 10.00 sd 14.00 WIB)

Lebih lanjut mengenai Prambanan Jazz Festival bisa menghubungi hotline di nomor 08222.666.4343 atau website www.prambananjazz.com, social media (IG / FB / Twitter) @PrambananJazz (*)

Narasumber
Anas Syahrul Alimi – Founder Prambanan Jazz Festival
Bakkar Wibowo – Co-Founder Prambanan Jazz Festival
Tovic Raharja – Direktur Utama Rajawali Indonesia

Scorpions dan Whitesnake Janjikan Komposisi Lagu Terbaik di JogjaROCKarta Festival 2020

Yogyakarta, Februari 2020 – JogjaROCKarta International Rock Music Festival merupakan festival yang selalu dinanti oleh banyak penggemar musik rock di Indonesia. Rajawali Indonesia selaku Promotor dari JogjaROCKarta Festival secara konsisten terus menggelar perhelatan ini tiap tahunnya dengan memboyong nama-nama besar di industri musik rock tidak hanya lokal, tetapi dunia! Dream Theater, Megadeth, Extreme, hingga Power Trip telah menjad headliners di festival rock yang pertama kali digelar tahun 2017 silam ini.

Untuk tahun ini, JogjaROCKarta juga memberikan sajian yang tak kalah menarik. Scorpions dan Whitesnake didaulat untuk menjadi headliners dalam gelaran JogjaROCKarta Festival #4 | 2020 yang rencananya akan kembali dilaksanakan di Stadion Kridosono, 1 Maret 2020. Selain dua nama tersebut, juga akan ada penampilan yang pasti dahsyat dari performer asal Mongolia, The Hu dan juga penampilan para Band asal Tanah Air yang sangat ditunggu aksinya seperti; God Bless, Death Vomit, Power Slaves, Navicula, hingga Kelompok Penerbang Roket.

Bagi Scorpions, ini akan menjadi penampilan yang kesekian kalinya mereka di Indonesia. Sebelumnya, band rock asal Jerman ini sempat mengguncang Indonesia saat bermain di Bandung pada 2001 silam, namun saat itu mereka hanya bermain dengan format akustik. Setelah itu, pada 2004 mereka juga sempat singgah ke Indonesia untuk bermain di Jakarta dan Bali.

“Kami datang beberapa kali ke Indonesia, kami pernah bermain di Jakarta, Bali dan Bandung. Kami selalu senang untuk dapat bermain di Indonesia. Saya pikir kami mempunyai banyak fans di Indonesia selama bertahun-tahun,” ujar Klaus Meine vokalis dari Scorpions mengomentari rencana penampilan mereka di JogjaROCKarta Festival #4 | 2020.

Indonesia sepertinya memang memiliki banyak kenangan di hati Scorpions, khususnya Rudolf Schenker dan Klaus Meine. Sedikit bernostalgia, jauh sebelum kedatangan Scorpions di Indonesia, mereka berdua ternyata juga pernah berkolaborasi dengan musisi Tanah Air.

“Saya ingat, dulu pada tahun 1990 saya dan Rudolf juga pernah diundang dalam “East Meets West Festival” di Bali, dan saat itu bersama Titiek Puspa serta James Sundah kami pernah menciptakan lagu bersama berjudul “When You Came Into My Life” yang juga menjadi salah satu lagu yang ada di album Scorpions. Jadi, Indonesia selalu menjadi hal yang luar biasa,” ujar Klaus Meine bernostalgia tentang Indonesia.

Sementara itu, untuk Whitesnake, JogjaROCKarta festival akan menjadi penampilan perdana mereka untuk menyapa penggemar di Tanah Air. Sekadar informasi, walaupun Whitesnake baru pertama akan datang ke Indonesia, namun David Coverdale, vokalis Whitesnake yang juga merupakan mantan vokalis Deep Purple ternyata pernah datang ke Indonesia bersama Deep Purple pada tahun 1975.

“JogjaROCKarta merupakan pengalaman pertama Whitesnake untuk bermain di depan penggemar kami di Indonesia. Kami sangat senang untuk berkunjung dan mempersembahkan penampilan yang menarik dengan deretan lagu-lagu terbaik untuk kalian. Kami tidak sabar untuk bertemu dan bermain untuk kalian semua penggemar yang ada di Indonesia. Ini akan menjadi suatu hal yang magis,” ujar David Coverdale menanggapi tentang rencana penampilan perdananya Bersama Whitesnake di Indonesia.

Baik Scorpions maupun Whitesnake menjanjikan penampilan yang tidak hanya sekadar nostalgia belaka bagi para penggemarnya, namun mereka juga akan memberikan suatu sajian yang spektakuler dan enerjik khusus bagi penggemar mereka di JogjaROCKarta. Bahkan, mereka akan memberikan perpaduan komposisi lagu yang terbaik agar para penggemar di JogjaROCKarta Festival #4 | 2020 terpuaskan!

“Kami rasa ini akan menjadi perpaduan komposisi yang hebat, dari komposisi lagu yang klasik tentunya akan kami bawakan juga beberapa lagu vintage dari tahun 1970-an. Ini akan menjadi perpaduan komposisi yang hebat, dimana semua fans kami dapat menyanyikan lagu-lagunya secara bersama. Bagian terbaik dari penampilan ini adalah kami memiliki banyak energi dan ini merupakan paket yang hebat karena Whitesnake juga bersama kami. Tahun 2020 akan menjadi tahun baru yang menyenangkan. Kami belum pernah ke Yogyakarta sebelumnya, ini merupakan kota yang indah dan juga budaya yang menarik,” tegas Rudolf Schenker.

Scorpions merupakan sebuah grup musik asal Hanover, Jerman yang terbentuk 54 tahun yang lalu, yang mana dalam perjalanan bermusiknya selama puluhan tahun silam, band ini sudah menghasilkan sekitar 18 album penuh. Beberapa di antaranya seperti Blackout (1982), Love At First Sting (1984), Lovedrive (1979), Crazy World (1990) dan masih banyak lagi.

Sedangkan Whitesnake terbentuk di Middlesbrough, Inggris, pada tahun 1977. Mereka tercatat telah merilis kurang lebih 13 album penuh hingga kini. Whitesnake juga pernah merilis abum berjudul The Purple Album (2015) yang berisikan lagu-lagu Deep Purple yang pernah dibawakan oleh David Coverdale. Sebagai informasi, David Coverdale pernah bergabung bersama Deep Purple dalam 3 album, Burn (1974), Stormbringer (1974), dan Come Taste The Band (1976).

Anas Syahrul Alimi selaku Founder JogjaROCKarta menyampaikan bahwa “Konsistensi yang diberikan oleh Rajawali Indonesia melalui JogjaROCKarta memberikan suatu bukti kepada publik bahwa Indonesia, khususnya Yogyakarta mampu memberikan suatu sajian yang berkelas dan bertaraf internasional, terutama dengan hadirnya band-band atau musisi luar negeri yang memiliki nama besar di industri musik dunia. Dan, ini menjadi catatan penting bahwa Indonesia, khususnya Yogyakarta merupakan salah satu destinasi yang aman dan nyaman untuk disinggahi oleh siapa saja”.

“Untuk harga tiket JogjaROCKarta Festival #4 |2020 dibanderol dengan harga, VIP Early Entry – Rp.1.200.000, VIP Reguler – Rp.1.500.000, Festival A Early Entry – Rp.750.000, Festival A Reguler – Rp.900.000, Festival B Early Entry – Rp.450.000, Festival B Reguler – Rp.600.000. Tunggu apalagi, buruan beli!”

“Jadi, jangan sampai JogjaROCKarta Festival terlewatkan! Segera dapatkan tiket JogjaROCKarta Festival #4 | 2020 di id.bookmyshow.com atau juga bisa dibeli langsung di SILOL Cafe & Eatery yang beralamat di Jl. Surot No. 7, Yogyakarta.” Imbuhnya

“Kami juga memberikan penawaran menarik khusus penggemar Scorpions, Whitesnake dan juga Dream Theater. Kami memberikan paket bundling khusus pembelian tiket JogjaROCKarta Festival #4 | 2020 + Dream Theater [Distance Over Time – di Allianz Ecopark Ancol Jakarta, pada 16 April 2020] dengan special harga yaitu VIP JRF Bundle + Fest A DT Rp.2.328.750, Fest A JRF Bundle + Fest A DT Rp.1.811.250, Fest B JRF Bundle + Fest A DT Rp.1.552.500, VIP JRF Bundle + Fest B DT Rp.1983.750, Fest A JRF Bundle + Fest B DT Rp.1.466.250, Fest B JRF Bundle + Fest B DT Rp.1.207.500. Pembelian hanya di layani via hotline.” pungkasnya

Informasi mengenai JogjaROCKarta dapat diikuti melalui official account Instagram, Twitter dan Facebook @JogjaROCKartaFestival dengan tagar #JogjaROCKarta2020 dan atau melalui hotline di nomor 08 222 666 4343.

Narasumber:
- Rudolf Schenker (Gitaris Band Scorpions)
- Klaus Meine (Vokalis Band Scorpions)
- David Coverdale (Vokalis Band Whitesnake)
- Anas Syahrul Alimi (Founder JogjaROCKarta | Promotor)


David Coverdale Mengundang Presiden Joko Widodo Menyaksikan Penampilannya di JogjaROCKarta Festival #4 | 2020

Sebuah video berdurasi kurang lebih 21 detik dibagikan oleh Promotor JogjaROCKarta melalui laman Instagram official @JogjaROCKartaFestival (07/02/2020). Video David Coverdale mengundang secara khusus Presiden Joko Widodo menyaksikan JogjaROCkarta Festival yang akan digelar di Std. Kridosono, Yogyakarta pada 1 Maret 2020 mendatang.

David Coverdale yang juga vocalist Whitesnake di sela rangkaian Tour Dunia 2020 bersama Scorpions membuat video undangan khusus kepada Orang Nomor 1 di Indonesia ini. Seperti kita tahu bahwa Bapak Jokowi adalah pecinta rock sejati, David Coverdale dalam video pendek nya mengundang dan mengharapkan Jokowi akan menyaksikan penampilannya.

“Hai Tuan Presiden, sebuah kehormatan bagi saya. Saya David Coverdale dari Whitesnake, mengundang Anda (Jokowi) untuk mengunjungi pertunjukan rock kami, di festival musik rock terkenal di Indonesia (JogjaROCKarta 2020) pada 1 Maret 2020,” kata David Coverdale

“Saya dengar Anda (Jokowi) penggemar musik rock (sejati). (Jadi) sangat terhormat sekali dapat tampil di hadapan Anda (Jokowi), serta di hadapan masyarakat Anda yang luar biasa. It’s been too long, ” tutup David Coverdale

JogjaROCKarta Festival akan menjadi penampilan perdana Whitesnake untuk menyapa penggemar di Tanah Air. Sekadar informasi, walaupun Whitesnake baru pertama akan datang ke Indonesia, namun David Coverdale, vokalis Whitesnake yang juga merupakan mantan vokalis Deep Purple pernah datang ke Indonesia bersama Deep Purple pada tahun 1975.

“JogjaROCKarta Festival merupakan pengalaman pertama Whitesnake untuk bermain di depan penggemar kami di Indonesia. Kami sangat senang untuk berkunjung dan mempersembahkan penampilan yang menarik dengan deretan lagu-lagu terbaik untuk kalian. Kami tidak sabar untuk bertemu dan bermain untuk kalian semua penggemar yang ada di Indonesia. Ini akan menjadi suatu hal yang magis,” ujar David Coverdale dalam interview terpisah menanggapi tentang rencana penampilan perdananya Bersama Whitesnake di Indonesia

Anas Syahrul Alimi, CEO dan juga Founder JogjaROCKarta Festival menyampaikan tanggapan mengenai video undangan khusus dari David Coverdale untuk Jokowi. “Saya kira, kabar bahwa Presiden kita tercinta Jokowi penggemar musik Rock memang sudah terdengar seantero dunia. Sampai-sampai Kali ini David Coverdale vokalis Whitesnake dan mantan vokalis Deep Purple ini juga mengundang secara khusus Pak Jokowi untuk menyaksikan konser pertama Whitesnake di Indonesia. Membanggakan.”

Semoga Pak Jokowi berkenan hadir menyaksikan David Coverdale bersama Whitesnake dalam penampilannya di JogjaROCKarta Festival, 1 Maret mendatang.

Semarang, 1 September 2019 – Setelah berhasil menggelar konsernya dalam gelaran “Westlife The Twenty Tour Borobudur Symphony”, Sabtu, (31/8/2019) malam di Candi Borobudur, grup vokal fenomenal asal Irlandia, Westlife, siap menyuguhkan kembali penampilan dalam helatan “Westlife The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong” yang diselenggaranan pada malam ini, Minggu (1/9/2019) di Kuil Sam Poo Kong, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.

Penampilan Shane Filan, Kian Egan, Nicky Byrne dan Mark Feehily di Kuil Sam Poo Kong sendiri menjadi kali pertama bagi salah satu bangunan bersejarah di Indonesia ini digunakan sebagai tempat penyelenggaraan konser bertaraf internasional. Tak hanya akan menjadi sejarah yang spektakuler di mata dunia, mega konser yang dipromotori oleh Rajawali Indonesia dan juga didukung penuh oleh Bank Jateng ini pun menjadi suatu hal yang sangat membanggakan bagi masyarakat Jawa Tengah.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi menuturkan, Kuil Sam Poo Kong adalah salah satu ikon bersejarah yang sangat dibanggakan oleh masyarakat Provinsi Jawa Tengah, terutama bagi warga Semarang sebagai orang-orang yang hidup berdekatan dengan kuil yang telah berdiri sejak lama itu. Bagaimana tidak, kuil yang sempat menjadi tempat persinggahan bagi Laksamana Cheng Ho ini telah banyak memberikan manfaat positif bagi masyarakatnya, baik secara nilai sejarah, ekonomi dan lainnya.

Kata Anas, sejak munculnya kabar Westlife akan menggelar konsernya di kuil tersebut, konser dari grup vokal yang terbentuk 3 Juli 1998 silam itu pun berhasil memantik rasa bangga yang lebih besar bagi masyarakat Semarang. Mereka sudah tidak sabar menunggu saat di mana tempat bersejarah ini akan lebih indah ketika berpadu dengan musik-musik terbaik yang dimiliki Westlife.

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi memaparkan “Konser Westlife di Sam Poo Kong ini telah menjadi suatu hal yang sangat membanggakan bagi masyarakat Jawa Tengah, khususnya masyarakat Semarang. Kuil Sam Poo Kong dan warga Semarang akan memiliki catatan sejarah baru, karena telah menjadi bagian digelarnya konser fenomenal dari Westlife. “Maka dari itu, tak heran tur konser dunia dari Westlife ini mendapatkan apresiasi yang sangat besar dari banyak kalangan masyarakat di Provinsi Jawa Tengah. Dan hal ini telah menjadi salah satu hal membanggakan yang membuat kami ingin memberikan dukungan penuh terhadap acara ini. Kami sangat bangga,” tutur Hendrar Prihadi.

Anas Syahrul Alimi menambahkan bahwa konser “Westlife The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong” menjadi salah satu bukti di mana Indonesia sebagai bangsa yang besar, masih memiliki banyak sekali potensi yang harus digali dan diketahui oleh publik dunia. Sam Poo Kong nantinya tidak hanya akan menjadi tempat bersejarah saja, namun juga menjadi tempat di mana hal-hal besar dapat tercipta.

“Sudah menjadi semangat kami sejak dulu untuk memperkenalkan potensi-potensi besar yang dimiliki bangsa ini kepada publik dunia melalui gelaran musik bertaraf internasional. Konser Westlife di Sam Poo Kong, Borobudur maupun festival-festival musik yang sempat kami selenggarakan di beberapa tempat bersejarah lain pada saat sebelumnya, telah menjadi bukti di mana Indonesia merupakan negeri yang kaya, aman dan nyaman untuk dikunjungi oleh banyak masyarakat dunia. Dan Indonesia adalah tempat di mana hal-hal besar yang membanggakan masih akan terus terjadi,” jelas Anas.

Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno yang akrab disapa Nano Tirta menambahkan, dalam konser “Westlife The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong”, Bank Jateng sebagai perusahaan perbankan kebanggaan masyarakat Jawa Tengah dalam hal ini telah memberikan kesempatan khusus kepada para nasabah setianya melalui Customer Loyalty Program. Hal ini diharapkan akan menjadi salah satu bentuk apresiasi terbaik dari Bank Jateng kepada para nasabahnya melalui sebuah suguhan terbaik, di tempat terbaik dan dari grup vokal terbaik kelas dunia.

Dalam konser Westlife The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong, Tiketapasaja.com menjadi satu-satunya channel penjualan tiket. Dedi Suherman, Direktur Utama PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia mengatakan, "Kami sangat antusias ketika  dipercayai oleh promotor sebagai satu-satu nya channel penjualan tiket konser Westlife The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong. Karena ini akan menjadi bagian dari sejarah kami menangani penjualan tiket dengan track record sangat baik dalam penjualan tiket," ujar Dedi.

Dedi juga menambahkan selama penjualan tiket secara online, pihaknya sangat mempersiapkan betul mengenai sistem dan pelayanan kepada pembeli. Sehingga pembeli akan nyaman untuk membeli tiket di tiketapasaja.com.

Informasi terbaru seputar WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong dapat diikuti melalui akun instagram resmi promotor @RajawaliIndonesia atau melalui hotline di nomor 08.222.666.4343 (*)

Narasumber: 

  • CEO Rajawali Indonesia – Anas Syahrul Alimi
  • Walikota Semarang – Hendrar Prihadi
  • Direktur Utama Bank Jateng – Supriyatno
  • Direktur Utama PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia - Dedi Suherman

Westlife The Twenty Tour Borobudur Symphony

Kemegahan Candi Borobudur dan Konser Reuni Westlife

Yogyakarta, 20 April 2019 – Di akhir era tahun 90-an, publik musik dunia digemparkan dengan hadirnya sebuah Boy Band asal Irlandia bernama Westlife. Pada tahun 1999, Shane Filan, Brian McFadden, Kian Egan, Nicky Byrne dan Mark Feehily berhasil melambungkan nama Westlife melalui deretan judul lagu yang terangkum dalam album bertajuk “Westlife”. Sebut saja seperti “Swear it Again”, “If I Let You Go”, “Flying Without Wings”, “Fool Again”, “No No” dan lainnya adalah beberapa lagu yang termuat dalam album perdana dari boy band yang berdiri sejak 3 Juli 1998 silam tersebut.

Dan dalam perjalanannya bermusik, Westlife berhasil merilis belasan album studio yang diperdegarkan kepada masyarakat dunia. Dari belasan album yang mereka rilis itu pula, setidaknya ada belasan single yang dinobatkan menjadi nomor satu di Irlandia maupun di Britania Raya selama kurun waktu dari tahun 1999 sampai dengan 2005. Dan penghargaan seperti “Record of The Year” pun sempat Westlife raih berkat karya-karya terbainya itu.

Terus konsisten mengeluarkan karya dan menggelar konsernya di berbagai negara di dunia, nampaknya tak membuat Westlife tetap bertahan di tengah persaingan yang begitu sengit di industri musik. Pada tahun 2012, Shane, Brian, Kian, Nicky dan Mark memutuskan untuk membubarkan boy band yang telah membesarkan nama mereka bersama. Dan hal itu tentunya membuat banyak penggemar Westlife merasa kecewa.

Hampir tujuh tahun tak pernah ada kabar setelah keputusan untuk membubarkan diri, secara mengejutkan pada Oktober 2018 empat personel Westlife yaitu Shane, Kian, Nicky dan Mark mengumumkan bahwa mereka akan menggelar konser tur reuni di beberapa negara. Dan salah satunya adalah di Indonesia, di mana boy band pelantun lagu “Uptown Girl” tersebut siap menggelar konsernya bertajuk “Westlife The Twenty Tour Live in Borobudur” pada 31 Agustus 2019 mendatang di Pelataran Candi Borobudur, Jawa Tengah, Indonesia.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi selaku promotor konser Westlife di Candi Borobudur menuturkan, bahwa kedatangan Shane, Kian, Nicky dan Mark merupakan sesuatu yang sangat luar biasa bagi masyarakat Indonesia. Sebab dalam perjalanannya selama ini, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara yang memiliki jumlah pendengar terbanyak yang menyimak karya-karya terbaik dari Westlife.

“Westlife adalah hits maker, dan puluhan lagu yang telah mereka ciptakan selama ini sangat populer di Indonesia. Ini yang membuat fansnya sangat besar di sini. Dan Candi Borobudur merupakan destinasi kedua dari tur konser Westlife di Indonesia,” papar Anas.

Kata Anas, Candi Borobudur sebagai salah satu mahakarya bersejarah dunia yang berada di Indonesia tersebut baginya dirasa perlu dikolaborasikan dengan mahakarya musik yang dimiliki oleh Westlife. “Westlife The Twenty Tour Live in Borobudur” mendatang akan memberikan pengalaman yang baru dalam menonton pertunjukan musik dari musisi dunia.

“Sampai saat ini kami selaku promotor masih tetap membawa semangat besar untuk melambungkan nama Indonesia di kancah dunia melalui konser-konser musik yang disajikan bersama mahakarya bersejarah yang dimiliki negeri ini. Saya sangat ingin melakukan branding Candi Borobudur ke tingkat internasional. Westlife adalah salah satu band dunia yang sangat tepat untuk melakukan branding ini. Dan saya berharap tur konser Westlife di Candi Borobudur besok adalah konser yang berbeda bagi Westlife maupun para penggemarnya di Indonesia. Dan saya yakin konser dengan latar kemegahan Candi Borobudur akan menjadi konser Westlife terbaik dan berbeda bagi mereka,” Tambah Anas.

Tiket Westlife The Twenty Tour Live in Borobudur akan mulai dijual pada Senin, 22 April 2019 melalui www.tiketapasaja.com dengan pembagian kelas sebagai berikut; Super VVIP (limited, hot seat, best view, with number seat, lounge dan free merchandise) dengan harga Rp. 3.500.000, Diamond (best view, number seat, lounge) dengan harga Rp. 2.500.000, Platinum (free seating di belakang Diamond) dengan harga Rp. 2.000.000, Gold (free seating, di sayap kanan-kiri) dengan harga Rp. 1.000.000 dan Festival (berdiri di depan stage) dengan harga Rp. 1.250.000.

Informasi terbaru seputar The Twenty Tour Live in Borobudur dapat diikuti melalui akun instagram resmi promotor @rajawaliindonesia atau melalui hotline di nomor 0822.2666.4343 (*)

Narasumber:
CEO Rajawali Indonesia - Anas Syahrul Alimi

Yogyakarta, 5 April 2019 – Sebut saja “Good Bye”, “Lost in Love”, “All Out of Love”, “Every Women in the World”, “The One That You Love”, “Sweet Dreams”, “Young Love”, “Without You” dan masih banyak lagi, merupakan beberapa karya fenomenal dari Air Supply yang telah didengarkan oleh khalayak luas. Tak hanya itu, band yang kini digawangi oleh Russell Hitchcock (vokal) dan Graham Russell (gitar & vokal) ini pun sempat menyapa para penggemarnya yang tersebar di berbagai negara di dunia, untuk mempresentasikan mahakarya musik yang mereka miliki secara langsung.

Dari banyaknya negara yang pernah mereka sambangi, Indonesia adalah salah satu negara di Asia yang sudah beberapa kali Air Supply datangi. Yang sangat luar biasa, dalam berbagai catatan, band yang telah aktif bermusik di era tahun 1970-an ini bisa terbilang cukup sering mendatangi beberapa kota besar di Indonesia untuk menggelar konsernya. Kota-kota di tanah air yang sempat mereka kunjungi di antaranya seperti Surabaya, Jakarta, Pekanbaru, Semarang, Bali, Makassar, Bandung dan juga Yogyakarta.

Dan melalui gelaran bertajuk “Air Supply Live in Yogyakarta”, merupakan momen kembalinya lagi band asal Australia ini bertemu lagi dengan para penggemar setianya di Indonesia. Konser yang dipromotori oleh Rajawali Indonesia tersebut siap digelar pada 20 April 2019 mendatang di Grand Pasific Hall Yogyakarta. Konser bertabur kenangan tersebut sudah dipastikan bakal disaksikan oleh ribuan penonton yang berdatangan dari berbagai daerah di tanah air maupun negara tetangga.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi memaparkan, “Air Supply Live in Yogyakarta” besok merupakan kali kedua bagi Air Supply menggelar konsernya di Yogyakarta setelah terakhir kali berkunjung ke kota ini pada tahun 2015 lalu. Dalam kesempatan kali ini Graham dan Hitchcock tidak hanya akan membawa berbagai kejutan di atas panggung mereka, namun juga lagu-lagu hits yang pernah mereka ciptakan sudah pasti siap disuguhkan kepada ribuan penonton yang hadir dalam konser tersebut.

“Bagi kami Air Supply bisa dibilang musisi legendaris yang karyanya bisa dengan sangat mudah diterima oleh banyak khalayak di dunia, termasuk di Indonesia sendiri. Setelah terakhir kali kami berhasil memboyong mereka ke Yogyakarta pada tahun 2015 lalu, kini kami ingin memberikan sesuatu yang lebih spektakuler lagi kepada para penggemarnya di Yogyakarta melalui konser “Air Supply Live in Yogyakarta” besok,” ungkap Anas.

Lanjut pria yang kini dikenal oleh khalayak Indonesia sebagai “Arsitek Konser” tersebut, berbagai hal yang siap pihaknya sajikan melalui konser “Air Supply Live in Yogyakarta” ini merupakan salah satu bagian kejutan yang juga bakal ditampilkan dalam Prambanan Jazz Festival 2019 yang akan digelar pada Juli 2019 mendatang di Komplek Candi Prambanan. Melalui beberapa konser yang dihelat oleh Rajawali Indonesia, Anas selaku promotor ingin terus memberikan “hadiah terbaik” melalui pertunjukan musik kepada masyarakat Indonesia.

“Jadi konser “Air Supply Live in Yogyakarta” besok merupakan salah satu rangkaian dari Prambanan Jazz Festivall 2019 yang akan kami gelar pada Juli 2019 besok. Alhamdulillah berbagai persiapan untuk konser Air Supply besok telah kami persiapkan sejak lama. Dan banyak para penggemar dari Air Supply sudah tidak sabar untuk bisa menyaksikan secara langsung momen ini,” jelas Anas.

Untuk tiket konser “Air Supply Live in Yogyakarta” pada 20 April 2019 besok, Rajawali Indonesia kembali menggaet Melon Indonesia by Telkom Indonesia sebagai Exclusive Ticket Box Online. Tiket pertunjukannya sendiri dibagi menjadi 4 kelas, yakni Diamond dengan harga Rp 2.000.000, Platinum Rp 1.000.000, Gold Rp 750.000 dan Festival yang dibanderol dengan harga Rp 350.000. Tiketnya sendiri sudah bisa dipesan mulai hari Jumat, (5/4/2019).

“Kali ini kami tidak membuka penjualan tiket presale. Selain dijual secara online melalui tiketapasaja.com, tiket konser “Air Supply Live in Yogyakarta” besok pun bisa didapatkan di Ticket Box Offline yang hanya ada di Parsley Bakery & Resto,” tutup Anas. (*)

PRAMBANAN JAZZ #4 | 2018

Music, Experience, and Masterpiece

17, 18, 19 Agustus 2018

Candi Prambanan Yogyakarta

"Diana Krall dan Boyzone Reunion Akan Menjadi Headliner Prambanan Jazz Festival 2018"

Prambanan Jazz akan hadir lagi meramaikan gelaran event konser musik festival di tanah air pada 2018 ini. Prambanan Jazz Festival kali ini telah memasuki episode keempat, dan akan digelar selama 3 hari yaitu pada tanggal 17, 18, dan 19 Agustus 2018 di komplek wisata Candi Prambanan, Yogyakarta. Festival ini akan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB.

Tahun ini Prambanan Jazz Festival akan mengusung tagline "Music, Experience & Masterpice", sebuah tekad untuk menjadikan Prambanan Jazz Festival sebagai sebuah peristiwa tak terlupakan untuk semua kalangan pencinta musik tanah air dengan menyajikan pengalaman menikmati karya-karya masterpiece mahakarya musik dari maestro musik internasional dan tanah air. Momen ini akan dipersembahkan di sebuah venue yang sangat mengagumkan hasil karya anak bangsa peninggalan nenek moyang leluhur kita, yaitu Mahakarya Candi Prambanan. 

Untuk itu Prambanan Jazz Festival akan selalu menghadirkan musisi-musisi terbaik dunia dengan sajian karya-karya masterpiecenya, festival ini tentu saja juga akan menampilkan musisi-musisi terbaik dari negeri kita sendiri dengan karya-karya musik terbaiknya. Harapan kami suguhan konser musik Prambanan Jazz ini di samping menjadi pengalaman tak terlupakan bagi penikmat musik tanah air, juga mampu menjadi ajang diplomasi budaya negara kita kepada masyarakat dunia, untuk mencapai dan mewujudkan industri budaya sebagai salah satu kekuatan baru dalam memperkuat "nation branding".

Gelaran Prambanan Jazz ke-4 tahun ini akan banyak hal berbeda dan tentunya lebih istimewa. Berbeda dari edisi-edisi sebelumnya, tahun ini Prambanan Jazz Festival akan lebih banyak lagi menampilkan musisi-musisi dunia dan tanah air yang beraliran Jazz, seperti Diana Krall, Monita Tahalea, Fariz RM, Tompi, Abdul and The Coffee Theory, dan masih banyak lagi artis yang akan segera kami announce. Di samping itu, penonton Prambanan Jazz Festival tahun ini akan disuguhi banyak kolaborasi antar musisi yang tentunya akan menyajikan sebuah konsep musik yang baru dan segar. Dari konsep pertunjukan sendiri, Prambanan Jazz Festival tahun ini akan lebih istimewa dari tahun kemarin, khususnya di panggung special show yang akan menggunakan tempat duduk tribun bertingkat dengan standing floor di depan stage, sehingga penonton akan lebih nyaman dalam menikmati jalannya konser pertunjukan.  

Diana Krall akan menjadi penampil utama Prambanan Jazz Festival 2018 kali ini. Diana Krall adalah peraih dua penghargaan Grammy Awards kategori Best Jazz Vocal Performance pada tahun 1997 dan Best Jazz Vocal Album pada tahun 2002. Ia juga pernah delapan kali dinominasikan untuk penghargaan di ajang yang sama. Pelantun lagu "Just The Way You Are" dan “The Look of Love” ini akan tampil pada hari kedua, Sabtu, 18 Agustus 2018 di panggung Rorojonggrang, Lapangan Brahma, Komplek Candi Prambanan.

Selain itu, Prambanan Jazz keempat kali ini juga akan menampilkan band fenomenal Boyzone yang menjadi idola kaum muda dunia pada medio akhir tahun 2000-an. Tahun ini Boyzone akan merayakan 25 tahun anniversary dan segera akan mengeluarkan album baru dalam waktu dekat. Di gelaran Prambanan Jazz Festival kali ini, mereka akan tampil dengan format reuni, dengan membawakan lagu-lagu fenomenal mereka seperti, No Matter What, Love Me For a Reason, dan Every Day I Love You. Boyzone akan tampil di panggung Special Show, pada hari ketiga, tanggal 19 Agustus 2018

Sedangkan di Spesial Show hari pertama akan disuguhi penampilan istimewa dari KahitRan, yaitu kolaborasi dengan 1 konsep antara Band Kahitna dan RAN. Mereka semua akan performance dalam satu konsep dengan membawakan lagu-lagu hits Kahitna dan RAN. Tentu saja Yovie Widianto sebagai punggawa Kahitna akan memberikan kejutan khusus di Prambanan Jazz 2018 ini.

Di samping artis-artis di atas, masih banyak lagi deretan artis-artis negeri ini yang sudah konfirmasi akan menjadi penampil seperti HIVI!, Letto, Java Jive, Barasuara, Father and Son (Yovie Widianto dan Arsy), Rendy Pandugo, Jikustik, GIGI, Yura Yunita, Sierra Sutedja, The Rain, IWA K, Stars and Rabbit dan masih banyak lagi yang akan kita announce.   

Prambanan Jazz kali ini akan tetap menggunakan dua panggung utama, yaitu panggung Rorojonggrang sebagai panggung Special Show yang berada di area Lapangan Brahma dan panggung Hanoman sebagai panggung Festival Show yang berada di area Lapangan Wisnu.

Menurut Anas Syahrul Alimi, Founder Prambanan Jazz sekaligus CEO Rajawali Indonesia Communication selaku promotor Prambanan Jazz Festival, mengatakan bahwa Prambanan Jazz Festival telah menjadi sebuah event pertunjukan musik yang wajib diapresiasi oleh sebagian besar penikmat musik tanah air, yang tidak hanya semata-mata menyajikan konser musik yang bagus bagi penggemar musik Indonesia dan luar negeri, tetapi juga memiliki kekuatan lokalitas yang bisa diapresiasi juga oleh penonton global.

Sementara itu, menurut Bakkar Wibowo, Direktur Prambanan Jazz Festival, menyampaikan bahwa tahun ini untuk penggarapan artwork media promo terutama untuk artis internasional, Prambanan Jazz Festival masih akan menggandeng perupa-perupa terbaik dari Yogyakarta. Bakkar Wibowo berharap media luar ruang tidak hanya sebagai media promosi, tapi juga sebagai media ruang pameran sebuah karya seni perupa.

Sebagai bagian dari komitmen Prambanan Jazz Festival untuk turut serta membangun kultur sinergi antara budaya tradisional yang masih hidup di tengah masyarakat kita dengan kultur budaya modern yang semakin profan, Prambanan Jazz akan tetap menghadirkan wisata kuliner "Pasar Kangen" di area panggung Festival Show. Pasar Kangen adalah sebuah perpaduan wisata kuliner khususnya Yogyakarta yang akan mempertemukan generasi lama dan generasi baru. Bagi generasi lama, Pasar Kangen akan menghadirkan romantisme masa lalu mereka. Dan bagi generasi muda sekarang, Pasar Kangen akan menghadirkan sensasi kuliner tradisi Yogyakarta tempo dulu. Pasar Kangen adalah bentuk komitmen kami untuk selalu support tradisi lokal. Jadi nanti pengunjung Prambanan Jazz bisa dengan santai menikmati musik berkualitas sambil menyaksikan sunset matahari dalam keindahan candi Prambanan sambil menyantap kuliner-kuliner pilihan & balutan bulan purnama.

Sementara itu Edy Setijono Direktur Utama PT TWC (Taman Wisata Candi, Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko) menyampaikan bahwa dengan adanya Prambanan Jazz Festival, beliau berharap akan semakin mendongkrak kunjungan wisatawan lokal dan manca negara, sehingga akan berdampak baik untuk semakin menggerakkan laju perekonomian lokal khususnya di wilayah Prambanan dan Yogyakarta.

Terakhir dan hal yang tidak pernah terlewat, Prambanan Jazz Festival akan terus ikut serta dalam usaha bersama untuk mempromosikan warisan budaya negeri kita kepada masyarakat dunia. Harapan kami, Prambanan Jazz Festival akan selalu menjadi sebuah alternatif yang bagus untuk semakin mengenalkan warisan budaya negeri kita kepada masyarakat dunia.

Penjualan tiket Prambanan Jazz Festival akan dimulai pada 14 Maret 2018. Tiket reguler Daily Pass Festival Show Prambanan Jazz 2018 dijual dengan harga 300.000,- dan tiket 3 Days Pass seharga Rp. 750.000,- Tiket Special Show hari pertama akan dijual mulai dari 400.000 hingga 1.250.000, hari kedua tiket Special Show mulai dari harga 750.000 hingga 5.000.000, dan tiket Special Show hari ketiga dijual mulai harga 600.000 hingga 2.500.000. Tahun ini khusus tiket Special Show sudah termasuk Daily Pass Prambanan Jazz. Tiket dapat dipesan secara online melalui Tiket.com, KiosTix, Goers, Traveloka dan Tiketapasaja.com. Tiket box offline bisa di dapatkan di Jasmine Cakery Yogyakarta.

Informasi terbaru seputar Prambanan Jazz 2018 dapat diikuti melalui official account Instagram, Twitter dan Facebook Page @PrambananJazz dengan tagar #PrambananJazz2018 dan hotline 08 222 666 4343 atau 08 5252 16 4343. 

Salam,

Prambanan Jazz #4 | 2018

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Narasumber :

  • Anas Syahrul Alimi (CEO Rajawali Indonesia & Founder Prambanan Jazz)
  • Bakkar Wibowo (Direktur Prambanan Jazz)
  • Edy Setijono (Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko)
  • Dedi Suherman (Direktur Utama PT Melon Indonesia)

LINE UP

PRAMBANAN JAZZ #4 | 2018

17, 18, 19 AUGUST 2018

Prambanan Temple Yogyakarta

DAY 1

FRI,  AUGUST 17, 2018

SPECIAL SHOW

KAHITRAN (KOLABORASI KAHITNA DAN RAN)

FESTIVAL SHOW

  • HIVI
  • LETTO
  • THE RAIN
  • JAVA JIVE
  • RENDY PANDUGO
  • IWA K
  • more to be announced

DAY 2

SAT, AUGUST 18, 2018

SPECIAL SHOW

DIANA KRALL

FESTIVAL SHOW

  • TOMPI
  • FATHER AND SON (YOVIE WIDIANTO & ARSY)
  • FARIZ RM
  • ABDUL & THE COFFEE THEORY
  • MONITA TAHALE
  • more to be announced

DAY 3

SUN, AUGUST 19, 2018

SPECIAL SHOW

  • BOYZONE
  • Indonesia legend Band *TBA

FESTIVAL SHOW

  • JIKUSTIK
  • BARASUARA
  • GIGI
  • YURA YUNITA
  • SIERRA SUTEDJA
  • STARS AND RABBIT

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

Prambanan Jazz Festival 2018, Kolaborasi Mahakarya

Yogyakarta, 17 Agustus 2018 – Prambanan Jazz Festival telah memasuki episodenya yang ke-4, dengan mengusung tagline "Art, Experience, and Masterpiece”. Prambanan Jazz Festival 2018 dimulai hari ini, Jumat (17/8) di Komplek Taman Wisata Candi Prambanan dan berlangsung selama tiga hari, yaitu pada 17 hingga 19 Agustus 2018. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu festival musik terbesar di Indonesia ini menyuguhkan dua panggung pertunjukan musik; yaitu di Panggung Hanoman (Festival Show) yang berada di area Lapangan Wisnu, dan Panggung Rorojonggrang (Spesial Show) yang berada di area Lapangan Brahma.

Masih tetap membawa mimpi besarnya, festival yang dipromotori oleh Rajawali Indonesia Communication ini masih mensinergikan dua tema besar, yaitu antara budaya warisan leluhur berupa mahakarya Candi Prambanan sebagai World Heritage, dan budaya populer dalam masyarakat Indonesia berupa mahakarya musik. Hal ini diharapkan akan menjadi sebuah alternatif pertunjukan musik dan peristiwa budaya yang dapat diapresiasi dengan baik oleh semua kalangan masyarakat baik lokal maupun internasional.

CEO Rajawali Indonesia Communication, Anas Syahrul Alimi menuturkan, ada beberapa perbedaan yang coba disuguhkan oleh pihaknya pada perayaan musik yang pertama kali dihelat pada tahun 2015 lalu itu. Salah satu perbedaan yang nampak adalah lewat komposisi para musisi yang tampil dalam festival ini. Kata Anas, pada tahun ini lebih banyak musisi dunia dan tanah air yang mengusung genre musik jazz yang ikut terlibat di dalamnya.

“Pada tahun ini keterlibatan musisi jazz (di Prambanan Jazz Festival 2018) lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Dan selama tiga hari ini, para pengunjung akan terus dihibur oleh sebanyak 27 musisi besar nasional maupun internasional,” ungkap Anas yang juga merupakan founder dari Prambanan Jazz Festival.

Keterlibatan musisi jazz yang dimaksud Anas satu di antaranya ada Diana Krall, musisi dunia peraih dua penghargaan Grammy Award kategori “Best Jazz Vocal Performance” pada tahun 1997, dan juga sempat meraih penghargaan best jazz vocal album pada tahun 2002 silam. Selain itu, untuk musisi jazz tanah air yang terlibat pada Prambanan Jazz Festival 2018 sendiri ada Idang Rasjidi, Indra Lesmana, Syaharani, Monita Tahalea, Fariz RM, Tohpati dan masih banyak nama lainnya.

“Seperti yang pernah kami sebutkan sebelumnya, selain Diana Krall, ada satu musisi dunia lain yang terlibat dalam Prambanan Jazz Festival 2018, yaitu Boyzone, grup vokal asal Irlandia yang begitu digandrungi di era tahun 2000-an. Menariknya, panggung Prambanan Jazz Festival 2018

dipergunakan Boyzone sebagai reuni tur dunia terakhir mereka,” jelas Anas yang juga pernah mengundang Kenny G, Rick Price, Boyz II Men dan Sarah Brightman pada helatan Prambanan Jazz Festival beberapa tahun sebelumnya.

Tak kalah istimewanya, dalam Prambanan Jazz Festival tahun ini, banyak nama musisi tanah air melakukan kolaborasi, dan menuangkan hasil kolaborasinya tersebut di Prambanan Jazz Festival 2018. Contohnya saja ada Indra Lesmana feat Eva Celia, Tompi feat Nadya Fatira, Idang Rasjidi feat Syaharani, Tohpati feat Sheila Majid, Marcell dan Rio Febrian, KAHITRAN (Kahitna feat RAN), juga kolaborasi antara ayah dan anak yaitu Father and Son (Yovie x Arsy) yang berkolaborasi dengan penyanyi muda pendatang baru, Brisia Jodie dan masih banyak lagi.

“Dengan berdatangannya para musisi internasional untuk menghelat penampilannya di Indonesia, itu artinya Indonesia aman untuk mereka dan untuk seluruh orang yang ingin bertandang ke Indonesia,” tuturnya.

Prambanan Jazz Berbagi

Bertepatan dengan dihelatnya Prambanan Jazz Festival 2018, Anas Syahrul Alimi dan Muhidin M Dahlan merilis sebuah karya buku berjudul “100 Konser Musik di Indonesia” yang mereka tulis bersama. Buku tersebut dijual dengan harga khusus kepada pengunjung Prambanan Jazz Festival #4. Cukup merogoh kocek Rp 100 ribu, para pengunjung bisa mendapatkan buku tersebut yang bisa didapatkan di Book Corner Prambanan Jazz Festival selama event ini dihelat.

“Untuk pengunjung Prambanan Jazz Festival kami berikan special price Rp. 100 ribu, di mana harga normal dari buku ini adalah Rp 200 ribu. Seluruh hasil penjualan buku tersebut akan kami donasikan kepada saudara kita yang terkena gempa di Lombok,” papar Anas.

Pasar Kangen & Kids Area

Direktur Prambanan Jazz Festival, Bakkar Wibowo melanjutkan, tak hanya dihibur dengan berbagai pertunjukan musik yang memukau, para pengunjung pun dapat menikmati Pasar Kangen yang menghadirkan ragam kuliner khas Yogyakarta tempo dulu dan masa kini. Pasar kangen menurut Bakkar telah menjadi bukti penting bahwa budaya tradisional yang masih hidup di tengah masyarakat Indonesia dengan kultur budaya modern tetap bisa harmonis.

“Pada tahun ini, setidaknya ada sebanyak 70 stand kuliner dan kerajinan yang terlibat di dalamnya. Para pengunjung Prambanan Jazz Festival 2018 dapat menikmati musik berkualitas dunia sembari menyaksikan keindahan Candi Prambanan sambil menyantap kuliner khas dalam balutan bulan purnama,” papar Bakkar.

Ujarnya lagi, ada hal berbeda lainnya yang siap disuguhkan dalam festival yang selalu memberikan efek candu kepada para pengunjungnya, yaitu dengan adanya Kids Area Prambanan Jazz Festival 2018 yang disuguhkan secara khusus kepada penonton anak-anak. Hal ini diwujudkan oleh pihak promotor sebagai sarana belajar dan bermain selama penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival 2018 di Komplek Candi Prambanan.

“Bertepatan dengan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, Kids Area Prambanan Jazz Festival 2018 pun mengadakan lomba 17-an dan berbagai kegiatan lain dengan banyak doorprize. Beberapa kegiatan yang akan terselenggara dalam Kids Area Prambanan Jazz Festival 2018 antara lain ada lomba Origami dan Klereng, Dance Baby Shark dan Makan Kerupuk, dan masih banyak lagi,” jelas Bakkar.

Tambah Bakkar, ticket box online maupun offline untuk Prambanan Jazz Festival 2018 sendiri sudah resmi ditutup oleh pihak promotor sejak Rabu, (15/8) kemarin. Bagi para calon pengunjung yang belum mendapatkan tiket, pembelian kembali dilayani di venue penyelenggaraan Prambanan Jazz. Tiket On The Spot (OTS) akan dilayani setiap harinya mulai pukul 10.00 WIB.

“Kami berharap Prambanan Jazz Festival tahun ini akan lebih bisa meningkatkan produktifitas ekonomi khususnya sektor wisata di Yogyakarta dan sekitarnya,” tutupnya.

Informasi terbaru seputar Prambanan Jazz 2018 dapat diikuti melalui official account Instagram, Twitter dan Facebook @PrambananJazz dengan tagar #PrambananJazz2018 dan hotline 082226664343 atau 0274.521328 (*)

Narasumber:

Founder Prambanan Jazz & CEO Rajawali Indonesia Communication: Anas Syahrul Alimi

Co Founder & Direktur Prambanan Jazz Festival: Bakkar Wibowo

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

WAMI Berikan Penghargaan pada Rajawali Indonesia Communication

Yogyakarta, 19 Agustus 2018 - Bertepatan dengan momen Prambanan Jazz Festival 2018 yang digelar di Komplek Taman Wisata Candi Prambanan, Rajawali Indonesia Communication sebagai salah satu promotor konser musik terbesar di Indonesia mendapatkan apresiasi dari Perkumpulan Wahana Musik Indonesia (WAMI).

WAMI sendiri merupakan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK), yang memperoleh mandat besar dari para pencipta lagu di Indonesia. Hal ini dilakukan WAMI untuk menarik, menghimpun serta mendistribusikan royalti hak pengumuman atas karya cipta lagu dan musik yang dilakukan oleh berbagai pihak yang melakukan kegiatan. Mulai dari pengumuman, penyiaran, dan pentransmisian karya cipta lagu musik di wilayah Indonesia. Budi Yuniawan, Operational Manager WAMI menuturkan, selain menarik, menghimpun dan mendistribusikan royalti atas pengumuman karya cipta lagu atau musik yang diciptakan oleh para pencipta lagu, WAMI pun menarik, menghimpun royalti atas pengumuman karya lagu dan musik mancanegara. Jelas Budi, hal ini didasarkan pada perjanjian timbal balik (reciprocal agreement) antara WAMI dengan LMK sejenis di berbagai negara yang sama-sama bernaung di bawah International Confederation of Societies of Authors and Composers (CISAC). “Di tahun 2018 WAMI memberikan apresiasi yang sangat besar kepada pihak Rajawali Indonesia Communication atas partisipasi dan dukungannya dalam penegakan Hak Cipta sebagai pengguna kategori konser musik (live event).

Pihak Rajawali Indonesia Communication secara rutin telah mengurus lisensi pengumuman musik untuk beberapa kegiatan konser music diantaranya, Prambanan Jazz 2016, 2017 dan 2018, HITMAN (David Foster & Friends) dan lainnya, serta acaraacara yang telah dan akan dijadwalkan kemudian,” jelas Budi. CEO Rajawali Indonesia Communication, Anas Syahrul Alimi melanjutkan, jauh sebelum ia membangun Rajawali Indonesia Communication dan menjadi seorang promotor musik, ia melabeli dirinya sebagai “Pemburu Konser”. Sejak usia muda Anas banyak menghabiskan waktunya untuk memburu berbagai pertunjukan musik, baik yang terselenggara di Indonesia maupun berbagai negara di dunia. Hal itu Anas lakukan tiada lain karena kecintaannya yang begitu besar pada dunia musik.

Hingga pada akhirnya di tahun 2003 silam menjadi babak awal baginya dalam mengarungi perjalanan sebagai promotor musik bersama Rajawali Indonesia Communication. Glenn Fredly merupakan musisi pertama yang berhasil Anas boyong ke Yogyakarta untuk menghelat konsernya di hadapan ribuan penonton di Kota Gudeg. Tak disangka, walau belum menerapkan sistem penyelenggaraan konser secara profesional, Anas mampu meraih kesuksesan dari konser musik pertamanya.

Tiga tahun berselang setelah menggelar konser tersebut, Anas kembali menorehkan ide cerdasnya dengan menyatukan Glenn Fredly dan Tompi dalam satu panggung. Kala itu ia membawa dua penyanyi berkarakter itu untuk melakukan tour konser di tiga kota di Indonesia. Dan di tahun yang sama, Rajawali Indonesia Communication pun menggelar konser dari seorang diva muda asal Indonesia, Agnes Mo, yang ketika itu masih menggunakan nama panggung Agnes Monica. Sempat vakum sejenak, pada tahun 2008 Anas memantapkan diri untuk melegalkan perusahaan yang ia bagung sejak beberapa tahun sebelumnya. Ketika itu Rajawali Indonesia Communication ia bangun sebagai perusahaan event organizer dan advertising yang tidak hanya terfokus pada satu bidang garapan saja. Di situlah dikatakan Anas menjadi titik baliknya untuk kembali bangkit. Anas lebih banyak waktu memikirkan kembali ide-ide yang dapat mengakomodir kreatifitasnya, khususnya di dunia musik.

“Pada akhirnya di tahun 2011 saya berbincang dengan Tompi untuk membuat sebuah konser. Dan ketika itu tercetuslah nama Trio Lestari, yang mana dalam konser tersebut mempersatukan tiga nama penyanyi yang sedang dielu-elukan di Indonesia, yakni Glenn Fredly, Tompi dan Sandy Sandoro. Dan saat itu konser dari Trio Lestari meledak, bahkan sampai dibuatkan tour konser di 12 kota oleh kami,” papar Anas.

Berbuah dari keberhasilan itu, di tahun yang sama Rajawali Indonesia Communication mendapat kepercayaan untuk menggelar konser dari musisi fenomenal asal Australia, Rick Price di Indonesia. Tutur Anas, konser dari Rick Price sendiri merupakan musisi internasional pertama bagi Rajawali Indonesia Communication. Tak berhenti sampai di situ, di tahun 2012 menjadi giliran boyband cilik asal Indonesia, Coboy Junior yang diboyong untuk menghelat konsernya di Yogyakarta. Konser Coboy Junior langsung mendulang kesuksesan, sampai-sampai boyband cilik itu pun dibuatkan konser 30 kota di Indonesia.

“Alhamdulillah di tahun 2015 Rajawali Indonesia Communication pun mendapat kepercayaan untuk menggelar konser musik besar. Ketika itu Michael Learns to Rock, Pentatonix dan masih banyak musisi dunia lainnya berhasil digelar oleh Rajawali Indonesia Communication. Hingga pada akhirnya Prambanan Jazz Festival terwujud di tahun yang sama, membuat saya menerapkan apa yang telah saya pelajari agar tidak kembali mengalami kegagalan,” tutup Anas. (*)

Narasumber:

Budi Yuniawan – Operational Manager WAMI

Anas Syahrul Alimi – CEO Rajawali Indonesia Communication

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Diana Krall dan Sejumlah Musisi Lainnya Bangga Bermain di Prambanan Jazz Festival

Yogyakarta, 21 Agustus 2018 – Prambanan Jazz Festival 2018 yang terselenggara pada 17, 18 dan 19 Agustus 2018 kemarin, berakhir dengan penuh kemeriahan dan decak kagum dari berbagai pihak. Sudah pasti hal itu juga dirasakan langsung oleh para musisi dan puluhan ribu penonton, yang telah menjadi bagian terpenting dalam festival musik yang digelar di Komplek Taman Wisata Candi Prambanan.

Banyak dari penonton Prambanan Jazz Festival 2018 mengungkapkan rasa bangganya bisa menjadi bagian dari festival ini. Rasa bangga mereka ada yang langsung sampaikan kepada penyelenggara, dan ada pula yang mengungkapkannya melalui media sosial.

Tak hanya penonton, para penampil dalam festival yang telah memasuki episodenya yang keempat ini pun mengungkapkan komentar positifnya. Salah satu contohnya adalah seperti yang diungkapkan oleh Diana Krall, musisi jazz dunia yang telah menghelat penampilannya pada Sabtu, (18/8) di panggung Special Show Prambanan Jazz Festival 2018.

Ujar musisi yang sempat meraih Grammy Award ini, dirinya sangat terkesima ketika menyaksikan antusiasme dari para penonton yang hadir. Apalagi ketika ia membawakan lagu berjudul L-O-V-E. Saat lagu itu ia bawakan, Diana lebih banyak memainkan pianonya ketimbang bernyanyi, lantaran seluruh penonton yang hadir mewakilinya untuk menyenandungkan tembang tersebut.

Selain itu, bagi Diana bisa bermain musik dengan latar belakang Candi Prambanan memiliki kesan lebih bagi penyanyi yang sekaligus pianis asal Kanada ini. Menurutnya, festival musik yang dipromotori oleh Rajawali Indonesia Communication tersebut benar-benar sebuah helatan musik berkelas dunia.

“Terima kasih telah mengundang kami ke Yogyakarta dan Prambanan Jazz Festival. Semua ini sungguh sangat memuaskan. Your team is a world class team," ungkap Diana.

"We had fantastic time. Saya datang dari belahan dunia lain, tepatnya Kanada. Perjalanan ke sini (Yogyakarta) cukup jauh. Tapi semua itu tergantikan berkat antusiasme dari penonton dan penyelenggara, juga indahnya latar belakang panggung ini (Candi Prambanan),” jelas Diana kepada penyelenggara sesaat setelah ia menyelesaikan penampilannya di hari kedua penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival 2018.

Tak kalah, sanjungan serta apresiasi yang sangat besar pun disampaikan oleh musisi-musisi tanah air yang juga menjadi pengisi di Prambanan Jazz 2018. Iwa K misalnya, rapper kelahiran Bandung itu begitu terkesima saat bisa tampil menghibur ribuan penonton dengan latar belakang Candi Prambanan. Dan menurutnya, keterlibatan penonton bersama pengisi acara di atas panggung begitu besar, sehingga membuat semuanya menjadi lebih meriah dan menyenangkan.

Pun dengan yang dirasakan oleh Tompi, penyanyi yang sudah beberapa kali merasakan kemeriahan panggung Prambanan Jazz Festival. Bagi Tompi, festival musik yang digagas oleh Anas Syahrul Alimi ini semakin tahun semakin progresif, serta terus menunjukan perkembangannya ke arah yang lebih positif.

“Prambanan Jazz terus progresif. Luar biasa, tahun ini lebih amazing pokoknya. Produksinya keren, salut untuk kerja keras panitia. Mudah-mudahan semakin tahun semakin baik dan positif,” papar pelantun lagu “Menghujam Jantungku” tersebut.

Idang Rasjidi dan Syaharani yang tampil berduet dalam Prambanan Jazz Festival 2018 pun juga membagikan pengalaman serunya. Saat ditemui di backstage usai menghibur para penonton, Idang memaparkan Prambanan Jazz Festival merupakan sebuah festival seni pertunjukan yang sangat luar biasa.

"Happy to share the beautiful late afternoon with all at Prambanan Jazz Festival 2018. Thank you for having me! Thank you my senior Idang Rasjidi dan Mas Anas Alimi for the great fun," papar Syaharani tentang Prambanan Jazz Festival.

Tanggapan positif lainnya pun ternyata datang dari beberapa nama besar lainnya, seperti Indra Lesmana, Glenn Fredly, Tulus, Sierra Soetedjo, Java Jive, Jikustik dan Fariz RM, yang menyatakan bahwa penyelenggaran Prambanan Jazz Festival di tahun 2018 lebih tertata dan on time.

Prambanan Jazz Festival Lebih Baik

Di tahun sebelumnya, pada Prambanan Jazz Festival 2017 sempat merebak kabar negatif menyelimuti festival ini. Kabar itu sempat viral dikarenakan salah satu penampil dalam Prambanan Jazz Festival tahun lalu tidak bisa menyelesaikan penampilannya sampai akhir karena beberapa pertimbangan dari pihak penyelenggara.

Djaduk Ferianto, seorang seniman senior Yogyakarta yang menjadi bagian penonton Prambanan Jazz Festival 2018 menyebutkan, bahwa dirinya sangat menikmati perhelatan musik berskala internasional tersebut. Ungkap Djaduk kepada salah satu media massa asal Yogyakarta, Prambanan Jazz Festival tahun ini lebih bagus dan menerapkan hasil pembelajaran dari tahun sebelum untuk penyelenggaraan di tahun 2018.

“Tahun ini lebih bagus, semua belajar sepertinya untuk membuat acara yang menarik, waktunya lebih tepat. Menarik sekali jadi pembelajaran bukan hanya bagi penyelenggara, tapi penonton dan pengisi acaranya juga. Apik lah, apik banget,” jelas Djaduk.

Tambahnya, Prambanan Jazz Festival mampu menjadi daya Tarik tersendiri yang dinantikan oleh para penonton dari seluruh Indonesia dalam setiap tahunnya, untuk datang ke Yogyakarta menikmati pertunjukan musik. Di sisi lain, Prambanan Jazz Festival pun dapat mempertegas posisi Indonesia sebagai Negara penyelenggara konser musik jazz terbanyak di dunia saat ini.

“Event ini pasti ditunggu di tahun-tahun berikutnya, karena masing-masing event punya karakternya sendiri-sendiri. Prambanan Jazz merupakan salah satu event besar yang dipunyai Indonesia di Yogyakarta. Jadi orang bisa lihat agenda bulan Agustus dan ke sini,” tutupnya. (*)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Diana Krall Puas dan Bangga Main di Prambanan Jazz Festival

Penyanyi jazz kelas Grammy, Diana Krall, sukses menghipnotis penonton Prambanan Jazz 2018 hari kedua. Tak hanya penonton yang terkesan, Diana Krall pun mengaku terkesan dengan antusiasme penonton, suasana panggung berlatar belakang Candi Prambanan dan perlakuan yang diterimanya selama di Jogjakarta.

Hal itu diungkapkan Diana dalam obrolan setelah konser dengan promotor Anas Alimi. “Terima kasih telah mengundang kami ke Jogja dan Prambanan Jazz Festival. Memuaskan. Your team is a world class team!  ,” begitu kata Diana seperti disitir Anas Alimi.

Diana yang ditemani manajer tour, Peter Buckland, melanjutkan, Prambanan Jazz Festival adalah event kelas dunia. “We had fantastic time,” tukasnya.

Antusiasme penonton, lanjut Diana, mengejutkan dirinya. Bahkan pada lagu kedua, L-O-V-E, Diana Krall lebih banyak memainkan piano untuk mengiringi penonton bernyanyi.

“Saya datang dari belahan dunia lain, tepatnya Kanada. Perjalanan ke sini cukup jauh, tapi itu semua tergantikan berkat antusiasme kalian dan indahnya latar belakang panggung ini,” papar Diana yang manggung ditemani tiga personil lainnya. Anthony Wilson (gitar), Kareem (drum), dan Robert (bass). Sedikutnya 13 lagu mereka bawakan. Di beberapa lagu, Diana dan musisi pendukungnya kerap betimprovisasi menunjukkan kualitas bermusik mereka. (*)

KONSER HITMAN DAVID FOSTER AND FRIENDS

Live in Surabaya & Karanganyar

 

Dyandra Convention Center Surabaya - 22 Maret  2018

De Tjolomadoe, Karanganyar, Surakarta - 24 Maret 2018

Sukses menggelar konsernya di Yogyakarta tahun lalu, David Foster kembali ke Indonesia untuk konser tur 2 kota, yaitu Surabaya dan Surakarta bulan Maret 2018 mendatang. 

Kali ini PT. Sinergi Colomadu sebagai promotor menggandeng Rajawali Indonesia Communication sebagai event consultant untuk menggarap konser  sang “HITMAN” musisi legendaris pencetak hits ini. Seperti tahun lalu, David Foster menggandeng Brian McKnight pelantun lagu “One Last Cry”. Kali ini peraih 16 Grammy Awards ini akan mengajak juga rekan juri-nya di Asia’s Got Talent, Anggun, penyanyi wanita kelahiran Indonesia yang mengawali karirnya sebagai penyanyi rock, dan memiliki karir musik internasional.

Untuk artis Indonesia yang akan turut tampil, dari pihak promotor belum dapat mengumumkan. “Masih menunggu kabar dari pihak manajemen David Foster dan akan kami announce segera”

Konser akan bertempat di Dyandra Convention Center, Surabaya dan De Tjolomadoe, situs bekas Pabrik Gula Colomadu di Karanganyar, Surakarta. Konser berdurasi hampir 3 jam ini akan dimulai pada pukul 20.00 WIB.

Bagian yang menarik dari konser ini adalah dipilihnya De Tjolomadoe sebagai venue konser tidak terlepas dari bagian optimalisasi kawasan bekas Pabrik Gula Colomadu yang juga merupakan aset negara, dengan cara merevitalisasi dengan tetap mempertahankan nilai dan kekayaan historical yang dimiliki menjadi pusat kebudayaan, convention hall, museum pabrik gula dan area komersial yang terletak di Kabupaten Karanganyar.

Konser David Foster ini dihelat sebagai penanda selesainya tahap pertama revitalisasi eks PG Colomadu oleh konsorsium BUMN, antara lain PT. PP (Persero) Tbk, PT. PP Properti Tbk, PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), dan PT. Jasa Marga Properti. Konser ini akan bertempat di convention hall yang berkapasitas hingga 3000 orang.

“Menyambut beroperasinya De Tjolomadoe di tahun 2018, kami menghadirkan konser HITMAN David Foster & Friends yang akan dilaksanakan di dua tempat, yakni Surabaya pada tanggal 22 Maret 2018, dan di Karanganyar pada tanggal 24 Maret 2018”

Sambutan hangat dari publik selepas 2 line up utamanya Brian McKnight dan Anggun pertama kali mengunggah postingan promo konser. Konser David Foster and Friends akan menjadi konser kelas internasional pertama di Karanganyar.

Tiket konser David Foster And Friends Live in Surabaya & Surakarta dibagi menjadi 4 kelas berikut harganya

Diamond       Rp 5.000.000 (seat with number)

Platinum       Rp 2.500.000 (seat with number)

Gold             Rp 1.500.000 (seat without number)

Festival         Rp 0.600.000 (standing)

Tiket konser telah dibuka penjualan secara online sejak tanggal 27 Januari 2018 di www.tiketapasaja.com

Untuk informasi lebih lanjut terkait konser ini dapat diikuti melalui akun official kami di media sosial Instagram @rajawaliindonesiacomm, Twitter @RajawaliIndo dan Facebook Page Rajawali Indonesia Communication dan pasang tagar #DavidFosterSURABAYA dan #DavidFosterSURAKARTA

Hotline yang dapat dihubungi 0274 521328 dan 08 222 666 4343

 

Narasumber :

Tumiyana - President Director PT. PP Persero Tbk

Sinur Linda Gustina - Director of Commercial PT. PP Persero Tbk

 

Event Consultant

Rajawali Indonesia Communication

Jl. Kaliurang Km 5,6 Gg Pandega Marta II/32 Yogyakarta 55281

Tel 0274 521328 / 08 222 666 4343

 

HITMAN David Foster & Friends akan Konser di Launching De Tjolomadoe

 

Pabrik Gula Tjolomadoe, disingkat PG Tjolomadoe didirikan tahun 1861 di Kabupaten Karanganyar oleh Mangkunegaran ke-IV. Tahun 1928, pabrik ini mengalami perluasan area lahan tebu dan perombakan arsitektur.

Tahun 1996, PG Tjolomadoe, disebut juga PG Colomadu dikelola oleh PTPN IX. Tahun 1998, PG Colomadu yang berlokasi di Jl. Adi Sucipto No. 1, Karanganyar ini berhenti beroperasi.

BUMN kemudian bersinergi untuk mengoptimalisasi ex PG Colomadu, yaitu PT PP (Persero) Tbk, PT PP Properti Tbk, PT Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur, dan Ratu Boko (Persero), serta PT Jasa Marga Properti, dengan membentuk konsorsium bernama PT Sinergi Colomadu.

Feasibility study dilakukan, dan merujuk kajian highest and best use yang dilakukan oleh konsultan independen, PT PP (Persero) Tbk bersama BUMN yang bersinergi melakukan investasi dan revitalisasi. Tahap I revitalisasi, gedung ex pabrik gula dengan luas bangunan 1,3 ha di atas lahan 6,4 ha, dengan tetap mempertahankan nilai dan kekayaan historical yang ada, dimanfaatkan menjadi venue bernilai sejarah dan manfaat commercial.

Tanggal 8 April 2017, Peletakan Batu Pertama revitalisasi ex PG Colomadu dilaksanakan oleh Menteri BUMN Ibu Rini Soemarno, dihadiri oleh Direktur Utama PTPN 9, para Pemegang Saham PT Sinergi Colomadu, Para Direksi BUMN, Kementerian BUMN, dan MUSPIDA Karanganyar dan Surakarta.

PT PP (Persero) Tbk, PT PP Properti Tbk, PT Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur, dan Ratu Boko (Persero), serta PT Jasa Marga Properti, melaksanakan konstruksi revitalisasi dengan mengikuti kaidah cagar budaya, memperhitungkan aspek kekuatan bangunan yang ada, serta mempertahankan nilai arsitektur awal, di mana PT Sinergi Colomadu bekerja sama dengan PT Airmas Asri. Sehingga, gedung dan kawasan ex PG Colomadu dapat difungsikan kembali dengan nilai tambah.

Tumiyana, President Director PT PP (Persero) Tbk menyampaikan, “Kami bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan kajian kekuatan struktur bangunan, menambah konstruksi ‘transfer beam’ untuk memperkokoh bangunan, dan ruangan yang dulunya sebagai stasiun masakan pada saat beroperasi sebagai pabrik gula, sekarang bisa digunakan sebagai concert hall. Bangunan yang paling luar tetap dipertahankan, façade dirapikan dan dikembalikan seperti kondisi semula. Begitu pula dengan keberadaan mesin-mesin ex pabrik gula dibersihkan, lalu dilapisi oleh cat khusus untuk mencegah karat. Drainase juga diperbaiki serta halaman kawasan pun dirapikan. Sehingga nantinya kawasan ini dapat dimanfaatkan sebagai ruang komersial yang menyampaikan pesan sejarah, dan dinikmati oleh masyarakat.”

Selama proses renovasi berlangsung, sejumlah event telah dilaksanakan oleh PT Sinergi Colomadu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkenalkan revitalisasi PG Colomadu ke pasar. Event tersebut antara lain Pesta Siaga Pramuka (Januari 2017), Lomba Mewarnai (Mei, 2017), Ramadan Festive (Mei-Juni 2017), Zumba Bersama (September 2017), De Tjolomadoe Now – Lomba sketsa, Fotografi, Batik Fashion Show dan Panggung Musik (Desember 2017).

Dengan nama baru De Tjolomadoe, kawasan ini akan dibuka untuk umum tanggal 24 Maret 2018. Opening ditandai dengan digelarnya konser bertaraf internasional HITMAN David Foster and Friends di dua kota, yaitu Surabaya, 22 Maret 2018 dan Surakarta, 24 Maret 2018.

De Tjolomadoe menjadi destinasi wisata heritage baru di Surakarta, yang dapat difungsikan menjadi Culture Center, Concert Hall dengan kapasitas maksimal 3.000 orang, Venue of MICE dengan kapasitas maksimal 1.000 orang, dan Commercial Area yang berisikan berbagai tenant F&B serta kerajinan tangan Indonesia.

Narasumber:

Tumiyana

President Director

PT PP (Persero) Tbk

Plaza PP - Wisma Subiyanto

Jl. Letjend TB. Simpatupang No. 57

Pasar Rebo, Jakarta 13760

Prambanan Jazz #3 | 2017

Art, Music & Culture

18, 19, 20 Agusutus 2017

Candi Prambanan Yogyakarta

 

"Sarah Brightman Live Orchestra akan menjadi Headliner Prambanan Jazz Festival 2017"

Sudah tidak terasa tahun 2017 ini menginjak tahun ketiga penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival. Dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Prambanan Jazz tahun ini akan hadir selama 3 hari yaitu pada tanggal 18, 19, 20 Agustus 2017 di Candi Prambanan, Yogyakarta. 

Selain pelaksanaan acara 3 hari, gelaran Prambanan Jazz ke-3 tahun ini banyak hal berbeda dan lebih istimewa. Pada hari pertama, kami akan menampilkan konsep "90's Moment", yakni semua penampil adalah artis dan musisi yang populer dan hits pada tahun 90-an. Seperti Andre Hehanusa, Katon Bagaskara, T-Five, Base Jam, Emerald, Lingua, Ada Band, The Groove, Ipang, Shakey, Rif/ dan masih banyak lagi. Hari pertama Prambanan Jazz akan menjadi pestanya anak 90-an. 

Sarah Brightman akan menjadi penampil utama (headliner) Prambanan Jazz Festival 2017 kali ini. Sarah Brightman adalah peraih nominasi Grammy Award, 200 penghargaan platinum dan emas di lebih 40 negara di dunia. Pelantun lagu "Time to Say Goodbye" ini akan tampil glory di Prambanan Jazz dengan iringan live orchestra. 

Selain itu, Prambanan Jazz ketiga kali ini juga akan menampilkan band fenomenal Shakatak yang telah menciptakan lebih dari 35 album sepanjang karir bermusiknya. Masih ada artis luar negeri yang akan kita announce dalam beberapa waktu mendatang, karena kami masih dalam proses negosiasi.

Deretan artis-artis negeri ini yang sudah konfirmasi akan menjadi penampil adalah Kahitna, KLA Project, Tompi, Yovie Nuno, Syaharani, Sandy Sondoro, Saxx in the City, Yura Yunita, Shaggydog, Marcell, Rio Febrian, Kunto Aji, Payung Teduh, dan masih banyak lagi yang akan kita announce.  

Seperti tahun sebelumnya, Prambanan Jazz ke-3 tahun 2017 kali ini bekerjasama dengan Indihome Telkom Indonesia sebagai Sponsor utama. Title resmi kali ini yakni "IndiHome Prambanan Jazz 2017" dengan mengusung tagline: Art, Music & Culture. 

Kami sengaja mengusung tagline "Art, Music & Culture" adalah salah satu deferensiasi dari konsep utama Prambanan Jazzyakni menggabungkan 2 Mahakarya, yakni Mahakarya Candi Prambanan dan Mahakarya Musik. 

"Art" adalah mahakarya candi Prambanan itu sendiri sebagai sebuah karya seni dunia, sebuah mahakarya warisan budaya leluhur kita, sebuah karya anak bangsa yang harus selalu kita jaga, lestarikan & kita perkenalkan kepada kancah dunia internasional. 

"Music" adalah festival musik itu sendiri, sebuah bentuk apresiasi kita terhadap candi Prambanan dengan segala kemegahannya yang kita satukan menjadi sebuah perpaduan yang hebat antara mahakarya candi Prambanan & musik berkelas dunia. Untuk itu kami akan selalu menghadirkan musisi dunia dan musisi-musisi terbaik dari negeri kita sendiri. Dengan harapan suguhan konser musik Prambanan Jazz ini mampu menjadi sebuah jembatan diplomasi negara dalam mencapai dan mewujudkan industri budaya sebagai salah satu kekuatan baru dalam memperkuat "nation branding". 

Yang terakhir adalah "Culture", merupakan sebuah bentuk perilaku dan sikap masyarakat kita yang ada di dalamnya, yang ikut serta memberikan apresiasi dan sumbangsih terbaik terhadap mahakarya besar candi Prambanan.

Prambanan Jazz kali ini akan tetap menggunakan dua panggung utama, yaitu panggung Hanoman sebagai panggung special show yang berada di area Lapangan Brahma dan panggung Rorojonggrang sebagai panggung festival show yang berada di area Lapangan Wisnu. 

Menurut Anas Syahrul Alimi, penggagas Prambanan Jazz sekaligus CEO Rajawali Indonesia Communication selaku promotor, Prambanan Jazz akan selalu menjadi sebuah suguhan alternatif konser bagi penggemar musik Indonesia dan luar negeri yang memiliki muatan lokal dan global. 

Sementara itu, Bakkar Wibowo, Project Director Prambanan Jazz menyampaikan bahwa tahun ini untuk penggarapan artwork media promo Prambanan Jazz terutama untuk artis internasional kita akan menggandeng perupa Dipo Andy, perupa pop art papan atas Indonesia yang sudah beberapa kali berpameran di dalam negeri ataupun di luar negeri, Bakkar berharap media luar ruang tidak hanya sebagai media promosi, tapi juga sebagai media ruang pameran sebuah karya seni perupa.

Sebagai bagian dari komitmen kita dalam membangun kultur budaya dalam masyarakat modern, Prambanan Jazz akan tetap menampilkan wisata kuliner "Pasar Kangen" di area panggung festival show. Pasar Kangen adalah sebuah perpaduan wisata kuliner khususnya Yogyakarta yang akan mempertemukan generasi lama dan generasi baru. Bagi generasi lama, Pasar Kangen akan menghadirkan romantisme masa lalu mereka. Dan bagi generasi muda sekarang, Pasar Kangen akan menghadirkan sensasi kuliner tradisi Yogyakarta tempo dulu. Pasar Kangen adalah bentuk komitmen kami untuk selalu support tradisi lokal. Jadi nanti pengunjung Prambanan Jazz bisa dengan santai menikmati musik berkualitas sambil menyaksikan sunset matahari dalam keindahan candi Prambanan sambil menyantap kuliner-kuliner pilihan & balutan bulan purnama.

Seperti tahun sebelumnya, Rajawali Indonesia sebagai promotor kembali didukung penuh oleh IndiHome sebagai bentuk apresiasi IndiHome terhadap karya musik terbaik dalam dunia internasional dan nasional. IndiHome selalu berkomitmen untuk dapat terus berkontribusi dalam berbagai aktivitas art, music & culture Nasional yang diharapkan dapat lebih mendekatkan IndiHome kepada masyarakat luas. 

Jemy Confido, selaku VP Marketing Management PT.Telkom menjelaskan, IndiHome merupakan salah satu layanan unggulan dari PT Telkom yang menghadirkan kualitas 100% Fiber untuk menghantarkan layanan lengkap telephony, Internet dan IPTV serta layanan Over The Top (OTT) melalui video streaming iflix dan HOOQ. IndiHome memberi banyak experience baru dan juga digital lifestyle bagi para pelanggannya. Selain gratis telepon 1.000 menit, pelanggan IndiHome akan dimanjakan dengan internet teknologi fiber berkecepatan hingga 100 Mbps, serta IPTV melalui Usee TV. Kini pelanggan IndiHome juga dapat menikmati ribuan film-film blockbuster Hollywood dan juga seria televise favorit lainnya.

”Dengan menjadikan IndiHome sebagai sponsor utama Prambanan Jazz 2017, kami berharap kehadiran IndiHome akan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia. IndiHome adalah solusi digital lengkap yang mudah dan praktis serta hiburan yang sangat positif," lanjut Jemy. Jemy sangat optimis bahwa IndiHome akan menjadi pilihan utama kebutuhan rumah atas layanan komplit tripleplay - Telepon rumah, high speed internet cepat, dan IPTV. 

Pada event Prambanan Jazz ini, pelanggan IndiHome juga akan mendapatkan benefit yang sangat menarik dengan medapatkan diskon 20% untuk pembelian tiket Prambanan Jazz untuk semua kategori. Pelanggan IndiHome cukup melakukan penukaran poin My IndiHome melalui aplikasi My IndiHome guna mendapatkan kode voucher yang selanjutnya digunakan untuk melakukan pembelian tiket online melalu www.tiketapasaja.com. Selain point reward, pelanggan juga akan banyak mendapatkan benefit dengan meng-instal aplikasi MyIndiHome antara lain untuk melakukan pendaftaran IndiHome, lapor gangguan, cek tagihan dan kemudahan lainnya.

Presale tiket dimulai sejak 10 April 2017 dan terjual sold out. Ticket reguler daily pass Festival Show Prambanan Jazz 2017 harga mulai 250.000,-. Tiket dapat dipesan secara online melalui www.tiketapasaja.com dan tiket box offline bisa di dapatkan di Parsley Bakery & Resto Yogyakarta mulai 15 Mei 2017.

Informasi terbaru seputar Prambanan Jazz 2017 dapat diikuti melalui official account Instagram, Twitter dan Facebook @PrambananJazz dengan tagar #PrambananJazz2017 dan hotline 082226664343 atau 085252164343.  

Semoga perayaan event kebudayaan ini mampu memberikan inspirasi bagi kita, menggugah semangat dan gairah kita dalam berkehidupan yang lebih baik. 

 

Salam,

Prambanan Jazz #3 | 2017

Rajawali Indonesia Communication

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. 

 

Narasumber : 

- Anas Syahrul Alimi (CEO Rajawali Indonesia & Founder Prambanan Jazz) 

- Bakkar Wibowo (Project Director Prambanan Jazz) 

- Mustakim Wahyudi (AVP Marketing Communication PT Telkom Indonesia)

-----

ARTISTS LINE UP

 

IndiHome proudly presents 

PRAMBANAN JAZZ #3 | 2017

18, 19, 20 AUGUST 2017

Candi Prambanan Yogyakarta

 

DAY 1 

FRI,  AUGUST 18, 2017

SPECIAL SHOW

1) SHAKATAK

2) SHANE FILAN

FESTIVAL SHOW “90’s MOMENTS” 

1)  EMERALD 

2) IPANG 

3) KATON BAGASKARA 

4) ANDRE HEHANUSA

5) LINGUA

6) BASE JAM

7) /RIF

8) SHAKEY

9) ADA BAND 

10) SHAGGYDOG

11) THE GROOVE  

12) T FIVE

_________

DAY 2

SAT, AUGUST 19, 2017 

SPECIAL SHOW

1) SARAH BRIGHTMAN in concert with Orchestra 

FESTIVAL SHOW 

1) SAXX AND THE CITY

2) YURA YUNITA  

3) THE OVERTUNES  

4) EVERYDAY 

5) KUNTO AJI 

6) RIO FEBRIAN

7) AFGAN

8) MARCELL

9) NAIF

10) TULUS

_________

DAY 3

SUN, AUGUST 20, 2017 

SPECIAL SHOW

1)  RAISA X ISYANA

2)  KLA PROJECT 

FESTIVAL SHOW 

1) KAHITNA

2) STARS AND RABBIT 

3) NDX A.K.A

4) PAYUNG TEDUH

5) SYAHARANI 

6) SANDY SONDORO

7) TOMPI

8) YOVIE & NUNO

9) GLENN FREDLY

10) PAYUNG TEDUH

    Prambanan Jazz Festival, merupakan festival musik berskala Internasional yang pertama kali digelar pada tahun 2015 oleh Rajawali Indonesia (Promotor), dengan konsep perpaduan dari 2 mahakarya, yaitu Musik dan Candi

    Memasuki tahun ke-Enam penyelenggaraannya, Prambanan Jazz Festival #6 | 2020 tak luput dari dampak pandemi Covid 19. Selama pandemi Pemerintah Indonesia berusaha terus menanggulangi penyebaran Covid 19. Hingga akhirnya bulan Mei 2020 lalu, Presiden Indonesia menginstruksikan sebuah tatanan baru bermasyarakat yaitu New Normal. Dimana masyarakat harus tetap produktif dan tetap menjaga diri agar terhindar dari Covid 19, dengan berkomitmen menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

    Melalui virtual konferensi pers Anas Syahrul Alimi selaku Founder Prambanan Jazz Festival mengungkapkan; “Kabar baik Yogyakarta perlahan mempersilahkan industri musik untuk berkarya di Yogyakarta dengan protokol kesehatan yang ketat dan menjaga imunitas dengan sangat baik. Industri musik tidak boleh stuck dan harus tetap berjalan. Heritage music concert ini akan terus kami lakukan secara berkala.”

    Pandemi saat ini adalah sebuah tantangan baru bagi dunia, khususnya industri hiburan. Sehingga semua dituntut untuk belajar dan berinovasi. Salah satunya adalah dengan hadirnya Prambanan Jazz Online. Setiap tahun Prambanan Jazz Festival sudah menjadi agenda event rutin yang terselenggara di Yogyakarta. Dikarenakan pandemi, event yang semula direncanakan pada 3, 4, dan 5 Juli 2020 harus dijadwalkan ulang menjadi tanggal 30, 31 Oktober & 1 November 2020. Untuk mengobati kerinduan masyarakat pada Prambanan Jazz Festival dan juga menandai bahwa industri hiburan dan pariwisata harus kembali produktif, Rajawali Indonesia menghadirkan Prambanan Jazz Online dengan konsep Live streaming, pada tanggal 18 Juli 2020. Disiarkan langsung dari Candi Prambanan Yogyakarta.

    Dengan acara yang dikemas secara online, menjadi rangkaian pre event dari Prambanan Jazz Festival, Prambanan Jazz Online akan menjadi konser musik virtual pertama di Indonesia yang dilaksanakan secara langsung dari situs cagar budaya dalam masa pandemi ini. Pelaksanaan acara akan dilakukan dengan menerapkan standar protokol kesehatan kepada seluruh tim produksi dan penampil, serta dilaksanakan tanpa penonton.

    Tovic Raharja selaku Direktur Utama Rajawali Indonesia menambahkan; “Prambanan Jazz Online melibatkan gugus covid dalam menjalankan konser ini, tidak ada penonton namun standard protokol kesehatan berlaku bagi seluruh penampil dan crew yang harus bertugas. Meskipun ini new normal tapi kita harus bergerak dan beradaptasi.”

    Prambanan Jazz Online akan menghadirkan musisi Rio Febrian, Frau dan Langit Sore.

    Promotor memberikan sajian khusus kepada penonton untuk dapat mengakses hiburan langsung dari Candi Prambanan dengan #dirumahaja.

    Prambanan Jazz Online bisa dinikmati secara live oleh para pelanggan Indihome dengan cara subscribe channel iKonser Usee TV (channel 459 SD | 949 HD) atau untuk umum dengan cara mengakses aplikasi iKonser dan UseeTV GO.

    Berikut adalah cara mengakses Prambanan Jazz Online dari layer TV atau smartphone Anda;

    1. Channel iKonser UseeTv
      Biaya Rp15.000 untuk menonton live streaming
      Cara Akses:
      • Kunjungi website useetv.com
      • Login menggunakan akun myIndiHome atau UseeTv, kemudian pilih menu Concert.
      • Pilih Buy Ticket, kemudian lakukan pembayaran dengan pilihan metode pembayaran transfer bank, atau Link Aja.
      • Setelah pembayaran berhasil, masuk kembali ke menu Concert untuk menyaksikan Prambanan Jazz Online 2020
      More Info:
      Contact Center 147
      (dari handphone tekan kode area + 147)
      Indihome/UseeTV
    2. Aplikasi iKonser
      Biaya Rp21.000/bulan.
      Cara Akses:
      • Download aplikasi iKonser di Google Play Store
      • Login iKonser menggunakan akun Google atau Facebook
      • Pilih My Subscription pada menu Account, lalu klik Choose Package, klik Buy
      • Klik Choose Payment Method, klik Continue Payment
      • Scan QR yang tampil menggunakan aplikasi Link Aja, OVO, Dana, Gopay, Sakuku kemudian ikuti petunjuk hingga pembayaran sukses.
      • Masuk ke halaman Home, kemudian pilih Prambanan Jazz 2020 pada menu Watch Now.
      More Info:
      Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
      Address: Mulia Business Park Building J, Jl. Letjen M.T. Haryono No.Kav. 58-60, RT.2/RW.2, Pancoran, Kec. Pancoran, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12780
      (021) 79187250
    3. USeeTV.com
      Biaya Rp15.000 untuk menonton live streaming
      Cara Akses:
      • Kunjungi website useetv.com
      • Login menggunakan akun myIndiHome atau UseeTv, kemudian pilih menu Concert.
      • Pilih Buy Ticket, kemudian lakukan pembayaran dengan pilihan metode pembayaran transfer bank, atau Link Aja.
      • Setelah pembayaran berhasil, masuk kembali ke menu Concert untuk menyaksikan Prambanan Jazz Online 2020
      More Info:
      Contact Center 147
      (dari handphone tekan kode area + 147)
      Indihome/UseeTV

    Pandemi Covid-19 berdampak ke sebagian besar sektor pekerjaan, tidak terkecuali pekerja event dan seni. Prambanan Jazz Online mengajak para pemirsa/penonton dan masyarakat umum untuk berdonasi kepada Para Pekerja Event terdampak covid19 terkhusus di wilayah Yogyakarta.

    Donasi bisa dikirimkan melaui Rekening Bank BRI 0245.0100.2079300 a/n Syakira Ghyna Rajawali Indonesia Comm akan kami buka mulai dari tanggal 18 Juli 2020 s/d 1 November 2020. Selain itu dengan melakukan pre-order Official Merchandise Prambanan Jazz Festival 2020 melalui www.ricomm-merch.id / IG: @ricomm.merch khusus di tanggal 18 Juli 2020

    lebih lanjut mengenai Prambanan Jazz Online dan Prambanan Jazz Festival bisa menghubungi hotline di nomor 08222.666.4343 atau website www.prambananjazz.com, social media (IG / FB / Twitter) @PrambananJazz (*)

    Narasumber:
    Anas Syahrul Alimi – Founder Prambanan Jazz Festival (CEO Rajawali Indonesia)
    Tovic Raharja – Direktur Utama Rajawali Indonesia

    Yogyakarta, 14 Mei 2020 - Prambanan Jazz Festival, merupakan pesta perayaan musik berskala internasional yang pertama kali digelar pada 2015. Ada narasi besar yang konsisten diwujudkan dalam festival ini, yakni kolaborasi mahakarya Candi Prambanan sebagai world heritage dan mahakarya musik dari musisi legendaris dalam satu waktu.

    Kehadiran Kenny G, Rick Price, Sarah Brightman, Boyz II Men, Boyzone, YANNI, Brian McKnight, Calum Scott juga sederet musisi tanah air berkelas dalam perhelatan ini menjadi bukti konsistensi Prambanan Jazz Festival dari tahun ke tahun.

    Memasuki tahun ke-enam penyelenggaraannya, Prambanan Jazz Festival #6 | 2020 tak luput dari pandemi. Alhasil, penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival #6 | 2020 pun dijadwalkan ulang.

    Semula Prambanan Jazz Festival #6 direncanakan akan digelar pada 3, 4, dan 5 Juli 2020 di Kompleks Candi Prambanan, namun Promotor harus menjadwalkan ulang pada 30, 31 Oktober, dan 1 November 2020. Pertimbangan kesehatan dan keselamatan penonton, artis serta pengisi acara, kru, dan semua yang terlibat di dalam pelaksanaan festival menjadi proritas Rajawali Indonesia selaku promotor. Tentunya Prambanan Jazz Festival 2020 akan diselenggarakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pemerintah.

    “Kami meminta maaf dengan penjadwalan ulang ini, turut prihatin dengan adanya pandemi Covid-19, tetapi kami tetap berupaya menghadirkan festival tahunan ini walaupun harus mengubah jadwal dan semoga pandemi ini segera berakhir,” ujar Anas Syahrul Alimi, CEO Rajawali Indonesia sekaligus Founder Prambanan Jazz Festival.

    Sederet artis dari manca negara dan juga musisi tanah air akan kembali dihadirkan di Prambanan Jazz Festival #6 | 2020 mendatang. Panggung Festival Show pada hari pertama, akan menampilkan Fourtwnty, Hindia, Pamungkas, Andmesh, Nadin Amizah, Reality Club, Once Mekel, Joey Alexander, Kunto Aji, dan akan diupdate artis lainnya.

    Pada hari kedua, panggung Festival Show akan diisi oleh Eva Celia, Isyana Sarasvati, Joko in Berlin, Egha De Latoya, dan akan diupdate artis lainnya.

    Sementara, pada hari terakhir, pengunjung akan dihibur dengan penampilan dari Reza Artamevia, Sinten Remen (Tribute To Djaduk F), Ardhito Pramono, Janapati (Dewa Budjana dan Tohpati), Yura Yunita, dan akan diupdate artis lainnya.

    Ada sedikit perubahan jadwal dari line up artis yang sudah dijadwalkan sebelumnya karena pergantian tanggal membutuhkan penyesuaian ulang. Menariknya masih akan ada banyak artis yang akan ditambahkan dalam deretan line up artis Prambanan Jazz Festival 2020.

    Sementara, untuk panggung Special Show akan diisi musisi manca negara. Salah satunya, Postmodern Jukebox yang akan tampil pada hari ketiga. Postmodern Jukebox adalah sebuah grup musisi bergenre jazz / swing yang ditemukan oleh Scott Bradlee ini mengusung konsep unik berupa rotating musical collective.

    Group asal Amerika Serikat yang eksis dalam jagat maya YouTube ini mengandalkan coveran lagu-lagu modern dengan balutan aura vintage dalam beraksi. Tak diragukan lagi, kanal PMJ sudah meraih 4 juta subscriber dan sudah tayang sebanyak 1,3 milyar kali di YouTube. Prambanan Jazz menjadi satu festival yang beruntung akan menghadirkan mereka pertama kali ke Indonesia.

    Beberapa line up artis Special Show akan menjadi surprise tersendiri, seperti di hari kedua akan ada grammy’s award winner, juga hari pertama grup musik dreampop yang mengawali debut musiknya melalui soundcloud dan memiliki banyak fans di Indonesia sangat sayang untuk dilewatkan.

    Prambanan Jazz sudah menjadi event yang dinantikan penggemar setiap tahun. Oleh karena itu, untuk mengobati kerinduan masyarakat terhadap Prambanan Jazz Festival yang awalnya akan diselenggarakan pada tanggal 3, 4, 5 Juli 2020, pada Sabtu, 4 Juli 2020 akan tetap diadakan Prambanan Jazz Festival dengan konsep online. Prambanan Jazz Festival Online ini akan dihadirkan di depan Candi Prambanan secara istimewa dengan pengisi acara yang akan dikabarkan selanjutnya. Acara ini gratis, penonton bisa menyaksikan dari rumah masing-masing.

    Co Founder Prambanan Jazz Bakkar Wibowo mengatakan penjadwalan ulang Prambanan Jazz Festival #6 |2020 akan membuatnya menghadirkan konsep tata panggung dan venue yang semakin matang. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Prambanan Jazz Fetival #6 | 2020 juga akan bekerja sama dengan commission artist dan senantiasa menghadirkan sesuatu yang berbeda.

    Sementara, bagi para pemegang tiket, Prambanan Jazz menginformasikan bahwa tiket berlaku untuk konser mendatang, tentunya dengan line up artis yang lebih banyak lagi akan dihadirkan dari yang sudah di release.

    Tovic Raharja selaku Direktur Utama Rajawali Indonesia menambahkan, bagi yang belum memiliki tiket Prambanan Jazz Festival 2020, tiket PRESALE II akan dibuka kembali penjualannya melalui www.tiketapasaja.com atau secara langsung di SILOL Kopi & Eatery Jl. Suroto No. 7 Kotabaru, Yogyakarta mulai Senin, 18 Mei 2020 pada pukul 11.59 WIB. Selain kategori tiket yang sudah di release sebelumnya yaitu tiket Daily Pass - Festival Show dengan harga PRESALE II Rp. 250.000 dan Special Show dengan harga PRESALE II kategori VIP (duduk tak bernomor kursi) dengan harga tiket Rp. 750.000 dan Standing dengan harga Rp. 500.000 (Tiket Special Show sudah termasuk tiket Festival Show), akan ada kategori tiket baru yaitu 3 Days Pass Special Show Standing dengan harga PRESALE II Rp. 1.200.000 (sudah termasuk tiket Festival Show).

    Meskipun demikian, bagi para pemegang tiket yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut bisa mendapatkan konfirmasi melalui WhatsApp ke admin CS Tiketapasaja 0811 2658 322 (WhatsApp chat only) atau melalui email Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. dilayani pada jam kerja (Senin – Jumat 10.00 – 18.00 WIB dan Sabtu 10.00 – 14.00 WIB). Atau melalui tiket box pembelian afiliasi tiketapasaja:

    • Tiket.com = 0855-1500-878 (Whatsapp only) & email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
    • Gotix = +62 21 80600822 & email :cs@Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
    • Traveloka melalui admin tiketapasaja.com

    Informasi lebih lanjut bisa menghubungi hotline di nomor 08222 666 4343 / 0274 521328 atau website www.prambananjazz.com, social media (IG / FB / Twitter) @PrambananJazz (*)

    Yogyakarta, 31 Agustus 2019 – Sebut saja “If I Let You Go”, “Uptown Girl”,”I Lay My Love On You”, “I Have a Dream”, “Soledad”, “Puzzle On My Heart”, “I Don’t Wanna Fight”, “Swear It Again”, “Fool Again” dan masih banyak lainnya, merupakan beberapa karya terbaik yang sempat dinyanyikan oleh grup vokal fenomenal asal Irlandia, Westlife. Walau sempat vakum dan ditinggal salah satu personilnya yaitu Brian McFadden, grup yang kini digawangi oleh Shane Filan, Kian Egan, Nicky Byrne dan Mark Feehily tersebut masih mendapat ruang khusus bagi para pendengar musik di banyak negara di dunia.

    Lama tak muncul dan menggelar pertunjukannya di atas panggung yang sama seperti sediakala, membuat banyak pecinta karya-karya dari Westlife merindukan mereka. Hingga pada akhirnya tibalah di tahun 2019, di mana grup vokal yang terbentuk 3 Juli 1998 silam tersebut memberi kejutan yang mencengangkan kepada para penggemar setianya selama ini, yakni melalui rangkaian tur konser dunia bertajuk “The Twenty Tour Westlife” yang telah bergulir sejak Mei 2019 lalu.

    Sudah banyak negara yang sudah dan akan dikunjungi oleh Westlife dalam tur dunianya ini. Di antaranya seperti Irlandia, Inggris, Skotlandia, Denmark, Malaysia, Singapura, Thailand, Macau, dan termasuk Indonesia. Di Negeri Burung Garuda sendiri, beberapa waktu lalu Westlife sempat menggelar pertunjukannya di Jakarta dan juga Palembang. Dan kali ini menjadi giliran Rajawali Indonesia (Promotor) dan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Co Promotor) memboyong Westlife ke Candi Borobudur untuk tampil dalam gelaran Borobudur Symphony, Sabtu (31/8/2019) malam.

    Borobudur Symphony sendiri merupakan gelaran konser musik bertaraf internasional yang pertama kali diperkenalkan kepada publik Indonesia pada tahun 2018 lalu. Konser musik ini adalah sebuah bentuk agung dari proses kolaborasi dua mahakarya, yaitu mahakarya Candi Borobudur sebagai World Heritage, yang disandingkan secara apik bersama mahakarya musik dari para musisi hebat dunia. Setelah kesuksesan Mariah Carey pada Borobudur Symphony 2018 lalu, Borobudur Symphony jilid kedua kali ini akan menjadi ruang spesial bagi Westlife untuk mempresentasikan karya-karya terbaiknya kepada masyarakat Indonesia.

    CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi menuturkan, digelarnya tur konser Westlife “The Twenty Tour” di beberapa kota di Indonesia merupakan suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh publik di tanah air. Sebab, Indonesia sendiri termasuk salah satu negara yang memiliki jumlah pendengar terbesar bagi karya-karya fenomenal yang pernah dirilis oleh Westlife dalam perjalanan berkaryanya selama ini. Tak heran jika konser Westlife di Candi Borobudur nanti mendapatkan antusias yang sangat besar.

    Alhamdulillah sambutan dari masyarakat Indonesia untuk penampilan Westlife di Candi Borobudur nanti mendapat apresiasi yang sangat besar sekali. Salah satu buktinya adalah ketika kami membuka penjualan tiket secara online, di mana tiket pertunjukan Westlife di Borobudur Symphony ludes terjual hanya dalam waktu beberapa menit saja,” papar Anas.

    Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko, Edy Setijono melanjutkan, Westlife “The Twenty Tour” Borobudur Symphony bukan saja menjadi hal positif yang bisa dirasakan langsung oleh para penggemar Westlife di Indonesia, namun juga bagi Candi Borobudur sebagai salah satu peninggalan nenek moyang yang masih berdiri dengan megahnya sampai saat ini. Penampilan Westlife nanti diharapkan akan menjadi pemantik di mana Candi Borobudur lebih dikenal lagi oleh masyarakat dunia.

    “Ini adalah salah satu upaya dari kami untuk lebih mengenalkan lagi Candi Borobudur kepada publik dunia. Jika Candi Borobudur sebagai salah satu warisan dunia ini lebih dikenal lagi, maka akan lebih banyak lagi efek positif yang bisa langsung dirasakan oleh Bangsa Indonesia,” tutur Edy.

    Tambah Edy, dalam gelaran Westlife “The Twenty Tour” Borobudur Symphony tahun ini, pihaknya pun mendapatkan dukungan penuh dari beberapa BUMN di Indonesia. Seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Garuda Indonesia Tbk, Bank BTN, PT Hutama Karya (HK), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, PT Jasa Raharja Tbk dan PT. Jasa Raharja Putera.

    Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara mengatakan bahwa dukungan Garuda Indonesia terhadap pelaksanaan Westlife “The Twenty Tour” ini merupakan salah satu bentuk upaya Garuda Indonesia untuk memberikan nilai lebih bagi para pengguna jasa, khususnya anggota GarudaMiles sekaligus untuk memperluas pangsa pasar GarudaMiles.

    “Kami memahami bahwa pilihan aktivitas hiburan yang beragam kini sudah menjadi kebutuhan gaya hidup masyarakat Indonesia. Melalui program baru kami, GIA Event – bekerjasama dengan berbagai partner – Garuda Indonesia memberikan kesempatan bagi para anggota GarudaMiles untuk dapat menukarkan mileage mereka dengan berbagai tiket event baik di dalam maupun luar negeri.”, tambah Ari.

    Dalam konser WESTLIFE “The Twenty Tour” Borobudur Symphony kali ini, promotor mempercayai Tiketapasaja.com by Melon Indonesia dalam penjualan tiket konsernya. Direktur Utama PT. Melon Indonesia, Dedi Suherman menuturkan pihaknya sangat antusias sekali ketika platform tiketing milik Melon Indonesia ditunjuk oleh promotor sebagai Exclusive Official Ticketing Partner.

    "Kami sangat antusias ketika  dipercayai oleh promotor sebagai satu-satu nya channel penjualan tiket konser Westlife “The Twenty Tour” Borobudur Symphony. Karena ini akan menjadi bagian dari sejarah kami menangani penjualan tiket dengan track record sangat baik dalam penjualan tiket," ujar Dedi.

    "Selama penjualan tiket, kami sangat mempersiapkan betul sistem dan pelayanan kami. Kami tidak mau mengecewakan pembeli. Ini sangat kami perhatikan sekali sebagai Exclusive Official Ticketing Partner," pungkas Dedi.

    Informasi terbaru seputar WESTLIFE “The Twenty Tour” Borobudur Symphony dapat diikuti melalui laman www.borobudursymphony.com dan atau melalui instagram resmi promotor @RajawaliIndonesia dan @BorobudurSymphony atau melalui hotline di nomor 08.222.666.4343 (*)

    Narasumber:

    • Anas Syahrul Alimi (CEO Rajawali Indonesia-Promotor)
    • Edy Setijono ( Direktur Utama PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan Dan Ratu Boko Persero – Co. Promotor)
    • I Gusti Ngurah Ari Askhara Danadiputra (Direktur PT. Garuda Indonesia (persero) tbk)
    • Dedi Suherman ( Direktur Utama PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia)

    Semarang, 1 September 2019 – Setelah berhasil menggelar pertunjukannya dalam mega konser bertajuk “WESTLIFE The Twenty Tour” Borobudur Symphony, Sabtu (31/8/2019) malam di Candi Borobudur, Westlife akhirnya mampu memberikan hal yang tak kalah memukau kepada ribuan orang penonton yang hadir dalam “WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong”, Minggu (1/9/2019) malam di Kuil Sam Poo Kong Semarang. Dalam pertunjukannya, grup vokal yang digawangi oleh Shane Filan, Kian Egan, Nicky Byrne dan Mark Feehily ini berhasil menyanyikan beberapa judul karya terbaiknya. Di antaranya seperti “Hello My Love”, Swear It Again”, “Uptown Girl”, “My Love”, “If I Let You Go” dan masih banyak lagi.

    Bahkan, grup vokal yang terbentuk pada 3 Juli 1998 silam tersebut memberikan suguhan maha dahsyat ke dalam setiap lagu yang mereka nyanyikan malam ini, melalui sajian visual dan tata cahaya yang begitu menyatu. Tak heran hal ini mampu memberikan efek bahagia kepada hampir 7.000 penonton yang berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia. Dan kebahagiaan yang tak terhingga pun mampu dirasakan langsung oleh para personil Westlife selama menyuguhkan pertunjukannya.

    CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi selaku promotor dari “WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong” menuturkan, konser yang digelar di Kuil Sam Poo Kong ini merupakan destinasi terakhir dari rangkaian tur konser Westlife di Indonesia. Momen yang terwujud pada malam hari ini menjadi sebuah catatan baru bagi Westlife dan Kuil Sam Poo Kong melakukan sebuah proses kolaborasi yang sangat indah. Mahakarya yang dimiliki kuil ini begitu melebur Bersama karya-karya terbaik dari grup vokal asal Irlandia tersebut.

    “Konser Westlife pada malam hari ini sangat pecah. Semua orang yang hadir pada malam hari ini sama-sama merasakan bahagia. Westlife dan Kuil Sam Poo Kong sama-sama hebatnya untuk memberikan sebuah suguhan berkesan yang terjadi pada malam hari ini,” tutur Anas. Ia mengungkapkan, bahwa konser ini bukanlah tanpa alasan bisa digelar di salah satu situs bersejarah yang dimiliki Indonesia tersebut. Menghadirkan legenda musik dunia seperti Westlife merupakan sebuah upaya dari pihaknya untuk membranding tempat ini dan Kota Semarang ke dunia internasional melalui pertunjukan music berkualitas. Tak heran konser ini tidak hanya menyedot antusias yang sangat besar dari masyarakat Indonesia, namun juga para pelancong dari mancanegara.

    “Saya kira apa yang terjadi pada malam hari ini adalah sebuah proses kolaborasi dari tiga mahakarya, yaitu mahakarya Kuil Sam Poo Kong, mahakarya masyarakat Jawa, dan juga mahakarya musik yang dimiliki oleh Westlife. Bagi saya, hal seperti ini harus tetap terus berlanjut di Semarang, agar nantinya salah satu kota besar di Indonesia ini akan terangkat namanya ke dunia internasional,” jelas Anas.

    Senada dengan yang diungkapkan oleh Supriyatno, Direktur Utama Bank Jateng yang pada kesempatan kali ini menjadi Main Sponsored dalam konser “WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong” ini. Selama ini Semarang sebagai Ibukota Provinsi Jawa Tengah sedang diarahkan untuk menjadi destinasi wisata internasional. Dan hal besar yang telah terwujud pada malam hari ini menjadi salah satu bukti harapan tersebut akan semakin dekat untuk bisa terwujud.

    “Diplomasi budaya melalui musik, yang mana hal ini memiliki tujuan untuk lebih memperkenalkan sebuah daerah ke dunia internasional bagi kami merupakan sebuah upaya yang sangat positif. Maka dari itu, di sini kami pun ikut terlibat untuk mendukung secara penuh terhadap tur konser dari Westlife ini,” papar Supriyatno.

    Ia berpendapat, konser “WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong” tidak hanya menjadi momen yang sangat menyenangkan bagi banyak orang, namun juga menjadi saat di mana para penonton konser mendapatkan velue yang lain setelah menyaksikan pertunjukan musik. Supriyatno berharap hal serupa akan terus terjadi di Kota Semarang, sehingga kota ini akan lebih dikenal lagi di dunia dan menjadi destinasi wisata pilihan bagi wisatawan mancanegara. (*)

    Narasubner:

    • CEO Rajawali Indonesia – Anas Syahrul Alimi (Promotor “WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong)
    • Direktur Utama Bank Jateng – Supriyatno (Main Sponsored “WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong)

    Prambanan Jazz #5 | 2019

    5, 6 & 7 Juli 2019

    Candi Prambanan, Indonesia

    Komposer YANNI dan Artis Dunia Akan Tampil di Prambanan Jazz Festival 2019

    Yogyakarta, 15 Maret 2019 – Prambanan Jazz Festival merupakan gelaran festival musik tahunan berskala internasional yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2015. Festival musik yang digagas oleh Promotor Rajawali Indonesia ini sejak awal selalu menyuguhkan sebuah kolaborasi antara dua mahakarya, yakni mahakarya musik dan mahakarya Candi Prambanan.

    Pada penyelenggaraannya yang pertama beberapa tahun lalu, Prambanan Jazz Festival langsung memboyong pemain saksofon legendaris asal Amerika Serikat, Kenny G, yang berhasil memukau ribuan penonton dengan karya-karyanya yang spektakuler. Sejak saat itu pula, mimpi besar serta kerja keras dari anak-anak bangsa Indonesia ini pun terus terwujud dan mimpi itu secara konsisten terus dibawa pada setiap tahun penyelenggaraan. Selain Kenny G, beberapa musisi international yang pernah tampil diantaranya Shakatak, Boyz II Men, Rick Price, Sarah Brightman, Boyzone, Diana Krall dan masih banyak lagi sederet nama lainnya.

    Di tahun ini Prambanan Jazz akan memasuki edisi yang kelima, dan kali ini Prambanan Jazz Festival akan dipromotori oleh Rajawali Indonesia dan TWC (PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko). CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi memaparkan, pada tahun ini Prambanan Jazz Festival akan digelar pada tanggal 5, 6 dan 7 Juli 2019, gelaran ini akan memberikan banyak kejutan istimewa kepada para pecinta musik di Indonesia maupun dari mancanegara.

    Salah satunya adalah dengan adanya “Panggung Millenial” yang secara khusus akan menampilkan musisi-musisi millennial terkini. Anas mengatakan, hal tersebut coba kita wujudkan pada tahun ini dengan tujuan memberikan sesuatu yang spesial kepada generasi millenial. Para generasi muda ini diharapkan bisa mendapatkan kesan berbeda kala menikmati kemegahan Candi Prambanan, yang dipresentasikan secara bersamaan dengan alunan musik yang dimainkan oleh para musisi yang mewakili generasinya.

    “Ini adalah momen yang sangat istimewa bagi para generasi millenial. Selain bisa menikmati keindahan Candi Prambanan, mereka bisa hangout di area festival sambil menikmati musik dari para musisi yang mewakili generasinya. Panggung Millenial sendiri akan digelar pada hari pertama penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival 2019,” tutur Anas.

    Para musisi yang siap menyuguhkan penampilan terbaiknya di Panggung Millenial ini adalah artis internasional Calum Scott dengan lagu hitsnya “You Are the Reason” yang merajai Billboard Chart di seluruh dunia. Dan artis Indonesia di antaranya ada Tashoora, GAC, Sisitipsi, Galabby, Danilla Riyadi, Calvin Jeremy, Yura Yunita, Ardhito Pramono dan beberapa nama besar lainnya. Kata Anas, Panggung Millenial sendiri akan digelar di panggung Hanoman dan bisa disaksikan sejak sore hari hingga tengah malam. Seperti perhelatan tahun-tahun sebelumnya, Prambanan Jazz kali ini tetap menggunakan dua panggung, yaitu Rorojonggrang Stage untuk special show, dan Hanoman Stage untuk festival show.

    Direktur Utama PT. Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko, Edy Setijono melanjutkan, selain dengan banyaknya musisi hebat di Panggung Millenial, ada sederet nama besar yang akan menyihir para pecinta musik di Indonesia maupun mancanegara yang pada tahun ini akan hadir dalam gelaran ini. Beberapa nama besar tersebut adalah Yanni, Brian McKnight, Anggun dan masih banyak lagi.

    “Khusus Yanni, ini sangat spesial karena Yanni adalah musisi yang identik sering menggelar konsernya di situs-situs bersejarah dunia. Diantaranya pernah menggelar konser di Forbidden City China, Piramida Mesir, Toji Temple Japan,  Coloseum dll. Tahun ini untuk pertama kalinya di Indonesia Yanni akan menggelar konser di Candi Prambanan, bangunan situs peninggalan sejarah dari abad ke 9. Yanni akan membawakan kembali karya-karyanya yang ada dalam album “Live at The Acropolis” sebagai bagian dari 25 tahun konser Yanni di Acropolis. Ini adalah suatu hal yang sangat istimewa sekali, Anda belum tentu akan menjumpai peristiwa kebudayaan ini 10 atau 20 tahun lagi” jelas Edy.

    Beberapa artis Indonesia yang akan tampil diantaranya, Tashoora, GAC, Ardhito Pramono, Galabby, Danilla Riyadi, Sisitipsi, PJF Project, Calvin Jeremy, Yura Yunita, Jogja Hip Hop Foundation Jazz Version, Maliq D’Essentials, Rida Sita Dewi, Saxx In The City, Pusakata, Hanin Dhiya, Yovie & His Friends (Mario Ginanjar, Dudy Oris, Arsy Widianto, Brisia Jodie, 5 Romeo), Andien, Glenn Fredly, Tulus, Bali Lounge (Tompi, Lewis Pragasam, Rick Smith, Hari Toledo & Yongki), Ari Lasso.

    Tidak kalah menarik, pada gelaran Prambanan Jazz 2019 kali ini, ada sebuah project khusus yaitu PJF Project yang akan mengkolaborasikan 3 penyanyi wanita yang bergenre jazz, seriosa dan pesinden Jawa, tentunya ini akan menjadi sesuatu yang sangat keren.

    Edy Setijono juga menuturkan sebagai bagian dari diplomasi budaya melalui media musik akan tampil Alex Mercado pada hari pertama, dia merupakan seorang pianis kelahiran Mexico, yang akan tampil di panggung festival sebagai bentuk dukungan dari kedutaan Mexico dalam perhelatan Prambanan Jazz tahun ini.

     

    Keterlibatan Banyak Pihak

    Edy Setijono mengatakan, Prambanan Jazz tahun ini akan menggandeng beberapa pihak untuk ikut serta bersinergi menciptakan berbagai kerjasama inovasi yang nantinya akan memberikan efek meningkatnya kunjungan wisata didaerah Yogyakarta, Jawa Tengah & sekitarnya. Hal ini merupakan komitmen TWC dalam upaya menghadirkan BUMN untuk negeri melalui pengembangan bisnis pariwisatanya.

    Bakkar Wibowo, Creative Director Prambanan Jazz 2019 menyampaikan gelaran tahun ini akan mengusung tema Music, Heritage, Extraordinary. Prambanan Jazz kali ini akan dijadikan sebuah momentum untuk memperkenalkan lebih luas kepada dunia internasional tentang karya anak bangsa yaitu candi Prambanan melalui media musik terbaik dan berkelas internasional.

    Tahun ini Prambanan Jazz juga akan menampilkan commission artist Agan Harahap, seorang seniman foto yang sempat mengguncang publik Indonesia dan dunia melalui karya-karyanya yang unik. “Jadi nanti Agan Harahap akan membuat beberapa karyanya dengan merespon line up artis yang akan tampil melalui media seni, yang nantinya akan kita tampilkan di dalam area venue penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival. Akan banyak konsep menarik yang ditawarkan oleh Agan di sana. Dan kami berharap hal ini tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri.” Selain Commision Artist Prambanan Jazz tahun ini juga akan menggandeng Heri Pemad Art Management  dan Ong Hari Wahyu dalam pembuatan visual artistik untuk gate, stage, dll, lanjut Bakkar Wibowo.

    Sementara itu Project Director Prambanan Jazz Festival 2019, Palwoto menambahkan pada tahun ini pihak penyelenggara akan tetap menampilkan Pasar Kangen sebagai upaya memberikan ruang bagi ekonomi lokal untuk ikut terlibat dalam penyelenggaraan Prambanan Jazz ini melalui sajian kuliner lawasan dan masa kini yang siap menggoyang lidah bagi siapapun yang kelaparan.

    Palwoto juga menambahkan penjualan tiket Presale dimulai pada tanggal 1 April 2019 melalui kanal tiket online www.tiketapasaja.com dan penjualan tiket regular akan dibuka mulai tanggal 8 April 2019.

    Dedi Suherman Direktur Utama PT Melon Indonesia by Telkom menyampaikan, seluruh tiket akan dikelola oleh PT. Melon melalui kanal-kanal penjualan tiket online, diantaranya Tiket Apa Saja, Tiket.com, Traveloka, Kiostix, Raja Karcis, Go-Tix dan Blanja.com. Harga tiket tersebut adalah sebagai berikut: Daily Pass Rp.250.000/hari & Three Days Pass atau Tiket Terusan selama tiga hari Rp.600.000,- (exclude special show). Hari Pertama: Daily Pass Rp.250.000,- (all festival show). Hari Kedua: Diamond Rp.6.000.000,-; Platinum Rp.3.000.000,-; Gold Rp.2.000.000,-; Silver Rp.1.000.000,-. Hari Ketiga: Diamond Rp.3.500.000,-; Platinum Rp.2.500.000,-; Gold Rp.1.500.000,-; Silver Rp.750.000,- Tiket special show sudah termasuk tiket masuk Candi Prambanan dan Festival show.

    Informasi terbaru seputar Prambanan Jazz 2018 dapat diikuti melalui official account Instagram, Twitter dan Facebook @PrambananJazz dengan tagar #PrambananJazz2019 atau juga melalui hotline 082226664343 atau 085252164343.  

     

     

    Salam,

    Prambanan Jazz #5 | 2019

    Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

     

     

     

    Narasumber:

    • Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko – Edy Setijono
    • CEO Rajawali Indonesia – Anas Syahrul Alimi
    • Project Director Prambanan Jazz Festival 2019 – Palwoto
    • Creative Director Prambanan Jazz Festival 2019 – Bakkar Wibowo
    • Direktur Utama PT Melon Indonesia by Telkom Indonesia – Dedy Suherman

     

     
       

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    LINE UP ARTIS PRAMBANAN JAZZ #5 | 2019

     

    DAY 1

    Jumat, 5 Juli 2019

     

    FESTIVAL SHOW:

    - Calum Scott

    - Tashoora

    - GAC

    - Ardhito Pramono

    - Galabby

    - Danilla Riyadi

    - Sisitipsi

    - Hanin Dhiya

    - Calvin Jeremy

    - Alex Mercado

    - Jogja Hip Hop Foundation Jazz Version

     

    Note :Day 1 Festival Show Only

     

    DAY 2

    Sabtu, 6 Juli 2019

     

    SPECIAL SHOW:

    - YANNI

     

    FESTIVAL SHOW:

    - Maliq & D'Essentials

    - Rida Sita Dewi

    - Yura Yunita

    - Saxx In the City

    - Pusakata

    - Yovie & His Friends (Mario Ginanjar, Dudy Oris, Arsy Widianto, Brisia Jodie, 5 Romeo)

    DAY 3

    Minggu, 7 Juli 2019

     

    SPECIAL SHOW:

    - The Brian McKnight 4

    - Anggun

     

    FESTIVAL SHOW:

    - Andien

    - Glenn Fredly

    - Tulus

    - Bali Longue (Tompi, Lewis Pragasam, Rick Smith, Hari Toledo, Yongki)

    - Ari Lasso

    - PJF Project

     

     

     

    JOGJAROCKARTA FESTIVAL #2 | 2018

    Std. Kridosono Yogyakarta, 27 Oktober 2018

    YOGYAKARTA, 30 JUNI 2018 – JogjaROCKarta: International Rock Music Festival adalah festival musik rock berskala internasional yang diselenggarakan setiap tahun di Yogyakarta. Festival ini pertama digelar pada 2017 lalu selama dua hari pada tanggal 29 dan 30 September yang bertempat di Stadion Kridosono.

    Pada penyelenggaraan JogjaROCKarta Festival edisi pertama, Rajawali Indonesia Communication sebagai promotor penyelenggara, memboyong super band progressive metal asal negeri Paman Sam, Dream Theater, sebagai line up utama. Selain Dream Theater, JogjaROCKarta Festival edisi pertama diisi band-band papan atas dalam negeri di antaranya God Bless, Roxx, Power Metal, PAS Band, Burgerkill, Kelompok Penerbang Roket, Death Vomit, dan Something Wrong.

    JogjaROCKarta Festival 2018 ini adalah penyelenggaraan yang kedua. Pada tahun ini, JogjaROCKarta Festival akan menghadirkan Megadeth legenda Thrash Metal asal Los Angeles, California, Amerika Serikat, sebagai line up utama. Megadeth didirikan pada tahun 1983 oleh  Dave Mustaine (lahir pada 13 September 1961).

    Band legenda yang telah berusia 35 tahun ini telah berulang kali bongkar pasang personil, dan personil Megadeth yang sekarang adalah Dave Mustaine (vokal/gitar), David Ellefson (bass), Kiko Loureiro (gitar), Dirk Verbeuren (drum). Selama karir bermusiknya yang sangat panjang, Megadeth telah menghasilkan 15 album rekaman dan telah menjual jutaan copy.

    Di antaranya seperti, “Killing is My Bussiness... and Bussiness is Good!” yang dirilis pada 12 Juni 1985, Cryptic Writings yang dirilis pada 17 Juni 1997, “Super Collider” yang dirilis pada 4 Juni 2013, “Dystopia” yang dirilis pada 21 Januari 2016 dan masih banyak judul album lainnya. Selain dengan karya-karyanya yang sangat fantastis, band pelantun lagu “Dystopia” ini pun didaulat sebagai The Legend of Trash Metal Band, atau lebih dikenal dengan sebutan The Big Four yang disandingkan tiga nama band Thrash Metal besar lainnya yang sangat berpengaruh seperti Slayer, Metallica dan Anthrax.

    Pada tahun 2017, Megadeth memenangkan penghargaan musik paling bergengsi, Grammy Award, untuk kategori best metal performance untuk lagu ‘Dystopia’. Di samping itu, mereka pernah dinominasikan pada ajang yang sama sebanyak 11 kali. “Megadeth siap beraksi di panggung JogjaROCKarta pada 27 Oktober 2018 mendatang di Stadion Kridosono Yogyakarta. Tampilnya Megadeth di Indonesia ini merupakan salah satu rangkaian tour dunia setelah mereka berkarya selama 35 tahun lamanya,” ungkap Anas Syahrul Alimi, founder JogjaROCKarta Festival.

    Anas juga menyampaikan kehadiran salah satu legenda musik Thrash Metal di panggung JogjaROCKarta ini sangat disayangkan jika dilewatkan. Sebab Indonesia dan para pecinta musik cadasnya akan turut serta tercatat dalam sejarah musik dunia karena sama-sama merayakan perayaan 35 tahun dari sebuah super band legenda yang dimiliki dunia. Meskipun kali ini hanya akan diselenggarakan satu hari saja, JogjaROCKarta tahun ini tetap akan menjadi festival rock yang sangat semarak, karena juga didukung banyak band-band papan atas nasional.

    Project Director JogjaROCKarta, Bakkar Wibowo, menyampaikan bahwa pihak promotor akan membuka dua sesi penjualan tiket, yaitu presale dan regular sale. Untuk presale sendiri akan dilakukan pada 30 Juni 2018 di Legend Coffee Yogyakarta secara offline. Sementara untuk regular sale sendiri akan dimulai pada 9 Juli 2018 mendatang. “Selain menyuguhkan penampilan dari Megadeth seperti tahun sebelumnya JogjaROCKarta akan selalu menampilkan perpaduan musik rock oldschool & newschool. Tahun ini akan tampil beberapa band rock tanah air seperti God Bless, Edane, Elpamas, Seringai, Koil, dan Blackout.

    JogjaROCKarta juga akan selalu memberikan ruang untuk tuan rumah Yogyakarta sebagai salah satu penampil, dan kali ini Sangkakala akan tampil di JogjaROCKarta 2018 ini,” tambah Bakkar. Tiket presale dibandrol dengan harga Rp. 500.000 dan tiket regular Rp. 700.000. Rajawali Indonesia Communication sebagai promotor kembali menggandeng PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia untuk kedua kalinya sebagai exclusive official ticketing partner di JogjaROCKarta Festival.

    Kali ini PT. Melon Indonesia akan membawa beberapa ticket box ternama diantaranya adalah: Tiket.com, TiketApaSaja.com, Loket.com, Kiostix.com, Blanja.com, BookMyShow, RajaKarcis.com, Traveloka, GoTix. Special tahun ini, PT. Melon Indonesia mengikutsertakan Alfamart di seluruh Indonesia sebagai ticket box offline untuk penjualan tiket JogjaROCKarta Festival. Tiket bisa diperoleh di ticket box – ticket box tersebut. Informasi terbaru seputar JogjaROCKarta Festival #2 | 2018 dapat diikuti melalui official account Instagram, Twitter dan Facebook @JogjaROCKartaFestival dengan tagar #JogjaROCKartaFestival2018 dan atau melalui hotline di nomor 08222 666 4343 atau 0274 521328.

    NARASUMBER:

    • Anas Syahrul Alimi: CEO & Founder JogjaROCKarta Festival
    • Bakkar Wibowo: Co-Founder & Project Director JogjaROCKarta Festival
    • Samuel May Ratifil – VP Digital Business Development PT. Melon Indonesia

    A live-to-film celebration
    Experience the original musical film like never before
    with a live symphony orchestra

    November 4 - 5, 2017
    Ciputra Artpreneur, Jakarta

    La La Land, film drama musikal romantis karya sutradara Damien Chazelle, untuk pertama kalinya akan dipentaskan di Indonesia dalam bentuk live-to-film yang dimainkan dengan live symphony orkestra pada tanggal 4-5 November 2017 di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Pertunjukan bertajuk LA LA LAND IN CONCERT; A live-to-film celebration ini akan melibatkan seratus musisi yang bermain secara real-time dengan gambar Technicolor film LA LA LAND, membawakan komposisi musik karya Justin Hurwitz secara nyata.

    Orkestra yang memainkan komposisi secara live sebuah film memang bukanlah hal baru, namun La La Land hadir dengan tingkat kesulitan yang melampaui tipikal pertunjukan orkestra pada umumnya. Karena La La Land adalah film musikal, orkestra tidak hanya bertugas memainkan skor, tetapi mereka harus memainkan secara live lagu-lagu dalam film tersebut juga menyesuaikan dengan vokal yang direkam. Justin Hurwitz menjelaskan bahwa film akan terus berjalan dan tidak akan berhenti, jadi orkestra harus mengikuti.

    La La Land yang memenangkan enam piala grammy award termasuk untuk kategori Lagu Original Terbaik, menceritakan seorang wanita bernama Mia (diperankan oleh Emma Watson) yang bercita-cita menjadi artis dan Sebastian (Ryan Gosling), seorang musisi jazz berdedikasi, yang bertemu dan jatuh cinta di Los Angeles. Konsep live performance LA LA LAND IN CONCERT diputar perdana pada tanggal 26 Mei 2017 di Hollywood Bowl, Los Angeles yang merupakan lokasi setting film tersebut. Penulis dan sutradara Damien Chazelle, yang juga memenangkan Academy Award, menyatakan bahwa baginya salah satu bagian paling menegangkan dan memuaskan untuk membuat LA LA LAND tersebut ke live orchestra ialah dengan melibatkan seratus musisi yang bermain secara real-time dengan gambar Technicolor film LA LA LAND, membawakan komposisi musik karya Justin Hurwitz secara nyata."

    Rajawali Indonesia Communication sebagai promotor penyelenggara even ini menyediakan masing-masing 1000 tiket untuk tiap harinya dengan kategori diamond (2,75 juta), Platinum (2 juta), gold (1.25 juta, dan silver (600 ribu). Tiket dapat dibeli secara online melalui www.tiketapasaja.com

    Akhirnya setelah menunggu sekian lama, Rajawali Indonesia Communication berhasil membawa salah satu musisi legendaris dunia ke kota Yogyakarta, dia adalah peraih 16 Grammy Award sepanjang tahun 1980 – 2011 sebagai produser, pencipta lagu dan arranger terbaik, dan peraih 1 Golden Globe Award 1998 sebagai pencipta lagu terbaik ini akan menghibur warga Jogja dengan lagu-lagu karyanya yang sudah sangat akrab di telinga kita, ya! Dia adalah “THE HITMAN” David Foster.

    David Foster tidak hanya sekadar artis, tetapi telah menjadi brand global dalam dunia musik. David Foster adalah master pencipta lagu ballad, lagu yang bisa membuat orang merasakan kegilaan sesaat karena emosi yang sangat kuat. Efek sentuhan David Foster pada musik populer tidak sekadar berupa riak, tetapi laksana gelombang pasang yang sangat dahsyat.

    David Foster produser dan komposer kawakan ini lahir di Victoria, British Columbia, Kanada pada tanggal 1 November 1949. Foster memasuki dunia musik sejak tahun 1973, dan langsung melesat sebagai pemain keyboard yang diperhitungkan. Di tahun 70-an, Foster telah berkolaborasi dengan sejumlah ikon musik lainnya seperti John Lennon, Diana Ross, George Harrison, dan Rod Stewart.

    Nama Foster tersohor dalam memproduseri album artis-artis yang namanya melejit di dunia tarik suara seperti Andrea Bocelli, Celine Dion, Mariah Carey, Gloria Estefan, Nsync, Whitney Houston, Cher, Barbra Sterissand, Kenny Rogers, Madonna, Michael Jackson dan masih banyak lagi. Di tahun 90-an, Foster adalah orang dibalik suksesnya hit Celine Dion "The Power of Love" dan Natalie Cole dengan tembang "Unforgetable".

    Salah satu puncak kesuksesannya adalah ketika Foster menggelar konser spektakulernya yang berjudul Hit Man: David Foster and Friends yang juga menampilkan penyanyi ternama Celine Dion, Josh Groban, Katherine McPhee, Blake Shelton, Brian McKnight, Kenny G, Peter Cetera, Charice serta penyanyi lain yang albumnya telah ditangani oleh tangan dingin Foster.

    Penulis lagu, produser, dan musikus yang telah meraih 16 kali penghargaan Grammy, dan 3 kali dinominasikan dalam Oscar serta berbagai penghargaan lainnya seperti Emmy Award dan Canadian Juno Award sepanjang sejarah karir bermusiknya ini akan tampil di Yogyakarta dengan tajuk HITMAN David Foster & Friends Live in Yogyakarta.

    Anas Syahrul Alimi, selaku CEO Rajawali Indonesia Communication mengatakan, “David Foster CONFIRMED untuk tampil di Jogja pada tanggal 6 April 2017 bertempat di Grand Pacific Hall Yogyakarta, dan kita menggandeng IndiHome sebagai sponsor utama dalam konser ini, David Foster juga akan membawa full band dan akan memberikan kejutan untuk konser nya di Jogja, kita tunggu saja”. Anas juga menambahkan bahwa akan ada artis Indonesia yang akan tampil bersama David Foster, namun untuk saat ini artis Indonesia yang akan tampil masih belum bisa diumumkan, dikarenakan pihak David Foster masih memilih siapa saja artis yang akan mendampingi sang Hitman konser di Jogja.

    Dengan harga tiket yang terjangkau, penonton bisa menikmati sajian yang berkualitas dari Rajawali Indonesia Communication, untuk tiket terbagi 4 kelas, yaitu :

    VVIP : Rp. 2.500.000
    Platinum : Rp. 1.500.000
    Gold : Rp. 750.000
    Festival : Rp. 350.000

    Yang menarik, Rajawali Indonesia membuka tiket pre-sale, dan tentunya akan lebih hemat 20% bagi calon penonton yang membeli tiket hanya di tanggal 17 & 18 Desember 2016, bertempat di Lower Ground Hartono Mall Yogyakarta dari jam 11.00 – 17.00, untuk tiket pre-sale online melalui tiketapasaja.com akan dilayani hanya satu hari di tanggal 18 Desember 2016. Kuota tiket pre-sale yang disediakan bersifat terbatas. Selanjutnya mulai tanggal 19 Desember 2016, tiket reguler bisa didapatkan secara online di tiketapasaja.com dan tiket box offline di Parsley Bakery & Resto di Jalan Kaliurang, Jalan Laksda Adisutjipto dan Seturan. Bagi pelanggan IndiHome 100 Fiber, juga akan ada program yang sangat menarik berupa diskon yang besarnya akan dipublikasikan setelah presale tanggal 18 Desember, hanya dengan menunjukkan download app MyIndihome.

    Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan konser kelas dunia persembahan IndiHome dan Rajawali Indonesia Communication, HITMAN David Foster and Friends, Live in Concert pada tanggal 6 April 2017 di Grand Pacific Hall Yogyakarta, karena David Foster adalah sebuah jaminan untuk sebuah event konser musik yang berkelas.

    More info
    Hotline 0274 521 328 / 08 222 666 4343
    Twitter @RajawaliIndo
    Instagram @RajawaliIndonesiaComm
    Facebook Rajawali Indonesia Communication
    Website www.rajawaliindonesia.com
    #DavidFosterJogja

    • 1
    • 2