Semarang, 1 September 2019 – Setelah berhasil menggelar konsernya dalam gelaran “Westlife The Twenty Tour Borobudur Symphony”, Sabtu, (31/8/2019) malam di Candi Borobudur, grup vokal fenomenal asal Irlandia, Westlife, siap menyuguhkan kembali penampilan dalam helatan “Westlife The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong” yang diselenggaranan pada malam ini, Minggu (1/9/2019) di Kuil Sam Poo Kong, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.

Penampilan Shane Filan, Kian Egan, Nicky Byrne dan Mark Feehily di Kuil Sam Poo Kong sendiri menjadi kali pertama bagi salah satu bangunan bersejarah di Indonesia ini digunakan sebagai tempat penyelenggaraan konser bertaraf internasional. Tak hanya akan menjadi sejarah yang spektakuler di mata dunia, mega konser yang dipromotori oleh Rajawali Indonesia dan juga didukung penuh oleh Bank Jateng ini pun menjadi suatu hal yang sangat membanggakan bagi masyarakat Jawa Tengah.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi menuturkan, Kuil Sam Poo Kong adalah salah satu ikon bersejarah yang sangat dibanggakan oleh masyarakat Provinsi Jawa Tengah, terutama bagi warga Semarang sebagai orang-orang yang hidup berdekatan dengan kuil yang telah berdiri sejak lama itu. Bagaimana tidak, kuil yang sempat menjadi tempat persinggahan bagi Laksamana Cheng Ho ini telah banyak memberikan manfaat positif bagi masyarakatnya, baik secara nilai sejarah, ekonomi dan lainnya.

Kata Anas, sejak munculnya kabar Westlife akan menggelar konsernya di kuil tersebut, konser dari grup vokal yang terbentuk 3 Juli 1998 silam itu pun berhasil memantik rasa bangga yang lebih besar bagi masyarakat Semarang. Mereka sudah tidak sabar menunggu saat di mana tempat bersejarah ini akan lebih indah ketika berpadu dengan musik-musik terbaik yang dimiliki Westlife.

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi memaparkan “Konser Westlife di Sam Poo Kong ini telah menjadi suatu hal yang sangat membanggakan bagi masyarakat Jawa Tengah, khususnya masyarakat Semarang. Kuil Sam Poo Kong dan warga Semarang akan memiliki catatan sejarah baru, karena telah menjadi bagian digelarnya konser fenomenal dari Westlife. “Maka dari itu, tak heran tur konser dunia dari Westlife ini mendapatkan apresiasi yang sangat besar dari banyak kalangan masyarakat di Provinsi Jawa Tengah. Dan hal ini telah menjadi salah satu hal membanggakan yang membuat kami ingin memberikan dukungan penuh terhadap acara ini. Kami sangat bangga,” tutur Hendrar Prihadi.

Anas Syahrul Alimi menambahkan bahwa konser “Westlife The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong” menjadi salah satu bukti di mana Indonesia sebagai bangsa yang besar, masih memiliki banyak sekali potensi yang harus digali dan diketahui oleh publik dunia. Sam Poo Kong nantinya tidak hanya akan menjadi tempat bersejarah saja, namun juga menjadi tempat di mana hal-hal besar dapat tercipta.

“Sudah menjadi semangat kami sejak dulu untuk memperkenalkan potensi-potensi besar yang dimiliki bangsa ini kepada publik dunia melalui gelaran musik bertaraf internasional. Konser Westlife di Sam Poo Kong, Borobudur maupun festival-festival musik yang sempat kami selenggarakan di beberapa tempat bersejarah lain pada saat sebelumnya, telah menjadi bukti di mana Indonesia merupakan negeri yang kaya, aman dan nyaman untuk dikunjungi oleh banyak masyarakat dunia. Dan Indonesia adalah tempat di mana hal-hal besar yang membanggakan masih akan terus terjadi,” jelas Anas.

Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno yang akrab disapa Nano Tirta menambahkan, dalam konser “Westlife The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong”, Bank Jateng sebagai perusahaan perbankan kebanggaan masyarakat Jawa Tengah dalam hal ini telah memberikan kesempatan khusus kepada para nasabah setianya melalui Customer Loyalty Program. Hal ini diharapkan akan menjadi salah satu bentuk apresiasi terbaik dari Bank Jateng kepada para nasabahnya melalui sebuah suguhan terbaik, di tempat terbaik dan dari grup vokal terbaik kelas dunia.

Dalam konser Westlife The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong, Tiketapasaja.com menjadi satu-satunya channel penjualan tiket. Dedi Suherman, Direktur Utama PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia mengatakan, "Kami sangat antusias ketika  dipercayai oleh promotor sebagai satu-satu nya channel penjualan tiket konser Westlife The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong. Karena ini akan menjadi bagian dari sejarah kami menangani penjualan tiket dengan track record sangat baik dalam penjualan tiket," ujar Dedi.

Dedi juga menambahkan selama penjualan tiket secara online, pihaknya sangat mempersiapkan betul mengenai sistem dan pelayanan kepada pembeli. Sehingga pembeli akan nyaman untuk membeli tiket di tiketapasaja.com.

Informasi terbaru seputar WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong dapat diikuti melalui akun instagram resmi promotor @RajawaliIndonesia atau melalui hotline di nomor 08.222.666.4343 (*)

Narasumber: 

  • CEO Rajawali Indonesia – Anas Syahrul Alimi
  • Walikota Semarang – Hendrar Prihadi
  • Direktur Utama Bank Jateng – Supriyatno
  • Direktur Utama PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia - Dedi Suherman

Westlife The Twenty Tour Borobudur Symphony

Kemegahan Candi Borobudur dan Konser Reuni Westlife

Yogyakarta, 20 April 2019 – Di akhir era tahun 90-an, publik musik dunia digemparkan dengan hadirnya sebuah Boy Band asal Irlandia bernama Westlife. Pada tahun 1999, Shane Filan, Brian McFadden, Kian Egan, Nicky Byrne dan Mark Feehily berhasil melambungkan nama Westlife melalui deretan judul lagu yang terangkum dalam album bertajuk “Westlife”. Sebut saja seperti “Swear it Again”, “If I Let You Go”, “Flying Without Wings”, “Fool Again”, “No No” dan lainnya adalah beberapa lagu yang termuat dalam album perdana dari boy band yang berdiri sejak 3 Juli 1998 silam tersebut.

Dan dalam perjalanannya bermusik, Westlife berhasil merilis belasan album studio yang diperdegarkan kepada masyarakat dunia. Dari belasan album yang mereka rilis itu pula, setidaknya ada belasan single yang dinobatkan menjadi nomor satu di Irlandia maupun di Britania Raya selama kurun waktu dari tahun 1999 sampai dengan 2005. Dan penghargaan seperti “Record of The Year” pun sempat Westlife raih berkat karya-karya terbainya itu.

Terus konsisten mengeluarkan karya dan menggelar konsernya di berbagai negara di dunia, nampaknya tak membuat Westlife tetap bertahan di tengah persaingan yang begitu sengit di industri musik. Pada tahun 2012, Shane, Brian, Kian, Nicky dan Mark memutuskan untuk membubarkan boy band yang telah membesarkan nama mereka bersama. Dan hal itu tentunya membuat banyak penggemar Westlife merasa kecewa.

Hampir tujuh tahun tak pernah ada kabar setelah keputusan untuk membubarkan diri, secara mengejutkan pada Oktober 2018 empat personel Westlife yaitu Shane, Kian, Nicky dan Mark mengumumkan bahwa mereka akan menggelar konser tur reuni di beberapa negara. Dan salah satunya adalah di Indonesia, di mana boy band pelantun lagu “Uptown Girl” tersebut siap menggelar konsernya bertajuk “Westlife The Twenty Tour Live in Borobudur” pada 31 Agustus 2019 mendatang di Pelataran Candi Borobudur, Jawa Tengah, Indonesia.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi selaku promotor konser Westlife di Candi Borobudur menuturkan, bahwa kedatangan Shane, Kian, Nicky dan Mark merupakan sesuatu yang sangat luar biasa bagi masyarakat Indonesia. Sebab dalam perjalanannya selama ini, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara yang memiliki jumlah pendengar terbanyak yang menyimak karya-karya terbaik dari Westlife.

“Westlife adalah hits maker, dan puluhan lagu yang telah mereka ciptakan selama ini sangat populer di Indonesia. Ini yang membuat fansnya sangat besar di sini. Dan Candi Borobudur merupakan destinasi kedua dari tur konser Westlife di Indonesia,” papar Anas.

Kata Anas, Candi Borobudur sebagai salah satu mahakarya bersejarah dunia yang berada di Indonesia tersebut baginya dirasa perlu dikolaborasikan dengan mahakarya musik yang dimiliki oleh Westlife. “Westlife The Twenty Tour Live in Borobudur” mendatang akan memberikan pengalaman yang baru dalam menonton pertunjukan musik dari musisi dunia.

“Sampai saat ini kami selaku promotor masih tetap membawa semangat besar untuk melambungkan nama Indonesia di kancah dunia melalui konser-konser musik yang disajikan bersama mahakarya bersejarah yang dimiliki negeri ini. Saya sangat ingin melakukan branding Candi Borobudur ke tingkat internasional. Westlife adalah salah satu band dunia yang sangat tepat untuk melakukan branding ini. Dan saya berharap tur konser Westlife di Candi Borobudur besok adalah konser yang berbeda bagi Westlife maupun para penggemarnya di Indonesia. Dan saya yakin konser dengan latar kemegahan Candi Borobudur akan menjadi konser Westlife terbaik dan berbeda bagi mereka,” Tambah Anas.

Tiket Westlife The Twenty Tour Live in Borobudur akan mulai dijual pada Senin, 22 April 2019 melalui www.tiketapasaja.com dengan pembagian kelas sebagai berikut; Super VVIP (limited, hot seat, best view, with number seat, lounge dan free merchandise) dengan harga Rp. 3.500.000, Diamond (best view, number seat, lounge) dengan harga Rp. 2.500.000, Platinum (free seating di belakang Diamond) dengan harga Rp. 2.000.000, Gold (free seating, di sayap kanan-kiri) dengan harga Rp. 1.000.000 dan Festival (berdiri di depan stage) dengan harga Rp. 1.250.000.

Informasi terbaru seputar The Twenty Tour Live in Borobudur dapat diikuti melalui akun instagram resmi promotor @rajawaliindonesia atau melalui hotline di nomor 0822.2666.4343 (*)

Narasumber:
CEO Rajawali Indonesia - Anas Syahrul Alimi

Yogyakarta, 31 Agustus 2019 – Sebut saja “If I Let You Go”, “Uptown Girl”,”I Lay My Love On You”, “I Have a Dream”, “Soledad”, “Puzzle On My Heart”, “I Don’t Wanna Fight”, “Swear It Again”, “Fool Again” dan masih banyak lainnya, merupakan beberapa karya terbaik yang sempat dinyanyikan oleh grup vokal fenomenal asal Irlandia, Westlife. Walau sempat vakum dan ditinggal salah satu personilnya yaitu Brian McFadden, grup yang kini digawangi oleh Shane Filan, Kian Egan, Nicky Byrne dan Mark Feehily tersebut masih mendapat ruang khusus bagi para pendengar musik di banyak negara di dunia.

Lama tak muncul dan menggelar pertunjukannya di atas panggung yang sama seperti sediakala, membuat banyak pecinta karya-karya dari Westlife merindukan mereka. Hingga pada akhirnya tibalah di tahun 2019, di mana grup vokal yang terbentuk 3 Juli 1998 silam tersebut memberi kejutan yang mencengangkan kepada para penggemar setianya selama ini, yakni melalui rangkaian tur konser dunia bertajuk “The Twenty Tour Westlife” yang telah bergulir sejak Mei 2019 lalu.

Sudah banyak negara yang sudah dan akan dikunjungi oleh Westlife dalam tur dunianya ini. Di antaranya seperti Irlandia, Inggris, Skotlandia, Denmark, Malaysia, Singapura, Thailand, Macau, dan termasuk Indonesia. Di Negeri Burung Garuda sendiri, beberapa waktu lalu Westlife sempat menggelar pertunjukannya di Jakarta dan juga Palembang. Dan kali ini menjadi giliran Rajawali Indonesia (Promotor) dan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Co Promotor) memboyong Westlife ke Candi Borobudur untuk tampil dalam gelaran Borobudur Symphony, Sabtu (31/8/2019) malam.

Borobudur Symphony sendiri merupakan gelaran konser musik bertaraf internasional yang pertama kali diperkenalkan kepada publik Indonesia pada tahun 2018 lalu. Konser musik ini adalah sebuah bentuk agung dari proses kolaborasi dua mahakarya, yaitu mahakarya Candi Borobudur sebagai World Heritage, yang disandingkan secara apik bersama mahakarya musik dari para musisi hebat dunia. Setelah kesuksesan Mariah Carey pada Borobudur Symphony 2018 lalu, Borobudur Symphony jilid kedua kali ini akan menjadi ruang spesial bagi Westlife untuk mempresentasikan karya-karya terbaiknya kepada masyarakat Indonesia.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi menuturkan, digelarnya tur konser Westlife “The Twenty Tour” di beberapa kota di Indonesia merupakan suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh publik di tanah air. Sebab, Indonesia sendiri termasuk salah satu negara yang memiliki jumlah pendengar terbesar bagi karya-karya fenomenal yang pernah dirilis oleh Westlife dalam perjalanan berkaryanya selama ini. Tak heran jika konser Westlife di Candi Borobudur nanti mendapatkan antusias yang sangat besar.

Alhamdulillah sambutan dari masyarakat Indonesia untuk penampilan Westlife di Candi Borobudur nanti mendapat apresiasi yang sangat besar sekali. Salah satu buktinya adalah ketika kami membuka penjualan tiket secara online, di mana tiket pertunjukan Westlife di Borobudur Symphony ludes terjual hanya dalam waktu beberapa menit saja,” papar Anas.

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko, Edy Setijono melanjutkan, Westlife “The Twenty Tour” Borobudur Symphony bukan saja menjadi hal positif yang bisa dirasakan langsung oleh para penggemar Westlife di Indonesia, namun juga bagi Candi Borobudur sebagai salah satu peninggalan nenek moyang yang masih berdiri dengan megahnya sampai saat ini. Penampilan Westlife nanti diharapkan akan menjadi pemantik di mana Candi Borobudur lebih dikenal lagi oleh masyarakat dunia.

“Ini adalah salah satu upaya dari kami untuk lebih mengenalkan lagi Candi Borobudur kepada publik dunia. Jika Candi Borobudur sebagai salah satu warisan dunia ini lebih dikenal lagi, maka akan lebih banyak lagi efek positif yang bisa langsung dirasakan oleh Bangsa Indonesia,” tutur Edy.

Tambah Edy, dalam gelaran Westlife “The Twenty Tour” Borobudur Symphony tahun ini, pihaknya pun mendapatkan dukungan penuh dari beberapa BUMN di Indonesia. Seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Garuda Indonesia Tbk, Bank BTN, PT Hutama Karya (HK), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, PT Jasa Raharja Tbk dan PT. Jasa Raharja Putera.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara mengatakan bahwa dukungan Garuda Indonesia terhadap pelaksanaan Westlife “The Twenty Tour” ini merupakan salah satu bentuk upaya Garuda Indonesia untuk memberikan nilai lebih bagi para pengguna jasa, khususnya anggota GarudaMiles sekaligus untuk memperluas pangsa pasar GarudaMiles.

“Kami memahami bahwa pilihan aktivitas hiburan yang beragam kini sudah menjadi kebutuhan gaya hidup masyarakat Indonesia. Melalui program baru kami, GIA Event – bekerjasama dengan berbagai partner – Garuda Indonesia memberikan kesempatan bagi para anggota GarudaMiles untuk dapat menukarkan mileage mereka dengan berbagai tiket event baik di dalam maupun luar negeri.”, tambah Ari.

Dalam konser WESTLIFE “The Twenty Tour” Borobudur Symphony kali ini, promotor mempercayai Tiketapasaja.com by Melon Indonesia dalam penjualan tiket konsernya. Direktur Utama PT. Melon Indonesia, Dedi Suherman menuturkan pihaknya sangat antusias sekali ketika platform tiketing milik Melon Indonesia ditunjuk oleh promotor sebagai Exclusive Official Ticketing Partner.

"Kami sangat antusias ketika  dipercayai oleh promotor sebagai satu-satu nya channel penjualan tiket konser Westlife “The Twenty Tour” Borobudur Symphony. Karena ini akan menjadi bagian dari sejarah kami menangani penjualan tiket dengan track record sangat baik dalam penjualan tiket," ujar Dedi.

"Selama penjualan tiket, kami sangat mempersiapkan betul sistem dan pelayanan kami. Kami tidak mau mengecewakan pembeli. Ini sangat kami perhatikan sekali sebagai Exclusive Official Ticketing Partner," pungkas Dedi.

Informasi terbaru seputar WESTLIFE “The Twenty Tour” Borobudur Symphony dapat diikuti melalui laman www.borobudursymphony.com dan atau melalui instagram resmi promotor @RajawaliIndonesia dan @BorobudurSymphony atau melalui hotline di nomor 08.222.666.4343 (*)

Narasumber:

  • Anas Syahrul Alimi (CEO Rajawali Indonesia-Promotor)
  • Edy Setijono ( Direktur Utama PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan Dan Ratu Boko Persero – Co. Promotor)
  • I Gusti Ngurah Ari Askhara Danadiputra (Direktur PT. Garuda Indonesia (persero) tbk)
  • Dedi Suherman ( Direktur Utama PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia)

Semarang, 1 September 2019 – Setelah berhasil menggelar pertunjukannya dalam mega konser bertajuk “WESTLIFE The Twenty Tour” Borobudur Symphony, Sabtu (31/8/2019) malam di Candi Borobudur, Westlife akhirnya mampu memberikan hal yang tak kalah memukau kepada ribuan orang penonton yang hadir dalam “WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong”, Minggu (1/9/2019) malam di Kuil Sam Poo Kong Semarang. Dalam pertunjukannya, grup vokal yang digawangi oleh Shane Filan, Kian Egan, Nicky Byrne dan Mark Feehily ini berhasil menyanyikan beberapa judul karya terbaiknya. Di antaranya seperti “Hello My Love”, Swear It Again”, “Uptown Girl”, “My Love”, “If I Let You Go” dan masih banyak lagi.

Bahkan, grup vokal yang terbentuk pada 3 Juli 1998 silam tersebut memberikan suguhan maha dahsyat ke dalam setiap lagu yang mereka nyanyikan malam ini, melalui sajian visual dan tata cahaya yang begitu menyatu. Tak heran hal ini mampu memberikan efek bahagia kepada hampir 7.000 penonton yang berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia. Dan kebahagiaan yang tak terhingga pun mampu dirasakan langsung oleh para personil Westlife selama menyuguhkan pertunjukannya.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi selaku promotor dari “WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong” menuturkan, konser yang digelar di Kuil Sam Poo Kong ini merupakan destinasi terakhir dari rangkaian tur konser Westlife di Indonesia. Momen yang terwujud pada malam hari ini menjadi sebuah catatan baru bagi Westlife dan Kuil Sam Poo Kong melakukan sebuah proses kolaborasi yang sangat indah. Mahakarya yang dimiliki kuil ini begitu melebur Bersama karya-karya terbaik dari grup vokal asal Irlandia tersebut.

“Konser Westlife pada malam hari ini sangat pecah. Semua orang yang hadir pada malam hari ini sama-sama merasakan bahagia. Westlife dan Kuil Sam Poo Kong sama-sama hebatnya untuk memberikan sebuah suguhan berkesan yang terjadi pada malam hari ini,” tutur Anas. Ia mengungkapkan, bahwa konser ini bukanlah tanpa alasan bisa digelar di salah satu situs bersejarah yang dimiliki Indonesia tersebut. Menghadirkan legenda musik dunia seperti Westlife merupakan sebuah upaya dari pihaknya untuk membranding tempat ini dan Kota Semarang ke dunia internasional melalui pertunjukan music berkualitas. Tak heran konser ini tidak hanya menyedot antusias yang sangat besar dari masyarakat Indonesia, namun juga para pelancong dari mancanegara.

“Saya kira apa yang terjadi pada malam hari ini adalah sebuah proses kolaborasi dari tiga mahakarya, yaitu mahakarya Kuil Sam Poo Kong, mahakarya masyarakat Jawa, dan juga mahakarya musik yang dimiliki oleh Westlife. Bagi saya, hal seperti ini harus tetap terus berlanjut di Semarang, agar nantinya salah satu kota besar di Indonesia ini akan terangkat namanya ke dunia internasional,” jelas Anas.

Senada dengan yang diungkapkan oleh Supriyatno, Direktur Utama Bank Jateng yang pada kesempatan kali ini menjadi Main Sponsored dalam konser “WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong” ini. Selama ini Semarang sebagai Ibukota Provinsi Jawa Tengah sedang diarahkan untuk menjadi destinasi wisata internasional. Dan hal besar yang telah terwujud pada malam hari ini menjadi salah satu bukti harapan tersebut akan semakin dekat untuk bisa terwujud.

“Diplomasi budaya melalui musik, yang mana hal ini memiliki tujuan untuk lebih memperkenalkan sebuah daerah ke dunia internasional bagi kami merupakan sebuah upaya yang sangat positif. Maka dari itu, di sini kami pun ikut terlibat untuk mendukung secara penuh terhadap tur konser dari Westlife ini,” papar Supriyatno.

Ia berpendapat, konser “WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong” tidak hanya menjadi momen yang sangat menyenangkan bagi banyak orang, namun juga menjadi saat di mana para penonton konser mendapatkan velue yang lain setelah menyaksikan pertunjukan musik. Supriyatno berharap hal serupa akan terus terjadi di Kota Semarang, sehingga kota ini akan lebih dikenal lagi di dunia dan menjadi destinasi wisata pilihan bagi wisatawan mancanegara. (*)

Narasubner:

  • CEO Rajawali Indonesia – Anas Syahrul Alimi (Promotor “WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong)
  • Direktur Utama Bank Jateng – Supriyatno (Main Sponsored “WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong)

JogjaROCKarta International Rock Music Festival #4 | 2020
Kridosono Stadium Yogyakarta - 1 Maret 2020
“Scorpions dan Whitesnake Siap Gelar Tur Konsernya di JogjaROCKarta Festival 2020”


Yogyakarta, Oktober 2019 – JogjaROCKarta International Rock Music Festival telah menjadi sebuah ajang tahunan yang sangat ditunggu-tunggu oleh banyak penggemar musik rock di Indonesia. Secara konsisten terus digelar dalam setiap tahunnya, ada beberapa nama grup musik rock dunia yang pernah diboyong oleh Rajawali Indonesia selaku promotor dari festival ini. Sebut saja Dream Theater, Megadeth, yang telah menjadi headliners festival rock yang mulai pertama kali digelar mulai tahun 2017 silam. Serta tahun ini tidak kalah menarik, Extreme dan Power Trip didaulat untuk menjadi headliners dalam gelaran JogjaROCKarta #3 | 2019

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi memaparkan, JogjaROCKarta #4 | 2020 akan digelar pada 1 Maret 2020 mendatang di Stadion Kridosono, yang mana nantinya giliran Scorpions dan Whitesnake yang pihaknya bawa untuk menggelar pertunjukannya di Yogyakarta. Dan hal ini bagi Anas akan menjadi suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat “rock” Indonesia yang sudah lama tidak menyaksikan konser dari Scorpions dan Whitesnake secara langsung.

Scorpions merupakan sebuah grup musik asal Hanover Jerman yang terbentuk lebih dari 50 tahun yang lalu, yang mana dalam perjalanan bermusiknya selama puluhan tahun silam, band ini sudah menghasilkan puluhan judul album studio. Beberapa di antaranya seperti Blackout (1982), Love At First Sting (1984), Lovedrive (1979), Crazy World (1990) dan masih banyak lagi.

Sama seperti Scorpions, Whitesnake sebagai salah satu band yang akan tampil di JogjaROCKarta #4 | 2020 pun telah menghasilkan banyak sekali album sejak pertama kali mereka terbentuk pada tahun 1977 di Inggris. Album-album seperti 1987 (1987), Slip Of The Tongue (1989), Restless Heart (1997) dan lainnya telah menjadi pengiring mereka untuk mendapatkan banyak sekali penggemar di seluruh dunia.

“Ini adalah kali kedua bagi Scorpions menggelar konsernya di Indonesia. Namun, buat Whitesnake ini merupakan kali pertama. Meskipun baru pertama, namun David Coverdale, vokalis Whitesnake yang juga merupakan mantan vokalis Deep Purple pernah datang ke Indonesia bersama Deep Purple pada tahun 1975. Sangat lama sekali, ini akan menjadi momen pelepas rindu bagi penggemar musik rock di Indonesia” tutur Anas.

“Whitesnake sendiri pernah mengeluarkan album “Purple” yang berisi lagu-lagu Deep Purple yang dibawakan oleh David Coverdale. Di konser nanti Whitesnake juga akan membawakan lagu-lagu hits Deep Purple yang pernah dinyanyikan oleh Coverdale, seperti kita tahu Coverdale pernah bergabung bersama Deep Purple dalam 3 album Burn (1974), Stormbringer (1974), Come Taste The Band (1976) ” tambah Anas. Selain kedua band legend tersebut, Anas juga membocorkan bahwa akan ada line up tambahan, band rock besar dari Mongol, Tiongkok yang sangat keren dan juga band-band rock Indonesia.

Sementara itu Bakkar Wibowo Co-Founder sekaligus Project Director JogjaROCKarta Festival menyampaikan, melalui kehadiran band-band rock mancanegara seperti Dream Theater, Megadeth, Extreme, Power Trip serta Scorpions dan Whitesnake pada 2020 mendatang, hal ini akan menunjukkan kepada publik bahwa Indonesia, khususnya Yogyakarta merupakan sebuah destinasi yang aman dan nyaman untuk disinggahi. Hal itu bisa dilihat dari para musisi dunia yang datang dan menggelar konsernya di sini.

Bakkar juga menyampaikan “Untuk tiket reguler JogjaROCKarta #4 | 2020 akan mulai kami jual mulai tanggal 5 November 2019 mendatang melalui id.bookmyshow.com. Sedangkan presale akan kami berikan khusus bagi para penonton yang datang dan menyaksikan JogjaROCKarta #3 | 2019 di Stadion Kridosono pada 3 November 2019 besok dengan pembagian kelas tiket sebagai berikut; VIP Class Rp. 1.000.000 dari harga Rp. 1.500.000, Festival A Rp. 700.000 dari harga Rp. 900.000 dan Festival B Rp. 400.000 dari harga Rp. 600.000.”

“Bagi kami sebuah loyalitas adalah bentuk sikap dan dedikasi yang layak diapresiasi. Untuk itu, kami akan memberikan apresiasi kepada para penonton JogjaROCKarta #3 | 2019 dengan memberikan harga spesial untuk pembelian Scorpions x Whitesnake di JogjaROCKarta #4 | 2020.” pungkas Bakkar. Informasi mengenai JogjaROCKarta #4 | 2020 dapat diikuti melalui official account Instagram, Twitter dan Facebook @JogjaROCKartaFestival dengan tagar #JogjaROCKarta2020 dan atau melalui hotline di nomor 08 222 666 4343.

Narasumber:
- Founder JogjaROCKarta Festival & CEO Rajawali Indonesia – Anas Syahrul Alimi.
- Co-Founder & Project Director JogjaROCKarta Festival – Bakkar Wibowo.

Jakarta, 18 Juli 2019 – Konser Jikustik Reunian tak hanya menjadi momen yang mengundang haru bagi Icha, Dadikz, Pongki, Carlo dan Adhit, namun juga menjadi saat di mana Jikustikan sebagai pendengar setia karya-karya dari Jikustik akhirnya bisa melepas kerinduannya untuk menyaksikan mereka berlima kembali bermusik di atas panggung yang sama. Buktinya, dalam Konser Jikustik Reunian pada 29 Maret 2019 lalu di Yogyakarta, ribuan Jikustikan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia ikut terlibat dalam konser yang dipromotori oleh Rajawali Indonesia tersebut.

Pongki menuturkan, konser reuni yang berhasil diselenggarakan di Yogyakarta beberapa waktu lalu itu menurutnya merupakan salah satu konser terbaik yang pernah ia lakukan selama karir bermusiknya. Banyak hal luar biasa yang berhasil ia dapatkan saat itu, dan tak bisa digambarkan melalui kata-kata. Maka dari itu, ia bersama Dadikz, Adhit, Carlo dan Icha sangat menyambut baik dan ingin kembali mengulang momen tersebut yang akan direalisasikan besok, Jumat (19/7/2019) dalam Konser Jikustik Reunian Jakarta di Balai Sarbini.

“Konser reuni di Jogja kemarin adalah salah satu konser terbaik yang pernah saya lakukan. Saya mendapatkan perasaan yang luar biasa kala itu. Saya ingin mengulang kembali perasaaan itu di Jakarta esok hari bersama kalian yang akan menonton,” tutur Pongki.

Lanjut Icha, Konser Jikustik Reunian merupakan sebuah konser yang sangat berbeda dibandingkan dengan konser-konser reunian yang dilakukan oleh band-band lain bersama para mantan personilnya. Jika band lainnya melakukan reuni di banyak tempat di Indonesia, mungkin Jikustik tidak akan melakukan hal yang serupa.

“Saya mau ajak seluruh Jikustikan untuk bisa hadir besok. Ini adalah kesempatan yang sangat langka untuk bisa menyaksikan formasi ini bermain musik di atas panggung yang sama. Saya berharap semoga setelah konser ini, kami semua akan saling memberikan dukungan untuk karir kami masing-masing,” ujar Icha.

Sementara itu Adhit mengatakan, jika pada konser sebelumnya ia bersama Dadikz dan Carlo masih merasakan canggung karena sudah lama tidak bermain musik bersama Pongki dan Icha. Dari berbagai persiapan yang mereka lakukan untuk Konser Jikustik Reunian Jakarta besok, kecanggungan itu tak lagi terasa. Adhit kembali merasakan bagaimana kekompakan yang pernah terasa saat mereka masih bermain musik bersama di bawah nama Jikustik.

“Setelah show di Jogja kemarin, dari berbagai proses yang kami lakukan rasanya chemistry makin dapet. Sudah lebih ngeblend dan lebih mudah untuk memainkan aransemen bersama,” kata Adhit.

Vokalis Jikustik, Brian Prasetyo Adi pun angkat bicara, perasaan bahagia kembali ia rasakan lewat Konser Jikustik Reunian Jakarta besok. Momen bersejarah yang sempat terjadi di Yogyakarta beberapa waktu lalu ia rasa masih belum cukup dirasakan oleh para personil Jikustik Reunian dan para Jikustikan. Maka dari itu, ketika konser ini diboyong ke Ibukota Brian berharap momen luar biasa akan kembali terjadi dan disaksikan oleh lebih banyak lagi masyarakat Indonesia.

Dinamika emosi yang akan terasa

Art Director Konser Jikustik Reunian, Agus Noor menjelaskan, pada Konser Jikustik Reunian Jakarta, pihaknya akan kembali memberi sentuhan artistik dan suasana pada setiap lagu yang dibawakan oleh para personil Jikustik Reunian di atas panggung. Hal ini diharapkan agar penonton yang hadir di Balai Sarbini besok bisa merasakan progres yang berbeda-beda pada setiap lagu yang dimainkan, hingga akan ada dinamika emosi yang terasa.

“Ibarat melepas kangen atau pertemuan sahabat lama, ada kenangan dan perasaan-perasaan lainnya, yang bercampur aduk. Dari pengalaman konser Jikustik Reunian di Jogja, para personil begitu lepas meluapkan energi kerinduan mereka, hingga konser bergitu penuh emosi, tidak saja bagi Jikustik, tapi juga bagi penonton. Konser yang tak hanya indah, api juga sarat kenangan,” jelas Agus Noor.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi percaya hal yang lebih luar biasa akan terjadi esok hari, baik bagi para pesonil Jikustik Reunian, Jikustikan maupun bagi pihaknya sendiri. Sudah banyak sekali pihak yang menunggu konser ini bisa kembali digelar hanya untuk melepas rindu maupun kembali mengulang kenangan bersama karya-karya terbaik dari Jikustik.

“Sebenarnya permintaan dari masyarakat untuk membawa teman-teman Jikustik Reunian ke beberapa kota sangat banyak sekali. Dan Konser Jikustik Reunian Jakarta ini merupakan salah satu perwujudan dari permintaan masyarakat kepada kami. Seluruh pesiapan untuk konser ini telah kami persiapkan seluruhnya dengan sebaik mungkin. Para penonton sudah siap merasakan bagaimana dinamika emosi akan sangat terasa dalam konser ini,” papar Anas.

Direktur Utama PT Melon Indonesia by Telkom Indonesia, Dedi Suherman menambahkan, selain telah melakukan penjualan tiket Konser Jikustik Reunian Jakarta secara online, pihaknya pun masih akan melayani penjualan tiket on the spot di lokasi pertunjukan mulai pukul 13.00 WIB. Dan jika melihat fenomena yang terjadi saat penjualan tiket secara online beberapa waktu lalu, Dedi melihat animo masyarakat Indonesia terhadap konser ini menunjukan peningkatan yang sangat signifikan.

Informasi terbaru seputar Konser Jikustik Reunian dapat diikuti melalui akun instagram resmi promotor @rajawaliindonesia atau hotline di nomor 0822 2666 4343. (*)

Narasumber:

  • CEO Rajawali Indonesia – Anas Syahrul Alimi
  • Art Director Konser Jikustik Reunian – Agus Noor
  • Direktur Utama PT Melon Indonesia by Telkom Indonesia – Dedi Suherman Vokalis Jikustik Reunian – Pongki Barata
  • Bassis Jikustik Reunian – Icha Mirzahakim
  • Keyboardist Jikustik Reunian – Adhitya Bhagaskara
  • Vokalis Jikustik – Brian Prasetyo Adi

Jikustik Reunian | 2019

Grand Pacific Hall Yogyakarta, 29 Maret 2019

“Jikustik Reunian, Sebuah Perjalanan Menuju Masa Lalu”

Yogyakarta, 18 Maret 2019 – Jikustik Reunian merupakan sebuah gelaran konser reuni dari band Jikustik, yang akan terselenggara di Grand Pasific Hall Yogyakarta. Konser musik yang dipromotori oleh Rajawali Indonesia ini akan menjadi momen besar, di mana Jikustik formasi pertama yang digawangi oleh Pongki (vokal & gitar), Icha (bass & vokal), Dadi (gitar), Adit (keyboard) dan Carlo (drum) akan ditampilkan di hadapan ribuan pecinta musik tanah air. Seperti yang sudah banyak diketahui oleh khalayak di Indonesia, setelah Pongki dan Icha memutuskan untuk hengkang dari band yang telah berdiri sejak tahun 1996 silam tersebut, mereka berdua belum pernah bermain musik bersama lagi dalam satu panggung. Maka dari itu, konser Jikustik Reunian tidak hanya menjadi momen perdana bagi Pongki dan Icha untuk bermain musik bersama Jikustik setelah mereka mengundurkan diri, namun juga kejadian bersejarah bagi para penggemar setia dari band yang sempat menelurkan lagu berjudul “Maaf” tersebut.

Pongki menuturkan, konser Jikustik Reunian yang siap digelar pada 29 Maret 2019 mendatang itu baginya menjadi sebuah kendaraan mesin waktu yang dapat mengembalikannya berjumpa dengan kenangan indah di masa lalu. Kata Pongki, banyak sekali kejadian di masa silam yang membuat ia rindu walau hanya untuk bersenda gurau bersama seperti sediakala. “Konser Jikustik Reunian besok konsepnya adalah rekonsiliasi, yang mana kami bersama-sama menutup apa yang berbeda dari diri kami, dan mencari hal yang sama dalam diri kami masingmasing. Bagi saya pribadi, konser ini seperti sebuah mesin waktu yang dapat membawa saya khususnya kembali ke masa lalu indah, yang pernah kita (Jikustik) alami ketika masih bermain musik bersama. Satu-satunya hal yang bisa mengumpulkan kami (Jikustik) di sini adalah rasa kangen yang kami miliki,” jelas Pongki.

Hal serupa diutarakan Icha, di mana banyak hal yang sangat ia rindukan setelah tidak lagi bermusik dengan Jikustik. Ia jadi teringat ketika masa di mana mereka semua merasa stress saat harus menyelesaikan banyak karya musik untuk Jikustik. Terkadang, saat-saat yang membuat mereka pusing itu selalu bermunculan hal-hal konyol yang dilakukan olehnya dan para personel Jikustik kala itu. “Ya banyak banget hal lucu yang terjadi dulu ketika kita masih main musik bareng. Dan itu pun kembali terjadi ketika kita sekarang berproses lagi untuk mempersiapkan konser Jikustik Reunian besok. Candaan-candaan yang dulu pernah ada kembali lagi terjadi sekarang,” ungkap Icha sambil tertawa.

Pongki dan Icha berharap, konser Jikustik Reunian besok tidak hanya menjadi ruang pelepas rindu bagi mereka berdua bersama kawan-kawan lamanya, namum juga menjadi bukti di mana sebuah persahabatan masih tetap terjalin dengan erat walau mereka sudah tidak bisa lagi bermain musik bersama. “Sebagai penyanyi, saya sudah lama sekali tidak diiringi oleh Icha, Dadi, Adit dan Carlo. Konser Jikustik Reunian besok akan menjadi momen yang luar biasa bagi kami dan bagi teman-teman yang akan menonton penampilan kami besok,” tambahnya. (*)

Narasumber:

- Ex Vokalis Jikustik - Pongki Barata

- Ex Bassis Jikustik - Aji Mirza Hakim (Icha)

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

JIKUSTIK REUNIAN 2019

Grand Pacific Hall Yogyakarta, 29 Maret 2019

“Jikustik Akan Gelar Konser Reuni”

Yogyakarta, 16 Februari 2019 – Konser “Jikustik Reunian”, merupakan sebuah gelaran konser reuni dari band Jikustik yang akan dipromotori secara langsung oleh Rajawali Indonesia pada 29 Maret 2019 mendatang di Grand Pacific Hall Yogyakarta. Dalam konser yang akan melibatkan banyak rasa cinta tersebut, pihak promotor siap menyuguhkan penampilan dari Jikustik formasi awal, yang mana Pongki (Vokal & Gitar) dan Icha (Bass & Vokal) sebagai mantan personil akan bermain penuh dalam gelaran ini. Jikustik sendiri merupakan band pop romantis asal Yogyakarta yang telah berdiri sejak

Februari tahun 1996. Pada awalnya, nama mereka adalah “G-Coustic”, yang mana seiring berjalannya waktu dan saat mereka semakin dikenal oleh khalayak musik, G-Coustic akhirnya mengubah namanya menjadi Jikustik. Kala itu formasi awal dari band pelantun “Setia” ini dihuni oleh Pongki (Vokal & Gitar), Icha (Bass & Vokal), Dadi (Gitar & Vokal), Adhit (Keyboard) dan Carlo (Drum).

Pada formasi awal tersebut, Jikustik berhasil menelurkan sebanyak 8 buah album dengan sederet single hits yang tak pernah lekang hingga saat ini. Kedelapan album di antaranya seperti “Seribu Tahun” yang dirilis pada tahun 2000, “Perjalanan Panjang” (2002), “Sepanjang Musim” (2003), “Pagi” (2004) dan beberapa album lainnya yang sampai saat ini masih terkenang di benak pendengar musik di Indonesia.

Namun, setelah belasan tahun berkarya bersama dengan berbagai polemik yang terjadi di tubuh Jikustik, Pongki Barata yang sejak pertama mengisi posisi vokal dan gitar akhirnya hengkang. “Malam” menjadi album terakhir bagi Pongki selama karir musiknya bersama Icha, Adhit, Dadi dan Carlo. Dan beberapa tahun kemudian, pada akhirnya Icha pun memutuskan untuk mengikuti jejak Pongki untuk tidak lagi bermusik bersama kawankawannya di Jikustik.

Walau begitu, hingga saat ini Jikustik masih tetap eksis bermusik dan terus menelurkan karya-karya terbaiknya, yang mana pada saat ini band pelantun “Setia” tersebut kini dihuni oleh Brian (Vokal & Gitar), Dadi (Gitar & Vokal), Adhit (Keyboard) dan Carlo (Drum). CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi menuturkan, Jikustik merupakan salah satu band fenomenal asal Yogyakarta yang mampu mengguncang publik Tanah Air dengan karya-karya yang selalu menyayat hati setiap pendengarnya. Keterlibatan Jikustik di blantika musik Indonesia, bisa dibilang menjadi sebuah bukti adanya sebuah grup musik yang begitu produktif dalam membuat karya. Tak heran berkat konsistensi mereka dalam bermusik, banyak sekali orang yang mencintai karya-karya yang telah mereka hasilkan. “Jikustik formasi awal tak pernah terlupakan, walau sampai saat ini mereka masih tetap eksis dengan formasi baru. Berangkat dari hal tersebut, kami berencana untuk membuat sebuah konser bertajuk “Jikustik Reunian”, yang mana konser ini akan kembali menyatukan Pongki dan Icha sebagai mantan personil untuk “bersama lagi” dalam satu panggung,” ungkap Anas.

Dalam konser Jikustik Reunian nanti kata Anas, Pongki, Icha, Dadi, Adhit dan Carlo akan memainkan kembali karya-karya hits yang pernah mereka mainkan bersama dalam gelaran tersebut. Hal ini diharapkan akan menjadi penawar bagi para pendegar setia Jikustik yang sudah sejak lama merindukan adanya sebuah gelaran yang bisa kembali mempersatukan mereka dalam satu panggung yang megah seperti dulu. “Jadi setelah Pongki dan Icha keluar, mereka belum pernah lagi bermain musik bersama dalam satu panggung. Konser Jikustik Reunian ini adalah pertama kali bagi mereka bermain musik bersama yang ingin kami haturkan kepada khalayak musik di Indonesia,” tutur Anas lagi. Tambahnya, berbagai persiapan untuk konser Jikustik Reunian nanti sudah pihaknya persiapkan sejak jauh-jauh hari. Dan kali ini Agus Noor akan didaulat sebagai Show Director dalam konser “Jikustik Reunian” yang mana nantinya ia akan menerjemahkan semuanya dalam sebuah balutan konser yang tak pernah terlupakan.

Dalam konser Jikustik Reunian di Yogyakarta pada Maret mendatang, Rajawali Indonesia menggandeng PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia sebagai exclusive official ticketing partner. Direktur Utama PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia, Dedi Suherman menjelaskan, untuk penjualan tiket presale konser Jikustik Reuni nanti pihaknya akan menjualnya melalui platform Tiketapasaja.com. "Penjualan presale kami akan buka pada 18 Februari hanya di Tiketapasaja.com. Keesokan harinya pada 19 Februari 2019 kami baru membuka penjualan tiket reguler di afiliasi Melon seperti tiketcom, traveloka, kiostix, rajakarcis, blibli, dan blanja.com, " papar Dedi Dedi menambahkan, ketegori tiket Jikustik Reunian presale dan reguler ini terdiri dari 4 kelas, yaitu Festival, Gold, Platinum, dan Diamond. Tiket Festival dibanderol Rp 150.000, Gold Rp 250.000, Platinum Rp 350.000 dan Diamond Rp 600.000. Untuk penjualan secara offline, pihaknya akan melakukan penjualan di Parsley Bakery & Resto. Informasi terbaru seputar Konser Jikustik Reunian dapat diikuti melalui akun instagram resmi promotor @rajawaliindonesia. (*)

Narasumber :

Anas Syahrul Alimi – CEO Rajawali Indonesia (Promotor)

Dedi Suherman – Direktur Utama PT Melon Indonesia by Telkom Indonesia (Official

Ticketing Partner)

Agus Noor – Show Director

Jikustik, Pongki Barata dan Icha – Musisi

Kontak Media:

Rajawali Indonesia

Jl. Pandega Marta II No 6 Caturtunggal Depok

Sleman – Yogyakarta 55281

Tovic Raharja

+628182799911

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.