PRAMBANAN JAZZ FESTIVAL

 PJF 2017.jpg

Prambanan Jazz Festival (PJF) adalah perhelatan musik tahunan berskala internasional yang digelar di pelataran Candi Prambanan Yogyakarta. Prambanan Jazz yang pertama kali digelar pada 16 Oktober 2015 ini mengusung eksotisme kemegahan monumental warisan adiluhung bangsa yang telah diakui dunia internasional, di Candi Prambanan. 

Perpaduan antara festival musik jazz internasional dan warisan agung masa silam abad ke-9 yang disumbang Candi Prambanan ini bisa dimaknai sebagai jembatan diplomasi kultural yang menyumbang penguatan jenama nasional dalam khasanah kebudayaan kita.

Prambanan Jazz Festival (PJF) ini diinisiasi Anas Syahrul Alimi dan Bakkar Wibowo yang masing-masing berperan sebagai founder dan co-founder. Anas yang sekaligus CEO Rajawali Indonesia Communication memiliki pengalaman yang panjang menyelenggarakan konser-konser musik berskala nasional. Sementara Bakkar Wibowo yang menjadi project director adalah seorang desainer visual serta penyuka dan penggila konser musik dan festival internasional. Perpaduan keduanya memberi warna kontemporer dan sekaligus arkais panggung musik jaz di Candi Prambanan. Misi utama penyelenggaraan PJF, selain memperkaya dan memperpanjang panggung musik jaz di Indonesia, juga memberi sentuhan kreatif atas lokasi ikonik dengan nilai kesejarahan yang tinggi. Candi Prambanan sebagai mahakarya mestro masa silam Nusantara tidak sekadar latar panggung bagi musisi kontemporer, namun sekaligus dialog budaya antarmaestro.

Prambanan Jazz Festival: Dari Panggung ke Panggung

Prambanan Jazz Festival 2015 (#1)

16 Oktober 2015 | Pelataran Candi Prambanan | Rajawali Indonesia Communication

Line up artist : Kenny G. | Nano Tirta & Friends | Isyana Sarasvati | Tompi | Trisum (TohpatiDewa BudjanaBalawan

Maestro saksofon asal Amerika Serikat, Kenneth Bruce Gorelick atau lebih dikenal dengan nama panggung Kenny G, menjadi pembuka lembaran awal Prambanan Jazz Festival. Sosok yang pernah tercatat di buku rekor dunia (Guinnes Book of Record) sebagai musisi yang meniup saksofon berdurasi paling lama yang pernah direkam ini menjadi tonggak awal bagaimana sang legenda berjumpa dengan mahakarya Prambanan dalam pagelaran Prambanan Jazz.

  

Prambanan Jazz Festival 2016 (#2)

20-21 Agustus 2016 | Pelataran Candi Prambanan | Tajuk: “Today is the Big Way” | Rajawali Indonesia Communication

Boyz II Men - Amerika Serikat | Rick Price | Australia

Dinno Alshan | Doctor & The Professor feat. Sruti | Everyday | Glenn Fredly | Kahitna | Krakatau Reunion | Marcell Siahaan | MLD Jazz Project | Mocca | Raisa | Rio Febrian | Shaggydog | Trio Lestari | Tulus | Yura Yunita | Indonesia

Pada pergelaran Prambanan Jazz Festival ke-2 ini, berdiri dua panggung di pelataran Candi Prambanan, yakni Wisnu Stage untuk festival show dan Brahma Stage untuk special show. Kelompok musik asal Philadelphia Amerika Serikat, Boyz II Men, dan Rick Price, solois dari Australia, menjadi penampil spesial.

 

Prambanan Jazz Festival 2017 (#3)

18, 19, 20 Agustus 2017 | Pelataran Candi Prambanan | Tajuk: "Art, Music & Culture" | Rajawali Indonesia Communication

Sarah Brightman - Kanada | Shakatak - Inggris | Shane Filan - Irlandia

/rif | Ada Band | Afgansyah Reza | Andre Hehanusa | Base Jam | Emerald | Everyday | Glenn Fredly | Hivi | Ipang | Isyana Sarasvati | Kahitna | Katon Bagaskara | Kla Project | Kunto Aji | Lingua | Marcell Siahaan | MLD Jazz Project | Naif | NDX AKA Familia | Payung Teduh | Raisa Andriana | Rio Febrian | Sandhy Sondoro | Saxx In The City | Shaggydog | Stars and Rabbit | ISyaharani | T Five | The Groove | The Overtunes | Tompi | Tulus | Yovie & Nuno | Yura Yunita | 

Sarah Brightman serupa dewi yang menyihir di pelataran Candi Prambanan. Apalagi, ia tampil dalam bentuk orkestra yang membuat aura diva rekan duet penyani Italia Andrea Bocelli ini keluar. Selama ini, Sarah kerap tampil menyanyi di sejumlah situs bersejarah di dunia yang mengantarkannya menerima penghargaan dari UNESCO. Di Prambanan Jazz, ia juga tampil berduet dengan Erkan Aki membawakan lagu "Canto de la Terra".

Selain Sarah, grup musik jazz-funk asal Inggris yang dibentuk tahun 1980, Shakatak, juga tampil memanaskan panggung. Terlebih-lebih, penampilan Shane Filan yang merupakan salah satu anggota boy band Irlandia yang masyhur, Westlife.

  

Prambanan Jazz Festival 2018 (#4)

17, 18, 19, Agustus 2018 | Pelataran Candi Prambanan | Tajuk: “Art, Experience & Masterpiece” | Rajawali Indonesia Communication

Abdul and The Coffee Theory | Barasuara | Boyzone | Dewa 19 featAri Lasso | Diana Krall | Fariz RM | Father and Son | GIGI | Glenn Fredly | Hivi | Idang Rasjidi feat. Syaharani | Indra Lesmana feat. Eva Celia | Iwa K | Java Jive | Jikustik | KahitRAN | Kla Project | Letto | Marcell Siahaan | Monita Tahalea | Rendy Pandugo | Rio Febrian | Sierra Soetedjo | Stars and Rabbit | The Rain | Tohpati feat. Sheila Majid | Tompi feat. Nadya Fathira | Tulus | Yura Yunita 

 Tiga puluh lebih musisi, baik solo maupun grup, tampil mengisi dua panggung Prambanan Jazz Festival ke-4 pada tahun 2018. Para penampil festival show di Panggung Hanoman berlangsung di area Lapangan Wisnu, sementara special show bergoyang di Lapangan Brahma dengan nama stage: Panggung Rorojonggrang.

Musisi-musisi yang tampil di special show, antara lain Diana Krall dan Boyzone. Krall, pianis dan penyanyi jaz asal Kanada, tercatat sebagai peraih dua penghargaan Grammy Awards kategori Best Jazz Vocal Performance pada 1997 dan Best Jazz Vocal Album pada 2002. Adapun Boyzone adalah boy band idola kawula muda seantero dunia tahun 90-an asal Dublin, Irlandia.

Sebagaimana tahun sebelumnya, festival kuliner bernama Pasar Kangen turut hadir. Lebih kurang 70 tenda kuliner dan kerajinan seni dari berbagai daerah di seantero Yogyakarta terlibat.

 

 

 

 

 

Cetak E-mail