Semarang, 1 September 2019 – Setelah berhasil menggelar konsernya dalam gelaran “Westlife The Twenty Tour Borobudur Symphony”, Sabtu, (31/8/2019) malam di Candi Borobudur, grup vokal fenomenal asal Irlandia, Westlife, siap menyuguhkan kembali penampilan dalam helatan “Westlife The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong” yang diselenggaranan pada malam ini, Minggu (1/9/2019) di Kuil Sam Poo Kong, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.

Penampilan Shane Filan, Kian Egan, Nicky Byrne dan Mark Feehily di Kuil Sam Poo Kong sendiri menjadi kali pertama bagi salah satu bangunan bersejarah di Indonesia ini digunakan sebagai tempat penyelenggaraan konser bertaraf internasional. Tak hanya akan menjadi sejarah yang spektakuler di mata dunia, mega konser yang dipromotori oleh Rajawali Indonesia dan juga didukung penuh oleh Bank Jateng ini pun menjadi suatu hal yang sangat membanggakan bagi masyarakat Jawa Tengah.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi menuturkan, Kuil Sam Poo Kong adalah salah satu ikon bersejarah yang sangat dibanggakan oleh masyarakat Provinsi Jawa Tengah, terutama bagi warga Semarang sebagai orang-orang yang hidup berdekatan dengan kuil yang telah berdiri sejak lama itu. Bagaimana tidak, kuil yang sempat menjadi tempat persinggahan bagi Laksamana Cheng Ho ini telah banyak memberikan manfaat positif bagi masyarakatnya, baik secara nilai sejarah, ekonomi dan lainnya.

Kata Anas, sejak munculnya kabar Westlife akan menggelar konsernya di kuil tersebut, konser dari grup vokal yang terbentuk 3 Juli 1998 silam itu pun berhasil memantik rasa bangga yang lebih besar bagi masyarakat Semarang. Mereka sudah tidak sabar menunggu saat di mana tempat bersejarah ini akan lebih indah ketika berpadu dengan musik-musik terbaik yang dimiliki Westlife.

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi memaparkan “Konser Westlife di Sam Poo Kong ini telah menjadi suatu hal yang sangat membanggakan bagi masyarakat Jawa Tengah, khususnya masyarakat Semarang. Kuil Sam Poo Kong dan warga Semarang akan memiliki catatan sejarah baru, karena telah menjadi bagian digelarnya konser fenomenal dari Westlife. “Maka dari itu, tak heran tur konser dunia dari Westlife ini mendapatkan apresiasi yang sangat besar dari banyak kalangan masyarakat di Provinsi Jawa Tengah. Dan hal ini telah menjadi salah satu hal membanggakan yang membuat kami ingin memberikan dukungan penuh terhadap acara ini. Kami sangat bangga,” tutur Hendrar Prihadi.

Anas Syahrul Alimi menambahkan bahwa konser “Westlife The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong” menjadi salah satu bukti di mana Indonesia sebagai bangsa yang besar, masih memiliki banyak sekali potensi yang harus digali dan diketahui oleh publik dunia. Sam Poo Kong nantinya tidak hanya akan menjadi tempat bersejarah saja, namun juga menjadi tempat di mana hal-hal besar dapat tercipta.

“Sudah menjadi semangat kami sejak dulu untuk memperkenalkan potensi-potensi besar yang dimiliki bangsa ini kepada publik dunia melalui gelaran musik bertaraf internasional. Konser Westlife di Sam Poo Kong, Borobudur maupun festival-festival musik yang sempat kami selenggarakan di beberapa tempat bersejarah lain pada saat sebelumnya, telah menjadi bukti di mana Indonesia merupakan negeri yang kaya, aman dan nyaman untuk dikunjungi oleh banyak masyarakat dunia. Dan Indonesia adalah tempat di mana hal-hal besar yang membanggakan masih akan terus terjadi,” jelas Anas.

Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno yang akrab disapa Nano Tirta menambahkan, dalam konser “Westlife The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong”, Bank Jateng sebagai perusahaan perbankan kebanggaan masyarakat Jawa Tengah dalam hal ini telah memberikan kesempatan khusus kepada para nasabah setianya melalui Customer Loyalty Program. Hal ini diharapkan akan menjadi salah satu bentuk apresiasi terbaik dari Bank Jateng kepada para nasabahnya melalui sebuah suguhan terbaik, di tempat terbaik dan dari grup vokal terbaik kelas dunia.

Dalam konser Westlife The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong, Tiketapasaja.com menjadi satu-satunya channel penjualan tiket. Dedi Suherman, Direktur Utama PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia mengatakan, "Kami sangat antusias ketika  dipercayai oleh promotor sebagai satu-satu nya channel penjualan tiket konser Westlife The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong. Karena ini akan menjadi bagian dari sejarah kami menangani penjualan tiket dengan track record sangat baik dalam penjualan tiket," ujar Dedi.

Dedi juga menambahkan selama penjualan tiket secara online, pihaknya sangat mempersiapkan betul mengenai sistem dan pelayanan kepada pembeli. Sehingga pembeli akan nyaman untuk membeli tiket di tiketapasaja.com.

Informasi terbaru seputar WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong dapat diikuti melalui akun instagram resmi promotor @RajawaliIndonesia atau melalui hotline di nomor 08.222.666.4343 (*)

Narasumber: 

  • CEO Rajawali Indonesia – Anas Syahrul Alimi
  • Walikota Semarang – Hendrar Prihadi
  • Direktur Utama Bank Jateng – Supriyatno
  • Direktur Utama PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia - Dedi Suherman

Westlife The Twenty Tour Borobudur Symphony

Kemegahan Candi Borobudur dan Konser Reuni Westlife

Yogyakarta, 20 April 2019 – Di akhir era tahun 90-an, publik musik dunia digemparkan dengan hadirnya sebuah Boy Band asal Irlandia bernama Westlife. Pada tahun 1999, Shane Filan, Brian McFadden, Kian Egan, Nicky Byrne dan Mark Feehily berhasil melambungkan nama Westlife melalui deretan judul lagu yang terangkum dalam album bertajuk “Westlife”. Sebut saja seperti “Swear it Again”, “If I Let You Go”, “Flying Without Wings”, “Fool Again”, “No No” dan lainnya adalah beberapa lagu yang termuat dalam album perdana dari boy band yang berdiri sejak 3 Juli 1998 silam tersebut.

Dan dalam perjalanannya bermusik, Westlife berhasil merilis belasan album studio yang diperdegarkan kepada masyarakat dunia. Dari belasan album yang mereka rilis itu pula, setidaknya ada belasan single yang dinobatkan menjadi nomor satu di Irlandia maupun di Britania Raya selama kurun waktu dari tahun 1999 sampai dengan 2005. Dan penghargaan seperti “Record of The Year” pun sempat Westlife raih berkat karya-karya terbainya itu.

Terus konsisten mengeluarkan karya dan menggelar konsernya di berbagai negara di dunia, nampaknya tak membuat Westlife tetap bertahan di tengah persaingan yang begitu sengit di industri musik. Pada tahun 2012, Shane, Brian, Kian, Nicky dan Mark memutuskan untuk membubarkan boy band yang telah membesarkan nama mereka bersama. Dan hal itu tentunya membuat banyak penggemar Westlife merasa kecewa.

Hampir tujuh tahun tak pernah ada kabar setelah keputusan untuk membubarkan diri, secara mengejutkan pada Oktober 2018 empat personel Westlife yaitu Shane, Kian, Nicky dan Mark mengumumkan bahwa mereka akan menggelar konser tur reuni di beberapa negara. Dan salah satunya adalah di Indonesia, di mana boy band pelantun lagu “Uptown Girl” tersebut siap menggelar konsernya bertajuk “Westlife The Twenty Tour Live in Borobudur” pada 31 Agustus 2019 mendatang di Pelataran Candi Borobudur, Jawa Tengah, Indonesia.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi selaku promotor konser Westlife di Candi Borobudur menuturkan, bahwa kedatangan Shane, Kian, Nicky dan Mark merupakan sesuatu yang sangat luar biasa bagi masyarakat Indonesia. Sebab dalam perjalanannya selama ini, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara yang memiliki jumlah pendengar terbanyak yang menyimak karya-karya terbaik dari Westlife.

“Westlife adalah hits maker, dan puluhan lagu yang telah mereka ciptakan selama ini sangat populer di Indonesia. Ini yang membuat fansnya sangat besar di sini. Dan Candi Borobudur merupakan destinasi kedua dari tur konser Westlife di Indonesia,” papar Anas.

Kata Anas, Candi Borobudur sebagai salah satu mahakarya bersejarah dunia yang berada di Indonesia tersebut baginya dirasa perlu dikolaborasikan dengan mahakarya musik yang dimiliki oleh Westlife. “Westlife The Twenty Tour Live in Borobudur” mendatang akan memberikan pengalaman yang baru dalam menonton pertunjukan musik dari musisi dunia.

“Sampai saat ini kami selaku promotor masih tetap membawa semangat besar untuk melambungkan nama Indonesia di kancah dunia melalui konser-konser musik yang disajikan bersama mahakarya bersejarah yang dimiliki negeri ini. Saya sangat ingin melakukan branding Candi Borobudur ke tingkat internasional. Westlife adalah salah satu band dunia yang sangat tepat untuk melakukan branding ini. Dan saya berharap tur konser Westlife di Candi Borobudur besok adalah konser yang berbeda bagi Westlife maupun para penggemarnya di Indonesia. Dan saya yakin konser dengan latar kemegahan Candi Borobudur akan menjadi konser Westlife terbaik dan berbeda bagi mereka,” Tambah Anas.

Tiket Westlife The Twenty Tour Live in Borobudur akan mulai dijual pada Senin, 22 April 2019 melalui www.tiketapasaja.com dengan pembagian kelas sebagai berikut; Super VVIP (limited, hot seat, best view, with number seat, lounge dan free merchandise) dengan harga Rp. 3.500.000, Diamond (best view, number seat, lounge) dengan harga Rp. 2.500.000, Platinum (free seating di belakang Diamond) dengan harga Rp. 2.000.000, Gold (free seating, di sayap kanan-kiri) dengan harga Rp. 1.000.000 dan Festival (berdiri di depan stage) dengan harga Rp. 1.250.000.

Informasi terbaru seputar The Twenty Tour Live in Borobudur dapat diikuti melalui akun instagram resmi promotor @rajawaliindonesia atau melalui hotline di nomor 0822.2666.4343 (*)

Narasumber:
CEO Rajawali Indonesia - Anas Syahrul Alimi

Yogyakarta, 5 April 2019 – Sebut saja “Good Bye”, “Lost in Love”, “All Out of Love”, “Every Women in the World”, “The One That You Love”, “Sweet Dreams”, “Young Love”, “Without You” dan masih banyak lagi, merupakan beberapa karya fenomenal dari Air Supply yang telah didengarkan oleh khalayak luas. Tak hanya itu, band yang kini digawangi oleh Russell Hitchcock (vokal) dan Graham Russell (gitar & vokal) ini pun sempat menyapa para penggemarnya yang tersebar di berbagai negara di dunia, untuk mempresentasikan mahakarya musik yang mereka miliki secara langsung.

Dari banyaknya negara yang pernah mereka sambangi, Indonesia adalah salah satu negara di Asia yang sudah beberapa kali Air Supply datangi. Yang sangat luar biasa, dalam berbagai catatan, band yang telah aktif bermusik di era tahun 1970-an ini bisa terbilang cukup sering mendatangi beberapa kota besar di Indonesia untuk menggelar konsernya. Kota-kota di tanah air yang sempat mereka kunjungi di antaranya seperti Surabaya, Jakarta, Pekanbaru, Semarang, Bali, Makassar, Bandung dan juga Yogyakarta.

Dan melalui gelaran bertajuk “Air Supply Live in Yogyakarta”, merupakan momen kembalinya lagi band asal Australia ini bertemu lagi dengan para penggemar setianya di Indonesia. Konser yang dipromotori oleh Rajawali Indonesia tersebut siap digelar pada 20 April 2019 mendatang di Grand Pasific Hall Yogyakarta. Konser bertabur kenangan tersebut sudah dipastikan bakal disaksikan oleh ribuan penonton yang berdatangan dari berbagai daerah di tanah air maupun negara tetangga.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi memaparkan, “Air Supply Live in Yogyakarta” besok merupakan kali kedua bagi Air Supply menggelar konsernya di Yogyakarta setelah terakhir kali berkunjung ke kota ini pada tahun 2015 lalu. Dalam kesempatan kali ini Graham dan Hitchcock tidak hanya akan membawa berbagai kejutan di atas panggung mereka, namun juga lagu-lagu hits yang pernah mereka ciptakan sudah pasti siap disuguhkan kepada ribuan penonton yang hadir dalam konser tersebut.

“Bagi kami Air Supply bisa dibilang musisi legendaris yang karyanya bisa dengan sangat mudah diterima oleh banyak khalayak di dunia, termasuk di Indonesia sendiri. Setelah terakhir kali kami berhasil memboyong mereka ke Yogyakarta pada tahun 2015 lalu, kini kami ingin memberikan sesuatu yang lebih spektakuler lagi kepada para penggemarnya di Yogyakarta melalui konser “Air Supply Live in Yogyakarta” besok,” ungkap Anas.

Lanjut pria yang kini dikenal oleh khalayak Indonesia sebagai “Arsitek Konser” tersebut, berbagai hal yang siap pihaknya sajikan melalui konser “Air Supply Live in Yogyakarta” ini merupakan salah satu bagian kejutan yang juga bakal ditampilkan dalam Prambanan Jazz Festival 2019 yang akan digelar pada Juli 2019 mendatang di Komplek Candi Prambanan. Melalui beberapa konser yang dihelat oleh Rajawali Indonesia, Anas selaku promotor ingin terus memberikan “hadiah terbaik” melalui pertunjukan musik kepada masyarakat Indonesia.

“Jadi konser “Air Supply Live in Yogyakarta” besok merupakan salah satu rangkaian dari Prambanan Jazz Festivall 2019 yang akan kami gelar pada Juli 2019 besok. Alhamdulillah berbagai persiapan untuk konser Air Supply besok telah kami persiapkan sejak lama. Dan banyak para penggemar dari Air Supply sudah tidak sabar untuk bisa menyaksikan secara langsung momen ini,” jelas Anas.

Untuk tiket konser “Air Supply Live in Yogyakarta” pada 20 April 2019 besok, Rajawali Indonesia kembali menggaet Melon Indonesia by Telkom Indonesia sebagai Exclusive Ticket Box Online. Tiket pertunjukannya sendiri dibagi menjadi 4 kelas, yakni Diamond dengan harga Rp 2.000.000, Platinum Rp 1.000.000, Gold Rp 750.000 dan Festival yang dibanderol dengan harga Rp 350.000. Tiketnya sendiri sudah bisa dipesan mulai hari Jumat, (5/4/2019).

“Kali ini kami tidak membuka penjualan tiket presale. Selain dijual secara online melalui tiketapasaja.com, tiket konser “Air Supply Live in Yogyakarta” besok pun bisa didapatkan di Ticket Box Offline yang hanya ada di Parsley Bakery & Resto,” tutup Anas. (*)

Yogyakarta, 31 Agustus 2019 – Sebut saja “If I Let You Go”, “Uptown Girl”,”I Lay My Love On You”, “I Have a Dream”, “Soledad”, “Puzzle On My Heart”, “I Don’t Wanna Fight”, “Swear It Again”, “Fool Again” dan masih banyak lainnya, merupakan beberapa karya terbaik yang sempat dinyanyikan oleh grup vokal fenomenal asal Irlandia, Westlife. Walau sempat vakum dan ditinggal salah satu personilnya yaitu Brian McFadden, grup yang kini digawangi oleh Shane Filan, Kian Egan, Nicky Byrne dan Mark Feehily tersebut masih mendapat ruang khusus bagi para pendengar musik di banyak negara di dunia.

Lama tak muncul dan menggelar pertunjukannya di atas panggung yang sama seperti sediakala, membuat banyak pecinta karya-karya dari Westlife merindukan mereka. Hingga pada akhirnya tibalah di tahun 2019, di mana grup vokal yang terbentuk 3 Juli 1998 silam tersebut memberi kejutan yang mencengangkan kepada para penggemar setianya selama ini, yakni melalui rangkaian tur konser dunia bertajuk “The Twenty Tour Westlife” yang telah bergulir sejak Mei 2019 lalu.

Sudah banyak negara yang sudah dan akan dikunjungi oleh Westlife dalam tur dunianya ini. Di antaranya seperti Irlandia, Inggris, Skotlandia, Denmark, Malaysia, Singapura, Thailand, Macau, dan termasuk Indonesia. Di Negeri Burung Garuda sendiri, beberapa waktu lalu Westlife sempat menggelar pertunjukannya di Jakarta dan juga Palembang. Dan kali ini menjadi giliran Rajawali Indonesia (Promotor) dan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Co Promotor) memboyong Westlife ke Candi Borobudur untuk tampil dalam gelaran Borobudur Symphony, Sabtu (31/8/2019) malam.

Borobudur Symphony sendiri merupakan gelaran konser musik bertaraf internasional yang pertama kali diperkenalkan kepada publik Indonesia pada tahun 2018 lalu. Konser musik ini adalah sebuah bentuk agung dari proses kolaborasi dua mahakarya, yaitu mahakarya Candi Borobudur sebagai World Heritage, yang disandingkan secara apik bersama mahakarya musik dari para musisi hebat dunia. Setelah kesuksesan Mariah Carey pada Borobudur Symphony 2018 lalu, Borobudur Symphony jilid kedua kali ini akan menjadi ruang spesial bagi Westlife untuk mempresentasikan karya-karya terbaiknya kepada masyarakat Indonesia.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi menuturkan, digelarnya tur konser Westlife “The Twenty Tour” di beberapa kota di Indonesia merupakan suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh publik di tanah air. Sebab, Indonesia sendiri termasuk salah satu negara yang memiliki jumlah pendengar terbesar bagi karya-karya fenomenal yang pernah dirilis oleh Westlife dalam perjalanan berkaryanya selama ini. Tak heran jika konser Westlife di Candi Borobudur nanti mendapatkan antusias yang sangat besar.

Alhamdulillah sambutan dari masyarakat Indonesia untuk penampilan Westlife di Candi Borobudur nanti mendapat apresiasi yang sangat besar sekali. Salah satu buktinya adalah ketika kami membuka penjualan tiket secara online, di mana tiket pertunjukan Westlife di Borobudur Symphony ludes terjual hanya dalam waktu beberapa menit saja,” papar Anas.

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko, Edy Setijono melanjutkan, Westlife “The Twenty Tour” Borobudur Symphony bukan saja menjadi hal positif yang bisa dirasakan langsung oleh para penggemar Westlife di Indonesia, namun juga bagi Candi Borobudur sebagai salah satu peninggalan nenek moyang yang masih berdiri dengan megahnya sampai saat ini. Penampilan Westlife nanti diharapkan akan menjadi pemantik di mana Candi Borobudur lebih dikenal lagi oleh masyarakat dunia.

“Ini adalah salah satu upaya dari kami untuk lebih mengenalkan lagi Candi Borobudur kepada publik dunia. Jika Candi Borobudur sebagai salah satu warisan dunia ini lebih dikenal lagi, maka akan lebih banyak lagi efek positif yang bisa langsung dirasakan oleh Bangsa Indonesia,” tutur Edy.

Tambah Edy, dalam gelaran Westlife “The Twenty Tour” Borobudur Symphony tahun ini, pihaknya pun mendapatkan dukungan penuh dari beberapa BUMN di Indonesia. Seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Garuda Indonesia Tbk, Bank BTN, PT Hutama Karya (HK), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, PT Jasa Raharja Tbk dan PT. Jasa Raharja Putera.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara mengatakan bahwa dukungan Garuda Indonesia terhadap pelaksanaan Westlife “The Twenty Tour” ini merupakan salah satu bentuk upaya Garuda Indonesia untuk memberikan nilai lebih bagi para pengguna jasa, khususnya anggota GarudaMiles sekaligus untuk memperluas pangsa pasar GarudaMiles.

“Kami memahami bahwa pilihan aktivitas hiburan yang beragam kini sudah menjadi kebutuhan gaya hidup masyarakat Indonesia. Melalui program baru kami, GIA Event – bekerjasama dengan berbagai partner – Garuda Indonesia memberikan kesempatan bagi para anggota GarudaMiles untuk dapat menukarkan mileage mereka dengan berbagai tiket event baik di dalam maupun luar negeri.”, tambah Ari.

Dalam konser WESTLIFE “The Twenty Tour” Borobudur Symphony kali ini, promotor mempercayai Tiketapasaja.com by Melon Indonesia dalam penjualan tiket konsernya. Direktur Utama PT. Melon Indonesia, Dedi Suherman menuturkan pihaknya sangat antusias sekali ketika platform tiketing milik Melon Indonesia ditunjuk oleh promotor sebagai Exclusive Official Ticketing Partner.

"Kami sangat antusias ketika  dipercayai oleh promotor sebagai satu-satu nya channel penjualan tiket konser Westlife “The Twenty Tour” Borobudur Symphony. Karena ini akan menjadi bagian dari sejarah kami menangani penjualan tiket dengan track record sangat baik dalam penjualan tiket," ujar Dedi.

"Selama penjualan tiket, kami sangat mempersiapkan betul sistem dan pelayanan kami. Kami tidak mau mengecewakan pembeli. Ini sangat kami perhatikan sekali sebagai Exclusive Official Ticketing Partner," pungkas Dedi.

Informasi terbaru seputar WESTLIFE “The Twenty Tour” Borobudur Symphony dapat diikuti melalui laman www.borobudursymphony.com dan atau melalui instagram resmi promotor @RajawaliIndonesia dan @BorobudurSymphony atau melalui hotline di nomor 08.222.666.4343 (*)

Narasumber:

  • Anas Syahrul Alimi (CEO Rajawali Indonesia-Promotor)
  • Edy Setijono ( Direktur Utama PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan Dan Ratu Boko Persero – Co. Promotor)
  • I Gusti Ngurah Ari Askhara Danadiputra (Direktur PT. Garuda Indonesia (persero) tbk)
  • Dedi Suherman ( Direktur Utama PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia)

Semarang, 1 September 2019 – Setelah berhasil menggelar pertunjukannya dalam mega konser bertajuk “WESTLIFE The Twenty Tour” Borobudur Symphony, Sabtu (31/8/2019) malam di Candi Borobudur, Westlife akhirnya mampu memberikan hal yang tak kalah memukau kepada ribuan orang penonton yang hadir dalam “WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong”, Minggu (1/9/2019) malam di Kuil Sam Poo Kong Semarang. Dalam pertunjukannya, grup vokal yang digawangi oleh Shane Filan, Kian Egan, Nicky Byrne dan Mark Feehily ini berhasil menyanyikan beberapa judul karya terbaiknya. Di antaranya seperti “Hello My Love”, Swear It Again”, “Uptown Girl”, “My Love”, “If I Let You Go” dan masih banyak lagi.

Bahkan, grup vokal yang terbentuk pada 3 Juli 1998 silam tersebut memberikan suguhan maha dahsyat ke dalam setiap lagu yang mereka nyanyikan malam ini, melalui sajian visual dan tata cahaya yang begitu menyatu. Tak heran hal ini mampu memberikan efek bahagia kepada hampir 7.000 penonton yang berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia. Dan kebahagiaan yang tak terhingga pun mampu dirasakan langsung oleh para personil Westlife selama menyuguhkan pertunjukannya.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi selaku promotor dari “WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong” menuturkan, konser yang digelar di Kuil Sam Poo Kong ini merupakan destinasi terakhir dari rangkaian tur konser Westlife di Indonesia. Momen yang terwujud pada malam hari ini menjadi sebuah catatan baru bagi Westlife dan Kuil Sam Poo Kong melakukan sebuah proses kolaborasi yang sangat indah. Mahakarya yang dimiliki kuil ini begitu melebur Bersama karya-karya terbaik dari grup vokal asal Irlandia tersebut.

“Konser Westlife pada malam hari ini sangat pecah. Semua orang yang hadir pada malam hari ini sama-sama merasakan bahagia. Westlife dan Kuil Sam Poo Kong sama-sama hebatnya untuk memberikan sebuah suguhan berkesan yang terjadi pada malam hari ini,” tutur Anas. Ia mengungkapkan, bahwa konser ini bukanlah tanpa alasan bisa digelar di salah satu situs bersejarah yang dimiliki Indonesia tersebut. Menghadirkan legenda musik dunia seperti Westlife merupakan sebuah upaya dari pihaknya untuk membranding tempat ini dan Kota Semarang ke dunia internasional melalui pertunjukan music berkualitas. Tak heran konser ini tidak hanya menyedot antusias yang sangat besar dari masyarakat Indonesia, namun juga para pelancong dari mancanegara.

“Saya kira apa yang terjadi pada malam hari ini adalah sebuah proses kolaborasi dari tiga mahakarya, yaitu mahakarya Kuil Sam Poo Kong, mahakarya masyarakat Jawa, dan juga mahakarya musik yang dimiliki oleh Westlife. Bagi saya, hal seperti ini harus tetap terus berlanjut di Semarang, agar nantinya salah satu kota besar di Indonesia ini akan terangkat namanya ke dunia internasional,” jelas Anas.

Senada dengan yang diungkapkan oleh Supriyatno, Direktur Utama Bank Jateng yang pada kesempatan kali ini menjadi Main Sponsored dalam konser “WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong” ini. Selama ini Semarang sebagai Ibukota Provinsi Jawa Tengah sedang diarahkan untuk menjadi destinasi wisata internasional. Dan hal besar yang telah terwujud pada malam hari ini menjadi salah satu bukti harapan tersebut akan semakin dekat untuk bisa terwujud.

“Diplomasi budaya melalui musik, yang mana hal ini memiliki tujuan untuk lebih memperkenalkan sebuah daerah ke dunia internasional bagi kami merupakan sebuah upaya yang sangat positif. Maka dari itu, di sini kami pun ikut terlibat untuk mendukung secara penuh terhadap tur konser dari Westlife ini,” papar Supriyatno.

Ia berpendapat, konser “WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong” tidak hanya menjadi momen yang sangat menyenangkan bagi banyak orang, namun juga menjadi saat di mana para penonton konser mendapatkan velue yang lain setelah menyaksikan pertunjukan musik. Supriyatno berharap hal serupa akan terus terjadi di Kota Semarang, sehingga kota ini akan lebih dikenal lagi di dunia dan menjadi destinasi wisata pilihan bagi wisatawan mancanegara. (*)

Narasubner:

  • CEO Rajawali Indonesia – Anas Syahrul Alimi (Promotor “WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong)
  • Direktur Utama Bank Jateng – Supriyatno (Main Sponsored “WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong)

Prambanan Jazz #5 | 2019

5, 6 & 7 Juli 2019

Candi Prambanan, Indonesia

Komposer YANNI dan Artis Dunia Akan Tampil di Prambanan Jazz Festival 2019

Yogyakarta, 15 Maret 2019 – Prambanan Jazz Festival merupakan gelaran festival musik tahunan berskala internasional yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2015. Festival musik yang digagas oleh Promotor Rajawali Indonesia ini sejak awal selalu menyuguhkan sebuah kolaborasi antara dua mahakarya, yakni mahakarya musik dan mahakarya Candi Prambanan.

Pada penyelenggaraannya yang pertama beberapa tahun lalu, Prambanan Jazz Festival langsung memboyong pemain saksofon legendaris asal Amerika Serikat, Kenny G, yang berhasil memukau ribuan penonton dengan karya-karyanya yang spektakuler. Sejak saat itu pula, mimpi besar serta kerja keras dari anak-anak bangsa Indonesia ini pun terus terwujud dan mimpi itu secara konsisten terus dibawa pada setiap tahun penyelenggaraan. Selain Kenny G, beberapa musisi international yang pernah tampil diantaranya Shakatak, Boyz II Men, Rick Price, Sarah Brightman, Boyzone, Diana Krall dan masih banyak lagi sederet nama lainnya.

Di tahun ini Prambanan Jazz akan memasuki edisi yang kelima, dan kali ini Prambanan Jazz Festival akan dipromotori oleh Rajawali Indonesia dan TWC (PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko). CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi memaparkan, pada tahun ini Prambanan Jazz Festival akan digelar pada tanggal 5, 6 dan 7 Juli 2019, gelaran ini akan memberikan banyak kejutan istimewa kepada para pecinta musik di Indonesia maupun dari mancanegara.

Salah satunya adalah dengan adanya “Panggung Millenial” yang secara khusus akan menampilkan musisi-musisi millennial terkini. Anas mengatakan, hal tersebut coba kita wujudkan pada tahun ini dengan tujuan memberikan sesuatu yang spesial kepada generasi millenial. Para generasi muda ini diharapkan bisa mendapatkan kesan berbeda kala menikmati kemegahan Candi Prambanan, yang dipresentasikan secara bersamaan dengan alunan musik yang dimainkan oleh para musisi yang mewakili generasinya.

“Ini adalah momen yang sangat istimewa bagi para generasi millenial. Selain bisa menikmati keindahan Candi Prambanan, mereka bisa hangout di area festival sambil menikmati musik dari para musisi yang mewakili generasinya. Panggung Millenial sendiri akan digelar pada hari pertama penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival 2019,” tutur Anas.

Para musisi yang siap menyuguhkan penampilan terbaiknya di Panggung Millenial ini adalah artis internasional Calum Scott dengan lagu hitsnya “You Are the Reason” yang merajai Billboard Chart di seluruh dunia. Dan artis Indonesia di antaranya ada Tashoora, GAC, Sisitipsi, Galabby, Danilla Riyadi, Calvin Jeremy, Yura Yunita, Ardhito Pramono dan beberapa nama besar lainnya. Kata Anas, Panggung Millenial sendiri akan digelar di panggung Hanoman dan bisa disaksikan sejak sore hari hingga tengah malam. Seperti perhelatan tahun-tahun sebelumnya, Prambanan Jazz kali ini tetap menggunakan dua panggung, yaitu Rorojonggrang Stage untuk special show, dan Hanoman Stage untuk festival show.

Direktur Utama PT. Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko, Edy Setijono melanjutkan, selain dengan banyaknya musisi hebat di Panggung Millenial, ada sederet nama besar yang akan menyihir para pecinta musik di Indonesia maupun mancanegara yang pada tahun ini akan hadir dalam gelaran ini. Beberapa nama besar tersebut adalah Yanni, Brian McKnight, Anggun dan masih banyak lagi.

“Khusus Yanni, ini sangat spesial karena Yanni adalah musisi yang identik sering menggelar konsernya di situs-situs bersejarah dunia. Diantaranya pernah menggelar konser di Forbidden City China, Piramida Mesir, Toji Temple Japan,  Coloseum dll. Tahun ini untuk pertama kalinya di Indonesia Yanni akan menggelar konser di Candi Prambanan, bangunan situs peninggalan sejarah dari abad ke 9. Yanni akan membawakan kembali karya-karyanya yang ada dalam album “Live at The Acropolis” sebagai bagian dari 25 tahun konser Yanni di Acropolis. Ini adalah suatu hal yang sangat istimewa sekali, Anda belum tentu akan menjumpai peristiwa kebudayaan ini 10 atau 20 tahun lagi” jelas Edy.

Beberapa artis Indonesia yang akan tampil diantaranya, Tashoora, GAC, Ardhito Pramono, Galabby, Danilla Riyadi, Sisitipsi, PJF Project, Calvin Jeremy, Yura Yunita, Jogja Hip Hop Foundation Jazz Version, Maliq D’Essentials, Rida Sita Dewi, Saxx In The City, Pusakata, Hanin Dhiya, Yovie & His Friends (Mario Ginanjar, Dudy Oris, Arsy Widianto, Brisia Jodie, 5 Romeo), Andien, Glenn Fredly, Tulus, Bali Lounge (Tompi, Lewis Pragasam, Rick Smith, Hari Toledo & Yongki), Ari Lasso.

Tidak kalah menarik, pada gelaran Prambanan Jazz 2019 kali ini, ada sebuah project khusus yaitu PJF Project yang akan mengkolaborasikan 3 penyanyi wanita yang bergenre jazz, seriosa dan pesinden Jawa, tentunya ini akan menjadi sesuatu yang sangat keren.

Edy Setijono juga menuturkan sebagai bagian dari diplomasi budaya melalui media musik akan tampil Alex Mercado pada hari pertama, dia merupakan seorang pianis kelahiran Mexico, yang akan tampil di panggung festival sebagai bentuk dukungan dari kedutaan Mexico dalam perhelatan Prambanan Jazz tahun ini.

 

Keterlibatan Banyak Pihak

Edy Setijono mengatakan, Prambanan Jazz tahun ini akan menggandeng beberapa pihak untuk ikut serta bersinergi menciptakan berbagai kerjasama inovasi yang nantinya akan memberikan efek meningkatnya kunjungan wisata didaerah Yogyakarta, Jawa Tengah & sekitarnya. Hal ini merupakan komitmen TWC dalam upaya menghadirkan BUMN untuk negeri melalui pengembangan bisnis pariwisatanya.

Bakkar Wibowo, Creative Director Prambanan Jazz 2019 menyampaikan gelaran tahun ini akan mengusung tema Music, Heritage, Extraordinary. Prambanan Jazz kali ini akan dijadikan sebuah momentum untuk memperkenalkan lebih luas kepada dunia internasional tentang karya anak bangsa yaitu candi Prambanan melalui media musik terbaik dan berkelas internasional.

Tahun ini Prambanan Jazz juga akan menampilkan commission artist Agan Harahap, seorang seniman foto yang sempat mengguncang publik Indonesia dan dunia melalui karya-karyanya yang unik. “Jadi nanti Agan Harahap akan membuat beberapa karyanya dengan merespon line up artis yang akan tampil melalui media seni, yang nantinya akan kita tampilkan di dalam area venue penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival. Akan banyak konsep menarik yang ditawarkan oleh Agan di sana. Dan kami berharap hal ini tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri.” Selain Commision Artist Prambanan Jazz tahun ini juga akan menggandeng Heri Pemad Art Management  dan Ong Hari Wahyu dalam pembuatan visual artistik untuk gate, stage, dll, lanjut Bakkar Wibowo.

Sementara itu Project Director Prambanan Jazz Festival 2019, Palwoto menambahkan pada tahun ini pihak penyelenggara akan tetap menampilkan Pasar Kangen sebagai upaya memberikan ruang bagi ekonomi lokal untuk ikut terlibat dalam penyelenggaraan Prambanan Jazz ini melalui sajian kuliner lawasan dan masa kini yang siap menggoyang lidah bagi siapapun yang kelaparan.

Palwoto juga menambahkan penjualan tiket Presale dimulai pada tanggal 1 April 2019 melalui kanal tiket online www.tiketapasaja.com dan penjualan tiket regular akan dibuka mulai tanggal 8 April 2019.

Dedi Suherman Direktur Utama PT Melon Indonesia by Telkom menyampaikan, seluruh tiket akan dikelola oleh PT. Melon melalui kanal-kanal penjualan tiket online, diantaranya Tiket Apa Saja, Tiket.com, Traveloka, Kiostix, Raja Karcis, Go-Tix dan Blanja.com. Harga tiket tersebut adalah sebagai berikut: Daily Pass Rp.250.000/hari & Three Days Pass atau Tiket Terusan selama tiga hari Rp.600.000,- (exclude special show). Hari Pertama: Daily Pass Rp.250.000,- (all festival show). Hari Kedua: Diamond Rp.6.000.000,-; Platinum Rp.3.000.000,-; Gold Rp.2.000.000,-; Silver Rp.1.000.000,-. Hari Ketiga: Diamond Rp.3.500.000,-; Platinum Rp.2.500.000,-; Gold Rp.1.500.000,-; Silver Rp.750.000,- Tiket special show sudah termasuk tiket masuk Candi Prambanan dan Festival show.

Informasi terbaru seputar Prambanan Jazz 2018 dapat diikuti melalui official account Instagram, Twitter dan Facebook @PrambananJazz dengan tagar #PrambananJazz2019 atau juga melalui hotline 082226664343 atau 085252164343.  

 

 

Salam,

Prambanan Jazz #5 | 2019

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

 

Narasumber:

  • Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko – Edy Setijono
  • CEO Rajawali Indonesia – Anas Syahrul Alimi
  • Project Director Prambanan Jazz Festival 2019 – Palwoto
  • Creative Director Prambanan Jazz Festival 2019 – Bakkar Wibowo
  • Direktur Utama PT Melon Indonesia by Telkom Indonesia – Dedy Suherman

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LINE UP ARTIS PRAMBANAN JAZZ #5 | 2019

 

DAY 1

Jumat, 5 Juli 2019

 

FESTIVAL SHOW:

- Calum Scott

- Tashoora

- GAC

- Ardhito Pramono

- Galabby

- Danilla Riyadi

- Sisitipsi

- Hanin Dhiya

- Calvin Jeremy

- Alex Mercado

- Jogja Hip Hop Foundation Jazz Version

 

Note :Day 1 Festival Show Only

 

DAY 2

Sabtu, 6 Juli 2019

 

SPECIAL SHOW:

- YANNI

 

FESTIVAL SHOW:

- Maliq & D'Essentials

- Rida Sita Dewi

- Yura Yunita

- Saxx In the City

- Pusakata

- Yovie & His Friends (Mario Ginanjar, Dudy Oris, Arsy Widianto, Brisia Jodie, 5 Romeo)

DAY 3

Minggu, 7 Juli 2019

 

SPECIAL SHOW:

- The Brian McKnight 4

- Anggun

 

FESTIVAL SHOW:

- Andien

- Glenn Fredly

- Tulus

- Bali Longue (Tompi, Lewis Pragasam, Rick Smith, Hari Toledo, Yongki)

- Ari Lasso

- PJF Project

 

 

 

Jakarta, 18 Juli 2019 – Konser Jikustik Reunian tak hanya menjadi momen yang mengundang haru bagi Icha, Dadikz, Pongki, Carlo dan Adhit, namun juga menjadi saat di mana Jikustikan sebagai pendengar setia karya-karya dari Jikustik akhirnya bisa melepas kerinduannya untuk menyaksikan mereka berlima kembali bermusik di atas panggung yang sama. Buktinya, dalam Konser Jikustik Reunian pada 29 Maret 2019 lalu di Yogyakarta, ribuan Jikustikan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia ikut terlibat dalam konser yang dipromotori oleh Rajawali Indonesia tersebut.

Pongki menuturkan, konser reuni yang berhasil diselenggarakan di Yogyakarta beberapa waktu lalu itu menurutnya merupakan salah satu konser terbaik yang pernah ia lakukan selama karir bermusiknya. Banyak hal luar biasa yang berhasil ia dapatkan saat itu, dan tak bisa digambarkan melalui kata-kata. Maka dari itu, ia bersama Dadikz, Adhit, Carlo dan Icha sangat menyambut baik dan ingin kembali mengulang momen tersebut yang akan direalisasikan besok, Jumat (19/7/2019) dalam Konser Jikustik Reunian Jakarta di Balai Sarbini.

“Konser reuni di Jogja kemarin adalah salah satu konser terbaik yang pernah saya lakukan. Saya mendapatkan perasaan yang luar biasa kala itu. Saya ingin mengulang kembali perasaaan itu di Jakarta esok hari bersama kalian yang akan menonton,” tutur Pongki.

Lanjut Icha, Konser Jikustik Reunian merupakan sebuah konser yang sangat berbeda dibandingkan dengan konser-konser reunian yang dilakukan oleh band-band lain bersama para mantan personilnya. Jika band lainnya melakukan reuni di banyak tempat di Indonesia, mungkin Jikustik tidak akan melakukan hal yang serupa.

“Saya mau ajak seluruh Jikustikan untuk bisa hadir besok. Ini adalah kesempatan yang sangat langka untuk bisa menyaksikan formasi ini bermain musik di atas panggung yang sama. Saya berharap semoga setelah konser ini, kami semua akan saling memberikan dukungan untuk karir kami masing-masing,” ujar Icha.

Sementara itu Adhit mengatakan, jika pada konser sebelumnya ia bersama Dadikz dan Carlo masih merasakan canggung karena sudah lama tidak bermain musik bersama Pongki dan Icha. Dari berbagai persiapan yang mereka lakukan untuk Konser Jikustik Reunian Jakarta besok, kecanggungan itu tak lagi terasa. Adhit kembali merasakan bagaimana kekompakan yang pernah terasa saat mereka masih bermain musik bersama di bawah nama Jikustik.

“Setelah show di Jogja kemarin, dari berbagai proses yang kami lakukan rasanya chemistry makin dapet. Sudah lebih ngeblend dan lebih mudah untuk memainkan aransemen bersama,” kata Adhit.

Vokalis Jikustik, Brian Prasetyo Adi pun angkat bicara, perasaan bahagia kembali ia rasakan lewat Konser Jikustik Reunian Jakarta besok. Momen bersejarah yang sempat terjadi di Yogyakarta beberapa waktu lalu ia rasa masih belum cukup dirasakan oleh para personil Jikustik Reunian dan para Jikustikan. Maka dari itu, ketika konser ini diboyong ke Ibukota Brian berharap momen luar biasa akan kembali terjadi dan disaksikan oleh lebih banyak lagi masyarakat Indonesia.

Dinamika emosi yang akan terasa

Art Director Konser Jikustik Reunian, Agus Noor menjelaskan, pada Konser Jikustik Reunian Jakarta, pihaknya akan kembali memberi sentuhan artistik dan suasana pada setiap lagu yang dibawakan oleh para personil Jikustik Reunian di atas panggung. Hal ini diharapkan agar penonton yang hadir di Balai Sarbini besok bisa merasakan progres yang berbeda-beda pada setiap lagu yang dimainkan, hingga akan ada dinamika emosi yang terasa.

“Ibarat melepas kangen atau pertemuan sahabat lama, ada kenangan dan perasaan-perasaan lainnya, yang bercampur aduk. Dari pengalaman konser Jikustik Reunian di Jogja, para personil begitu lepas meluapkan energi kerinduan mereka, hingga konser bergitu penuh emosi, tidak saja bagi Jikustik, tapi juga bagi penonton. Konser yang tak hanya indah, api juga sarat kenangan,” jelas Agus Noor.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi percaya hal yang lebih luar biasa akan terjadi esok hari, baik bagi para pesonil Jikustik Reunian, Jikustikan maupun bagi pihaknya sendiri. Sudah banyak sekali pihak yang menunggu konser ini bisa kembali digelar hanya untuk melepas rindu maupun kembali mengulang kenangan bersama karya-karya terbaik dari Jikustik.

“Sebenarnya permintaan dari masyarakat untuk membawa teman-teman Jikustik Reunian ke beberapa kota sangat banyak sekali. Dan Konser Jikustik Reunian Jakarta ini merupakan salah satu perwujudan dari permintaan masyarakat kepada kami. Seluruh pesiapan untuk konser ini telah kami persiapkan seluruhnya dengan sebaik mungkin. Para penonton sudah siap merasakan bagaimana dinamika emosi akan sangat terasa dalam konser ini,” papar Anas.

Direktur Utama PT Melon Indonesia by Telkom Indonesia, Dedi Suherman menambahkan, selain telah melakukan penjualan tiket Konser Jikustik Reunian Jakarta secara online, pihaknya pun masih akan melayani penjualan tiket on the spot di lokasi pertunjukan mulai pukul 13.00 WIB. Dan jika melihat fenomena yang terjadi saat penjualan tiket secara online beberapa waktu lalu, Dedi melihat animo masyarakat Indonesia terhadap konser ini menunjukan peningkatan yang sangat signifikan.

Informasi terbaru seputar Konser Jikustik Reunian dapat diikuti melalui akun instagram resmi promotor @rajawaliindonesia atau hotline di nomor 0822 2666 4343. (*)

Narasumber:

  • CEO Rajawali Indonesia – Anas Syahrul Alimi
  • Art Director Konser Jikustik Reunian – Agus Noor
  • Direktur Utama PT Melon Indonesia by Telkom Indonesia – Dedi Suherman Vokalis Jikustik Reunian – Pongki Barata
  • Bassis Jikustik Reunian – Icha Mirzahakim
  • Keyboardist Jikustik Reunian – Adhitya Bhagaskara
  • Vokalis Jikustik – Brian Prasetyo Adi

Jikustik Reunian | 2019

Grand Pacific Hall Yogyakarta, 29 Maret 2019

“Jikustik Reunian, Sebuah Perjalanan Menuju Masa Lalu”

Yogyakarta, 18 Maret 2019 – Jikustik Reunian merupakan sebuah gelaran konser reuni dari band Jikustik, yang akan terselenggara di Grand Pasific Hall Yogyakarta. Konser musik yang dipromotori oleh Rajawali Indonesia ini akan menjadi momen besar, di mana Jikustik formasi pertama yang digawangi oleh Pongki (vokal & gitar), Icha (bass & vokal), Dadi (gitar), Adit (keyboard) dan Carlo (drum) akan ditampilkan di hadapan ribuan pecinta musik tanah air. Seperti yang sudah banyak diketahui oleh khalayak di Indonesia, setelah Pongki dan Icha memutuskan untuk hengkang dari band yang telah berdiri sejak tahun 1996 silam tersebut, mereka berdua belum pernah bermain musik bersama lagi dalam satu panggung. Maka dari itu, konser Jikustik Reunian tidak hanya menjadi momen perdana bagi Pongki dan Icha untuk bermain musik bersama Jikustik setelah mereka mengundurkan diri, namun juga kejadian bersejarah bagi para penggemar setia dari band yang sempat menelurkan lagu berjudul “Maaf” tersebut.

Pongki menuturkan, konser Jikustik Reunian yang siap digelar pada 29 Maret 2019 mendatang itu baginya menjadi sebuah kendaraan mesin waktu yang dapat mengembalikannya berjumpa dengan kenangan indah di masa lalu. Kata Pongki, banyak sekali kejadian di masa silam yang membuat ia rindu walau hanya untuk bersenda gurau bersama seperti sediakala. “Konser Jikustik Reunian besok konsepnya adalah rekonsiliasi, yang mana kami bersama-sama menutup apa yang berbeda dari diri kami, dan mencari hal yang sama dalam diri kami masingmasing. Bagi saya pribadi, konser ini seperti sebuah mesin waktu yang dapat membawa saya khususnya kembali ke masa lalu indah, yang pernah kita (Jikustik) alami ketika masih bermain musik bersama. Satu-satunya hal yang bisa mengumpulkan kami (Jikustik) di sini adalah rasa kangen yang kami miliki,” jelas Pongki.

Hal serupa diutarakan Icha, di mana banyak hal yang sangat ia rindukan setelah tidak lagi bermusik dengan Jikustik. Ia jadi teringat ketika masa di mana mereka semua merasa stress saat harus menyelesaikan banyak karya musik untuk Jikustik. Terkadang, saat-saat yang membuat mereka pusing itu selalu bermunculan hal-hal konyol yang dilakukan olehnya dan para personel Jikustik kala itu. “Ya banyak banget hal lucu yang terjadi dulu ketika kita masih main musik bareng. Dan itu pun kembali terjadi ketika kita sekarang berproses lagi untuk mempersiapkan konser Jikustik Reunian besok. Candaan-candaan yang dulu pernah ada kembali lagi terjadi sekarang,” ungkap Icha sambil tertawa.

Pongki dan Icha berharap, konser Jikustik Reunian besok tidak hanya menjadi ruang pelepas rindu bagi mereka berdua bersama kawan-kawan lamanya, namum juga menjadi bukti di mana sebuah persahabatan masih tetap terjalin dengan erat walau mereka sudah tidak bisa lagi bermain musik bersama. “Sebagai penyanyi, saya sudah lama sekali tidak diiringi oleh Icha, Dadi, Adit dan Carlo. Konser Jikustik Reunian besok akan menjadi momen yang luar biasa bagi kami dan bagi teman-teman yang akan menonton penampilan kami besok,” tambahnya. (*)

Narasumber:

- Ex Vokalis Jikustik - Pongki Barata

- Ex Bassis Jikustik - Aji Mirza Hakim (Icha)

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

JIKUSTIK REUNIAN 2019

Grand Pacific Hall Yogyakarta, 29 Maret 2019

“Jikustik Akan Gelar Konser Reuni”

Yogyakarta, 16 Februari 2019 – Konser “Jikustik Reunian”, merupakan sebuah gelaran konser reuni dari band Jikustik yang akan dipromotori secara langsung oleh Rajawali Indonesia pada 29 Maret 2019 mendatang di Grand Pacific Hall Yogyakarta. Dalam konser yang akan melibatkan banyak rasa cinta tersebut, pihak promotor siap menyuguhkan penampilan dari Jikustik formasi awal, yang mana Pongki (Vokal & Gitar) dan Icha (Bass & Vokal) sebagai mantan personil akan bermain penuh dalam gelaran ini. Jikustik sendiri merupakan band pop romantis asal Yogyakarta yang telah berdiri sejak

Februari tahun 1996. Pada awalnya, nama mereka adalah “G-Coustic”, yang mana seiring berjalannya waktu dan saat mereka semakin dikenal oleh khalayak musik, G-Coustic akhirnya mengubah namanya menjadi Jikustik. Kala itu formasi awal dari band pelantun “Setia” ini dihuni oleh Pongki (Vokal & Gitar), Icha (Bass & Vokal), Dadi (Gitar & Vokal), Adhit (Keyboard) dan Carlo (Drum).

Pada formasi awal tersebut, Jikustik berhasil menelurkan sebanyak 8 buah album dengan sederet single hits yang tak pernah lekang hingga saat ini. Kedelapan album di antaranya seperti “Seribu Tahun” yang dirilis pada tahun 2000, “Perjalanan Panjang” (2002), “Sepanjang Musim” (2003), “Pagi” (2004) dan beberapa album lainnya yang sampai saat ini masih terkenang di benak pendengar musik di Indonesia.

Namun, setelah belasan tahun berkarya bersama dengan berbagai polemik yang terjadi di tubuh Jikustik, Pongki Barata yang sejak pertama mengisi posisi vokal dan gitar akhirnya hengkang. “Malam” menjadi album terakhir bagi Pongki selama karir musiknya bersama Icha, Adhit, Dadi dan Carlo. Dan beberapa tahun kemudian, pada akhirnya Icha pun memutuskan untuk mengikuti jejak Pongki untuk tidak lagi bermusik bersama kawankawannya di Jikustik.

Walau begitu, hingga saat ini Jikustik masih tetap eksis bermusik dan terus menelurkan karya-karya terbaiknya, yang mana pada saat ini band pelantun “Setia” tersebut kini dihuni oleh Brian (Vokal & Gitar), Dadi (Gitar & Vokal), Adhit (Keyboard) dan Carlo (Drum). CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi menuturkan, Jikustik merupakan salah satu band fenomenal asal Yogyakarta yang mampu mengguncang publik Tanah Air dengan karya-karya yang selalu menyayat hati setiap pendengarnya. Keterlibatan Jikustik di blantika musik Indonesia, bisa dibilang menjadi sebuah bukti adanya sebuah grup musik yang begitu produktif dalam membuat karya. Tak heran berkat konsistensi mereka dalam bermusik, banyak sekali orang yang mencintai karya-karya yang telah mereka hasilkan. “Jikustik formasi awal tak pernah terlupakan, walau sampai saat ini mereka masih tetap eksis dengan formasi baru. Berangkat dari hal tersebut, kami berencana untuk membuat sebuah konser bertajuk “Jikustik Reunian”, yang mana konser ini akan kembali menyatukan Pongki dan Icha sebagai mantan personil untuk “bersama lagi” dalam satu panggung,” ungkap Anas.

Dalam konser Jikustik Reunian nanti kata Anas, Pongki, Icha, Dadi, Adhit dan Carlo akan memainkan kembali karya-karya hits yang pernah mereka mainkan bersama dalam gelaran tersebut. Hal ini diharapkan akan menjadi penawar bagi para pendegar setia Jikustik yang sudah sejak lama merindukan adanya sebuah gelaran yang bisa kembali mempersatukan mereka dalam satu panggung yang megah seperti dulu. “Jadi setelah Pongki dan Icha keluar, mereka belum pernah lagi bermain musik bersama dalam satu panggung. Konser Jikustik Reunian ini adalah pertama kali bagi mereka bermain musik bersama yang ingin kami haturkan kepada khalayak musik di Indonesia,” tutur Anas lagi. Tambahnya, berbagai persiapan untuk konser Jikustik Reunian nanti sudah pihaknya persiapkan sejak jauh-jauh hari. Dan kali ini Agus Noor akan didaulat sebagai Show Director dalam konser “Jikustik Reunian” yang mana nantinya ia akan menerjemahkan semuanya dalam sebuah balutan konser yang tak pernah terlupakan.

Dalam konser Jikustik Reunian di Yogyakarta pada Maret mendatang, Rajawali Indonesia menggandeng PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia sebagai exclusive official ticketing partner. Direktur Utama PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia, Dedi Suherman menjelaskan, untuk penjualan tiket presale konser Jikustik Reuni nanti pihaknya akan menjualnya melalui platform Tiketapasaja.com. "Penjualan presale kami akan buka pada 18 Februari hanya di Tiketapasaja.com. Keesokan harinya pada 19 Februari 2019 kami baru membuka penjualan tiket reguler di afiliasi Melon seperti tiketcom, traveloka, kiostix, rajakarcis, blibli, dan blanja.com, " papar Dedi Dedi menambahkan, ketegori tiket Jikustik Reunian presale dan reguler ini terdiri dari 4 kelas, yaitu Festival, Gold, Platinum, dan Diamond. Tiket Festival dibanderol Rp 150.000, Gold Rp 250.000, Platinum Rp 350.000 dan Diamond Rp 600.000. Untuk penjualan secara offline, pihaknya akan melakukan penjualan di Parsley Bakery & Resto. Informasi terbaru seputar Konser Jikustik Reunian dapat diikuti melalui akun instagram resmi promotor @rajawaliindonesia. (*)

Narasumber :

Anas Syahrul Alimi – CEO Rajawali Indonesia (Promotor)

Dedi Suherman – Direktur Utama PT Melon Indonesia by Telkom Indonesia (Official

Ticketing Partner)

Agus Noor – Show Director

Jikustik, Pongki Barata dan Icha – Musisi

Kontak Media:

Rajawali Indonesia

Jl. Pandega Marta II No 6 Caturtunggal Depok

Sleman – Yogyakarta 55281

Tovic Raharja

+628182799911

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

KONSER MONOKROM TULUS – Jakarta

Istora Senayan Jakarta, 06 Februari 2019

“Konser Tunggal Kedelapan dari TULUS”

Jakarta, 21 Desember 2018 – Sebut saja “Pamit”, “Manusia Kuat”, “Tukar Jiwa”, “Cahaya”, “Mahakarya”, “Lekas” dan “Ruang Sendiri”, beberapa tembang terbaik yang terangkum dalam album bertajuk “Monokrom”, milik penyanyi bersuara khas bernama TULUS. Setelah meraih banyak keberhasilan bersama kedua album sebelumnya, pria kelahiran Bukittinggi ini seperti tak cepat puas akan segala pencapaian gemilangnya di dunia musik. Maka dari itu lahirlah album Monokrom yang dirilis pada 3 Agustus 2016 lalu, yang dalam perjalanannya mendapat apresiasi yang begitu besar dari khalayak pendengar musik di Tanah Air.

Dalam berbagai catatan, album yang berisikan sebanyak 10 buah lagu tersebut telah didengar sejumlah 177.375.345 kali melalui media digital streaming. Tak berhenti sampai di situ, album berdurasi 35:37 menit tersebut mampu mengantarkan TULUS menyabet sebanyak 26 penghargaan, baik di bidang musik sendiri maupun sinematografi. Maka dari itu, berdasar dari raihan dan apresiasi yang begitu besar dari berbagai pihak membuat TulusCompany sebagai label yang menaungi TULUS, menginisiasi terlaksananya Konser Monokrom TULUS di Bandung yang telah dihelat pada 20 November 2018 lalu.

Bandung dipilih menjadi lokasi dari konser tersebut karena Kota Kembang merupakan tempat di mana perjalanan bermusik TULUS dimulai. Dan dalam konser yang dimanfaatkan TULUS sebagai momen pulang ke rumah itu, ribuan pendengarnya turut hadir untuk menyemarakkan saat di mana hal yang sangat luar biasa di album Monokrom dipresentasikan secara khusus kepada mereka yang terus memberikan dukungan yang sangat besar. Atas respon baik dan apresiasi yang begitu besar terhadap Konser Monokrom TULUS di Bandung, TulusCompany bekerjasama dengan Rajawali Indonesia Communication sebagai salah satu promotor musik terbesar di Indonesia kembali mewujudkan momen yang sungguh menakjubkan tersebut. Melalui gelaran dengan tajuk yang sama, konser dari penyanyi bernama lengkap Muhammad TULUS tersebut siap dilaksanakan pada 6 Februari 2019 mendatang di Istora Senayan Jakarta.

CEO Rajawali Indonesia Communication, Anas Syahrul Alimi menuturkan, bagi pihaknya TULUS bukan hanya sebagai seorang penyanyi yang memiliki ciri khas dalam suara maupun dari setiap untaian kata yang coba TULUS torehkan dalam lagu-lagunya. Namun, TULUS pun menurutnya seperti memiliki magnet tersendiri yang membuat banyak sekali khalayak di Indonesia tersihir oleh karya-karyanya. “Makanya tak heran saat Konser Monokrom TULUS di Kota Bandung mendapatkan apresiasi yang sangat besar dari publik di Indonesia. Maka dari itu, kami bersama Tulus Company sebagai label rekaman yang menaungi TULUS berinisiatif untuk kembali mengadakan salah satu momen bersejarah bagi TULUS dan pendengarnya ini. Dan jujur kami sangat bangga bisa menjalin kerjasama ini bersama TULUS,” jelas Anas.

Hal serupa pun rupanya dirasakan oleh TULUS. Bahkan ia mengakui bahwa dirinya sudah tidak sabar untuk kembali mengulang momen luar biasa itu bersama ribuan pendengarnya. Dalam konsernya nanti, pelantun lagu “Sewindu” tersebut akan kembali melibatkan Ari Renaldi yang merupakan produser musik dari ketiga albumnya. Nantinya, Ari akan bertindak sebagai music director dalam konser yang siap kembali mengundang ribuan khalayak pendengar musik di Indonesia.

“Bersyukur Konser Monokrom Bandung yang diadakan bulan lalu bisa berjalan dengan lancar. Dan atas apresiasinya yang baik tepat di 30 hari paska Konser tersebut, saya senang bisa mengumumkan kalau Konser Monokrom akan kembali diadakan di Jakarta. Semoga di Konser Monokrom Jakarta ini saya bisa bertemu lebih banyak lagi Teman TULUS,” papar TULUS. Selain melibatkan Ari Renaldi dalam gelaran tersebut, Konser Monokrom TULUS di Jakarta pun siap melibatkan sebanyak 50 musikus pengiring yang akan menemani TULUS bernyanyi selama 2 jam 15 menit. Tak hanya itu saja, mega konser ini pun melibatkan Wiyoga Nurdiansyah untuk mewujudkan tata panggung dengan desain esensial dan artistik yang akan dipadukan dengan karya-karya yang ada dalam album Monokrom. Dalam konser TULUS di Jakarta pada Februari mendatang, Rajawali Indonesia Communication bersama Tulus Company menggandeng PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia sebagai exclusive official ticketing partner dalam Konser Monokrom TULUS di Jakarta.

General Manager Event PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia, Dradjat Keesan menambahkan, dalam konser dari TULUS ini pihaknya akan mulai melakukan penjualan presale tiket secara online mulai 27 Desember 2018 besok di Tiketapasaja.com. “Untuk Konser Monokrom TULUS di Jakarta nanti, kami menyediakan sebanyak 4.500 tiket dan akan didistribusikan ke beberapa platform penjualan tiket online maupun offline mulai 28 Desember 2018. Diantaranya Tiketapasaja.com, Tiket.com, Traveloka, Kiostix, Rajakarcis, Bibli.com, Loket.com dan Blanja.com. Kami berharap konser ini akan kembali mengulang momen keberhasilan yang telah TULUS raih saat menggelar konsernya di Bandung kemarin,” tambah Dradjat. Harga Tiket Konser Monokrom TULUS Jakarta mulai dari 350.000 untuk kelas Gold sampai dengan 1.500.000 untuk kelas VVIP sekaligus berkesempatan bertemu dan bersapa secara langsung dengan TULUS sebelum Konser.

Informasi terbaru seputar Konser Monokrom TULUS di Jakarta dapat diikuti melalui official account Instagram, @rajawaliindonesiacomm dan @konsermonokromtulus, juga di laman resmi TULUS di www.situstulus.com. (*)

Narasumber:

- CEO Rajawali Indonesia Communication: Anas Syahrul Alimi

- General Manager Event PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia: Dradjat Keesan

- TULUS

Kontak Media:

TulusCompany

Pananingtyas Prabantari (Ririe)

+6287821127502

Rajawali Indonesia Communication

Tovic Raharja

+6281802799911