Terkait perkembangan atas pandemi global Covid-19 di beberapa negara termasuk Indonesia. Rajawali Indonesia selaku Promotor telah melakukan diskusi dengan berbagai pihak terkait.

Dengan ini menyampaikan bahwa DREAM THEATER The ‘Distance Over Time’ Tour 2020 yang rencananya akan diselenggarakan pada 16 April 2020 akan dijadwalkan ulang di 8 November 2020 dengan lokasi tetap di Allianz Ecopark Ancol, Jakarta.

Keselamatan penonton, artis / performer, crew dan juga semua yang terlibat di dalam konser merupakan prioritas dalam setiap penyelenggaraan konser kami.

Kami memohon maaf atas ketidaknyaman ini. Penjadwalan ulang diputuskan oleh pihak Dream Theater bersama Rajawali Indonesia supaya penyelenggaraan bisa berjalan dengan baik sesuai yang kita harapkan bersama.

Saat ini kami terus memantau situasi perkembangan pandemi ini serta mematuhi semua protokol dan arahan pemerintah.

Bagi para pemegang tiket, kami informasikan bahwa tiket berlaku untuk konser mendatang. Atas perhatiannya, kami mengucapkan banyak terima kasih.

JogjaROCKarta International Rock Music Festival #4 | 2020
Kridosono Stadium Yogyakarta - 1 Maret 2020
“Scorpions dan Whitesnake Siap Gelar Tur Konsernya di JogjaROCKarta Festival 2020”


Yogyakarta, Oktober 2019 – JogjaROCKarta International Rock Music Festival telah menjadi sebuah ajang tahunan yang sangat ditunggu-tunggu oleh banyak penggemar musik rock di Indonesia. Secara konsisten terus digelar dalam setiap tahunnya, ada beberapa nama grup musik rock dunia yang pernah diboyong oleh Rajawali Indonesia selaku promotor dari festival ini. Sebut saja Dream Theater, Megadeth, yang telah menjadi headliners festival rock yang mulai pertama kali digelar mulai tahun 2017 silam. Serta tahun ini tidak kalah menarik, Extreme dan Power Trip didaulat untuk menjadi headliners dalam gelaran JogjaROCKarta #3 | 2019

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi memaparkan, JogjaROCKarta #4 | 2020 akan digelar pada 1 Maret 2020 mendatang di Stadion Kridosono, yang mana nantinya giliran Scorpions dan Whitesnake yang pihaknya bawa untuk menggelar pertunjukannya di Yogyakarta. Dan hal ini bagi Anas akan menjadi suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat “rock” Indonesia yang sudah lama tidak menyaksikan konser dari Scorpions dan Whitesnake secara langsung.

Scorpions merupakan sebuah grup musik asal Hanover Jerman yang terbentuk lebih dari 50 tahun yang lalu, yang mana dalam perjalanan bermusiknya selama puluhan tahun silam, band ini sudah menghasilkan puluhan judul album studio. Beberapa di antaranya seperti Blackout (1982), Love At First Sting (1984), Lovedrive (1979), Crazy World (1990) dan masih banyak lagi.

Sama seperti Scorpions, Whitesnake sebagai salah satu band yang akan tampil di JogjaROCKarta #4 | 2020 pun telah menghasilkan banyak sekali album sejak pertama kali mereka terbentuk pada tahun 1977 di Inggris. Album-album seperti 1987 (1987), Slip Of The Tongue (1989), Restless Heart (1997) dan lainnya telah menjadi pengiring mereka untuk mendapatkan banyak sekali penggemar di seluruh dunia.

“Ini adalah kali kedua bagi Scorpions menggelar konsernya di Indonesia. Namun, buat Whitesnake ini merupakan kali pertama. Meskipun baru pertama, namun David Coverdale, vokalis Whitesnake yang juga merupakan mantan vokalis Deep Purple pernah datang ke Indonesia bersama Deep Purple pada tahun 1975. Sangat lama sekali, ini akan menjadi momen pelepas rindu bagi penggemar musik rock di Indonesia” tutur Anas.

“Whitesnake sendiri pernah mengeluarkan album “Purple” yang berisi lagu-lagu Deep Purple yang dibawakan oleh David Coverdale. Di konser nanti Whitesnake juga akan membawakan lagu-lagu hits Deep Purple yang pernah dinyanyikan oleh Coverdale, seperti kita tahu Coverdale pernah bergabung bersama Deep Purple dalam 3 album Burn (1974), Stormbringer (1974), Come Taste The Band (1976) ” tambah Anas. Selain kedua band legend tersebut, Anas juga membocorkan bahwa akan ada line up tambahan, band rock besar dari Mongol, Tiongkok yang sangat keren dan juga band-band rock Indonesia.

Sementara itu Bakkar Wibowo Co-Founder sekaligus Project Director JogjaROCKarta Festival menyampaikan, melalui kehadiran band-band rock mancanegara seperti Dream Theater, Megadeth, Extreme, Power Trip serta Scorpions dan Whitesnake pada 2020 mendatang, hal ini akan menunjukkan kepada publik bahwa Indonesia, khususnya Yogyakarta merupakan sebuah destinasi yang aman dan nyaman untuk disinggahi. Hal itu bisa dilihat dari para musisi dunia yang datang dan menggelar konsernya di sini.

Bakkar juga menyampaikan “Untuk tiket reguler JogjaROCKarta #4 | 2020 akan mulai kami jual mulai tanggal 5 November 2019 mendatang melalui id.bookmyshow.com. Sedangkan presale akan kami berikan khusus bagi para penonton yang datang dan menyaksikan JogjaROCKarta #3 | 2019 di Stadion Kridosono pada 3 November 2019 besok dengan pembagian kelas tiket sebagai berikut; VIP Class Rp. 1.000.000 dari harga Rp. 1.500.000, Festival A Rp. 700.000 dari harga Rp. 900.000 dan Festival B Rp. 400.000 dari harga Rp. 600.000.”

“Bagi kami sebuah loyalitas adalah bentuk sikap dan dedikasi yang layak diapresiasi. Untuk itu, kami akan memberikan apresiasi kepada para penonton JogjaROCKarta #3 | 2019 dengan memberikan harga spesial untuk pembelian Scorpions x Whitesnake di JogjaROCKarta #4 | 2020.” pungkas Bakkar. Informasi mengenai JogjaROCKarta #4 | 2020 dapat diikuti melalui official account Instagram, Twitter dan Facebook @JogjaROCKartaFestival dengan tagar #JogjaROCKarta2020 dan atau melalui hotline di nomor 08 222 666 4343.

Narasumber:
- Founder JogjaROCKarta Festival & CEO Rajawali Indonesia – Anas Syahrul Alimi.
- Co-Founder & Project Director JogjaROCKarta Festival – Bakkar Wibowo.

Jakarta, 18 Juli 2019 – Konser Jikustik Reunian tak hanya menjadi momen yang mengundang haru bagi Icha, Dadikz, Pongki, Carlo dan Adhit, namun juga menjadi saat di mana Jikustikan sebagai pendengar setia karya-karya dari Jikustik akhirnya bisa melepas kerinduannya untuk menyaksikan mereka berlima kembali bermusik di atas panggung yang sama. Buktinya, dalam Konser Jikustik Reunian pada 29 Maret 2019 lalu di Yogyakarta, ribuan Jikustikan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia ikut terlibat dalam konser yang dipromotori oleh Rajawali Indonesia tersebut.

Pongki menuturkan, konser reuni yang berhasil diselenggarakan di Yogyakarta beberapa waktu lalu itu menurutnya merupakan salah satu konser terbaik yang pernah ia lakukan selama karir bermusiknya. Banyak hal luar biasa yang berhasil ia dapatkan saat itu, dan tak bisa digambarkan melalui kata-kata. Maka dari itu, ia bersama Dadikz, Adhit, Carlo dan Icha sangat menyambut baik dan ingin kembali mengulang momen tersebut yang akan direalisasikan besok, Jumat (19/7/2019) dalam Konser Jikustik Reunian Jakarta di Balai Sarbini.

“Konser reuni di Jogja kemarin adalah salah satu konser terbaik yang pernah saya lakukan. Saya mendapatkan perasaan yang luar biasa kala itu. Saya ingin mengulang kembali perasaaan itu di Jakarta esok hari bersama kalian yang akan menonton,” tutur Pongki.

Lanjut Icha, Konser Jikustik Reunian merupakan sebuah konser yang sangat berbeda dibandingkan dengan konser-konser reunian yang dilakukan oleh band-band lain bersama para mantan personilnya. Jika band lainnya melakukan reuni di banyak tempat di Indonesia, mungkin Jikustik tidak akan melakukan hal yang serupa.

“Saya mau ajak seluruh Jikustikan untuk bisa hadir besok. Ini adalah kesempatan yang sangat langka untuk bisa menyaksikan formasi ini bermain musik di atas panggung yang sama. Saya berharap semoga setelah konser ini, kami semua akan saling memberikan dukungan untuk karir kami masing-masing,” ujar Icha.

Sementara itu Adhit mengatakan, jika pada konser sebelumnya ia bersama Dadikz dan Carlo masih merasakan canggung karena sudah lama tidak bermain musik bersama Pongki dan Icha. Dari berbagai persiapan yang mereka lakukan untuk Konser Jikustik Reunian Jakarta besok, kecanggungan itu tak lagi terasa. Adhit kembali merasakan bagaimana kekompakan yang pernah terasa saat mereka masih bermain musik bersama di bawah nama Jikustik.

“Setelah show di Jogja kemarin, dari berbagai proses yang kami lakukan rasanya chemistry makin dapet. Sudah lebih ngeblend dan lebih mudah untuk memainkan aransemen bersama,” kata Adhit.

Vokalis Jikustik, Brian Prasetyo Adi pun angkat bicara, perasaan bahagia kembali ia rasakan lewat Konser Jikustik Reunian Jakarta besok. Momen bersejarah yang sempat terjadi di Yogyakarta beberapa waktu lalu ia rasa masih belum cukup dirasakan oleh para personil Jikustik Reunian dan para Jikustikan. Maka dari itu, ketika konser ini diboyong ke Ibukota Brian berharap momen luar biasa akan kembali terjadi dan disaksikan oleh lebih banyak lagi masyarakat Indonesia.

Dinamika emosi yang akan terasa

Art Director Konser Jikustik Reunian, Agus Noor menjelaskan, pada Konser Jikustik Reunian Jakarta, pihaknya akan kembali memberi sentuhan artistik dan suasana pada setiap lagu yang dibawakan oleh para personil Jikustik Reunian di atas panggung. Hal ini diharapkan agar penonton yang hadir di Balai Sarbini besok bisa merasakan progres yang berbeda-beda pada setiap lagu yang dimainkan, hingga akan ada dinamika emosi yang terasa.

“Ibarat melepas kangen atau pertemuan sahabat lama, ada kenangan dan perasaan-perasaan lainnya, yang bercampur aduk. Dari pengalaman konser Jikustik Reunian di Jogja, para personil begitu lepas meluapkan energi kerinduan mereka, hingga konser bergitu penuh emosi, tidak saja bagi Jikustik, tapi juga bagi penonton. Konser yang tak hanya indah, api juga sarat kenangan,” jelas Agus Noor.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi percaya hal yang lebih luar biasa akan terjadi esok hari, baik bagi para pesonil Jikustik Reunian, Jikustikan maupun bagi pihaknya sendiri. Sudah banyak sekali pihak yang menunggu konser ini bisa kembali digelar hanya untuk melepas rindu maupun kembali mengulang kenangan bersama karya-karya terbaik dari Jikustik.

“Sebenarnya permintaan dari masyarakat untuk membawa teman-teman Jikustik Reunian ke beberapa kota sangat banyak sekali. Dan Konser Jikustik Reunian Jakarta ini merupakan salah satu perwujudan dari permintaan masyarakat kepada kami. Seluruh pesiapan untuk konser ini telah kami persiapkan seluruhnya dengan sebaik mungkin. Para penonton sudah siap merasakan bagaimana dinamika emosi akan sangat terasa dalam konser ini,” papar Anas.

Direktur Utama PT Melon Indonesia by Telkom Indonesia, Dedi Suherman menambahkan, selain telah melakukan penjualan tiket Konser Jikustik Reunian Jakarta secara online, pihaknya pun masih akan melayani penjualan tiket on the spot di lokasi pertunjukan mulai pukul 13.00 WIB. Dan jika melihat fenomena yang terjadi saat penjualan tiket secara online beberapa waktu lalu, Dedi melihat animo masyarakat Indonesia terhadap konser ini menunjukan peningkatan yang sangat signifikan.

Informasi terbaru seputar Konser Jikustik Reunian dapat diikuti melalui akun instagram resmi promotor @rajawaliindonesia atau hotline di nomor 0822 2666 4343. (*)

Narasumber:

  • CEO Rajawali Indonesia – Anas Syahrul Alimi
  • Art Director Konser Jikustik Reunian – Agus Noor
  • Direktur Utama PT Melon Indonesia by Telkom Indonesia – Dedi Suherman Vokalis Jikustik Reunian – Pongki Barata
  • Bassis Jikustik Reunian – Icha Mirzahakim
  • Keyboardist Jikustik Reunian – Adhitya Bhagaskara
  • Vokalis Jikustik – Brian Prasetyo Adi

Scorpions dan Whitesnake Janjikan Komposisi Lagu Terbaik di JogjaROCKarta Festival 2020

Yogyakarta, Februari 2020 – JogjaROCKarta International Rock Music Festival merupakan festival yang selalu dinanti oleh banyak penggemar musik rock di Indonesia. Rajawali Indonesia selaku Promotor dari JogjaROCKarta Festival secara konsisten terus menggelar perhelatan ini tiap tahunnya dengan memboyong nama-nama besar di industri musik rock tidak hanya lokal, tetapi dunia! Dream Theater, Megadeth, Extreme, hingga Power Trip telah menjad headliners di festival rock yang pertama kali digelar tahun 2017 silam ini.

Untuk tahun ini, JogjaROCKarta juga memberikan sajian yang tak kalah menarik. Scorpions dan Whitesnake didaulat untuk menjadi headliners dalam gelaran JogjaROCKarta Festival #4 | 2020 yang rencananya akan kembali dilaksanakan di Stadion Kridosono, 1 Maret 2020. Selain dua nama tersebut, juga akan ada penampilan yang pasti dahsyat dari performer asal Mongolia, The Hu dan juga penampilan para Band asal Tanah Air yang sangat ditunggu aksinya seperti; God Bless, Death Vomit, Power Slaves, Navicula, hingga Kelompok Penerbang Roket.

Bagi Scorpions, ini akan menjadi penampilan yang kesekian kalinya mereka di Indonesia. Sebelumnya, band rock asal Jerman ini sempat mengguncang Indonesia saat bermain di Bandung pada 2001 silam, namun saat itu mereka hanya bermain dengan format akustik. Setelah itu, pada 2004 mereka juga sempat singgah ke Indonesia untuk bermain di Jakarta dan Bali.

“Kami datang beberapa kali ke Indonesia, kami pernah bermain di Jakarta, Bali dan Bandung. Kami selalu senang untuk dapat bermain di Indonesia. Saya pikir kami mempunyai banyak fans di Indonesia selama bertahun-tahun,” ujar Klaus Meine vokalis dari Scorpions mengomentari rencana penampilan mereka di JogjaROCKarta Festival #4 | 2020.

Indonesia sepertinya memang memiliki banyak kenangan di hati Scorpions, khususnya Rudolf Schenker dan Klaus Meine. Sedikit bernostalgia, jauh sebelum kedatangan Scorpions di Indonesia, mereka berdua ternyata juga pernah berkolaborasi dengan musisi Tanah Air.

“Saya ingat, dulu pada tahun 1990 saya dan Rudolf juga pernah diundang dalam “East Meets West Festival” di Bali, dan saat itu bersama Titiek Puspa serta James Sundah kami pernah menciptakan lagu bersama berjudul “When You Came Into My Life” yang juga menjadi salah satu lagu yang ada di album Scorpions. Jadi, Indonesia selalu menjadi hal yang luar biasa,” ujar Klaus Meine bernostalgia tentang Indonesia.

Sementara itu, untuk Whitesnake, JogjaROCKarta festival akan menjadi penampilan perdana mereka untuk menyapa penggemar di Tanah Air. Sekadar informasi, walaupun Whitesnake baru pertama akan datang ke Indonesia, namun David Coverdale, vokalis Whitesnake yang juga merupakan mantan vokalis Deep Purple ternyata pernah datang ke Indonesia bersama Deep Purple pada tahun 1975.

“JogjaROCKarta merupakan pengalaman pertama Whitesnake untuk bermain di depan penggemar kami di Indonesia. Kami sangat senang untuk berkunjung dan mempersembahkan penampilan yang menarik dengan deretan lagu-lagu terbaik untuk kalian. Kami tidak sabar untuk bertemu dan bermain untuk kalian semua penggemar yang ada di Indonesia. Ini akan menjadi suatu hal yang magis,” ujar David Coverdale menanggapi tentang rencana penampilan perdananya Bersama Whitesnake di Indonesia.

Baik Scorpions maupun Whitesnake menjanjikan penampilan yang tidak hanya sekadar nostalgia belaka bagi para penggemarnya, namun mereka juga akan memberikan suatu sajian yang spektakuler dan enerjik khusus bagi penggemar mereka di JogjaROCKarta. Bahkan, mereka akan memberikan perpaduan komposisi lagu yang terbaik agar para penggemar di JogjaROCKarta Festival #4 | 2020 terpuaskan!

“Kami rasa ini akan menjadi perpaduan komposisi yang hebat, dari komposisi lagu yang klasik tentunya akan kami bawakan juga beberapa lagu vintage dari tahun 1970-an. Ini akan menjadi perpaduan komposisi yang hebat, dimana semua fans kami dapat menyanyikan lagu-lagunya secara bersama. Bagian terbaik dari penampilan ini adalah kami memiliki banyak energi dan ini merupakan paket yang hebat karena Whitesnake juga bersama kami. Tahun 2020 akan menjadi tahun baru yang menyenangkan. Kami belum pernah ke Yogyakarta sebelumnya, ini merupakan kota yang indah dan juga budaya yang menarik,” tegas Rudolf Schenker.

Scorpions merupakan sebuah grup musik asal Hanover, Jerman yang terbentuk 54 tahun yang lalu, yang mana dalam perjalanan bermusiknya selama puluhan tahun silam, band ini sudah menghasilkan sekitar 18 album penuh. Beberapa di antaranya seperti Blackout (1982), Love At First Sting (1984), Lovedrive (1979), Crazy World (1990) dan masih banyak lagi.

Sedangkan Whitesnake terbentuk di Middlesbrough, Inggris, pada tahun 1977. Mereka tercatat telah merilis kurang lebih 13 album penuh hingga kini. Whitesnake juga pernah merilis abum berjudul The Purple Album (2015) yang berisikan lagu-lagu Deep Purple yang pernah dibawakan oleh David Coverdale. Sebagai informasi, David Coverdale pernah bergabung bersama Deep Purple dalam 3 album, Burn (1974), Stormbringer (1974), dan Come Taste The Band (1976).

Anas Syahrul Alimi selaku Founder JogjaROCKarta menyampaikan bahwa “Konsistensi yang diberikan oleh Rajawali Indonesia melalui JogjaROCKarta memberikan suatu bukti kepada publik bahwa Indonesia, khususnya Yogyakarta mampu memberikan suatu sajian yang berkelas dan bertaraf internasional, terutama dengan hadirnya band-band atau musisi luar negeri yang memiliki nama besar di industri musik dunia. Dan, ini menjadi catatan penting bahwa Indonesia, khususnya Yogyakarta merupakan salah satu destinasi yang aman dan nyaman untuk disinggahi oleh siapa saja”.

“Untuk harga tiket JogjaROCKarta Festival #4 |2020 dibanderol dengan harga, VIP Early Entry – Rp.1.200.000, VIP Reguler – Rp.1.500.000, Festival A Early Entry – Rp.750.000, Festival A Reguler – Rp.900.000, Festival B Early Entry – Rp.450.000, Festival B Reguler – Rp.600.000. Tunggu apalagi, buruan beli!”

“Jadi, jangan sampai JogjaROCKarta Festival terlewatkan! Segera dapatkan tiket JogjaROCKarta Festival #4 | 2020 di id.bookmyshow.com atau juga bisa dibeli langsung di SILOL Cafe & Eatery yang beralamat di Jl. Surot No. 7, Yogyakarta.” Imbuhnya

“Kami juga memberikan penawaran menarik khusus penggemar Scorpions, Whitesnake dan juga Dream Theater. Kami memberikan paket bundling khusus pembelian tiket JogjaROCKarta Festival #4 | 2020 + Dream Theater [Distance Over Time – di Allianz Ecopark Ancol Jakarta, pada 16 April 2020] dengan special harga yaitu VIP JRF Bundle + Fest A DT Rp.2.328.750, Fest A JRF Bundle + Fest A DT Rp.1.811.250, Fest B JRF Bundle + Fest A DT Rp.1.552.500, VIP JRF Bundle + Fest B DT Rp.1983.750, Fest A JRF Bundle + Fest B DT Rp.1.466.250, Fest B JRF Bundle + Fest B DT Rp.1.207.500. Pembelian hanya di layani via hotline.” pungkasnya

Informasi mengenai JogjaROCKarta dapat diikuti melalui official account Instagram, Twitter dan Facebook @JogjaROCKartaFestival dengan tagar #JogjaROCKarta2020 dan atau melalui hotline di nomor 08 222 666 4343.

Narasumber:
- Rudolf Schenker (Gitaris Band Scorpions)
- Klaus Meine (Vokalis Band Scorpions)
- David Coverdale (Vokalis Band Whitesnake)
- Anas Syahrul Alimi (Founder JogjaROCKarta | Promotor)


David Coverdale Mengundang Presiden Joko Widodo Menyaksikan Penampilannya di JogjaROCKarta Festival #4 | 2020

Sebuah video berdurasi kurang lebih 21 detik dibagikan oleh Promotor JogjaROCKarta melalui laman Instagram official @JogjaROCKartaFestival (07/02/2020). Video David Coverdale mengundang secara khusus Presiden Joko Widodo menyaksikan JogjaROCkarta Festival yang akan digelar di Std. Kridosono, Yogyakarta pada 1 Maret 2020 mendatang.

David Coverdale yang juga vocalist Whitesnake di sela rangkaian Tour Dunia 2020 bersama Scorpions membuat video undangan khusus kepada Orang Nomor 1 di Indonesia ini. Seperti kita tahu bahwa Bapak Jokowi adalah pecinta rock sejati, David Coverdale dalam video pendek nya mengundang dan mengharapkan Jokowi akan menyaksikan penampilannya.

“Hai Tuan Presiden, sebuah kehormatan bagi saya. Saya David Coverdale dari Whitesnake, mengundang Anda (Jokowi) untuk mengunjungi pertunjukan rock kami, di festival musik rock terkenal di Indonesia (JogjaROCKarta 2020) pada 1 Maret 2020,” kata David Coverdale

“Saya dengar Anda (Jokowi) penggemar musik rock (sejati). (Jadi) sangat terhormat sekali dapat tampil di hadapan Anda (Jokowi), serta di hadapan masyarakat Anda yang luar biasa. It’s been too long, ” tutup David Coverdale

JogjaROCKarta Festival akan menjadi penampilan perdana Whitesnake untuk menyapa penggemar di Tanah Air. Sekadar informasi, walaupun Whitesnake baru pertama akan datang ke Indonesia, namun David Coverdale, vokalis Whitesnake yang juga merupakan mantan vokalis Deep Purple pernah datang ke Indonesia bersama Deep Purple pada tahun 1975.

“JogjaROCKarta Festival merupakan pengalaman pertama Whitesnake untuk bermain di depan penggemar kami di Indonesia. Kami sangat senang untuk berkunjung dan mempersembahkan penampilan yang menarik dengan deretan lagu-lagu terbaik untuk kalian. Kami tidak sabar untuk bertemu dan bermain untuk kalian semua penggemar yang ada di Indonesia. Ini akan menjadi suatu hal yang magis,” ujar David Coverdale dalam interview terpisah menanggapi tentang rencana penampilan perdananya Bersama Whitesnake di Indonesia

Anas Syahrul Alimi, CEO dan juga Founder JogjaROCKarta Festival menyampaikan tanggapan mengenai video undangan khusus dari David Coverdale untuk Jokowi. “Saya kira, kabar bahwa Presiden kita tercinta Jokowi penggemar musik Rock memang sudah terdengar seantero dunia. Sampai-sampai Kali ini David Coverdale vokalis Whitesnake dan mantan vokalis Deep Purple ini juga mengundang secara khusus Pak Jokowi untuk menyaksikan konser pertama Whitesnake di Indonesia. Membanggakan.”

Semoga Pak Jokowi berkenan hadir menyaksikan David Coverdale bersama Whitesnake dalam penampilannya di JogjaROCKarta Festival, 1 Maret mendatang.

Semarang, 1 September 2019 – Setelah berhasil menggelar konsernya dalam gelaran “Westlife The Twenty Tour Borobudur Symphony”, Sabtu, (31/8/2019) malam di Candi Borobudur, grup vokal fenomenal asal Irlandia, Westlife, siap menyuguhkan kembali penampilan dalam helatan “Westlife The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong” yang diselenggaranan pada malam ini, Minggu (1/9/2019) di Kuil Sam Poo Kong, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.

Penampilan Shane Filan, Kian Egan, Nicky Byrne dan Mark Feehily di Kuil Sam Poo Kong sendiri menjadi kali pertama bagi salah satu bangunan bersejarah di Indonesia ini digunakan sebagai tempat penyelenggaraan konser bertaraf internasional. Tak hanya akan menjadi sejarah yang spektakuler di mata dunia, mega konser yang dipromotori oleh Rajawali Indonesia dan juga didukung penuh oleh Bank Jateng ini pun menjadi suatu hal yang sangat membanggakan bagi masyarakat Jawa Tengah.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi menuturkan, Kuil Sam Poo Kong adalah salah satu ikon bersejarah yang sangat dibanggakan oleh masyarakat Provinsi Jawa Tengah, terutama bagi warga Semarang sebagai orang-orang yang hidup berdekatan dengan kuil yang telah berdiri sejak lama itu. Bagaimana tidak, kuil yang sempat menjadi tempat persinggahan bagi Laksamana Cheng Ho ini telah banyak memberikan manfaat positif bagi masyarakatnya, baik secara nilai sejarah, ekonomi dan lainnya.

Kata Anas, sejak munculnya kabar Westlife akan menggelar konsernya di kuil tersebut, konser dari grup vokal yang terbentuk 3 Juli 1998 silam itu pun berhasil memantik rasa bangga yang lebih besar bagi masyarakat Semarang. Mereka sudah tidak sabar menunggu saat di mana tempat bersejarah ini akan lebih indah ketika berpadu dengan musik-musik terbaik yang dimiliki Westlife.

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi memaparkan “Konser Westlife di Sam Poo Kong ini telah menjadi suatu hal yang sangat membanggakan bagi masyarakat Jawa Tengah, khususnya masyarakat Semarang. Kuil Sam Poo Kong dan warga Semarang akan memiliki catatan sejarah baru, karena telah menjadi bagian digelarnya konser fenomenal dari Westlife. “Maka dari itu, tak heran tur konser dunia dari Westlife ini mendapatkan apresiasi yang sangat besar dari banyak kalangan masyarakat di Provinsi Jawa Tengah. Dan hal ini telah menjadi salah satu hal membanggakan yang membuat kami ingin memberikan dukungan penuh terhadap acara ini. Kami sangat bangga,” tutur Hendrar Prihadi.

Anas Syahrul Alimi menambahkan bahwa konser “Westlife The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong” menjadi salah satu bukti di mana Indonesia sebagai bangsa yang besar, masih memiliki banyak sekali potensi yang harus digali dan diketahui oleh publik dunia. Sam Poo Kong nantinya tidak hanya akan menjadi tempat bersejarah saja, namun juga menjadi tempat di mana hal-hal besar dapat tercipta.

“Sudah menjadi semangat kami sejak dulu untuk memperkenalkan potensi-potensi besar yang dimiliki bangsa ini kepada publik dunia melalui gelaran musik bertaraf internasional. Konser Westlife di Sam Poo Kong, Borobudur maupun festival-festival musik yang sempat kami selenggarakan di beberapa tempat bersejarah lain pada saat sebelumnya, telah menjadi bukti di mana Indonesia merupakan negeri yang kaya, aman dan nyaman untuk dikunjungi oleh banyak masyarakat dunia. Dan Indonesia adalah tempat di mana hal-hal besar yang membanggakan masih akan terus terjadi,” jelas Anas.

Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno yang akrab disapa Nano Tirta menambahkan, dalam konser “Westlife The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong”, Bank Jateng sebagai perusahaan perbankan kebanggaan masyarakat Jawa Tengah dalam hal ini telah memberikan kesempatan khusus kepada para nasabah setianya melalui Customer Loyalty Program. Hal ini diharapkan akan menjadi salah satu bentuk apresiasi terbaik dari Bank Jateng kepada para nasabahnya melalui sebuah suguhan terbaik, di tempat terbaik dan dari grup vokal terbaik kelas dunia.

Dalam konser Westlife The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong, Tiketapasaja.com menjadi satu-satunya channel penjualan tiket. Dedi Suherman, Direktur Utama PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia mengatakan, "Kami sangat antusias ketika  dipercayai oleh promotor sebagai satu-satu nya channel penjualan tiket konser Westlife The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong. Karena ini akan menjadi bagian dari sejarah kami menangani penjualan tiket dengan track record sangat baik dalam penjualan tiket," ujar Dedi.

Dedi juga menambahkan selama penjualan tiket secara online, pihaknya sangat mempersiapkan betul mengenai sistem dan pelayanan kepada pembeli. Sehingga pembeli akan nyaman untuk membeli tiket di tiketapasaja.com.

Informasi terbaru seputar WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong dapat diikuti melalui akun instagram resmi promotor @RajawaliIndonesia atau melalui hotline di nomor 08.222.666.4343 (*)

Narasumber: 

  • CEO Rajawali Indonesia – Anas Syahrul Alimi
  • Walikota Semarang – Hendrar Prihadi
  • Direktur Utama Bank Jateng – Supriyatno
  • Direktur Utama PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia - Dedi Suherman

Westlife The Twenty Tour Borobudur Symphony

Kemegahan Candi Borobudur dan Konser Reuni Westlife

Yogyakarta, 20 April 2019 – Di akhir era tahun 90-an, publik musik dunia digemparkan dengan hadirnya sebuah Boy Band asal Irlandia bernama Westlife. Pada tahun 1999, Shane Filan, Brian McFadden, Kian Egan, Nicky Byrne dan Mark Feehily berhasil melambungkan nama Westlife melalui deretan judul lagu yang terangkum dalam album bertajuk “Westlife”. Sebut saja seperti “Swear it Again”, “If I Let You Go”, “Flying Without Wings”, “Fool Again”, “No No” dan lainnya adalah beberapa lagu yang termuat dalam album perdana dari boy band yang berdiri sejak 3 Juli 1998 silam tersebut.

Dan dalam perjalanannya bermusik, Westlife berhasil merilis belasan album studio yang diperdegarkan kepada masyarakat dunia. Dari belasan album yang mereka rilis itu pula, setidaknya ada belasan single yang dinobatkan menjadi nomor satu di Irlandia maupun di Britania Raya selama kurun waktu dari tahun 1999 sampai dengan 2005. Dan penghargaan seperti “Record of The Year” pun sempat Westlife raih berkat karya-karya terbainya itu.

Terus konsisten mengeluarkan karya dan menggelar konsernya di berbagai negara di dunia, nampaknya tak membuat Westlife tetap bertahan di tengah persaingan yang begitu sengit di industri musik. Pada tahun 2012, Shane, Brian, Kian, Nicky dan Mark memutuskan untuk membubarkan boy band yang telah membesarkan nama mereka bersama. Dan hal itu tentunya membuat banyak penggemar Westlife merasa kecewa.

Hampir tujuh tahun tak pernah ada kabar setelah keputusan untuk membubarkan diri, secara mengejutkan pada Oktober 2018 empat personel Westlife yaitu Shane, Kian, Nicky dan Mark mengumumkan bahwa mereka akan menggelar konser tur reuni di beberapa negara. Dan salah satunya adalah di Indonesia, di mana boy band pelantun lagu “Uptown Girl” tersebut siap menggelar konsernya bertajuk “Westlife The Twenty Tour Live in Borobudur” pada 31 Agustus 2019 mendatang di Pelataran Candi Borobudur, Jawa Tengah, Indonesia.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi selaku promotor konser Westlife di Candi Borobudur menuturkan, bahwa kedatangan Shane, Kian, Nicky dan Mark merupakan sesuatu yang sangat luar biasa bagi masyarakat Indonesia. Sebab dalam perjalanannya selama ini, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara yang memiliki jumlah pendengar terbanyak yang menyimak karya-karya terbaik dari Westlife.

“Westlife adalah hits maker, dan puluhan lagu yang telah mereka ciptakan selama ini sangat populer di Indonesia. Ini yang membuat fansnya sangat besar di sini. Dan Candi Borobudur merupakan destinasi kedua dari tur konser Westlife di Indonesia,” papar Anas.

Kata Anas, Candi Borobudur sebagai salah satu mahakarya bersejarah dunia yang berada di Indonesia tersebut baginya dirasa perlu dikolaborasikan dengan mahakarya musik yang dimiliki oleh Westlife. “Westlife The Twenty Tour Live in Borobudur” mendatang akan memberikan pengalaman yang baru dalam menonton pertunjukan musik dari musisi dunia.

“Sampai saat ini kami selaku promotor masih tetap membawa semangat besar untuk melambungkan nama Indonesia di kancah dunia melalui konser-konser musik yang disajikan bersama mahakarya bersejarah yang dimiliki negeri ini. Saya sangat ingin melakukan branding Candi Borobudur ke tingkat internasional. Westlife adalah salah satu band dunia yang sangat tepat untuk melakukan branding ini. Dan saya berharap tur konser Westlife di Candi Borobudur besok adalah konser yang berbeda bagi Westlife maupun para penggemarnya di Indonesia. Dan saya yakin konser dengan latar kemegahan Candi Borobudur akan menjadi konser Westlife terbaik dan berbeda bagi mereka,” Tambah Anas.

Tiket Westlife The Twenty Tour Live in Borobudur akan mulai dijual pada Senin, 22 April 2019 melalui www.tiketapasaja.com dengan pembagian kelas sebagai berikut; Super VVIP (limited, hot seat, best view, with number seat, lounge dan free merchandise) dengan harga Rp. 3.500.000, Diamond (best view, number seat, lounge) dengan harga Rp. 2.500.000, Platinum (free seating di belakang Diamond) dengan harga Rp. 2.000.000, Gold (free seating, di sayap kanan-kiri) dengan harga Rp. 1.000.000 dan Festival (berdiri di depan stage) dengan harga Rp. 1.250.000.

Informasi terbaru seputar The Twenty Tour Live in Borobudur dapat diikuti melalui akun instagram resmi promotor @rajawaliindonesia atau melalui hotline di nomor 0822.2666.4343 (*)

Narasumber:
CEO Rajawali Indonesia - Anas Syahrul Alimi

Yogyakarta, 14 Mei 2020 - Prambanan Jazz Festival, merupakan pesta perayaan musik berskala internasional yang pertama kali digelar pada 2015. Ada narasi besar yang konsisten diwujudkan dalam festival ini, yakni kolaborasi mahakarya Candi Prambanan sebagai world heritage dan mahakarya musik dari musisi legendaris dalam satu waktu.

Kehadiran Kenny G, Rick Price, Sarah Brightman, Boyz II Men, Boyzone, YANNI, Brian McKnight, Calum Scott juga sederet musisi tanah air berkelas dalam perhelatan ini menjadi bukti konsistensi Prambanan Jazz Festival dari tahun ke tahun.

Memasuki tahun ke-enam penyelenggaraannya, Prambanan Jazz Festival #6 | 2020 tak luput dari pandemi. Alhasil, penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival #6 | 2020 pun dijadwalkan ulang.

Semula Prambanan Jazz Festival #6 direncanakan akan digelar pada 3, 4, dan 5 Juli 2020 di Kompleks Candi Prambanan, namun Promotor harus menjadwalkan ulang pada 30, 31 Oktober, dan 1 November 2020. Pertimbangan kesehatan dan keselamatan penonton, artis serta pengisi acara, kru, dan semua yang terlibat di dalam pelaksanaan festival menjadi proritas Rajawali Indonesia selaku promotor. Tentunya Prambanan Jazz Festival 2020 akan diselenggarakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pemerintah.

“Kami meminta maaf dengan penjadwalan ulang ini, turut prihatin dengan adanya pandemi Covid-19, tetapi kami tetap berupaya menghadirkan festival tahunan ini walaupun harus mengubah jadwal dan semoga pandemi ini segera berakhir,” ujar Anas Syahrul Alimi, CEO Rajawali Indonesia sekaligus Founder Prambanan Jazz Festival.

Sederet artis dari manca negara dan juga musisi tanah air akan kembali dihadirkan di Prambanan Jazz Festival #6 | 2020 mendatang. Panggung Festival Show pada hari pertama, akan menampilkan Fourtwnty, Hindia, Pamungkas, Andmesh, Nadin Amizah, Reality Club, Once Mekel, Joey Alexander, Kunto Aji, dan akan diupdate artis lainnya.

Pada hari kedua, panggung Festival Show akan diisi oleh Eva Celia, Isyana Sarasvati, Joko in Berlin, Egha De Latoya, dan akan diupdate artis lainnya.

Sementara, pada hari terakhir, pengunjung akan dihibur dengan penampilan dari Reza Artamevia, Sinten Remen (Tribute To Djaduk F), Ardhito Pramono, Janapati (Dewa Budjana dan Tohpati), Yura Yunita, dan akan diupdate artis lainnya.

Ada sedikit perubahan jadwal dari line up artis yang sudah dijadwalkan sebelumnya karena pergantian tanggal membutuhkan penyesuaian ulang. Menariknya masih akan ada banyak artis yang akan ditambahkan dalam deretan line up artis Prambanan Jazz Festival 2020.

Sementara, untuk panggung Special Show akan diisi musisi manca negara. Salah satunya, Postmodern Jukebox yang akan tampil pada hari ketiga. Postmodern Jukebox adalah sebuah grup musisi bergenre jazz / swing yang ditemukan oleh Scott Bradlee ini mengusung konsep unik berupa rotating musical collective.

Group asal Amerika Serikat yang eksis dalam jagat maya YouTube ini mengandalkan coveran lagu-lagu modern dengan balutan aura vintage dalam beraksi. Tak diragukan lagi, kanal PMJ sudah meraih 4 juta subscriber dan sudah tayang sebanyak 1,3 milyar kali di YouTube. Prambanan Jazz menjadi satu festival yang beruntung akan menghadirkan mereka pertama kali ke Indonesia.

Beberapa line up artis Special Show akan menjadi surprise tersendiri, seperti di hari kedua akan ada grammy’s award winner, juga hari pertama grup musik dreampop yang mengawali debut musiknya melalui soundcloud dan memiliki banyak fans di Indonesia sangat sayang untuk dilewatkan.

Prambanan Jazz sudah menjadi event yang dinantikan penggemar setiap tahun. Oleh karena itu, untuk mengobati kerinduan masyarakat terhadap Prambanan Jazz Festival yang awalnya akan diselenggarakan pada tanggal 3, 4, 5 Juli 2020, pada Sabtu, 4 Juli 2020 akan tetap diadakan Prambanan Jazz Festival dengan konsep online. Prambanan Jazz Festival Online ini akan dihadirkan di depan Candi Prambanan secara istimewa dengan pengisi acara yang akan dikabarkan selanjutnya. Acara ini gratis, penonton bisa menyaksikan dari rumah masing-masing.

Co Founder Prambanan Jazz Bakkar Wibowo mengatakan penjadwalan ulang Prambanan Jazz Festival #6 |2020 akan membuatnya menghadirkan konsep tata panggung dan venue yang semakin matang. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Prambanan Jazz Fetival #6 | 2020 juga akan bekerja sama dengan commission artist dan senantiasa menghadirkan sesuatu yang berbeda.

Sementara, bagi para pemegang tiket, Prambanan Jazz menginformasikan bahwa tiket berlaku untuk konser mendatang, tentunya dengan line up artis yang lebih banyak lagi akan dihadirkan dari yang sudah di release.

Tovic Raharja selaku Direktur Utama Rajawali Indonesia menambahkan, bagi yang belum memiliki tiket Prambanan Jazz Festival 2020, tiket PRESALE II akan dibuka kembali penjualannya melalui www.tiketapasaja.com atau secara langsung di SILOL Kopi & Eatery Jl. Suroto No. 7 Kotabaru, Yogyakarta mulai Senin, 18 Mei 2020 pada pukul 11.59 WIB. Selain kategori tiket yang sudah di release sebelumnya yaitu tiket Daily Pass - Festival Show dengan harga PRESALE II Rp. 250.000 dan Special Show dengan harga PRESALE II kategori VIP (duduk tak bernomor kursi) dengan harga tiket Rp. 750.000 dan Standing dengan harga Rp. 500.000 (Tiket Special Show sudah termasuk tiket Festival Show), akan ada kategori tiket baru yaitu 3 Days Pass Special Show Standing dengan harga PRESALE II Rp. 1.200.000 (sudah termasuk tiket Festival Show).

Meskipun demikian, bagi para pemegang tiket yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut bisa mendapatkan konfirmasi melalui WhatsApp ke admin CS Tiketapasaja 0811 2658 322 (WhatsApp chat only) atau melalui email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. dilayani pada jam kerja (Senin – Jumat 10.00 – 18.00 WIB dan Sabtu 10.00 – 14.00 WIB). Atau melalui tiket box pembelian afiliasi tiketapasaja:

  • Tiket.com = 0855-1500-878 (Whatsapp only) & email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • Gotix = +62 21 80600822 & email :cs@This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • Traveloka melalui admin tiketapasaja.com

Informasi lebih lanjut bisa menghubungi hotline di nomor 08222 666 4343 / 0274 521328 atau website www.prambananjazz.com, social media (IG / FB / Twitter) @PrambananJazz (*)

Yogyakarta, 31 Agustus 2019 – Sebut saja “If I Let You Go”, “Uptown Girl”,”I Lay My Love On You”, “I Have a Dream”, “Soledad”, “Puzzle On My Heart”, “I Don’t Wanna Fight”, “Swear It Again”, “Fool Again” dan masih banyak lainnya, merupakan beberapa karya terbaik yang sempat dinyanyikan oleh grup vokal fenomenal asal Irlandia, Westlife. Walau sempat vakum dan ditinggal salah satu personilnya yaitu Brian McFadden, grup yang kini digawangi oleh Shane Filan, Kian Egan, Nicky Byrne dan Mark Feehily tersebut masih mendapat ruang khusus bagi para pendengar musik di banyak negara di dunia.

Lama tak muncul dan menggelar pertunjukannya di atas panggung yang sama seperti sediakala, membuat banyak pecinta karya-karya dari Westlife merindukan mereka. Hingga pada akhirnya tibalah di tahun 2019, di mana grup vokal yang terbentuk 3 Juli 1998 silam tersebut memberi kejutan yang mencengangkan kepada para penggemar setianya selama ini, yakni melalui rangkaian tur konser dunia bertajuk “The Twenty Tour Westlife” yang telah bergulir sejak Mei 2019 lalu.

Sudah banyak negara yang sudah dan akan dikunjungi oleh Westlife dalam tur dunianya ini. Di antaranya seperti Irlandia, Inggris, Skotlandia, Denmark, Malaysia, Singapura, Thailand, Macau, dan termasuk Indonesia. Di Negeri Burung Garuda sendiri, beberapa waktu lalu Westlife sempat menggelar pertunjukannya di Jakarta dan juga Palembang. Dan kali ini menjadi giliran Rajawali Indonesia (Promotor) dan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Co Promotor) memboyong Westlife ke Candi Borobudur untuk tampil dalam gelaran Borobudur Symphony, Sabtu (31/8/2019) malam.

Borobudur Symphony sendiri merupakan gelaran konser musik bertaraf internasional yang pertama kali diperkenalkan kepada publik Indonesia pada tahun 2018 lalu. Konser musik ini adalah sebuah bentuk agung dari proses kolaborasi dua mahakarya, yaitu mahakarya Candi Borobudur sebagai World Heritage, yang disandingkan secara apik bersama mahakarya musik dari para musisi hebat dunia. Setelah kesuksesan Mariah Carey pada Borobudur Symphony 2018 lalu, Borobudur Symphony jilid kedua kali ini akan menjadi ruang spesial bagi Westlife untuk mempresentasikan karya-karya terbaiknya kepada masyarakat Indonesia.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi menuturkan, digelarnya tur konser Westlife “The Twenty Tour” di beberapa kota di Indonesia merupakan suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh publik di tanah air. Sebab, Indonesia sendiri termasuk salah satu negara yang memiliki jumlah pendengar terbesar bagi karya-karya fenomenal yang pernah dirilis oleh Westlife dalam perjalanan berkaryanya selama ini. Tak heran jika konser Westlife di Candi Borobudur nanti mendapatkan antusias yang sangat besar.

Alhamdulillah sambutan dari masyarakat Indonesia untuk penampilan Westlife di Candi Borobudur nanti mendapat apresiasi yang sangat besar sekali. Salah satu buktinya adalah ketika kami membuka penjualan tiket secara online, di mana tiket pertunjukan Westlife di Borobudur Symphony ludes terjual hanya dalam waktu beberapa menit saja,” papar Anas.

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko, Edy Setijono melanjutkan, Westlife “The Twenty Tour” Borobudur Symphony bukan saja menjadi hal positif yang bisa dirasakan langsung oleh para penggemar Westlife di Indonesia, namun juga bagi Candi Borobudur sebagai salah satu peninggalan nenek moyang yang masih berdiri dengan megahnya sampai saat ini. Penampilan Westlife nanti diharapkan akan menjadi pemantik di mana Candi Borobudur lebih dikenal lagi oleh masyarakat dunia.

“Ini adalah salah satu upaya dari kami untuk lebih mengenalkan lagi Candi Borobudur kepada publik dunia. Jika Candi Borobudur sebagai salah satu warisan dunia ini lebih dikenal lagi, maka akan lebih banyak lagi efek positif yang bisa langsung dirasakan oleh Bangsa Indonesia,” tutur Edy.

Tambah Edy, dalam gelaran Westlife “The Twenty Tour” Borobudur Symphony tahun ini, pihaknya pun mendapatkan dukungan penuh dari beberapa BUMN di Indonesia. Seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Garuda Indonesia Tbk, Bank BTN, PT Hutama Karya (HK), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, PT Jasa Raharja Tbk dan PT. Jasa Raharja Putera.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara mengatakan bahwa dukungan Garuda Indonesia terhadap pelaksanaan Westlife “The Twenty Tour” ini merupakan salah satu bentuk upaya Garuda Indonesia untuk memberikan nilai lebih bagi para pengguna jasa, khususnya anggota GarudaMiles sekaligus untuk memperluas pangsa pasar GarudaMiles.

“Kami memahami bahwa pilihan aktivitas hiburan yang beragam kini sudah menjadi kebutuhan gaya hidup masyarakat Indonesia. Melalui program baru kami, GIA Event – bekerjasama dengan berbagai partner – Garuda Indonesia memberikan kesempatan bagi para anggota GarudaMiles untuk dapat menukarkan mileage mereka dengan berbagai tiket event baik di dalam maupun luar negeri.”, tambah Ari.

Dalam konser WESTLIFE “The Twenty Tour” Borobudur Symphony kali ini, promotor mempercayai Tiketapasaja.com by Melon Indonesia dalam penjualan tiket konsernya. Direktur Utama PT. Melon Indonesia, Dedi Suherman menuturkan pihaknya sangat antusias sekali ketika platform tiketing milik Melon Indonesia ditunjuk oleh promotor sebagai Exclusive Official Ticketing Partner.

"Kami sangat antusias ketika  dipercayai oleh promotor sebagai satu-satu nya channel penjualan tiket konser Westlife “The Twenty Tour” Borobudur Symphony. Karena ini akan menjadi bagian dari sejarah kami menangani penjualan tiket dengan track record sangat baik dalam penjualan tiket," ujar Dedi.

"Selama penjualan tiket, kami sangat mempersiapkan betul sistem dan pelayanan kami. Kami tidak mau mengecewakan pembeli. Ini sangat kami perhatikan sekali sebagai Exclusive Official Ticketing Partner," pungkas Dedi.

Informasi terbaru seputar WESTLIFE “The Twenty Tour” Borobudur Symphony dapat diikuti melalui laman www.borobudursymphony.com dan atau melalui instagram resmi promotor @RajawaliIndonesia dan @BorobudurSymphony atau melalui hotline di nomor 08.222.666.4343 (*)

Narasumber:

  • Anas Syahrul Alimi (CEO Rajawali Indonesia-Promotor)
  • Edy Setijono ( Direktur Utama PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan Dan Ratu Boko Persero – Co. Promotor)
  • I Gusti Ngurah Ari Askhara Danadiputra (Direktur PT. Garuda Indonesia (persero) tbk)
  • Dedi Suherman ( Direktur Utama PT. Melon Indonesia by Telkom Indonesia)

Semarang, 1 September 2019 – Setelah berhasil menggelar pertunjukannya dalam mega konser bertajuk “WESTLIFE The Twenty Tour” Borobudur Symphony, Sabtu (31/8/2019) malam di Candi Borobudur, Westlife akhirnya mampu memberikan hal yang tak kalah memukau kepada ribuan orang penonton yang hadir dalam “WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong”, Minggu (1/9/2019) malam di Kuil Sam Poo Kong Semarang. Dalam pertunjukannya, grup vokal yang digawangi oleh Shane Filan, Kian Egan, Nicky Byrne dan Mark Feehily ini berhasil menyanyikan beberapa judul karya terbaiknya. Di antaranya seperti “Hello My Love”, Swear It Again”, “Uptown Girl”, “My Love”, “If I Let You Go” dan masih banyak lagi.

Bahkan, grup vokal yang terbentuk pada 3 Juli 1998 silam tersebut memberikan suguhan maha dahsyat ke dalam setiap lagu yang mereka nyanyikan malam ini, melalui sajian visual dan tata cahaya yang begitu menyatu. Tak heran hal ini mampu memberikan efek bahagia kepada hampir 7.000 penonton yang berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia. Dan kebahagiaan yang tak terhingga pun mampu dirasakan langsung oleh para personil Westlife selama menyuguhkan pertunjukannya.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi selaku promotor dari “WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong” menuturkan, konser yang digelar di Kuil Sam Poo Kong ini merupakan destinasi terakhir dari rangkaian tur konser Westlife di Indonesia. Momen yang terwujud pada malam hari ini menjadi sebuah catatan baru bagi Westlife dan Kuil Sam Poo Kong melakukan sebuah proses kolaborasi yang sangat indah. Mahakarya yang dimiliki kuil ini begitu melebur Bersama karya-karya terbaik dari grup vokal asal Irlandia tersebut.

“Konser Westlife pada malam hari ini sangat pecah. Semua orang yang hadir pada malam hari ini sama-sama merasakan bahagia. Westlife dan Kuil Sam Poo Kong sama-sama hebatnya untuk memberikan sebuah suguhan berkesan yang terjadi pada malam hari ini,” tutur Anas. Ia mengungkapkan, bahwa konser ini bukanlah tanpa alasan bisa digelar di salah satu situs bersejarah yang dimiliki Indonesia tersebut. Menghadirkan legenda musik dunia seperti Westlife merupakan sebuah upaya dari pihaknya untuk membranding tempat ini dan Kota Semarang ke dunia internasional melalui pertunjukan music berkualitas. Tak heran konser ini tidak hanya menyedot antusias yang sangat besar dari masyarakat Indonesia, namun juga para pelancong dari mancanegara.

“Saya kira apa yang terjadi pada malam hari ini adalah sebuah proses kolaborasi dari tiga mahakarya, yaitu mahakarya Kuil Sam Poo Kong, mahakarya masyarakat Jawa, dan juga mahakarya musik yang dimiliki oleh Westlife. Bagi saya, hal seperti ini harus tetap terus berlanjut di Semarang, agar nantinya salah satu kota besar di Indonesia ini akan terangkat namanya ke dunia internasional,” jelas Anas.

Senada dengan yang diungkapkan oleh Supriyatno, Direktur Utama Bank Jateng yang pada kesempatan kali ini menjadi Main Sponsored dalam konser “WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong” ini. Selama ini Semarang sebagai Ibukota Provinsi Jawa Tengah sedang diarahkan untuk menjadi destinasi wisata internasional. Dan hal besar yang telah terwujud pada malam hari ini menjadi salah satu bukti harapan tersebut akan semakin dekat untuk bisa terwujud.

“Diplomasi budaya melalui musik, yang mana hal ini memiliki tujuan untuk lebih memperkenalkan sebuah daerah ke dunia internasional bagi kami merupakan sebuah upaya yang sangat positif. Maka dari itu, di sini kami pun ikut terlibat untuk mendukung secara penuh terhadap tur konser dari Westlife ini,” papar Supriyatno.

Ia berpendapat, konser “WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong” tidak hanya menjadi momen yang sangat menyenangkan bagi banyak orang, namun juga menjadi saat di mana para penonton konser mendapatkan velue yang lain setelah menyaksikan pertunjukan musik. Supriyatno berharap hal serupa akan terus terjadi di Kota Semarang, sehingga kota ini akan lebih dikenal lagi di dunia dan menjadi destinasi wisata pilihan bagi wisatawan mancanegara. (*)

Narasubner:

  • CEO Rajawali Indonesia – Anas Syahrul Alimi (Promotor “WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong)
  • Direktur Utama Bank Jateng – Supriyatno (Main Sponsored “WESTLIFE The Twenty Tour Live in Sam Poo Kong)